Wise Wife

Wise Wife
Arti kata



Pagi ini Liu bersaudara sedang sibuk di halaman belakang. Mereka riang membersihkan halaman itu untuk ditanami bibir sayuran yang di beli Shasha. Tentu saja demi menyenangkan istri kecil mereka semua. Liusa dan Liuchi mencangkul tanah yang akan di tanami dan membersihkannya membersihkan halaman menggunakan pisau khusus mencabut rumput, Kabersama dengan Ji pergi mengambil sisa ikan di kolam yang berada di luar halaman belakang untuk di masak.Sedangkan Liuma membuat kandang untuk pasangan bebek dan ayam. Agar hewan peliharaan itu tidak memakan benih sayuran yang baru tumbuh, maka Liuma membuat kandang ternak yang agak tinggi.


Tak lama kemudian, aroma gurih menyebar dari arah dapur. Shasha hari ini memasak bebek yang telah dipotong oleh Liuka. Sambil menunggu bebek matang, Shasha mengatur peralatan makan dan nasi di meja makan.


Akhirnya sesi memasak Shasha telah selesai, ia berniat memanggil Liu bersaudara itu.


Saat dirinya menuju halaman belakang, matanya terpaku melihat Liuma bertelanjang dada memotong bambu itu. Keringat yang membasahi tubuhnya mencetak dengan jelas lekukan otot indah dan menggiurkan. Pikiran Shasha berkata harus segera menunduk agar tidak terpesona oleh tubuh indah pria berkulit sewarna tembaga. Sayangnya matanya tidak bisa diajak kompromi. Jadi Shasha hanya bisa mematung di depan keindahan tubuh Liuma yang menggoda.


'Aku masih gadis normal yang bisa kagum dengan tubuh indah lawan jenis.' Shasha diam-diam membenarkan tindakan yang sebenarnya memalukan menurutnya.


Bukannya Liuma tidak menyadari kedatangan Shasha, namun melihat wajah Shasha yang merona saat melihat tubuhnya membuat perasaannya senang. Jadi dia berpura-pura tidak menyadari kedatangan istrinya.


'Aku harus membuat istri lebih terkesan padaku, ' batin Liuma bersemangat.


Hiaaat!


Tang, tang.


Liuma melemparkan bambu-bambu itu ke atas. Lalu dengan cepat ia melompat dan memotong bambu dengan ukuran yang sama. Setelah itu Ma menendang bambu yang masih terbang hingga berjejer saat menancap di tanah.


Jleb jleb.


Potongan bambu telah tertancap dengan rapi di tanah.


"Kyaaa, hebat!"


Shasha bersorak gembira. Ia adalah putri dari menteri, melihat seorang pria menurut tradisi di keluarga bangsawan tentu tidak diperbolehkan. Sekarang ia tidak hanya melihat dada telanjang seorang pria, tapi juga melihat kemampuan wuxia yang menakjubkan. Tentu saja ia sangat gembira hingga mengesampingkan rasa malu. Liuma tersenyum puas pada Shasha. Ternyata aksinya sukses membuat istri kecil gembira.


Liusa dan Liuchi mendengus melihat kakaknya yang pamer.


'Aku tidak kalah panas dari kakak pertama, ' batin mereka berdua. Mereka berdua dengan segera melepas jubah luar dan membiarkan dirinya bertelanjang dada.


"Oh dewa..."


Shasha harus menutup mulut agar tidak berteriak histeris melihat keindahan tubuh Liuchi dan Liusa. Shasha juga harus memeriksa hidungnya untuk memastikan jika hidungnya tidak mimisan karena dikelilingi pria bertelanjang dada.


'Sarapan pagi kali ini lebih berkesan dari hari biasanya.'


Karena melihat reaksi Shasha yang terpesona dengan tubuh mereka (Liu Chi dan Liu Sa), mereka berdua mengeluarkan tenaga qi dan mengalirkan pada pisau. Mereka berdua menebas rumput liar di tanah itu sekali tebas. Hasilnya tanah langsung bersih dan siap tanam.


