Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Pak Arifin



Meisya tidak menjawab perkataan eyangnya, dia hanya diam bingung harus menjawab apa karena jujur kalau dia dekat kalau dia harus tinggal sama ibunya entah kenapa dia merasa nggak nyaman tidak seperti ketika tinggal sama eyangnya. Apalagi dengan permasalahan yang pernah ada antara dia dan mamahnya membuat ia sedikit menjaga jarak dari mamahnya.


"Mei percayalah, Mamah kamu sangat menyayangi kamu cobalah berdamai dengan mamah kamu, dia adalah orang yang telah berjasa di dalam kehidupan kamu dia juga telah melahirkan kamu dan membesarkan kamu, mamah kamu bersikap seperti itu karena dia tak ingin nasib kamu sama seperti dirinya." Ucap eyangnya lagi


"Iya yang, eyang jangan berpikir yang macam-macam ya, eyang istirahat aja biar eyang gak sakit lagi." Ucap Meisya


Eyangnya tersenyum kearah Meisya diapun berkata.


"Penyakit eyang penyakit bawaan Karena sudah tua Mei, jika eyang sudah pergi nanti jangan tinggalkan salat yang lima waktu, minta petunjuk sama Allah dan eyang berdoa semoga kamu cepat mendapatkan jodoh yang bisa menyayangi dan bisa menjadi imam kamu, dan bisa membimbing kamu." Ucap eyangnya.


"Aamiiin.." Jawab Mesiya


"Mandi dulu sana, terus shalat. Eyang makan sendiri aja gak usah di suapin." Kata Eyang lagi


Mesiya pun menganggukan kepalanya, lalu berjalan. Untuk mandi dan shalat.


## Rumah Firman##


Ba'da shalat Ashar yang di undang selamatan di rumah pak Iskak sudah mulai berdatangan yang semuanya para bapak - bapak, gak banyak paling sekitar 20 orang saja, acara berlangsung kurang lebih satu jam. Setelah acara selesai para bapak - bapak menikmati hidangan yang di sediakan. Hingga akhirnya satu persatu mulai pulang karena hari mulai gelap.


Ada seorang bapak yang belum pulang, namanya pak Arifin. Dia duduknya pindah ke dekat pak Iskak seperti ada yang ingin di bicarakan.


"Iya pak, hanya sebentar datang hari Jumat malem, Minggu sore udah balik lagi." Jawab pak Iskak


"Udah PNS kan ya, kalau gak salah? Tanya pak Arifin lagi


" Alhamdulillah udah pak, makany dia gak bisa lama - lama kalau pulang." Jawab pak Iskak lagi


"Kerja udah enak, kenapa belum nikah lagi pak? pak Arifin kembali bertanya


" Mungkin belum ada yang cocok pak, atau mungkin belum ada jodoh yang tepat, dia sekarang lagi fokus ke kesehatannya, pasca sakit dan tabrakan dia lagi berobat jalan. Kayanya belum kefikiran lagi untuk berumah tangga pak." Ucap pak Iskak, sambil menghela nafas.


"Pak barangkali Jang Firman belum menemukan yang cocok, mungkin dengan Disya cocok, dia juga udah lulus kuliah udah kerja walau belum PNS kan cocok pak, yang sarjana ketemu yang sarjana." Ucapnya lirih


Pak Iskak tersenyum mendengar penuturan pak Arifin, anak pak Arifin itu adik kelasnya Firman dia sudah lama naksir sama Firman, tapi Firman anaknya tak pernah menanggapi perasaan Disya, dia menganggap Disya hanya sebagai teman.


"Saya kapok pak menjodohkan anak saya, biarlah dia menentukan pilihannya sendiri, kalau memang dia ada jodoh sama Disya ya saya senang sekali." Ucap pak Iskak


Pak Arifin seperti kecewa mendengar perkataan dari pak Iskak padahal dia tahu kalau pak Iskak itu orangnya tegas, jika dia setuju pasti akan memaksa firman untuk menikah dengan Disya. Karena dia tahu keluarganya itu sangat takut sama pak Iskak, tapi ternyata pak Iskak malah menolak perjodohan.