Wise Wife

Wise Wife
Obat.



Liuma meredakan seluruh kemarahannya dengan menarik nafas panjang. Perlahan udara berhembus dari mulutnya perlahan-lahan.


"Aku akan kembali ke kamar istri, " cengir Liuma senang. Dia melangkah seolah sambil menari-nari karena senang.


Sedangkan keempat saudaranya mendengus karena iri. Namun itu tidak membuat mereka marah.


"Ini keberuntungan kakak pertama. " Liuka membelai rambut peraknya yang lembut. Matanya yang seperti rubah menyipit genit. Ketampanan Liuma memang memikat seperti sebuah godaan untuk berbuat jahat. Maka tidak mengherankan jika banyak gadis yang mencuri pandang pada Liuka.


"Aku ingin menghabiskan malam ini di ruang dokumen. Ada beberapa kejadian yang mencurigakan di daerah perbatasan. " Sementara Liuka dengan pesona iblisnya maka Liuchi menarik perhatian siapapun untuk tunduk padanya karena kecerdasan yang ia miliki. Satu kehadiran pria ini membuat suasana menjadi hening. Liuchi tidak pernah gagal membuat seseorang menaruh hormat karena ide brilian yang ia miliki.


"Aku ikut Kak, peleton dua mengabarkan jika ada gerakan mencurigakan di balik tebing desa." Liusa adalah pria tertampan di antara lima bersaudara. Wajahnya seperti sinar bulan yang bersinar. Kulitnya putih dan bibirnya merah. Ditambah penampilannya yang acuh tak acuh membuat orang sayang untuk melewatkan dirinya.


"Jika demikian aku akan memimpin ronda malam ini, " ucap Liuji. Si bungsu yang kalem dan berwajah lembut. Akhir-akhir ini dia lebih suka mengelilingi desa untuk melihat kondisi secara langsung.


"Baiklah. "


Mereka pun berpisah jalan. Liuji mengajak sepuluh orang untuk ikut berkeliling lalu membagi menjadi lima kelompok.


"Aku akan pergi sendiri, "ucap Liuji.


Kesepuluh prajurit itu mengangguk. Mereka berpencar dan menyelinap dari balik kegelapan malam.


Liuji juga melompat ke arah atap rumah penduduk, rumah makan dan penginapan di desa ini. Kondisi desa ini memang sudah lama berubah. Desa menjadi lebih maju saat kelima Liu pulang dari kota. Mereka menyebabkan desa menjadi ramai. Karena banyaknya petugas atau pejabat yang melewati desa untuk berkunjung ke markas Liu bersaudara, banyak yang membuka penginapan maupun rumah makan. Namun hal itu tidak membuat kebiasaan memiliki satu istri berubah. Hanya beberapa orang yang mampu saja yang mempunyai satu istri untuk satu orang pria.


Secara tidak sengaja Liuji melihat Liu yuyu memasuki penginapan bersama dengan pelayan dari keluarganya. Dia penasaran dengan yang mereka lakukan jadi diam-diam Liuji mengikuti mereka.


"Mengapa aku curiga dengan mereka berdua?"


Liuji memusatkan pikiran untuk melacak langkah Liu yuyu dan pelayan itu. Setelah yakin dengan posisi Liu yuyu, Liuji kembali melompati atap dan mengintip di atas kamar yang disewa Liu yuyu.


"Maaf nona, aku tidak bisa melakukan ini," tolak pelayan. Dia adalah salah satu juru masak yang baik karena bisa memasak sesuai selera Shasha.


"Hei, aku akan memberimu lebih banyak lagi jika kau berhasil. Coba kau bayangkan seandainya aku menjadi selir sepupuku, maka kekayaan Liu juga ada di tanganku. Kau pasti mendapatkan keuntungan."


Liuji terkejut mengetahui jika sepupunya ingin membuat skema licik agar bisa menjadi selir mereka berlima.


'Ternyata sifat paman Ong menurun padamu. Baiklah, jika kau menginginkan pria maka aku akan memberimu pria. ' Liuji kemudian mendengar dengan seksama percakapan mereka. Wajahnya memerah mendengar rencana dari Liu yuyu. Setelah itu dia meninggalkan mereka berdua.


