Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Chapter 5



"Biadab mereka" ujar Hwon marah. Sambil melempar semua barang didekatnya. Dia sangat yakin jika malam itu dia melihat Yeonhwa sehingga dia lepas kendali. Tubuhnya terasa panas dan terbakar gairah. Pasti mereka mencampurkan sesuatu di arak yang diminumnya. Namun dayang yang mencicipi itu tidak terkena masalah. Apa mereka mengoleskannya di gelasnya. Cih, dia lengah, keluarga biadap itu sungguh licik.


"KASIM JANG" teriak Hwon. Kasim Jang berlari menghadap Hwon.


"Iya Yang Mulia."


" Panggil Kepala Pasukan Kerajaan sekarang" marah Hwon. Ia harus menyelidiki ini.


#


Pendarahan Areum tak kunjung berhenti, air pemandiannya berubah warna menjadi merah. Baju tidurnya juga terlihat sama. Dayang Han segera memanggil tabib kerajaan. Tabib kerajaan meresepkan obat untuk menghentikan pendarahan Ratu. Dayang Han segera kembali ke kediaman Ratu dan membuat ramuan obat itu dan meminumkannya kepada Areum. Areum sangat pucat. Dia tak mau bangkit dari kolam pemandiannya. Lebih dari 2 jam Areum berendam di kolam pemandiannya.


Kim Kyungsoo mengunjungi kediaman Ratu, dayang yang ditempatkannya untuk mengawasi Areum mengabarinya jika Ratu keluar dari kamarnya setelah malam pertama kerajaan dengan tubuh yang berdarah. Darah nya mendesir mendengar itu, memikirkan jika sesuatu yang buruk tengah terjadi pada Areum. Sooyoung yang mendapati tuan mudanya datang menghampiri Kyungsoo.


"Tuan Muda" ujar Sooyoung


"Apa yang terjadi, mana Yang Mulia Ratu" ujar Kyungsoo.


"Yang Mulia Ratu didalam kolam pemandiannya, dan Yang Mulia tidak mau Keluar." Ujar Sooyoung.


Kyungsoo dengan cepat masuk kedalam ruangan tempat pemandian Areum. Disana dilihatnya gadis yang tengah dicintainya itu berendam dengan air bewarna merah dan tubuh yang menggigil. Kyungsoo dengan segera mengangkat Areum dari Kolam dan menggendongnya. Dayang Han segera menutupi badan Areum dengan Kain.


"Kak Kyungsoo" ucap Areum menggigil.


"Yang mulia, aku akan membawa anda keruangan" ujar Kyungsoo. Membawa Areum kekamarnya. Baju putih yang membalut tubuh Areum basah membuat baju Kyungsoo juga ikutan basah.


Sesampainya dikamar, Kyungsoo membaringkan Areum dikasur. Dayang segera membawa pakaian Areum dan menggantinya. Kyungsoo lalu keluar saat dayang mengganti pakaian Areum. Sooyoung menyerahkan handuk ke Kyungsoo untuk mengeringkan baju Kyungsoo yang basah karena menggendong Areum. Setelah pakaian Areum diganti, Kyungsoo lalu masuk ke ruangan Areum.


Areum di pakaikan pakaian yang rumit dan berat, disaat kondisi tubuhnya yang tengah sakit. Dia didandani secantik mungkin, menutupi wajahnya yang pucat. Hari ini Areum akan menyapa para Pejabat di Aula sidang. Setelah pernikahan kerajaan kemarin. Sudah menjadi Agenda Kerajaan. Kyungsoo menatap Areum yang tengah merenung dengan pandangan kosong.


"Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" Tanya Kyungsoo. Areum tersadar dari lamunannya. Lalu tersenyum manis kepada Kyungsoo, menyembunyikan perasaannya.


"Aku baik-baik saja Kak, tak usah khawatir. Tidak terjadi apa-apa" ucap Areum menyembunyikan kondisi dimana semalam dia diperkosa suaminya. Dia ingin menutupi kesalahan Hwon. Karena dia tau Kyungsoo tak akan tinggal diam, tanpa tau itu diatur oleh ayahnya.


"Jika anda tidak enak badan, saya akan meminta untuk menunda acara ini kepada dewan istana, sehingga anda dapat beristirahat." Ujar Kyungsoo.


"Tak apa Kak, lagian ini hanya sebentar. Kau tau adikmu ini sangat kuat" ucap Areum tersenyum.


#


Setelah Acara ramah tamah dengan para dewan pejabat istana, Areum menahan kesadarannya untuk masuk kedalam tandu yang akan membawanya ke kediamannya. Didalam tandu Areum tak dapat menahan kesadarannya lagi. Dia jatuh pingsan dalam tandu istana, karena kekurangan banyak darah akibat pendarahan fatal.


Sesampainya di Daejaejeon Hall, Kyungsoo yang mengiringi Tandu Areum memanggil Areum untuk keluar dari tandunya.


