Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Restu Pak Iskak



Saat mereka sedang asyik berkumpul tiba-tiba kedatangan seorang pria di masa lalu Bu Kinan yaitu ayahnya Rima.


"Assalamualaikum." Ucap pak Ferdi


"Waalaikum salam". Ucap kelima orang yang sedang duduk serempak


"Kakek... "Ucap Novita


"Papah pulang? tanya Rima sambil memeluk dan menyalami papihnya.


" Iya, papah baru bisa pulang sekarang, maaf telat ngelayatnya, papah baru pulang kemarin dari seminar." Ucapnya sambil memeluk anaknya.


Pak Ferdi menyalami juga Bu Kinan dan Meisya serta menantinya Sandi. Bu Kinan pergi ke dapur untuk membuat minuman, hatinya dag dig duh jika bertemu dengan mantan suaminya. Entah sudah berapa puluh kali mantan nya itu ngajak balikan tapi dia selalu menolaknya, hatinya sakit atas perlakuan suaminy di masa lalu, saat ini Bu Kinan fokus ke kebahagiaan Meisya, anak bontotnya.


Mereka sekarang berada di ruang tamu, menikmati kopi dan teh serta cemilan.


"Kinan, saya ikut bela sungkawa atas meninggalnya eyang, semoga eyang dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa - dosanya, di terima semua amal ibadahnya." Ucap pak Ferdi


"Aamiiin." Ke empat orang dewasa itu mengaminkan ucapan pak Ferdi


" Terima kasih sudah Sudi datang untuk bela sungkawa, jauh jauh datang kesini." ucap Bu Kinan dengan menundukkan kepalanya.


"Papah langsung ke sini apa mampir ke eyang dan Abah dulu?"Tanya Rima


"Datang tadi sebelum subuh ke sini, datangnya ke rumah eyang, sekalian nengok eyang sama Abah. Ada kesini gak ngelayat?" Tanya pak Ferdi


"Ada, dari hari pertama sampe hari ke tujuh Abah ada tahlilan juga." kali ini Bu Kinan yang menjawab


"Syukurlah, Mei sekarang gimana? Eyang gak ada masih tinggal di sini? atau ke Jakarta? atau ke Bandung mungkin?" Pak Ferdi bertanya sambil tersenyum ke arah Meisya


"Apaan sih papah? Mei ikut mamah ke Jakarta. " Jawab Meisya


"Paaah kemungkinan sih suatu saat ikut ke Bandung Pah, soalnya ada yang CLBK." Rima ikut menimpali


"Apaan sih teteh, siapa yang CLBK, mamah kali tuh sama papahnya teteh." Ucap Meisya


"Yah.. malah di balikin lagi." Ucap pak Ferdi sambil tertawa.


"Emang enak ya Mei." Kali ini Sandi yang bicara


Merekapun akhirny tertawa, Karen Meisya berhasil meledek mamah dan papah dari kakaknya.


#


Sementara itu saat kembali dari mushola Firman masuk ke dalam rumahnya, dia langsung kekamar untuk ganti pakian. Lalu keluar kamar untuk minum.


" Ini aa teh nya udah mamah bikinin." Ucap ibunya


"Makasih mah." Ucap Firman sambil tersenyum lalu duduk di meja makan


"A gimana berobatnya?" Tanya bapaknya yang sedang menyeruput kopi


"Sudah baikan Pah, tinggal 2 kali kontrol kata dokter sih." ucap Firman


"Bagaimana hubungan kamu dengan Mei, Ade kamu bilang sekarang sudah mulai dekat lagi dengan dia." Tanya ayahnya


"Ah... hanya komunikasi biasa aja." Jawab Firman menahan malu


"Papah gak akan ikut campur lagi akan hubungan kamu saya Mei, dari dulu mamah sama papah bukan gak setuju karena hubungan kamu dan Mei, tapi mengingat permasalahan hubungan dari dulu memang sudah ada. Makanya papah sama mamah melarang hubungan kamu mencegah bertambahnya masalah yang akan datang. Tapi mungkin memang Meisya jodoh kamu mamah sama papah sebagai Orangtua mendukung yang terbaik untuk anak." Ucap pak Iskak panjang lebar.


Firman tersenyum, mungkin ini cara Allah menuntun untuk dirinya dsn Meisya ke jenjang serius. Dia berharap restu mulai berdatangan di mulai dari orangtuanya dan dia berharap ibu Kinan juga mau merestui agar tidak ada orang yang tersakiti saat dirinya naik kepelaminan bersama Meisya.