Wise Wife

Wise Wife
Lari.



Pagi  itu, ditengah lelapnya penduduk desa api. Seorang gadis cantik berambut hitam kecokelatan pekat, berlari tanpa henti. Keringat membasahi pelipis dan bajunya menandakan bahwa gadis itu telah lama berlari. Shasha nama gadis itu,  ia berlari melewati hutan lebat dari tadi malam hingga menjelang pagi. Setelah berhasil sampai di bukit yang tidak jauh dari pemukiman warga, Shasha tersandung oleh sesuatu dan terjatuh.


"Akh dewa, hidupku sudah sulit tapi engkau bahkan mengirim sesuatu untuk menjegal ku, " gerutu Shasha.


Namun.


"Kyaa...mayat...!"


Shasha melihat seorang mayat gadis yang seumuran dengan dirinya terbujur kaku. Jika diamati lebih dekat, Shasha mendapati jika tubuhnya mirip dengannya, hanya saja gadis itu lebih kurus dan gelap.


Buru-buru Shasha memberi hormat pada mayat gadis itu.


"Maaf, jangan jadi hantu dan menggentayangiku ya, hidupku sudah susah jadi jika kau menghantuiku aku takut kau juga ikut susah. "


"Tunggu dulu. "


Sebuah ide terbesit di pikiran Shasha. Dia bisa saja menyamar jadi gadis ini dengan menukarkan pakaian yang ia kenakan pada gadis ini. Dengan demikian prajurit negeri Awan akan mengira ia meninggal. Lagi di pula tidak ada yang tau wajahnya selain orang tuanya yang entah bagaimana nasibnya.


"Benar, ide yang bagus.. Berterima kasihlah pada ku karena membiarkan mu berbuat baik padaku walaupun anda sudah tiada."


Shasha menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah dirasa aman, Gadis itu mengambil jubah gadis yang meninggal itu dan memakaikan jubah mewahnya pada gadis yang meninggal itu.


"Gadis ini seperti dari kalangan miskin."


Setelah mengamati jubah yang agak lusuh ini, Shasha melanjutkan perjalanan menuju ke arah pemukiman warga.


Shasha tidak lagi merasa ketakutan, seandainya prajurit menemukan mayat gadis tadi, pasti mereka akan mengira itu adalah dirinya. Shasha meninggalkan giok identitasnya di tubuh gadis itu juga pakaian yang ia bawa dari kediamannya. Sebagai gantinya, Shasha membawa bundelan yang ada di sebelah mayat gadis itu. Sekarang semuanya akan aman. Dia tidak akan dikejar-kejar oleh prajurit kerajaan lagi.


Tapi...


Sebuah jaring langsung menjerat dirinya saat melangkah menuju pemukiman.


"Kyaaa...!"


Dalam sedetik Shasha tergantung di bawah pohon karena terkena jebakan hewan yang di pasang oleh seseorang.


"Kenapa hidupkan hidupku sangat sial hiks hiks."


Shasha merutuki kesialannya datang bertubi-tubi. Rasanya Shasha ingin melepaskan diri dari jaring itu dan mengutuk orang yang menaruh perangkapnya. Tapi karena terlalu lelah, Shasha tertidur di bak jaring itu. Ia meringkuk seperti bayi di dalam jaring.


Saat matahari merambat naik, satu persatu orang datang dan membentuk kerumunan orang mengelilingi Shasha yang terjerat di jaring, wajahnya yang putih bersih dan terlihat halus menarik perhatian warga. Terlebih Shasha mendongak dan memperlihatkan matanya yang seperti Almond. Salah seorang wanita yang tidak suka perhatian tidak terarah padanya maju dan berteriak.


"Pasti dia pencuri yang terjaring di jaring milik Liu bersaudara."


"Benarkah, tapi mana mungkin seorang gadis cantik mencuri..." Ge ma yang notabene nya menyukai gadis cantik, membela Shasha.


An ko lebih kesal lagi karena genma membela gadis itu.


"Huh, apa anda tidak curiga dengan gadis yang berkeliaran malam-malam."


"Pasti dia bukan gadis baik-baik jika keluar di malam hari." Meimei ikut membela An ko. Saat ini dirinya terkenal sebagai istri dari orang terkaya di desa terpencil ini. Karena itulah dia sangat bangga.


"Kita panggil kepala desa untuk menghukum gadis penyusup ini."


