Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Chapter 13



Kyungsoo tengah melamun di kamarnya, memikirkan jika apa yang menjadi firasatnya benar. Hwon adalah dalang dibalik ini, Hwon yang mencoba membunuh Areum. Namun, Kyungsoo tak memiliki buktinya. Kyungsoo terus memikirkan cara untuk membuktikan kebusukan Hwon. Kyungsoo memanggil Baekho bawahannya.


"Periksa kembali tempat kita menemukan bukti kemaren. Apakah benar ini ulah Raja atau ada orang Lain dibalik ini" Ujar Kyungsoo menatap Baekho. Baekho mengangguk paham dan beranjak pergi dari tempat Kyungsoo.


Sedangkan dikediaman Selir Jang, dia saat ini tengah mendandani dirinya. Hari ini adalah malam Hwon berkunjung dan tidur di kediamannya. Senyum nya merekah sambil membenahi rambutnya memandang cermin. Dayang Kepala masuk ke kamarnya menyampaikan pesan Hwon.


"Nyonya, Yang Mulia tidak jadi berkunjung ke Kediaman anda, sesuatu yang buruk terjadi pada Yang Mulia Ratu, Sehingga Yang Mulia Raja menemani Yang Mulia Ratu saat ini." Jelas Dayang tersebut lalu undur diri dari hadapan Selir Jang. Selir Jang kesal, kenapa lagi-lagi bukan dirinya dipilih oleh Hwon. Kenapa Ratu itu tidak segera mati saja?. Kenapa masih menghalanginya untuk mendapatkan Hwon.


#


Hwon terbangun untuk memulai aktivitasnya, ditatapnya wajah Areum yang masih belum sadarkan diri. menurut tabib dia sudah dikondisi baik, kenapa masih belum bangun? heran Hwon. Hwon mengusap rambut Areum dan mengecup keningnya.


"Aku pergi dulu, cepatlah sadar" Ucap Hwon lembut. Lalu Hwon beranjak dari sisi Areum untuk kembali ke kediamannya. Setelah bersiap-siap Hwon beranjak ke kediamannya, banyak laporan negara yang harus dilihatnya dan diselesaikannya.


Eunwoo menghadap Hwon, mengabarkan jika seseorang menargetkan kematian Areum dengan memfitnah Selir Seok.


"Bagaimana kau bisa yakin akan hal itu?" Tanya Hwon kepada Eunwoo.


"Saya menyelidiki ulang kasus ini Yang Mulia, saat saya menanyakannya kepada Selir Seok. Seorang dayang mengaku dia melihat seseorang yang mencurigakan masuk ke kediaman dayang. Namun karena takut, dayang tersebut tidak berani mengatakannya dan memilih bungkam. Lalu, Penawar racunnya yang sulit dicari menandakan jika hal ini dilakukan oleh pembunuh yang berpengalaman. Seseorang pasti menyewanya." Ujar Eunwoo menyampaikan deduksinya.


"Saat makan malam waktu itu, aku sempat curiga. karena piring yang disediakan untuk Chunjeon berbeda warna dengan piring ku. Aku pikir jika keluarganya lagi-lagi menjebak ku, untuk meniduri Chunjeon sehingga aku tidak memakan-makanan yang dihidangkan. Siapa sangka jika tergetnya adalah Chunjeon." Jelas Hwon menceritakan kejadian malam itu.


"Apa Ibusuri Agung yang melakukannya?" Tanya Eunwoo.


"Atas dasar apa dia melakukan itu?" Eunwoo terdiam tak tau mau menjawab apa atas pertanyaan Hwon.


"Perdana Mentri dan Ibusuri Agung tidak ada alasan untuk membunuhnya. Disaat dia belum berhasil mengandung pewaris kerajaan. Kau tau sendiri apa ambisi Ibusuri Agung. Dia hanya ingin keturunan raja berasal dari Klannya." Ujar Hwon menjelaskan.


"Bagaimana jika Yang Mulia Ratu hamil anak anda Yang Mulia?" Tanya Eunwoo. Hwon Ragu menjawab,


"Akan kubunuh dengan tanganku sendiri. Karena aku tak menginginkan anak itu lahir" Ujar Hwon dingin. Hal itu tak luput dari pendengaran seseorang.


Kyungsoo menghadap Ibusuri Agung. Ada hal yang ingin dia bicarakan dengan Ibusuri Agung mengenai Areum.


"Ada urusan apa kau datang berkunjung?" Ujar Ibusuri Agung. Kyungsoo menyampaikan semua hasil penyelidikannya. mengatakan jika orang di Istana yang mencoba membunuh Areum. Kyungsoo tidak menunjuk langsung Hwon, karena dia belum mempunyai cukup bukti. Kyungsoo meminta Ibusuri Agung untuk sementara waktu Areum dipindahkan ke kediaman mereka karena khawatir akan keselamatan Areum.


"Di Istana adalah tempat teraman untuk saat ini. Dia harus berada di Istana agar aku bisa melindunginya." Ujar Ibusuri Agung.


