Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Gak Boleh Berharap Lebih



Setelah membersihkan diri, Firman keluar dari kamar kosan dia hendak ke mushala dekat kosannya.


Ba'da Isya Firman kembali ke kosannya, dia terbaring di ranjang yang hanya muat ukuran badannya.


"Aku gak boleh berharap lebih ke Meisya, malu rasanya jika diri ini berharap lebih, sudah dapat maaf darinya saja aku seharusnya bersyukur." Gumamnya.


Dia tahu diri dengan keadaan nya sekarang, hanya seorang anak kos, kendaraan nya juga hanya sebatas motor bebek. Tapi ia bersyukur keadaanya sudah mulai membaik. Dia harus kembali lagi ke nol, untuk memulai hidup yang layak.


Dia lalu mengambil ponselnya di atas nakas, lupa belum nelpon orangtuanya kalau sudah sampai sejak tadi.


Terlihat ada pesan dari Meisya untuknya sebelum tadi berangkat ke mesjid. Dia iseng menekan tombol call. Ternyata telponnya di angkat oleh Meisya.


Assalamualaikum Mei. Ucap Firman


Wa Alaikum salam a. Jawab Meisya


Lagi apa Bidadari tak bersayap? Firman bertanya


Lagi nerima telephon dari akhi akhmar . Meisya menjawab sambil tersipu malu


Mereka ngobrol sampai malam mulai larut. Firman yang awalnya mau menghubungi orangtuanya lupa, malah asyik telepon - teleponan sama Meisya.


Mereka melepas rindu yang selama ini terpendam. Walau tidak membahas tentang perasaan dan cinta mereka yang kandas. Firman merasa bahagia, karena sekarang Meisya sudah mau di ajak komunikasi. Dia sangat berharap ke depannya Meisya mau di ajak untuk ke jenjang yang lebih serius.


Merasa sudah terlalu larut Meisya menyudahi teleponnya, Firman pun dengan berat hati menutup teleponnya.


##Firman##


Mei seandainya saja aku dulu mau memperjuangkan dirimu mungkin sekarang aku adalah orang yang paling bahagia. Tapi taqdir Allah sungguh tidak bisa di prediksi. Mungkin Allah menguji kita agar kita sama - sama yakin dengan perasaan kita. Batinnya


Menjelang pagi Firman baru memejamkan matanya.


Esok paginya Firman bangun sebelum suara adzan subuh berkumandang. Dia bersih - bersih setelah itu siap - siap untuk berangkat ke mesjid.


Assalamualaikum Bidadari tak bersayap...


Sudah bangunkah? Jangan lupa shalat subuh ya Mei... Aa ke mesjid dulu..


Setelah mengetik pesan untuk Meisya, Firman bergegas ke masjid.


Hampir setengah jam di mesjid, Firman pulang ke rumah. Dia lalu mengambil ponselnya, 2 ada pesan dari Meisya.


Waalaikum salam, udah bangun donk ini baru mau berangkat.


Aa blm pulang dari mesjid ya, a hari ini Ibu aa nyuruh aku ke rumah untuk bantuin acara selamatan di rumah aa, aku bingung datang gak yah?


Firman mengerutkan keningnya, kenapa ibu nyuruh Mei untuk membantu buat acara di rumah. Kan ada banyak sodara. Batinnya


Tanpa membalas pesan dari Meisya terlebih dahulu Firman langsung menelepon ibunya. Dua kali menelepon tapi gak di angkat juga sama ibunya.


Diapun menyimpan kembali ponselnya, dia beres - beres dulu kamar kosnya dan juga menyiapkan baju untuk kerja, sambil memanaskan motornya.


Ketika kembali lagi ke kamar ada telepon dari ibunya.


Assalamualaikum ibu


Waalikum salam, nyampe jam berapa kemarin a? ko gak nelepon ibu malem?


Hee iya maaf Bu, kemarin nyampe jam sebelum magrib, Iman buru - buru ke mesjid takut ketinggalan shalat berjamaah, rencananya pulang dari mesjid mau telepon ini eh Imannya dapat pesan dari Mei, jadinya telepon Mei, lupa mau ngabarin ibu. Maaf ya Bu.


Pantesan ibu telepon aa, sibuk terus. Ya udah ga papa yang penting aa sampe dengan selamat. Udah mulai komunikasi Ama Meisya a?


Maaf ya gaeees baru up lagi