"Siapa tahu dia benar-benar berniat jahat."


Shasha bingung dengan ucapan orang-orang disekitarnya. Apalagi mereka terlihat marah. Makhlum saja dia tidak berasal dari desa ini. Bahkan untuk sampel ke desa ini dia menyusup di kapal dan bersembunyi hingga kapal sepi untuk melarikan diri.


Jadi dia benar-benar tidak mengerti satu katapun yang mereka ucapkan.


'Kenapa mereka terlihat marah...'


'Apa yang mereka bicarakan.'


Sebelum pria kekar dan nampak kasar menarik Shasha ke tempat kepala desa, seorang pria tampan berambut panjang menghentikan pria itu.


"Tunggu dulu, mau dibawa kemana istri kami.?!" teriak seseorang yang bernama Liu Ma.


Liu Ma terkenal dengan kekuatannya, banyak sekali pemuda desa ini yang sudah merasakan pukulan dari Liu Ma. Orang-orang desa tidak ada yang berani menentang ucapan Liu karena takut dihajar. Terutama tubuhnya yang tinggi besar seperti gunung yang kokoh membuat siapapun takut mencari masalah dengan pemuda berumur dua puluh lima tahun itu.


"Istrimu? Omong kosong apa yang anda muntahkan. Bagaimana mungkin anda bisa membayar mahar untuk mengambil istri." Seseorang bermarga Rui mengejek Liu Ma yang berusaha melepaskan jaring yang ia pasang untuk menangkap harimau. Biasanya jika harimau tertangkap, Liu Ma mengulitinya dan menjual kulitnya ke kota.


"Ayahku sebelum meninggal telah berwasiat pada kami jika dia telah membayar istri untuk kami berlima."


"Benarkah...?"


"Kau meragukan ku, baiklah majulah jika anda meragukan ku." Liu Ma menyingsing lengan bajunya bersiap untuk menghajar Rui.


"Hentikan, Kak."


Liu Ka baru datang menghentikan kakaknya yang ingin menghajar Rui. Putra kedua keluarga Liu itu memang terkenal tenang dan bisa membaca dan menulis. Karena itu banyak ibu-ibu di desa ini mengidolakan Liu Ka.


"Ini adalah surat kontrak kami, dia adalah istri kami yang dibeli ayah sebelum meninggal." Liu ka menunjukan lembaran surat kontrak yang dicap. Meskipun para warga tidak bisa membaca, mereka yakin dengan kejujuran pemuda Liu kedua ini.


Mereka pun akhirnya bubar meninggalkan Liu Ma, Liu Ka bersama dengannya Shasha. Liu ma àkhirnya mendesah lega, senyum lembut tersungging  di bibirnya. Akhirnya mereka mempunyai istri untuk mengurus rumah tangga.


Dahulu keluarga Liu sangat kaya, tapi karena ayahnya gemar berjudi, kekayaan mereka habis dan hanya tinggal rumah besar yang tidak terawat. Karena marah ibunya muntah darah dan meninggal dunia, Liu Fu terpukul melihat  istrinya meninggal pun bunuh diri. Di akhir  hidupnya ia  memberikan surat kontrak. Kontak itu berisi jika Liu Fu telah membeli istri cantik beralis seperti bulang sabit dan berbibir cerry untuk mereka.


Memang berbagi istri merupakan hal yang lumrah di desa yang terkenal miskin ini. Hanya saja, mereka tidak pernah tau jika istri dari yang dibeli ayahnya telah bunuh diri karena mendengar kemiskinan mereka. Dan istri mereka telah digantikan dengan putri pejabat yang menjadi buronan.


"Mari kita pulang istri, " ucap Liu Ka lembut. Shasha agak bingung dengan ucapan pemuda itu dan hanya menurut saat tangannya ditarik menuju pemukiman.


Melalui instingnya, Shasha yakin jika dua pemuda tampan ini tidak berbahaya. Jujur, dia sama sekali tidak mengerti ucapan mereka semua.


"Hahaha àkhirnya istri kita datang, Liu Sa dan Liu Chi pasti senang bertemu dengan istri."


Liu ma mengambil bungkusan Shasha di dalam jaring dan menyusul mereka berdua. Disinilah awal mula Shasha yang seorang putri pejabat berakhir memiliki lima orang suami. Desa yang terkenal karena fengshui yang buruk menyebabkan banyak keluarga yang membeli istri untuk satu keluarga.


Tbc