Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Sudah Hapal Karakternya



Ternyata pak Ferdi bukan hanya membantu sewa kios saja, pas mereka melihat kios hampir perabot sudah terisi, dari mulai etalase, lemari pendingin, perlengakapan buat masak, perlengkapan makan, meja dan kursi, penghangat nasi dll. Hanya beberapa perabot aja yang belum terbeli. Ibu Kinan melihat semua ini dia sedikit terenyuh, karena mantan suaminya masih sakit baik kepada dirinya. Padahal dirinya sudah berkali-kali menolak keinginan dia untuk rujuk dengan dia kembali.


Yang di katakan papahnya ternyata benar, tempatnya sangat cocok, dia yakin usaha mamahnya pasti maju. Karena tempat yang strategis di tambah masakan mamahnya memang enak.


Setelah puas melihat kios merekapun kembali pulang ke rumah, rencananya besok akan kembali sambil memasang wallpaper dinding agar terlihat lebih bagus, dan membawa perabot masih kurang.


"Teh itu tempatnya bagus walau tidak terlalu luas, atasnya tingkat pasti mahal ya." Tanya Meisya


"35 juta setahun de, standar lah harga segitu di kota." Ucap Rima


"35 juta?" Tanya Bu Kinan kaget


"Heem di kwitansinya segitu." Jawab Rima santai


35 juta sewa tempatnya saja, belum lagi perabot lainnya kemungkinan habis 50 jutaan kali ya batin Bu Kinan.


" Teh kita bayar aja ya, seperti rencana awal kita patungan, gak enak sama papah kamu kegedean ngeluarin dana dia." Ucap Bu Kinan


" Papahnya gak mau mah, kemarin teteh udah mau transfer malah bilang buat modalin Mei." Jawab Rima jujur


"Loh ko aku... " Tanya Mei


"Papah bilang kamu mau usaha, kita sebagai keluarga harus mendukungnya." Jawab Rima menirukan ucapan papahnya


Bu Kinan menghela nafas, mantan suaminya memang sangat keras kepala. Mungkin kalau tidak keras kepala mereka gak akan cerai, pasti ada aja alasan kalau pun sampai memaksa di bayar.


Tak lama mereka sampai di rumah Rima, Bu Kinan buru - buru masuk ke kamar dia ingin membersihkan kamar.


##


Malam menyapa kota Jakarta, malam itu cuaca terasa dingin. Hujan dari sore membuat orang - orang di rumah Rima sudah masuk ke kamar masing - masing untuk tarik selimut padahal waktu masih jam 21.00.


Bu Kinan yang sudah masuk kamar dari tadi tak bisa memejamkan matanya. Entah kenapa pikirannya tertuju ke mantan suaminya. Dia lalu mengambil ponselnya.


🧕Bu Kinan


🧕 Assalamualaikum (Send)


Ting terdengar bunyi pesan dari ponselnya, dia mengernyitkan dahi saat melihat pengirimnya, lalu membalas pesan tersebut.


🧔 Waalaikum salam mah (Send)


Panggilan pak Ferdi tak pernah berubah meski sudah bercerai. Baginya tak pernah merasa menceraikan Bu Kinan, karena memang Bu Kinan lah yang rapa.


🧕 Terima kasih dan maaf merepotkan


🧔 Untuk?


🧕 Biaya warung nasi, dari mulai sewa tempat dan jug beli beberapa perabot


🧔 Tidak perlu berterima kasih, papah gak merasa d repotkan, mewujudkan harapan orang yang disayang itu adalah sebuah impian. Mei sudah dianggap anak saya sendiri, sama halnya seperti tetehnya Rima. Dia berhak bahagia. Kita ini satu keluarga tak perlu sungkan.


🧕 Tapi pada kenyataannya Meisya bukan anak kandungmu, Rima lah yang anak kandungmu


🧔 Teh Rima sering cerita dulu alm. Ayahnya Meisya sangat menyayangi dirinya. Tak pernah dianggap sebagai anak tiri oleh ayah sambungnya. Sehingg dia tak kehilangan sosok ayah. Maka sudah sepantasnya saya juga menyayangi Meisya.


Bu Kinan tak membalas kembali pesan dari pak Ferdi karena ujung - ujungnya pasti ribut, di sudah hapal betul karekter pak Ferdi yang keras kepala.


Merasa tak ada balasan dari Bu Kinan pak Ferdi mengirim chat kembali.


🧔 Sudah tak usah di pikirkan, sekarang biar papah gak kecewa jalanin usahanya dengan serius. Buktikan ke papah kalian berdua bisa menjalankan usaha dan memetik hasilnya. Papah senang kamu dan Mei mau buka usaha, makanya berusaha untuk mendukung semampu papah. Karena jujur papah gak tega kamu harus kerja di rumah orang. Sebagai imbalannya gini aja deh, papah minta makan gratis tiap hari ya... Sudah malam tidur, jangan banyak pikiran.


Bu Kinan tersenyum membaca pesan terakhir pak Ferdi entah kenapa dia merasa bahwa itu sebuah alasan agar bisa bertemu setiap hari.


🧕 Iya siap... makasih. Assalamualaikum


🧔 Waalaikum salam