Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Chapter 7



Istana tengah gaduh, semua tempat di Istana tengah digeledah oleh para pengawal Departemen Kehakiman Istana. semua sudut diperiksa untuk mencari bukti atas apa yang menimpa Ratu. setelah berjam-jam di periksa, bukti tersebut ditemukan di kediaman Selir Seok. Sebuah botol kecil berisi cairan bunga conium.


Para Pengawal dan Kyungsoo selaku Kepala Departemen Kehakiman, langsung bergegas ke Kediaman Selir Seok untuk menangkap Selir Seok.


"Ada apa dengan kedatangan Kepala Departemen Kehakiman kesini?" Tanya Selir Seok.


"Nyonya, anda kami tangkap atas tuduhan sebagai dalang dari kasus percobaan pembunuhan Ratu" Selir Seok tampak terkejut.


"Atas dasar apa anda mengatakan itu? apa ada buktinya?" Lalu Kyungsoo mendorong seorang dayang kehadapan Selir Seok. dan dayang tersebut adalah dayang yang dekat dengan Selir Seok.


"Ditemukan botol racun bunga conium dibarang dayang ini dalam kediaman anda"Ujar Kyungsoo.


Kyungsoo memerintahkan bawahannya menangkap Selir Seok. Selir Seok berontak saat tubuhnya di seret ke Departemen Kehakiman untuk di Introgasi.


#


Areum tersadar, dia bangun namun pandangannya buram. Sooyoung berteriak gembira saat membuka pintu kamar Areum, majikannya itu sudah sadar. Sooyoung segera memanggil Dayang Han.


"Yang Mulia, Syukurlah anda sudah sadar" Ucap Dayang Han dan Sooyoung menangis, Areum tersenyum. Pandangannya buram, dadanya sesak seolah-olah dia akan memuntahkan darah lagi. Namun ditahannya, dia tak ingin membuat Dayangnya khawatir. Namun suasana haru biru itu terganggu saat Hwon masuk ke kediaman Areum dengan Amarah dan Emosi yang memuncak. Sooyoung dan Dayang Han keluar dari kamar Areum meninggalkan mereka. 'sekarang apalagi?'batin Areum bertanya melihat ekspresi marah yang ditunjukkan Hwon.


"Dasar Penipu Ulung" Caci Hwon. Areum terdiam, dia bingung kenapa lagi-lagi dia menjadi sasaran amukan Hwon. apa salahnya?.


"Kau sengaja kan meracuni dirimu, lalu meletakkan racun itu dikediaman Selir Seok. Kenapa? apa kau takut? karena Selir Seok adalah Selir kesayanganku kau berpikir untuk menyingkirkannya?. Apa kau takut, dia akan memiliki keturunan dariku terlebih dahulu. Picik sekali pikiranmu? menyentuh tubuh menjijikkan mu saja aku tidak sudi apalagi memiliki anak dari rahimmu. Ku pikir kau berbeda, ternyata kalian sekeluarga sama. ku harap kau tak ada didunia ini" Ucap Hwon dengan Amarah menggebu-gebu lalu pergi dari kediaman Areum. Areum menangis dalam diam, kali ini apalagi salahnya?


"Dayang Han" panggil Areum. Lalu Dayang Han masuk dengan Sooyoung.


"Ada apa Yang Mulia?"


"Katakan padaku apa yang terjadi?" Ujar Areum minta penjelasan.


"Menurut para dayang, tadi pagi ditemukan botol racun bunga conium di kediaman dayang di Istana Selir Seok, Yang Mulia. Saat ini Selir Seok dan dayangnya tengah di adili di Departemen Kehakiman" Areum terkejut segera dia bangun, kepalanya pusing tubuhnya hampir terjatuh namun segera ditahan Sooyoung.


"Ambilkan pakaianku, aku harus segera ke Departemen Kehakiman" Ujar Areum lemah.


"Tidak Yang Mulia, anda belum sembuh total. racun itu masih bersarang di tubuh anda" Tolak Sooyoung.


"Ini perintah"


#


Hwon tergesa-gesa ke Departemen Kehakiman, sesampainya disana dia sangat marah saat Selir Seok duduk membungkuk dan dayangnya disiksa di Departemen Kehakiman. Disana berdiri, Ibu Suri Agung, Daehyun, Kyungsoo dan para pejabat lain.


"Hentikan"Ucap Hwon menghentikan mereka. semua terdiam. Hwon berjalan kearah tempat pejabat tengah berdiri dan berdiri dihadapan Selir Seok untuk melindunginya.


" Ada apa Chusang? kenapa kau menghentikan proses introgasi ini?" Tanya Ibusuri Agung selaku penanggung jawab proses introgasi yang meracuni Ratu.


"Selir Seok tidak bersalah" Tegas Hwon.


"Aku yang-"


"Saya yang melakukannya" Ujar seseorang masuk ke Departemen Kehakiman. Orang tersebut adalah Areum, yang dibopong oleh Sooyoung. Areum berjalan mendekat kedepan berdiri disamping Hwon.


