Write Love On The Sky

Write Love On The Sky
Imam Mushola



Adzan subuh berkumandang di mesjid dekat dengan rumahnya, Mesya yang sudah selesai mandi bergegas mengambil air wudhu langsung memakai mukenanya. Dia berjalan ke Mushola dengan sedikit tergesa karena takut terlambat. Sampai di depan pintu mushola terdengar iqomah pertanda shalat akan segera di mulai.


Dia langsung menggelar sejadahnya dan berdiri di shaf jajaran wanita.


Ketika Imam Takbiratul Ihram (mengangkat tangan dan membaca Allahu akbar)


Deg....


Jantungnya berdetak kencang, suara itu.


Dia tersadar diapun lalu membaca niat shalat. Sepanjang melaksanakan shalat pikirannya gak tenang, karena suara imam di depannya. Dia yakin sangat yakin kalau yang memimpin shalat itu adalah seseorang yang lima tahun belakangan ini tak ada kabar beritanya, dia yang pergi dengan segala janji manisnya dan melupakan dirinya.


Di sela shalatnya airmata tak terbendung lagi. Dia menahan isaknya agar tak ada orang yang tahu kalau dia menangis.


Selesai shalat dan membaca wirid dia langsung pulang, biasanya dia mendengarkan dulu tausiyah yang di sampaikan ustad atau ustadzah yang di gilir setiap hari untuk memberikan wejangan setelah shalat subuh.


Dia keluar mesjid dengan langkah yang gontai, memakai sandal dan berjalan menuju ke rumah kecilnya.


"Mei.."


Deg... Suara itu, suara itu, suaraa yang sangat dia kenal.


"Mei please tunggu Mei" Ucap seseorang di belakangnya dengan langkah yang tergesa.


Meisya berjalan setengah lari, dia tak mau, tak mau kalau sampai bertemu lelaki itu.


Gep... Tangan Meisya di pegang.


Airmata tak tertahan, Isak tangis keluar begitu saja.


"Mei... jangan pergi dulu. Sengaja aku pulang duluan dari mesjid pas liat kamu keluar duluan." Ucap nya lagi


"Maaf a, aku harus cepat pulang". Ucapku sesopan mungkin


"Mei... aa mau ngomong sebentar." Ucapnya lagi


"Maaf a, gak ada lagi yang harus di bahas." Ucap Meisya sambil melepaskan tangannya dari genggaman lelaki itu.


Sakit rasanya hati dia jika ingat perjalanan cintanya dengan lelaki itu. Empat tahun dia bersama dengan lelaki itu tapi sekarang hanya tinggal kenangan, ketika lulus kuliah lelaki itu malah di jodohkan oleh orangtuanya dengan wanita yang mereka pilihkan.


#Firman#


Tak sengaja nentraku melihat seorang gadis yang berdiri dan hendak keluar dari Mushola, aku berpamitan kepada para sesepuh mushola dengan alasan sakit perut.


Aku keluar mushola untuk mengejar gadis itu, Aku pun memanggilnya


"Mei please tunggu Mei" Ucapku


Aku berjalan tergesa untuk mengimbangi langkah gadis di depanku


Aku berhasil memegang tangannya, terlihat olehku bahunya bergoyang menandakkan jika gadis di depannya terisak.


"Mei... jangan pergi dulu. Sengaja aku pulang duluan dari mesjid pas liat kamu keluar duluan." Ucapku lagi


"Maaf a, aku harus cepat pulang". Ucapnya dengan sangat sopan


"Mei... aa mau ngomong sebentar." Ucapku memaksa


"Maaf a, gak ada lagi yang harus di bahas." Ucap Meisya sambil melepaskan tangannya dari genggamanku.


Setelah berbicara dia berlari ke arah rumahnya. Aku melangkahkan kakiku dengan perasaan yang lesu menuju rumahku.


Sesampainya di rumah aku bertemu ibuku, dia melihat ke arahku.


"Loh gak dengerin kultum dulu a?" Tanya ibuku.


"Gak Bu, tadi pas aa di mushola liat Mei mau pulang aa ikut keluar untuk menyapanya, tapi Mei gak mau ngomong sama aa, dia malah lari bu." Ucapku sambil duduk di kursi meja makan.


"Sabar a, mungkin dia butuh waktu, jangan langsung putus asa ibu berdoa semoga kalian berjodoh". Ucap ibu


"Aamiiin Bu." jawabku