"Apakah anda tidak khawatir Yang Mulia? Jika sesuatu terjadi kepada calon cucu anda?" Ujar Kyungsoo memancing minat Ibusuri Agung.


"Apa maksud mu?"


"Yang Mulia Ratu tengah hamil Yang Mulia" Ujar Kyungsoo, Ibusuri Agung tersenyum sumringah.


"Dari mana kau mengetahuinya?"


"Lalu kenapa kau meminta Chunjeon untuk dipindahkan keluar Istana?"


"Seperti yang anda tau, jika kondisi Yang Mulia Ratu saat ini sangat lemah, setelah diracuni. Jika seluruh Istana tau jika Yang Mulia Ratu tengah hamil disaat kondisi lemahnya bisa berbahaya Yang Mulia, seseorang bisa mengancam nyawanya"


"Apa kau curiga Chusang orang dibalik ini semua?" Tanya Ibusuri Agung.


"Saya belum mempunyai cukup bukti Yang Mulia" Jelas Kyungsoo.


"Baiklah jika memang itu yang terbaik aku akan mengizinkannya" Ujar Ibusuri Agung. Kyungsoo setelah mendengarkan itu segera bergegas ke Daejejeon Hall untuk memindahkan Areum ke Kediamannya. Dia sudah menemui Daehyun sebelum dia menemui Ibusuri Agung dan Ayahnya tengah menunggu dikediaman mereka.


#


Hwon tengah berada dikamar Areum, wanita itu belum juga tersadar dari tidurnya. Mata yang indah itu masih terpejam.


"Apa Chunjeon belum juga sadar?" Tanya Hwon kepada Dayang Han.


"Barusan Tabib sudah memeriksa keadaan Yang Mulia Ratu dan mengatakan jika Yang Mulia Ratu belum mengumpulkan energi Qi nya dengan sempurna" Jelas Dayang Han.


"Begitukah?" Hwon mengusap lembut helaian rambut Areum. Kegiatannya terhenti disaat Kyungsoo datang dengan membawa pasukannya.


"Ada apa ini? dengan lancangnya Kepala Departemen Kehakiman menerobos masuk ke kamar Ratu." Ujar Hwon sambil bangkit menghadap Kyungsoo.


"Kami mendapatkan perintah dari Ibusuri Agung untuk mengawal Yang Mulia Ratu keluar dari Istana."


"Apa? atas dasar apa Ibusuri Agung memberikan perintah, disaat aku suaminya tidak mengetahui perintah itu" Tukas Hwon.


"Atas dasar keselamatan Yang Mulia Ratu" Ujar Kyungsoo lalu mendekat kepada Hwon dan berbisik. "Karena saat ini Yang Mulia Ratu tengah hamil, seseorang pasti menargetkan nyawanya" Sambung Kyungsoo berbisik kepada Hwon, Hwon terkejut akan pernyataan Kyungsoo. Kyungsoo berlalu berjalan mendekati Fuuton Areum. Hwon segera menarik pedang salah satu bawahan Kyungsoo lalu mengarahkan pedang tajam itu ke leher Kyungsoo. Bawahan Kyungsoo langsung mengambil posisi siaga dan hendak menyerang Hwon tapi ditahan Kyungsoo dengan memberikan tanda dengan tangannya.


"Jika kau mendekat satu langkah lagi akan aku tebas lehermu" Ujar Hwon tajam. Kyungsoo tertawa meremehkan.


"Aku tau jika dia itu adik mu, tapi dia bukan lagi gadis yang kau cintai dan harus kau lindungi. Dia sekarang ini adalah istriku, wanitaku dan juga Ratu negeri ini. Sehelai saja kau sentuh rambutnya, kau akan berurusan dengan ku" Sambung Hwon.


"Saya tidak mengetahui jika Yang Mulia begitu memperhatikan Yang Mulia Ratu." Remeh Kyungsoo


"Akan aku tunjukkan kepadamu" Ujar Hwon melempar pedang yang dipegangnya ke hadapan bawahan Kyungsoo.


"Aku adalah Raja negeri ini! Lancang sekali kalian mengacungkan pedang dihadapanku" Marah Hwon, bawahan Kyungsoo ketakutan segera diturunkannya pedang mereka. Eunwoo datang beserta bawahannya melindungi Hwon.


"Lancang sekali Kepala Departemen Kehakiman mengacungkan pedang kepada Yang Mulia" Marah Eunwoo kepada Kyungsoo, Kyungsoo hanya diam tak menggubris. Dia hendak mendekati Areum lalu ditahan Hwon.


"Kuperingati kau, jangan sentuh wanitaku" Marah Hwon.


"Chunjeon akan kembali kekediamannya untuk sementara. siapkan tandu Istana" Perintah Hwon kepada bawahannya. bawahannya segera bergegas melaksanakan perintah Hwon. Kyungsoo dan bawahannya segera pergi dari hadapan Hwon dengan seringaian, 'kena kau' batin Kyungsoo.