Wise Wife

Wise Wife
Malam kekacauan



Menjelang sore hari, Sha me sangat sibuk mengatur para pelayan untuk menghias kamar Shasha. Halaman Shasha dihias dengan warna pengantin, dari sprei, tirai, lilin, lampion  dan segalanya layaknya pengantin baru. Persiapan yang dilakukan Sha me  membuat Liu ma tak henti-hentinya memerah. Sebenarnya ada enam orang yang memerah sore ini. Shasha juga merupakan salah satu orang yang wajahnya memerah sempurna. Jujur saja, mereka dalam keadaan tegang karena membayangkan hal-hal yang dilakukan pada waktu malam pertama mereka.


Untuk mempersiapkan malam pertamanya, Shasha menghabiskan waktu dengan beberapa pelayan untuk mandi dan berhias. Ibunya secara khusus memberi baju tipis yang terlihat menerawang khusus untuk malam ini.


"Ibu baju ini terlihat tidak sopan," ujar Shasha malu-malu.


"Apa yang kamu bicarakan, ini akan membuat menantu bersemangat nanti malam," jawab Sha me.


Ketiga pelayan yang mendengar perbincangan Shasha ikut memerah dengan ucapan Sha me.


"Ibu..."


.


.


Ditengah acara yang membahagiakan ini muncul pria cantik yang membawa aura kepemimpinan. Baju ungu yang ia kenakan tertiup angin membuat sosoknya seperti makhluk surgawi. Segala hal yang ia kenal tanpak mulia, ditambah dengan mahkota giok pelambang jabatannya Sha hori nampak tak tersentuh.


"Tidak ada yang diijinkan menikahi adikku sebelum lulus dari tes ku!" Ucap Sha hori dengan angkuh.


Kelima Liu yang saling berkerumun untuk adu panco terkejut dengan suara dingin dari depan halaman Shasha. Mereka menghentikan acara duel panco dan mengamati pria cantik baru datang.


Sebenarnya hanya mereka berempat yang adu panco sementara Liu ma dalam keadaan kaki dan tangan terikat. Kekurang ajaran adiknya sungguh mengerikan. Mereka bertekad mengikatnya beramai-ramai seperti sedang mengejar ayam. Karena harus melawan empat orang Liuma akhirnya tertangkap dan diikat sekaligus di sumpal mulutnya.


Tanpa menghiraukan pandangan marah sang kakak, mereka berdiskusi tentang malam pertama dengan sang istri. Mereka berebut untuk mendapatkan hak pertama kali di malam pertama.


Untungnya mereka berada di halaman yang agak sepi. Hal tersebut mencegah para pelayan mencuri dengar pembicaraan mereka.


Diskusi itu berlangsung lama karena tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya Liuchi menawarkan adu panco pada ketiga saudaranya. Siapa yang menang maka dia yang mendapat hak istimewa untuk malam pertama.


"Bagaimana? Usulku cukup adilkan?" Tanya Liuchi.


"Baik, aku pasti tidak akan kalah darimu kakak ketiga," jawab Liuji.


"Aku tidak keberatan," kata Liuka.


"Baiklah, kita lakukan sekarang," tantang Liusa.


Mereka semua sepakat tanpa meminta persetujuan dari Liuma. Mereka berempat menganggap jika kakak pertama nya hanya ikan mati yang tidak perlu diminta pendapatnya. Rasa cemburu mereka di picu oleh kebaikan mertua yang sangat berlebihan pada Liuma. Walaupun itu demi sang istri namun hati mereka tetap lah manusia biasa. Rasa cemburu pasti timbul dengan cara alami.


Sekarang muncul pria cantik yang wajahnya mirip dengan sang istri. Mereka semua serempak untuk memberi hormat pada Sha hori. Hitung-hitungan untuk mendapatkan perhatian dari kakak ipar.


Sha hori agak terkejut dengan sikap sopan dari keempat orang petani ini. Sikap keempat orang didepannya ini seperti seorang sarjana terpelajar. 


'Bukankah seharusnya para petani adalah orang yang tidak beretika juga vulgar.'


Sikap mereka ini jauh berbeda dari pemikirannya.


'Aku tidak boleh terlena dengan penampilan mereka,' batin Sha hori.


"Aku hanya akan menerima busur dari adik iparku, sebelum pria itu pantas bersanding dengan adik maka dia harus melewati ujian dariku," tegas Sha hori.


