Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Bertamu



"Assalamualaikum." Terdengar dalam dari luar saat pak Iskak dan Firman sedang berbincang.


"Wa Alaikum salam". Ucap kedua pria yang sedang asyik ngobrol itu


Firman bangun untuk membuka kan pintu, saat pintu di buka ternyata pamannya yang datang, yaitu pak Ferdi atau papah nya Rima.


"Sehat a?" Tanya pak Ferdi sambil menyalami pak Iskak


"Sehat... Alhamdulillah kamu pulang Fer, Emak dari kemarin nanyain kamu. Sudah ngelayat sama mamahnya Rima?" Tanya pak Iskak


"Sudah a, ini baru pulang mampir dulu kesini." Jawabnya


"Kemana teteh sama si neng?" Pak Ferdi kembali bertanya.


"Ada di dapur, si neng mah kerja. Biasa kalau di kesehatan mah kerjanya beda sama orang kantor." Katanya sambil tertawa


Tak lama datang ibu Firman sambil membawa minuman lagi, mereka pun akhirnya ngobrol sambil terdengar sesekali tawa mereka dari luar.


"Bagaimana a Firman hubungannya? Amang denger katanya udah mulai ada perkembangan sama Meisya?" Tanya pak Ferdi


"Kata siapa mang ah?" ucap Firman dengan muka datarnya


"Tadi amang denger dari keluarga sana, sering telpon - telponan." Ucap pak Ferdi sambil terkekeh


" Telponan biasa mang ah, dan juga hubungan belum ada perkembangan biasa aja, di ajak beli sorabi bareng aja tadi pagi gak mau takut mamahnya kayanya." Ucap firman menjawab pertanyaan pak Ferdi


"Kalau gitu izin dong sama mamahnya dulu, baru ke anaknya. Dan aa sebagai bapaknya ikut meyakinkan kepada keluarga sana agar hubungan mereka bisa lanjut sesuai harapan Firman." Ucap pak Ferdi ke kakaknya pak Iskak


"Sepertinya Kinanti takut jika kejadian dulu terulang. Dia takut rumah tangga anaknya senasib sama rumah tangga saya dan dia dulu untuk itu sebaiknya aa datang ke emak untuk memberikan restu dan tidak ikut campur hubungan Firman dan Meisya agar Kinanti pun ikut menyetujui hubungan mereka. Yang Kinanti takutkan adalah emak sama Abah." Ucap Pak Ferdi sambil meneguk minuman


"Iya nanti saya akan ke Emak dan ke Abah, agar kejadian kalian dulu tidak terulang ke Firman dan Meisya." Ucap pak Iskak


#


"Assalamualaikum"Ucap Firman dari pintu depan rumah Mesiya


"Waalaikum salam" Ucap ibu Kinanti yang sedang duduk di ruang tamu


Dia lalu membukakan pintu, terlihat Firman di depan sedang berdiri.


"Eh ada a Firman masuk a." Ucap Bu Kinan


"Iya Bu makasih." Ucap Firman sambil masuk ke dalam rumah


"Mei keluar sebentar bikinkan minuman." Ucap Bu Kinan sambil mengetuk kamar Meisya


"Iya mah sebentar, Mei pake jilbab dulu." Sahut Meisya dari dalam kamar


Tak lama terbuka pintu kamar Meisya, sementara yang mau keluar dari kamar melongo melihat tamu yang sedang duduk di ruang tamu.


"Malah bengong hei.... bikinin minum buat ayang arjuna." Kali ini Sandi yang bicara


Mesiya tersadar dari lamunannya dia langsung ke dapur. Mukanya terlihat tegang sekali. Membuat Firman yang memperhatikan Meisya sedari tadi jadi geli sendiri.


"Teh tolong bawain dong, nervous bener Mei takutnya malah jatuh airnya. Yang ada malu deh." Bisik Meisya ke teling Rima saat Rima hendak mengambil air minum ke dapur.


"Sebagai kakak yang baik, oke deh." sambil terkekeh


"Ih teteh mah ngeledek." Ucap Mei sambil merengut


"Yaaah di bilang ngeledek ya udah nggak jadi deh." Ucap Rima sambil menaruh kembali minuman


"Teteh mah ish tega." Ucap Mei lagi


Rima mengambil nampan sambil tergelak. Mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu.