Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Laris Manis



Hari ini Ibu Kinan dan Meisya mulai jualan, mereka membuat promo untuk menarik pelanggan. Sebagai bentuk peduli Ibu Kinan juga rencananya akan membagikan makanan gratis setiap hari Jumat.



Menjelang siang pembeli mulai berdatangan, karena harga di sesuaikan dengan harga pelajar / mahasiswa ternyata lumayan menarik pembeli. Meisya begitu antusias melayani pembeli, hanya satu kendala kalau melayani pembeli yang take a way atau di bungkus. Karena dia belum berpengalaman membungkus nasi, akhirnya Bu Kinan lah yang melayaninya. Malaysia hanya melayani yang makan di tempat dan menyiapkan air minum.


Menjelang makan siang warung nasi nya padat oleh pembeli, untuk menarik pembeli warung Nasi Bu Kinan memakai voucher, 10 voucher bisa di tukar dengan nasi dan lauk bernilai Rp 20.000.


Warung Bu Kinan tutup sebelum maghrib karena tenaganya dua orang yaitu jadi belum bisa buka sampai malam. Untuk salat dan mandi saja mereka harus bergantian oleh karena itu mereka memutuskan untuk membuka warung sampai sore hari.


Setelah mandi dan salat Maghrib Isya dan ibunya berbaring di lantai atas untuk istirahat sambil mendata buat belanjaan besok. walau pertama kali buka tetapi Alhamdulillah makanan yang dimasak oleh ibu Kinan ludes.


Mendengar ponsel mungkinan berbunyi menandakan pesan masuk.


🧔 Assalamualaikum gimana mah jualannya lancar?


🧕 Waalikum salam, Alhamdulillah lancar, makanannya habis.


🧔 Duh sayang papah belum bisa kesana, di kantor sedang sibuk, kalau mampir pas berangkat kerja pasti belum siap.


🧕 Iya kalau pagi banget belum siap semuanya, hanya ada nasi dan beberapa lauk dan sayur.


🧔 Tapi sudah buka walau belum lengkap?


🧕 Sudah, karena nasi sudah Mateng Dan juga ada beberapa lauk


🧔 Besok kesana deh, enak sih makanannya makanya habis.


🧕 Makasih ya sudah membantu banyak, aku senang banget Mei terlihat senang karena warungnya laris


🧔 Sama - sama, Assalamualaikum


🧕 Waalaikum salam


Melihat ibunya yang khusyuk dengan ponselnya Meisya melirik sebentar melihat ibunya berkirim pesan. Dia yakin kalau ibunya sedang berkirim pesan dengan bapak Ferdi.


Sebenarnya dia nggak pernah melarang jika ibunya ingin kemarin lagi berumah tangga dengan papah Ferdi. tetapi mamanya selalu menolak karena dulu pernah disakitin sama Pak feri tetapi jika melihat raut wajah dan mata mamanya jika bertemu dengan bapak Ferdi entar kenapa pilih mengatakan kalau mamanya masih sangat menyayangi papa Ferdi.


Meisya : Assalamualaikum


Firman : waalaikumsalam bidadari Tak bersayap


Meisya : Ada apa a?


Firman : Nggak ada apa-apa hanya ingin mendengar suaranya saja. Gimana jualannya lancar?


Meisya : Alhamdulillah lancar, Lagi apa a?


Firman : Aa baru pulang dari masjid


Meisya : Jauh enggak masjidnya dari kos-kosan?


Firman : Deket paling jalan kaki enggak nyampe 2 menit, Mei Jumat libur tanggal merah, Sabtu Minggu Aa nggak kerja jadi 3 hari libur rencananya mau ke Jakarta tolong sampaikan ke mama ya boleh apa nggak main ke situ.


Meisya : Ngomong langsung aja ya ke Mamah. Mamanya ada kok


Firman : oh ya udah mana


Bu Kinan : Halo Assalamualaikum nak


Firman : Waalaikum salam mah, Maaf mah mau minta izin barangkali boleh rencananya Saya mau ke Jakarta karena hari Jumat tanggal merah dan sabtu minggu saya tidak bekerja libur, jadi ada waktu 3 hari saya ingin bertemu dengan Meisya mah.


Bu Kinan : oh ya sudah ke sini saja enggak apa-apa, tapi sekarang kita udah pindah nggak tinggal dirumah Rima lagi, kita sekarang tinggal di kios jadi nak Firman nggak bisa nginep karena bawah buat kios dan atas hanya ada satu kamar doang, sampingnya jemuran dan kamar mandi, nanti nginepnya nak Firman di rumah Rima kalau kalau nggak di rumah papahnya Rima.


Firman : Oh kalau masalah tidur gampang mah yang penting saya bisa ketemu sama Meisya


Bu Kinan : Owh... ke sini aja nggak apa-apa kok


Firman : Ya mah, ya udah ditutup dulu. assalamualaikum


Bu Kinan : Waalaikumsalam


Bu Kinan pun mengembalikan ponsel Meisya, Meisya kembali ngobrol sama Firman hingga beberapa jam kemudian.