
Setelah mereka keluar dari masjid lalu berboncengan menuju ke ke sebuah tempat perbelanjaan. biasanya tempat itu mereka datangi jika hari libur sekolah mereka akan jalan-jalan di mall tersebut sambil jajan.
Hari ini Firman berencana untuk mengajak Meisya membeli makanan yang biasa mereka beli dulu untuk mengenang masa sekolah mereka.
Firman membeli berbagai jajanan yang biasa mereka beli dulu mereka juga membeli sedikit oleh-oleh buat orang rumah hampir maghrib mereka baru selesai lalu mereka menuju ke masjid untuk melaksanakan salat magrib.
Sebelum pulang Firman mengajak mereka makan malam terlebih dahulu di sebuah kedai pecel lele.
"Pesan apa Mei, Lele ala ayam? Tanya Firman
"Mei ayam aja a." Jawab Meisya
Firman memesan dua ayam goreng dan nasinya nasi uduk, dan jus jeruk dua. Mereka duduk berhadapan. Meisya tersenyum menatap Firman hangat.
"Makasih bidadari tak bersayap." Ucap Firman pelan
"Untuk apa? Tanya Meisya
"Sudah mau di ajak keliling, mengenang tempat pertemuan kita dulu." Jawab Firman
"Ish aa... seharusnya Mei yang berterima kasih banyak, aa sudah ngajak jalan - jalan, sudah nraktir banyak banget lagi." Ucap Meisya
" Itu gak seberapa Mei, do'in aa ya Mei biar rezekynya lancar Insya Allah aa ajak jalan lagi. Besok mah ke Bandung ya, atau Jakarta biar kerenan dikit kaya orang - orang heee." Ucap Firman
"Insya Allah ya a," Ucap Meisya
Pesanan makanan pun datang dan mereka makan dengan lahap tanpa ada suara sedikitpun. Setelah membayar makanan Mereka pun memutuskan untuk pulang karena malam sudah mulai larut sebentar lagi akan memasuki waktu Isya, Firman sudah berjanji kepada Ibu Kinan akan pulang sehabis Isya dia tak ingin Ibu Kinan kecewa kalau sampai melebihi batas itu.
Sebelum naik motor mereka memakai jaket couple yang Firman beli di mall tadi sengaja Firman membeli nya buat kenangan. Merekapun lalu pulang berboncengan menembus dinginnya angin di malam itu.
##
Paginya Firman sudah rapi dia lalu duduk di meja makan untuk sarapan, di meja sudah ada bekal di paperbag. Ibunya selalu saja seperti itu, alasannya adalah biar dia pas datang gak bingung nyari nasi dan lauknya. Padahal dia tinggal di kota banyak sekali warung nasi. Tapi itulah seorang ibu selalu saja memikirkan keadaan anaknya walau dia sudah dewasa.
"A sudah mau berangkat?" Tanya Ayahnya
"Iya yah, sengaja pagian biar gak panas." Jawab Firman
Mereka pun makan dengan khidmat karena seperti biasa di keluarga mereka kalau makan itu jangan sampai mengeluarkan suara.
setelah selesai sarapan Firman memakai jaketnya lalu memakai helm dan membawa paper bag bekal makannya ke motor.
"Hati - hati a di jalannya, jangan ngebut. Jangan lupa berobatnya selesaikan." Ucap Ibunya dengan mata berkaca - kaca.
"Aa nggak mampir dulu ke rumah Mei? Tanya ayahnya
"Mampir ya mau pamitan." Ucap Firman dengan wajah menahan malu
"Kalau semuanya sudah jelas nanti ayah lamar kan dia untuk kamu asal kamunya sembuh." Ucap ayahnya lagi sambil terkekeh, ibunya pun ikut tertawa mendengar penuturan suaminya.
"Doain aja ya semoga Allah mengabulkan niat baik Aa." Ucap Firman
"Orang tua selalu mendoakan yang terbaik buat anak-anaknya a Ibu juga berdoa semoga kamu diberikan jodoh oleh Allah yang tepat yang sesuai dengan keinginan kamu." Ucap Ibunya
"Aamiiin... " Ucap mereka serempak
Firman menyalami kedua orangtuanya, lalu menjalankan motornya menuju ke rumah Meisya untuk pamitan dahulu. Dia memakai jaket couple yang semalem dia beli.