
Kedatangan mereka disambut oleh semua orang yang ada di rumah Rima terutama Novita dia berlari menuju ke Bu Kinan.
"Emaaaa Vita kangen ema, sekarang Ema udah gak Ama Vita lagi." Ucap ya sambil merajuk.
"Ini sekarang emak pulang, di tinggal emak Vita nakal nggak Ama mamih?" Tanya Bu Kinan sambil menggendong cucunya
"Nggak, Vita pinter donk..." Jawab anak kelas 1 SD itu.
Semua bersalaman, saat bertemu Meisya dan Firman hanya saling bertatapan saja, tidak saling bertegur sapa.
"Masuk yu... ajak Sandi, mah bikin minuman yang segar - segar maah.." Ucapnya sambil duduk
Rima pun ke dapur disusul oleh Meisya mereka akan membuatkan minuman dan menghidangkan makanan kecil untuk disantap sambil kumpul dan ngobrol-ngobrol.
Sementara itu bu kinan membereskan makanan bawaannya di dapur dan menatanya di beberapa piring dan wadah.
Setelah selesai ketiga wanita itu pun lalu menyusul ke ruang tengah untuk ikut ngobrol bersama para lelaki di rumah itu sambil membawa beberapa hidangan.
"Mei aa kesini selain untuk silaturahmi juga ada yang mau di obrolkan sama keluarga di sini." Ucap Firman sambil menatap Meisya yang terus menunduk
"Barangkali Mei setuju, ayah dan ibu akhir bulan ini mau datang kesini mau silaturahmi dan juga mau melamar Mei." Ucap firman sedikit ragu, dia sekarang gantian menatap Bu Kinan
Sama seperti Firman Masha juga tidak menjawab ucapan Firman dia malah menatap wajah mamahnya.
Seolah mengerti dengan tatapan keduanya bokinan pun lalu menjawab ucapan Firman
"Mama enggak akan pernah melarang hubungan kalian lagi, tetapi sebelum semuanya jelas Mama cuma minta sama kamu nak, kalau memang kamu benar-benar mencintai Meisya mamah minta tolong jaga dia jangan pernah sakitin dia, karena dulu mama melarang kaliat berhubungan bukan karena apa-apa tapi mama takut dengan kejadian yang pernah mamah alami dulu, jujur mama takut hal itu menimpa kepada Meisya, mungkin dimata semua orang Malaysia tidak ada apa-apanya tetapi di mata Mama Meisya adalah anak kesayangan mama jadi hati kecil Mama tidak akan pernah ikhlas Kalau sampai ada orang lain yang menyakiti hati dan perasaannya." Ucap ibu Kinan dengan tegas
"Saya paham mah, awalnya saya juga dulu menerima perjodohan orang tua saya dengan perempuan lain bukan karena saya begitu saja melupakan Mei, tetapi mengingat kisah rumit yang terjadi di antara keluarga kita sehingga saya terpaksa menerima perjodohan saya dahulu, tetapi hati dan pikiran saya tidak bisa dibohongi, oleh karena itu saya berusaha untuk tidak dekat lagi dengan perempuan lain tetapi sekarang ayah dan ibu saya sudah memberikan restu kepada kita bahkan mereka berdua juga menyemangati saya untuk kembali kepada Mei dan insyaallah hal yang Mamah takutkan tidak akan terjadi kepada hubungan kita. Minta doa dan restu dari Mama dan juga keluarga di sini jika Mei menerima lamaran saya semoga dilancarkan dan juga dijauhkan dari permasalahan-permasalahan yang ada." Ucap Firman sambil menatap Bu Kinan penuh harap
"Mamah juga sama akan merestui hubungan kalian dan mama berharap semoga hubungan kalian selalu rukun jika memang kalian berjodoh semoga Allah senantiasa memberikan kehidupan yang berkah untuk kalian berdua." Ucap Bu Kinan
"Aamiin.." Ucap mereka serempak
"Sekarang gimana Mei mau nggak kalau dilamar sama Aa?" tanya Firman
Mei menundukkan kepalanya menahan haru dan malu tetapi dia menganggukkan sedikit kepalanya pertanda setuju ucapan Firman.