" Yang mulia kita sudah sampai" ujar Kyungsoo. Namun tidak ada jawaban dari dalam tandu, Kyungsoo memanggil sekali lagi dan tidak ada jawaban. Dengan cemas dibukanya pintu tandu Areum dan dilihatnya gadis itu sudah tidak sadarkan diri. Segera di gendongnya Areum masuk kedalam istananya dan membaringkan nya di kasur yang sudah disediakan dayang. Sooyoung memanggil tabib istana dengan tergesa.


"JAWAB" Bentak Kyungsoo.


"Saya tidak tau tuan, menjelang matahari terbit Yang Mulia Raja memanggil saya masuk dan beliau pergi. Keadaan kamar cukup kacau balau, dibalik selimut saya menemukan Yang Mulia Ratu dengan tangan terikat dan mulut tersumpal, sekujur tubuhnya penuh tanda merah dan bagian itu Yang Mulia Ratu penuh akan darah" jelas Dayang Han. Kyungsoo berdesir mendengar penjelasan Dayang Han. Emosinya memuncak.


'Sialan, dia merenggut kesucian Areum secara paksa'marahnya dalam hati. Ia mencengkram tangannya dengan sangat kuat. Tabib Kerajaan datang dan memeriksa Areum.


#


Hwon sedang berunding dengan Eunwoo, Eunwoo tak menemukan bukti apapun di gelas yang dipakai Hwon dan Areum semalam. Tidak ada apapun jejak disana.


"Licik, mereka sangat licik merencanakan ini tanpa celah sedikitpun"


"Hamba rasa yang mereka oleskan ke gelas anda adalah Halusinogen Yang Mulia" jelas Eunwoo, Hwon langsung tersadar akan ucapan Eunwoo.


"Benar. Aku berfikir demikian, sekujur tubuhku terasa panas, aku tidak bisa berfikir jernih." Ucap Hwon.


"Dan Anda memperkosa Yang Mulia Ratu yang anda anggap adalah mendiang Putri Mahkota. Keluarganya memang biadab tapi apa salahnya?" Ujar Eunwoo. Hwon hanya diam. Tak berani sedikitpun membalas ucapan Eunwoo.


"Ini permainan keluarganya, dia pasti menjebakku" balas Hwon.


"Tenangkan diri anda Yang Mulia. Saya pikir ini rencana perdana mentri, putrinya tidak ikut andil dalam rencana ini, apakah anda lupa? saat Yang Mulia ratu mengatakan jika dia kabur dari perjodohan orang tuanya. dia mungkin ingin kabur, tak sengaja malah bertemu anda." Ujar Eunwoo. Hwon mengingat kembali saat pertama kali mereka bertemu. dan dia mengingat sesuatu, saat itu Areum melihat mereka dengan pakaian serba hitam.


"Baru aku mengingatnya, dia melihat kita dengan pakaian mencurigakan. bagaimana nanti jika dia mengatakannya pada keluarganya" ucap Hwon seolah tidak memperdulikan Areum. karena dendam menutupi hati nuraninya. Eunwoo terdiam, disatu sisi dia kasian akan Areum disisi lain dia juga khawatir, khawatir jika ternyata Areum memang melakukan itu dengan sengaja, sehingga nantinya mengancam mereka.


"Anda bisa mengatakan jika malam itu, anda tengah menyamar bersama saya untuk keluar dari istana" ucap Eunwoo meyakinkan Hwon. Hwon memikirkan saran Eunwoo.


"Sekarang dia sedang apa?"


"Yang Mulia Ratu sekarang sedang dikediamannya, setelah menyapa Dewan Mentri di Istana, menurut salah satu dayang Yang Mulia Ratu jika Yang Mulia Ratu Pingsan." Hwon merasa bersalah, semalam sepertinya dia sangat keterlaluan. Namun pikiran tersebut segera ditepisnya.


#


Areum membuka matanya secara perlahan, dilihatnya Kyungsoo tengah menunggunya. Areum segera bangun namun kepalanya teramat pusing. Kyungsoo tersadar jika Areum sudah sadar, segera dibaringkannya lagi Areum saat melihat kondisinya yang masih pucat.


"Bagaimana keadaan anda Yang Mulia?" tanya Kyungsoo.


"Sedikit pusing Kak, berapa lama aku pingsan?"


"Semalaman Yang Mulia."


"Maaf, aku jadinya merepotkan kak Kyungsoo. Kakak kembali saja ke kediaman. aku sudah mendingan."


"Saya akan menemani Yang Mulia disini. Anda istirahat saja" tolak Kyungsoo. Areum menggeleng, dia tak ingin merepotkan Kyungsoo dan meminta Kyungsoo untuk pulang. Sooyoung akan menjaganya. Kyungsoo menuruti perkataan Areum, dan pergi dari kediaman Ratu.