
Ciuman pun lebih panas karna tangan hervin yg mulai meraba dan meremas dadaku,sesekali tangannya masuk kedalam baju meraba bagian perut dan punggung yg membuat gairah ku lebih naik.
" Boleh ca?" Tanya dia meminta izin lagi saat ingin membuka baju dan celana ku.
" Iyaa" jawabku singkat dan melanjutkan ciuman dengan hervin yg sedang membuka pakaianku.
Tangannya mulai meraba bagian dadaku,lalu mulai turun kebagian perut dan lebih turun lagi hingga sampai pada pussy ku. Dia mulai pelan memainkannya dan mulai memasukan jari nya kedalam pussy ku yg membuat aku mendesah enak..
" Aku minta di ****" katanya sambil buka bajunya yg hanya ku angguki.
Setelah dia lepas baju,aku pun lgsg duduk dan memainkan dedek yg besar dan sudah tegang. Ku mainkan pakai mulutku yg kecil ini dan sesekali ku gigit pelan itu membuat dia mendesah..
" Ah ca lagi" desahnyaaa
" Ahh" aku pun ikut mendesah dan terasa pegal.
" Sekarang ya?" Kata dia sambil membenarkan posisi dan tak ku jawab melainkan aku langsung menciumnya..
Tak lama,dedek pelan mulai masuk ke pussy ku dan itu membuat ku merasa lebih enak.
Lalu setelah benar2 masuk,dia memaju mundur gerakan umum org bersetebuh .
" Ahh ahh " desahku membuat hervin lebih ganas.
" Aku diatas," pintaku.
" Ahh ca enak kamu diatas"
" Enak? Ahh" kataku sambil goyang dan sesekali dgn gerakan gesek gesek.
" Ahhh ca ahh kalo gini biisaa keluar aku ca ahh"
"Vin ahh,aku mau keluar ahhh uh"
" Aku juga mau keluarahh,ahhhhhh"
Dan kamipun keluar bersama dalam waktu yg sama itu jadi lebih nikmat daripd keluar sendiri2. Stlh itu dia lgsg memelukku erat sebentar lalu menggendongku ke kamar mandi..
" Mau lagi " katanya sambil mendudukan ku diatas westafel berkaca . Kalian pasti tau apa yg ku maksud.
" Heeeh ? Baru jg selesai udah mau lagi" jawabku sambil mengacak2 rambutnya dan dia hanya tersenyum..
Setelah selesai mandi,aku kembali digendong menuju kasur dan tidur saling memeluk tak lupa sesekali ciuman juga lalu dia bilang.
" Makasih sayang" katanya sambil terus menciumi seluruh wajahku tanpa henti.
" Ini punyaku semuanyaaa inget ya" katanya lagi sambil terus menciumi wajah dan seluruh bagian tubuhku.
" Haha udah ih geli" kataku lagi.
Tiba2 ponsel hervin bunyi dan itu adalah telfon dari istrinya,sempat kesal. Tapi mau gimana lagi. Toh aku ga bisa dan ga ada hak untuk marah.
" Angkat dulu," kataku sambil melepas pelukan
" Biarin," jawabnya mematikan ponsel dan kembali meraih tubuhku agar dapat ia peluk.
" Ayo bobo,jgn dipikirin itu." Ajaknya mengelus2 rambutku.
" Selamat tidur sayang" ucapnya lagi dan mencium keningku .
" Selamat tidur juga" kubalas dgn kecupan di pipi.
Pagi pun tiba menunjukan pukul 5, aku pun mandi dan bersiap untuk pulang. Hervin? Tentu saja masih bermimpi hehe.
Setelah selesai mandi kuliat dia sudah duduk diatas kasur dan langsung membuka lebar2 tangannya bertanda dia meminta peluk dariku.
" Eh anak mama sudah bangun" kataku menuju kasur untuk memeluknya.
Dia hanya senyum dengan menyambut pelukanku dan menaruh kepalanya dibagian dadaku. Seperti anak kecil kepada mamahnya,dia menggerakan kepalanya pada leherku dengan manja.
" Mandi dulu trus ayo pulang" kataku dan tidak didengar dia malah terus memelukku dengan erat.
" Ayo mandi dulu kamu bauuu " kataku mengejek dia melepas pelukkanya dan memasang wajah cemberut dengan menghela nafas. Itu membuat ku terkekeh.
" Mau sarapan apa?" Katanya setelah selesai mandi dan bersiap
" Mau bubur di Java" kataku sambil main Hp.
Setelah siap,kamipun pergi ke tempat bubur yg ku maksud dan tanpa di sengaja kami bertemu Angga dan Tessa yg sedang makan juga disana..
Tbc
-
Maaf ya kalo ceritanya kurang menarik atau membosankan,tapi ini memang yg terjadi saat itu. Sebenarnya ada kesulitan sendiri untuk menulis ini karna kejadiannya lumayan lama dan aku sedikit kesulitan untuk mengingat apa saja yg pernah terjadi.
Tapi aku berusaha semaksimal mungkin untuk mengingat tanpa harus bertanya kepada lawan yg bersangkutan di cerita ini.. Aku juga minta dukungannya dari kalian semua ,semoga suka dan senantiasa memberi support untuk cerita ku .
Terimakasih ❤️