"...." Shasha tidak bisa berkata-kata lagi. Rupanya Liu bersaudara ini mempunyai keahlian bela diri. Sungguh para pemuda yang berkualitas.


Selang beberapa saat, Liuji datang membawa ikan, di belakang Liuji, Liu Ka membawa jamur yang ditemukan di dekat kolam ikan. Shasha memekik senang melihat jamur itu. Ini adalah jamur Shitake. Sangat lezat di masak apapun.


"Ka ..., kau hebat."


"Hm..."


Ka hanya bergumam mendengar ucapan Shasha. Namun jika dilihat lebih dekat, ada semburat merah tipis di pipinya.


"Tunggu dulu."


"Tidak ada, " jawab mereka bertiga serempak. Justru jawaban mereka bertiga membuat Liuji semakin curiga.


Liuka juga merasa ada yang mereka sembunyikan. Terlebih saat dia melihat Shasha dengan malu-malu melirik tubuh Liu Sa, Liu Chi dan Liu Ma. Setelah melihat tubuh atas saudaranya, wajah Shasha langsung merona.


"Jadi begitu..." guman Liu Ka.


Dia pun mengikuti langkah ketiga saudaranya.


"Hari ini tubuhku sungguh berkeringat. Aku merasa kepanasan."


Mulut Shasha ternganga melihat Liu Ka turut melepas jubah luarnya. Benar saja, tubuh Liu Ka tak kalah panas dari saudaranya yang lain. Wajah Shasha semakin memerah karenanya.


'Tinggal Liu Ji yang belum, maka lengkap sudah siksaan manis ini.'


Liuji akhirnya mengerti jika saudaranya bertelanjang dada untuk mendapatkan perhatian dari Shasha sekaligus memamerkan keindahan otot tubuhnya.


"Aku juga kepanasan." Liuji tanpa membuang waktu langsung melepaskan jubah luarnya meninggalkan celana panjang. Seketika Liu bersaudara itu mengalihkan pandangannya ke arah Shasha. Namun reaksi yang mereka dapatkan justru terbalik dari perkiraan. Karena saat ini Shasha sudah kabur dan makan di dapur. Dirinya tidak sanggup menahan siksaan seindah itu.


"Istri kau kemana. "


"..."


"Istri ayo kembali ke meja makan. "


"Ti-tidak aku disinii, makaan. "


Mereka pun terpaksa makan tanpa kehadiran Shasha. Mereka menyesal karena memamerkan tubuh telanjang dada di depan istrinya. Sebab meskipun di bujuk untuk makan bersama di meja Shasha tetap menolak.


Ketika senja mulai hadir, bumi diselimuti cahaya jingga dan emas.


Petok petok petok.


Ayam yang berada di halaman belakang di rumah tiba-tiba membuat keributan. Shasha panik langsung menuju ke arah halaman. Disitu Shasha melihat ayam jantang berusaha membuahi ayam betina. Shasha tertegun melihat pemandangan itu. Dia mengambil langkah mundur untuk kembali ke tempat makan dan mencuci piring sisa makan Liu bersaudara. Tubuhnya membentur tubuh Liusa yang berdiam di belakang nya ketika ia berbalik.


"Aw."


"Ayamnya berguling-guling."


Liusa mengucapkan itu sambil menunjuk pada ayam jantan yang menaiki ayam betina.


".djvsdjjnj...!?*"Ó( ° △ °|||)


Rambut Shasha terasa berdiri semua waktu mengikuti arah telunjuk Liusa.


Kontan wajah Shasha memerah menyadari jika berguling-guling itu adalah bercinta. Dan dia dengan bersemangat selalu mengucapkan kata itu. Bahkan selalu mengatakannya.


'Kyaa Bisakah aku lebih tidak tahu malu...'


Tbc