
"Yang Mulia Ratu keguguran Yang Mulia" Ujar Tabib. Hwon Syok, jadi saat tadi Areum mengusirnya karena ini? agar dia tidak dicurigai. Karena terakhir kali saat diracuni dia dicurigai oleh Daehyun. Apa karena itu, Areum mengusirnya pergi. Bekas makanan yang mereka sajikan pun tidak ada disana. Air mata Hwon mengalir, Dia menangis. Hwon jatuh terduduk. Siapa yang telah membunuh janinnya? bagaimana bisa Areum keguguran? Lalu kenapa dia sedih? bukankah seharusnya dia senang? Niatnya untuk membunuh janin itu tercapai. Tapi kenapa dia menangis? Dayang yang ada disana menangis. Areum terbangun, tabib menjelaskan jika dia keguguran. Areum menangis pandangannya kosong, janin itu tidak bersalah. Janin itu berhak hidup, kenapa mereka dengan kejam merenggutnya dari Areum. Hwon segera memeluk Areum, Areum hanya diam awalnya. Para dayang dan tabib keluar, saat hanya tinggal mereka berdua, Areum mendorong Hwon.
"Sekarang anda senang bukan? saya keguguran" Ujar Areum menatap Hwon dengan tajam. Hwon tidak mengerti apa maksud Areum.
"Berhenti berpura-pura Yang Mulia, makanan tadi anda yang membawanya. Hanya berpengaruhnya kepada saya, karena hanya saya yang sedang hamil. Anda menawarkan saya makanan tapi makanan itu membunuh bayi saya" Tangis Areum. Hwon diam. Bukan dia pelakunya, dia juga tidak tau siapa yang melakukannya.
"Kau salah paham Chunjeon bukan aku yang melakukannya, Aku akui memang aku yang mencelakaimu malam itu. Namun, aku berubah pikiran. Aku tak ingin melukai calon anak kita lagi" Jelas Hwon, Areum hanya diam tidak mempercayai semua ucapan Hwon. Ucapan mereka terhenti saat Ibusuri Agung datang, Dia segera memeluk Areum dan menangis sedih. Dia kehilangan calon cucunya.
"Maafkan hamba, Ibusuri Agung" Ujar Areum, Ibusuri Agung menggeleng.
"Sulit bagi janinmu untuk bertahan Chunjeon, Disaat kondisimu yang sempat kritis kemarin. Tidak apa-apa sayang" Ujar Ibusuri Agung, menenangkan Areum. Areum pasti stres dengan kondisi ini.
"Benar Chunjeon jangan terlalu difikirkan. Kau masih bisa hamil, kita akan punya anak lagi jadi jangan khawatir" Ucapan Hwon membuat Ibusuri Agung tersenyum. Tidak apa-apa saat ini dia kehilangan calon cucunya tapi kan dia bisa bersabar. mereka masih muda, tinggal mencari kesempatan lain untuk membuat Hwon meniduri Areum lagi. Karena dilihatnya Hwon sudah mulai jatuh hati dengan Areum.
Hwon kembali ke kediamannya dan bertemu dengan Eunwoo. Dia curiga seseorang mencoba memanfaatkannya untuk menggugurkan kandungan Areum.
"Selidiki Ibusuri, aku curiga jika dia ada dibalik ini" Ujar Hwon. Eunwoo menatap Hwon heran.
"Anda mencurigai ibu anda Yang Mulia?" Tanya Eunwoo, tidak biasanya Hwon bertindak tidak logis begini. Melihat tindakan Hwon yang lebih memikirkan Areum. Eunwoo tidak masalah akan hal itu, lagian Areum tidak bersalah juga. Hanya saja pihak lawan bisa saja menjadikan ini sebagai kelemahan Hwon.
"Yang Mulia, jika anda seperti ini hamba takut. Musuh akan memanfaatkan ini sebagai kelemahan anda. Memang benar jika Yang Mulia Ratu tidak bersalah. Hanya saja, Keluarganya berdosa." Ujar Eunwoo takut, padahal dulu dia yang mencoba menyadarkan Hwon tentang Areum, tapi melihat Hwon yang protektif kepada Areum, Eunwoo jadi takut. Takut klan Kim akan memanfaatkan ini sebagai alat untuk membuat Hwon menghentikan perlawanannya.
