Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Celebek



Pagi harinya seperti biasa Meisya siap-siap untuk pergi ke masjid melaksanakan salat subuh berjamaah, baru beberapa langkah dia dari rumah tiba-tiba di jalan berpapasan dengan Firman.


Dia menunggu sebentar untuk mensejajarkan langkahnya bersama Meisya. Tak ada suara dari mereka berdua hanya derap langkah kaki mereka yang terdengar saling bersahutan. saat mereka sampai di depan mushola Meisya buru-buru masuk sementara Firman dia terlebih dahulu mengambil wudhu baru masuk ke dalam mushola.


Setelah selesai melaksanakan salat subuh manusia keluar dari mushola dan ternyata Firman sudah menunggunya di depan mushola sambil memainkan ponselnya.


"Mei beli sorabi dulu yu" ajak Firman


"Maaf a, aku gak enak Ama mamah." Ucapnya pelan.


Firman menghela nafas mendengar jawaban dari Meisya.


"Ya sudah kita pulang aja yuk." Kata Firman


Meisya tak menjawab dia hanya menganggukan kepala seraya berjalan dan Firman mengikuti langkah Meisya di belakangnya.


Saat sampai di persimpangan jalan yang menuju ke rumah Meisya Firman pun pamitan untuk pulang ke rumahnya.


"Aa pulang ya Mei." Ucap Meisya


"Iya a." Jawab Meisya sambil berjalanenuju rumahnya.


Saat sampai di depan pintu rumah terlihat kakak iparnya sandi sedang duduk ditemani oleh kakaknya rima dan juga anak yang bernama Novita.


"Aa nya nggak diajak mampir nih dek." kata sandi


"Apaan si mas." Jawab Meisya


"Ajak dong ngopay bareng kan jadinya, biar mas ada teman ngobrol." Ucap Sandi lagi sambil tersenyum menggoda


"A Firman mah." Kali ini Rima yang jawab


Mamahnya menatap sekilas Meisya, sementara Meisya yang di tatap mamahnya dia langsung beranjak untuk mengganti mukenanya dengan jilbab dan setelah itu baru dia pun ikut ngumpul bareng sama keluarganya.


"Mamah malam dengar ada yang ngobrol sampai pagi lho teh." ucap bu Kinanti sambil matanya melirik kearah Meisya


"Masa mah, waaah kayanya ada yang Celebek mah? Hahahahahahaha" jawab Rima sambil matanya menatap Meisya


"Celebek?" Bu Kinan, Sandi dan Meisya secara spontan bertanya.


"CLBK maksudnya. Cinta Lama Belum Kelar, Hahahahahahhaha. "Rima tergelak


blum...


Meisya melempar bantal sofa ke kakaknya yang sedang ngakak.


"Ada yang marah, jaaah itu muka udah kaya kepiting rebus noh..." Rima berkata dengan tawa yang keras.


"Sudah teh ah, jangan ngeledek terus." Ucap mamahnya sambil menyuapi Novita biskuit.


"Mei kalau mau balikan sama Firman dan keluarganya setuju Mamah terserah kamu aja tapi mamah minta kalau bisa jangan tinggal disini lebih baik kamu ikut dia walaupun mungkin harus ngontrak agar kamu juga bisa belajar mandiri, kalau misal kamu di sini sementara Firman bekerja di Bandung takutnya kejadian yang pernah menimpa mamah dulu terjadi lagi terhadap kamu mamah tak ingin yang pernah Mama alami terjadi sama kamu." Ucap Bu Kinan dengan bijak


Meisya diam lidahnya terasa kelu saat mamahnya berbicara. Ada rasa bahagia tapi ada juga rasa takutnya. Bahagia karena mamahnya sudah mulai mau nerima Firman, dan takut apa yang selama ini keluarganya.


"Mah Mei mungkin belum bisa berangkat barengan sekarang, Mei harus pamitan sama anak anak di madrasah, dan juga harus menyelesaikan jahitan orang yang belum kelar." Ucap Mei lirih


"Iya gapapa, yang penting setelah urusan selesai kamu berangkat. Kita kumpul bareng - bareng. Ucap Bu Kinan sambil tersenyum.