"Apa? Apa maksud dari ucapanmu Chunjeon?" Tanya Ibusuri Agung. semua yang ada disana tampak kaget.


"Saya yang meracuni diri saya sendiri Yang Mulia Ibusuri Agung?" Ucap Areum lemah, dia mempertahankan kesadarannya. Dadanya sangat sakit, wajahnya pucat dan berkeringat, seolah menyampaikan kondisinya yang tidak baik. Hwon kaget dengan pernyataan Areum.


"Atas dasar apa kau mengatakan hal itu?" Ujar Ibusuri Agung sangat marah.


"Saya ingin mengakhiri hidup saya, dengan meminum racun tersebut. saya tidak menyangka botol racun itu ada dikediaman dayang, saya pikir dayang tersebut keliru dan memungutnya asal. padahal botol racun itu sudah saya buang di tempat sampah" bela Areum, Areum segera menutup mulutnya, bongkahan darah keluar dari mulutnya. semuanya menyadari jika Areum hanya berusaha membela Selir Seok.


"Kau pikir aku akan percaya Chunjeon? mana buktinya?" Areum terdiam. introgasi akan dilanjutkan saat tak ada jawaban yang ditunggu Ibusuri Agung.


"Saya minta kepada Ibusuri Agung untuk mengampuni Selir Seok, dia tidak bersalah." ucap Areum sambil bersujud.


"Kau dalam bahaya, saat ini racun masih bersarang dalam tubuhmu, seseorang menginginkan nyawamu. Apa kau pikir aku akan mengampuninya?" Ujar ibusuri Agung marah.


"Hamba mohon kepada Ibusuri Agung, Ampuni Selir Seok Dia tak bersalah" Ucap Areum memohon.


"Jika aku mengampuninya, Hukum Pengadilan Internal akan dianggap remeh. apa kau mau itu yang terjadi? kenapa kau begitu membelanya Chunjeon"


"Karena selir Seok tidak bersalah, Ibusuri Agung." Areum terbatuk lagi dan darah keluar dari mulutnya. 'kumohon'batinnya. Daehyun tampak kasian dengan putrinya, kondisinya saat ini sedang tidak baik. dengan segera diambil alihnya sidang.


"Sidang kita hentikan dengan kesimpulan bahwa, ada seseorang yang berusaha memfitnah Selir Seok. Sehingga tuduhan atas Selir Seok akan dicabut dan dilakukan investigasi ulang." putus Daehyun, Ibusuri Agung tampak marah dan pergi dari sana disusul Daehyun. Dayang Selir Seok dilepaskan. Selir Seok langsung lemas dan langsung dipeluk Hwon. Areum memuntahkan bongkahan darah lagi, kesadarannya menipis dan jatuh pingsan. Kyungsoo yang berdiri didepan sana segera berlari menghampiri Areum dan menggendongnya ke Istana. Hwon hanya melihat namun tak berinisiatif untuk mengejar Areum. Dia seolah merasa bersalah dan takut mengakuinya.


Di Daejejeon Hall, kediaman Areum. Areum dibaringkan Kyungsoo di kasurnya, Sooyoung tengah memanggil tabib dan memanggil Daehyun mengabarkan keadaan Areum. Areum masih tak sadarkan diri. Kyungsoo tampak marah saat melihat Hwon tampak tak acuh dengan Areum. bahkan tak memperdulikan saat Areum jatuh pingsan dan lebih memperhatikan Selirnya.Tabib dan Daehyun datang. Tabib memeriksa keadaan Areum. Meskipun Daehyun orang yang jahat dan kejam dia sangat menyayangi putrinya.


"Bagaimana keadaan Yang Mulia, Tabib?" Tanya Daehyun khawatir.


"Sepertinya, Yang Mulia terlalu memaksakan dirinya. Efek hari pertama setelah terkena racun itu, Yang Mulia akan terus memuntahkan darah. sebaiknya kita harus cepat menemukan penawarnya." ujar Tabib lalu pergi.


"Apa ini ulah Yang Mulia Raja, ayah?" tanya Kyungsoo tampak marah.


"Kupikir begitu, melihat bagaimana Yang Mulia mencoba melindungi Yang Mulia Raja. Kau harus menyelidi ini Kyungsoo. Kita harus melindungi adikmu." ujar Daehyun.


"Baik Ayah. lalu bagaimana dengan penawarnya Ayah? apa sudah ditemukan."


"Penawar itu tidak ada diseluruh kota Hanyang. sepertinya kita harus mencarinya diluar Kota Hanyang." Jelas Daehyun, Kyungsoo tampak khawatir.


"Bagaimana jika kita terlambat, menemukannya Ayah. nyawa Yang Mulia akan dalam bahaya."


"Kau tenang saja, aku tidak akan membiarkannya"Ucap Daehyun menatap putrinya yang terbaring dengan lemah. seperti putri tidur yang tak ingin bangun dari mimpi indahnya.