"Aku menyesal, dia tidak seperti yang kita bayangkan Eunwoo. Kau tau? tadi saat setelah makan siang bersama, perutnya sakit. Dia mengusirku pergi dan membersihkan peralatan makan kami seolah-olah dia belum makan apapun. Dia menahan sakitnya hingga mereka berpikir jika dia keguguran bukan karena makanan yang aku bawa. Tapi karena kondisiny yang masih lemah. Dia bahkan menutupi saat aku menyerangnya." Ujar Hwon lesu. Pengorbanan Areum mencoba melindunginya membuatnya merasa bersalah. Eunwoo terdiam, bagaimanapun dia tidak dapat memaksakan perasaan Hwon. Semua keputusan Hwon akan didukungnya, apapun itu.
#
Ibusuri tersenyum saat kabar Areum yang mengalami keguguran sampai ditelinganya. caranya berhasil, memanfaatkan dayang Hwon untuk menaruhkan ramuan itu di makanan mereka. Bodohnya Selir Jang yang membawakan Ramuan itu, Jika nanti semuanya terungkap dia hanya perlu menjadikan Selir Jang sebagai Tamengnya.
Sedangkan Ibusuri Agung, mendapatkan petunjuk mengenai orang yang telah meracuni Areum. Ibusuri Agung menemui pelayan yang ditangkap oleh Kyungsoo untuk di Interogasi.
"Sekarang katakan, siapa yang memerintahkan mu untuk meracuni Chunjeon?" Tanya Ibusuri kepada pelayan itu. Pelayan yang telah disiksa itu akhirnya menjawab.
" Yang memerintahkan saya adalah Selir Jang, Yang Mulia" Ujar Pelayan itu. Kyungsoo segera memanggil anak buahnya untuk menangkap Selir Jang. Selir Jang ditangkap, Hwon mendatangi Kantor Departemen Kehakiman tempat Selir Jang di Interogasi. Disana Areum juga sudah datang untuk melihat proses Interogasi.
"Kutanyakan sekali lagi, didepan semua saksi saat ini. Siapa orang yang memerintahkanmu melakukan ini?" Tanya Kyungsoo. Pelayan yang telah disiksa itu menjawab.
" Selir Jang tuan"
"Pembohong, Aku tidak mengenal wanita rendahan seperti kau."
"Saat itu nyonya memerintahkan saya untuk mengoleskan racun dipiring dan gelas Yang Mulia Ratu. Dan juga memerintahkan saya untuk memusnahkan penawar racun yang ada dikota Hanyang. Tak hanya itu nyonya juga memaksa saya untuk mencari ramuan penggugur kandungan dan mencampurkannya ke makanan Yang Mulia Ratu" Jelas pelayan itu. Selir Jang tidak dapat berkata apapun.
" Bohong itu semua bohong, bukan aku yang melakukannya" Elak Selir Jang.
"Tutup Mulutmu" Marah Hwon. Dia marah, Selir Jang tak hanya membahayakan nyawa Areum tapi juga membunuh janinnya.
" Percaya pada hamba Yang Mulia, bukan hamba pelakunya. Ibusuri yang memerintahkan hamba" Jelas Selir Jang.
" Diam kau Selir Hui, jangan coba-coba untuk memfitnah ibuku atas tindakan amoral mu" Marah Hwon, Selir Hui adalah gelar Selir Jang yang melambangkan tingkatan sebagai Selir tertinggi.
"Bagaimana Yang Mulia? Bagaimana anda memutuskan hukumannya?" Tanya Ibusuri Agung.
"Dengan ini aku nyatakan bahwa Selir Hui, Dihapuskan gelar nya dan Diasingkan kepulau terpencil karena telah melukai Ratu negeri ini dan membunuh calon penerus takhta. Kesalahan nya tidak bisa dimaafkan" Putus Hwon, Selir Jang menggeleng. Ini tidak boleh terjadi, dia belum menjadi Ratu negeri ini. Selir Jang berteriak dengan histeris saat para pengawal menyeretnya untuk dipindahkan ke penjara. Sekarang statusnya bukan selir, melainkan seorang tahanan. Ibusuri tersenyum senang, rencananya berhasil dengan memberikan umpan kepada Ibusuri Agung, dia berhasil mengkambing hitamkan Selir Jang.