'Pria tidak berpendidikan berniat untuk menjadi suami adikku, hmmpt jangan bermimpi,' batin Sha hori.


Mereka berempat saling melirik, mana dia mungkin mereka tiba-tiba menawarkan diri untuk diuji jika status kakak pertama nya yang diketahui sebagai sang suami dari Shasha. Jadi mereka berpikiran jika Liums menerima segala keistimewaan dari mertua maka dia juga harus menerima pukulan dari kakak ipar. Apalagi kakak ipar mereka ini adalah seorang pejabat yang dinaikkan jabatannya menjadi panglima. Pasti ilmu bela diri Sha hori sangatlah tinggi.


"Tentu saja anda harus memberi petunjuk kepada kakak pertama, semakin berharga ipar maka semakin berat ujiannya," ucap Liuchi.


"Aku akan memanggil kakak pertama," sela Liusa.


"Cepatlah," kata Sha hori.


Dari dalam, Liuma merutuki adik-adiknya yang memancing kakak iparnya untuk mempersulit ujian yang diberikan. Seandainya Sha hori mengajak bertarung ia tidak mungkin menghajar Sha hori karena akan membuat mertua kesal. Jadi dia harus bisa sebaik mungkin menghindar dari pukulan Sha hori tanpa balik menghajarnya.


Liuma keluar dari dalam dengan sikap sok tenang kembali, bahkan pria gagah itu sengaja membungkuk dan menyapa Sha hori. Sayangnya sebelum Liuma bangun dari busurnya Sha hori sudah menyerang Liuma dengan ganas.


Kecepatan Liuma sangat hebat, beruntung dirinya mampu mengelak dari pukulan Sha hori. Hanya saja ada yang menganggu kenyamanan bertarungnya yaitu adiknya yang menyemangati Sha hori agar menghajar dirinya dengan lebih keras lagi.


"Ayo kakak ipar, kakak pertama bukanlah orang lemah. Pukulan seperti itu tidak cukup membuatnya jatuh!" Teriak Liusa.


"Pukul lebih keras lagi kakak ipar!"ucap Liuji.


Dengan semangat dari mereka berempat, Sha hori tidak mau mengalah pada Liuma. Harus ia akui jika keterampilan bela diri Liuma luar kota biasa.  Gerakan tangan dan kaki merupakan kombinasi ilmu rumit dan bisa mengunci gerakannya. Sayangnya harga diri sebagai panglima kerajaan membuat Sha hori tidak mau mengalah dan terus menyerang Liuma.


Mereka sangat bersemangat hingga lupa jika hari memasuki Malam hari. Ketika tersadar, Liuma mendapatkan jika keempat saudaranya sudah menghilang. Wajah Liuma berangsur gelap. Dia memutuskan untuk tidak memberikan wajah pada Sa hori. Dengan satu tangan dan kaki ia memukul semua gerakan Sha hori.


.


.


.


Di kamar pengantin, keempat Liu telah memakai baju merah terang. Mereka mengelilingi Shasha yang duduk di ranjang pengantin dengan malu-malu.


"Istriku, anda cantik sekali," puji Liuka.


"Ini malam pengantin kami, apakah anda tidak takut," tanya Liuka.


"Kakak jangan menakuti istri," tegur Liusa.


"Benar, kita bukan binatang buas," rayu Liuji.


Shasha memerah dengan godaan keempat suaminya.


'Dari tadi aku tidak melihat keberadaan Liuma?' batin Shasha.


.


Sha hori akhirnya mengakui kemampuan Liuma. Ia merasa puas dan melepaskan Liuma untuk masuk ke kamar pengantin. Jadi Liuma tidak ingin basa-basi dan langsung menuju kamar Shasha.


Dengan cepat ia membuka pintu kamar pengantin. Awalnya ia mengira akan ada adegan yang selalu ada dalam pikirannya. Ternyata yang ia dapatkan justru keempat adiknya pudung dan meringkuk di pojok kamar.


"Apa yang terjadi?" Tanya Liuma.


Shasha menghela nafas panjang dan tidak mau menjawab. Jadi Liuchi yang menjawab dengan ekspresi muram.


"Istri kedatangan bibi besar ( datang bulan)" jawab Liuchi.


Tbc


Wkwkwk yang pada nungguin wikiwiki kecewa hahaha.