"Bagaimana, apa kau mengerti? " tanya Liu yuyu.


"Baiklah, jika rencanamu tidak berhasil maka jangan salahkan aku. "


Liu yuyu merasa gembira. Dia tidak sabar menunggu hari esok untuk menjalankan rencananya.


"Aku akan menceritakan rencana ini dengan ayah. "


Liu yuyu berjalan kembali ke rumah makan tempat ayahnya menunggu.


"Bagaimana? "tanya Liuong.


"Aku berhasil menyuap pelayan itu, besok kami akan menjalankan rencananya. "


"Itu bagus hehehe. " Siapa yang tidak ingin mempunyai menantu seperti Liu bersaudara. Mereka kaya dan memiliki jabatan. Seandainya Liuong tau jika mereka akan menjadi pejabat maka dulu dia akan memperlakukan mereka dengan baik.


Sedangkan Liu yuyu tidak sabar membayangkan pakaian sutra dan hiasan giok juga jepit cantik yang ia kenakan sehari-hari setelah menjadi selir Liu bersaudara. Dan jika dia melahirkan bayi untuk mereka maka posisinya bisa setara dengan Shasha. Dia juga bisa diam-diam menyingkirkan Shasha dan menjadi istri sesungguhnya. Bagaimanapun dirinya sangat cantik, tentu para Liu akan menyukai gadis cantik.


Di markas, Liuji mencari prajurit pria yang belum menikah. Ternyata ada banyak yang belum menikah. Dia berniat memberi Liu yuyu pada prajurit ini. Namun setelah berpikir lebih lanjut, sifat Liu yuyu yang tamak pasti akan membuat keluarga sang pria menderita. Akhirnya dia mencari pria tegas dan galak untuk calon Liu yuyu. Dia adalah Song Li.


"Apa kau yakin jika mampu menaklukkan wanita galak. Dia cantik tapi manja. "


"Aku tidak mencari istri seperti itu. "


"Benar juga. Jika demikian maka aku menyerahkan takdir pria mana yang dipilih oleh Liu yuyu. "


Keesokan harinya, Shasha bangun dengan wajah merah. Tubuhnya penuh dengan hickey yang nampak cantik di kulitnya yang putih.


"Kakak, kalian rawatlah istri. Aku sudah menyiapkan makan di kamar istri. "


Liuma mengangguk. Ada senyum dimatanya karena perasaan bahagia. Sedangkan Liuchi dan Liuka memandang dengan mata menggoda pada Liuma dan Shasha. Hanya Liusa yang sibuk memakan ayam pengemis yang Liuji masak.


"Mengapa kau memasak ayam pegar, Liuji? " tanya Liuka.


"Ini untuk merayakan malam pertama Kakak Liuma. "


"Baiklah, ini enak sekali. "Liuma juga ikut memakan ayam pegar beserta nasi. "


Hanya Liuchi yang menyuapi Shasha di ranjang.


"Aku pergi dulu. "


Liuji keluar kamar Shasha menuju ruang makan. Di sana sudah tertata rapi bubur mutiara salju untuk sarapan. Suni, sang juru masak sedang berdiri di sebelahnya.


Liuji mendekat dan menyuruh Suni duduk.


"Duduklah Suni, " perintah Liuji.


"Budak ini tidak berani. " Suni gemetar karena takut.


"Aku bilang duduk Suni, lalu makan bubur ini!"


Suni bergetar, dia terpaksa memakan bubur buatannya yang dicampur afrodisiak yang diberikan Liu yuyu tadi malam.


"Bagaimana rasanya? "


"Sangat lembut, segar dan manis. "


"Baiklah, aku akan membawa ini ke kamar kakakku. "


Tak lama kemudian Suni merasa gelisah. Otaknya memanas diikuti tubuhnya.


"Aku butuh pelampiasan, jika tidak aku bisa mati. "


Suni teringat jika di kamar belakang sudah ia siapkan untuk Liu yuyu. Kamar itu tadinya akan Liu yuyu gunakan untuk melakukan bersama salah satu Liu bersaudara. Karena keadaan menjadi demikian maka Suni akhirnya menuju kamar itu. Tak lama kemudian terdengar teriakan seorang gadis.


tbc