
Yang hiko tidak menyangka jika ucapan dari gadis itu benar. Seratus lima puluh ribu pasukan negeri Angin di perbatasan sedang dalam kondisi memprihatinkan. Mereka terkena racun dan banyak diantara mereka yang pingsan.
"Pangeran, apa yang harus kita lakukan? " tanya penasehat Na gao.
"Sudah pasti kita harus mundur demi pasukan kita! " teriak Yang hiko kesal. Ini sama sekali tidak menyangka jika mereka juga menggunakan cara licik.
Yang hiko merasa jika gadis yang mengancamnya tadi bukanlah gadis biasa.
"Awasi gadis yang maju bersama Jendral Ma tadi, " perintah Yang hiko.
<<>>
Shasha sebuah surat untuk mata-mata negeri Awan yang berada di negeri Kabut dan negeri Hijau.
"Apa yang kau lakukan? "
"Negeri Angin sudah membunuh Kaisar Hago Mo. Jadi hukuman yang harus diterima kekaisaran negeri Angin adalah hancur. "
"Apa kau yakin akan melakukannya? "
"Ini adalah harga diri negeri Awan. Kaisar yang berikutnya tidak akan bisa mengangkat kepala jika tidak bisa membalaskan dendam Kaisar Mo. "
"Kau benar. Mereka pantas mendapatkan balasan dari kita. "
Shasha mengangguk, ia meneruskan menulis surat untuk mata-mata yang negeri Awan. Rencana agar mata-mata menyebar isu jika kekuatan negeri Angin melemah akan memancing negeri sekitarnya menyerang negeri Angin. Kondisi itu memungkinkan negeri Awan bersiap menyerang jika ada musuh yang mencoba menyerang. Sebab kondisi di negeri Awan paska penyerangan pasti akan segera stabil.
"Jenderal, pangeran Yang hiko ingin berunding, " ucap salah satu prajurit.
Shasha tersenyum mendengar berita itu, begitu pula dengan Liuma dan Liu chi. Mereka bertiga segera menuju tempat yang di setujui untuk berunding.
Tenda megah di aula istana menunggu mereka. Shasha dan Liuma masuk dengan pengawalan ketat. Di situ, Tang hiko duduk dengan tenang sambil mengamati Shasha.
"Kami akan membebaskan tawanan jika kau menyerahkan penawar racun itu, " ucap Yang hiko.
"Jika demikian tarik pasukan anda dari istana dan pergi dari negeri Awan. "
"Berikan penawarnya, " jawab Yang hiko.
Kali ini Shasha yang menjawab, "Aku akan memberikannya setelah Pangeran dan prajurit anda berada di luar istana. "
"Baiklah. "
Yang hiko segera menyuruh para prajurit menarik diri dari istana. Namun dia meminta Shasha dan Liuma ikut agar tidak ingkar janji.
Setelah diluar perbatasan, Shasha segera memberi resep penawar racun pada Yang hiko. Dia juga memberi bubuk penawar racun tersebut.
Yang hiko segera mengirim resep dan penawar obat pada pasukan perbatasan melalui elang.
"Selamat jalan Pangeran,'' ucap Shasha. Dia tersenyum manis namun serasa mengerikan. Yang hiko merasa jika gadis ini tidak sederhana sama sekali. Namun dia tidak bisa berbuat apapun karena kondisi mereka yang tidak menguntungkan.
<<>>
Liuma, Liuchi dan Shasha segera menuju tahanan para pejabat dan pangeran. Mereka segera membebaskan mereka. Shasha memeriksa luka yang disebabkan siksaan prajurit Yang hiko.
"Syukurlah kalian segera datang, " ucap Hago As. Dia nampak lemah karena tidak makan beberapa hari dan hanya minum air. Kondisi serupa juga dialami oleh Hago yu dan pejabat lainnya. Ini adalah metode penyiksaan dari Yang hiko.
"Segera bantu para pangeran, " perintah Liuma.
Para tabib segera merebus sup gingseng untuk para pejabat dan tabib istana khusus melayani Hago As dan Hago yu.
"Kau baik-baik saja, Kak? " tanya Shasha pada Sha hori.
"Yah... Hanya tubuhku yang lemah. "
Shasha memeriksa tubuh kakaknya. Dia juga melakukan perawatan pada kakaknya sama seperti yang dilakukan oleh para tabib.
Dari sini Hago yu kembali melihat bagaimana Shasha sangat bersinar dan berguna. Tidak seperti selirnya di kediamannya. Ini membuatnya kembali merasakan rasa sakit.
Setelah mereka merasa lebih baik, Hago As segera meminta kakaknya naik tahta. Mereka tidak bisa membiarkan tahta kosong terlalu lama.
"Kak, kau harus segera naik tahta. Kondisi kerajaan akan goyah dan tidak stabil jika tahta kerajaan kosong. "
Hago yu tidak menyangka jika Hago as segera memintanya naik tahta. Ucapan Hago as itu juga diikuti sekelompok pejabat dan liuma, liuchi juga Shasha.
"Mohon pangeran Hago yu naik tahta, " ucap mereka serentak sambil berlutut.
Haho yu mengangguk. Dengan dukungan dari semua pejabat dia tidak lagi merasa curiga jika ada yang berniat menggulingkannya.
"Baiklah. "
Keesokan harinya, mereka kembali ke kediaman masing-masing. Tidak ada waktu untuk mengadakan upacara pengangkatan, kondisi masih tegang. Terutama setelah mendengar cerita tentang balasan untuk negeri Angin. Mereka juga bersiap jika ada niat negeri lainnya menyerang negeri Awan.
"Kalian sangat berjasa dalam penyelamatan kali ini, jadi imbalan seperti apa yang kalian inginkan? " ucap Hago yu.
Liuma maju dan meminta tablet pembebasan hukuman. Ini adalah pesan dari Shasha karena kondisi mereka yang memiliki satu istri untuk lima suami.
Hago yu tanpa menaruh curiga segera menganugerahkan tablet tersebut. Akhirnya Liuma, Liuchi dan Shasha segera meninggalkan kota kerajaan menuju benteng perbatasan. Mereka juga harus mewaspadai gerakan musuh selanjutnya.
Tbc.