
Jadi ibunya Meisya itu mantan adik iparnya. Jika dia merestui dan mengizinkan anaknya meminang Meisya otomatis mantan adik iparnya itu menjadi besannya. Dan dia yakin orangtuanya akan benci sama dia dan istrinya karena mengizinkan Firman meminang Meisya. Itulah alasannya kenapa dia tak memberi restu kepada anaknya.
Setelah ayah Meisya meninggal ibunya kerja di kota J, bekerja sebagai buruh cuci gosok dan kakaknya Meisya yang bernama Rima sekarang berumur 25 tahun sudah lulus kuliah dan sudah menikah tinggal kota J juga. Kerja sebagai Guru sama halnya seperti ayahnya atau adiknya pak Iskak yaitu Ferdi. Jadi Rima kakak dari Meisya itu ponakannya pak iskak, hubungannya bikin ribet.
Sementara Meisya tinggal di kampung sama neneknya. Setelah kepergian ayahnya. Dia sekolah di kampung, dan kini dia bekerja di rumah sebagai penjahit sorenya dia akan mengajari anak - anak di kampung untuk belajar ngaji.
Selain cantik dia juga sopan, di umur dia yang baru 23 tahun menurutnya terhitung mandiri. Bukannya tak suka dia sama Meisya tapi hubungan di masa lalu itu yang membuat dia tahu kalau anaknya akan bertahan jika berhubungan dengan tetangganya.
#Firman#
Dia bangun dari tidurnya, jam menunjukkan pukul 9 pagi, dia bergegas pergi ke kamar mandi niat hati akan melaksanakan shalat Dhuha.
Setelah selesai shalat Dhuha dia hendak duduk di ruang depan, tetapi pas dia melihat keluar dia melihat sosok cantik berbalut busana muslim sedang asyik menjemur pakaian. Ia berdiri di dekat jendela rumahnya, dia sangat ingin sekali menyapanya, tapi apalah daya yang ada dia akan lari lagi.
Lama dia berdiri di dekat jendela sampai sosok wanita cantik itu selesai menjemur barulah dia duduk di sofa.
Meisya nama itu akan terus terukir sepertinya di hatinya. Wanita cantik yang dia pacari selama 3 tahun. Dekat saat mereka sama - sama menjabat Irmas di kampungnya. Dia waktu itu baru SMA kelas 1, sedangkan dirinya kuliah semester 5, walaupun dia kuliah di kota B tapi dia seminggu sekali atau dua Minggu sekali pulang ke rumah.
Dia tahu kalau ibunya Meisya pernah menikah dengan paman nya. Maka awal mereka pacaran itu backstreet, tapi namanya hubungan pasti lama - kelamaan ketahuan, hampir dia kalau ada kessmpatan menjemput sekolah pasti dia jemput Meisya ke sekolahnya. Dan ada yang memberitahukan hubungannya ke ibunya Meisya. Hingga Meisya di marahin habis - habisan.
"Di marahin gimana yang?" Tanyaku
"Kita di larang ketemu lagi, tadi aku di marahin abis - abisan a, mamah bilang gini, kamu kalau maksa nikah sama dia tar baru lahiran di tinggalin. Keluarga mereka gak bakal Sudi anak - anaknya menikah sama orang miskin. Firman itu kuliah pasti di suruh nyari istri yang kuliahan juga. Gitu a." Tulisnya lagi
"Sabar ya neng mudah - mudahan ke depannya ada jalan keluarnya. " tulisku
"A kalau aa udah lulus aa mau nikah sama cewe yang kuliahan juga pasti. Aku pasti di tinggalin ya karena gak kuliah". tulisnya
"Aa gak seperti itu yang, aa akan usahain agar kita dapat restu kamu yang sabar ya yang." tulisku
"Iya a di tunggu kabar baiknya a"
Tapi apa yang terjadi, dirinya malah meninggalkannya menikahi wanita lain. Melepaskan merpati dan masuk ke kandang singa. Itu membuat dirinya merasa bersalah, dan merasakan kalau itu karma untuknyua karena mengingkari janjinya sendiri.
"Mungkinkah ini karma?" Batinnya