Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Belleview 1



Sejak pertemuan malam itu,aku sama dia menjalin komitmen untuk tetap bersama apapun kondisinya. Tanpa disadari ada lelaki yg aku abaikan. Karna terlalu fokus pada hervin aku jadi lupa kalo sebenarnya aku punya pacar . Satu bulan kenal hervin semuanya jd berubah drastis,dari yg biasanya setiap siang sampe sore aku telfonan atau video call sekarang jadi lebih menghabiskan waktu buat hervin



" Kamu kenapa ko sekarang jadi jarang ngabarin?" Kata gia pacarku.


" Gapapa ko,aku cuma banyak kerjaan aja" aku coba mengelak.


" Biasanya setiap siang atau sore selalu video call,sekarang kalo diajak juga selalu ada alasan nolak" kata gia lagi.


" Sebenernya aku bosen,kita jauh terus kamu ga pernah mau kesini nyusulin aku" aku bilang begitu bohong,karna sebenarnya aku sudah punya pengganti.


" Aku mau kita break aja sampe aku pulang,aku ga bisa gini terus"


" Kenapa? Aku punya salah?" Tanya gia heran .


" Kamu ga salah,cuma aku yg ngerasa cape"


" Aku beneran minta break,kalo mau tunggu aku tunggu sampe pulang baru kita balik lagi" kataku meminta break sekali lagi.



Disitu gia cuma bisa pasrah mungkin akan keputusanku yg tibatiba seperti ini. Dari situ juga kami break dan aku lebih fokus sama hervin.



Diawal tahun 2018 aku diajak pergi sama hervin dan temennya buat pergi nonton bola ke Magelang, disitu aku kaget. Kenapa dia berani sekali ngajakku dan gimana kalo ada salah satu temennya yg ngasih tau ke istrinya?



" Minggu kamu off kan?" Tanya hervin.


" Iya aku off,kenapa?" Jawabku.


" Ikut aku ya.." hervin mengajak.


" Kemana? Ada acara?" Tanyaku dgn sedikit heran.


" Nonton bola di Magelang,biar kamu tau club kebanggaanku" jawab dia dengan senyum cengengesan.


" Emang gapapa? Itu kan banyak orang,nanti kalo ada yg liat dan laporan ke istrimu gimana?" Kataku dengan nada sedikit malas.


" Tenang,itu urusan aku. Pokoknya ikut ya.. Sabtu nanti aku anterin baju sama syal " Jawab hervin dan hanya ku angguki.



Saat percakapan tentang pergi nonton bola kami sedang berada di mobil,rencana nya sih mau nonton,tapi berhubung mood tiba2 berubah aku lebih memilih untuk makan Tongseng favorit kami berdua.



" Makan tongseng ditanahmas yuk" ajakku..


" Nah gitu dong" jawab hervin senang,karna aku ga pernah ngajak hervin makan atau aku yg memutuskan untuk makan dimana, dan itu kadang bikin dia bingung ketika ngajak aku pergi makan. Setelah sampai kami pun memesan..



" Kamu mau apa?" Tanya dia..


" Aku mau tongseng kambing setengah porsi,sama sate nya juga setengah porsi." Kataku sambil baca menu.


" Wah wah,tumben makan banyak.." kata dia sambil nahan ketawa.


" Biarin,aku emg banyak makan" jawabku sambil menjulurkan lidah..


" Dulu waktu pertama makan bareng di warteg depan RS ga banyak tuh" jawab dia lagi sambil ngejek.


" Iyalah jaga image sedikit,jangan malu2in cantik ko makannya banyak" kataku dan dia hanya ketawa yg bikin aku kesal tapi gemas..



Setelah makan kita kembali jalan,dan di mobil dia bilang.



" Kamu harus tetep makan yg banyak,jangan sampe sakit. Kamu mau makan apa aja pasti aku turutin" kata dia yg bikin aku kaget.


" Bener bakal diturutin semua ?" Tanyaku sambil nyubit pipinya..


" Iyalah,bilang sekarang kamu mau makan apalagi?" Kata dia yg masih nyetir.


" Oke kalo gitu sekarang aku mau siomay yg di Pahlawan,sama aku juga mau jagung bakar yg di taman KB" jawabku semangat


" Oke siap sayang" kata dia sambil elus elus rambut ku dan itu bikin aku senyum lebar.



Aku sengaja milih tempat siomay dan jagung bakar yg satu arah biar ga ribet dan ga jauh. Dan kita juga bisa nongkrong di Pahlawan karna itu adalah alun-alun Semarang..



"Makan dimana?" Tanya hervin sambil bayar pesananku.


"Dimobil aja,ngaso dulu dipahlawan ya" kataku yg hanya dia angguki sambil menggandeng tanganku mengajak masuk kemobil.



" Sini duduk,aku mau ngomong sesuatu" ucap dia yg bikin aku penasaran apa yg akan dia katakan.


" Kamu mau pindah dari mess ga?" Tanya dia lagi setelah aku duduk.. Karna memang aku tinggal di mess tempat kerja,makannya dia tanya kaya gitu.


" Eh? Ko tiba2 tanya gini? Ada apa?" Tanyaku heran.


" Biar aman,kost aja ya?" Kata dia lagi yg masih bikin aku bingung.


" Biar aman apanya sih? Yg jelas kalo ngomong" kataku sambil ngunyah jagung bakar.


" Icha sayang.. Kita harus mikir ga enaknya,kalo sampe istriku tau tempat kerjamu gimana?" Ucap dia yg buat aku berhenti makan.


" Aku gamau kamu kenapa2, aku mau kost juga demi kamu" kata dia sambil pegang pipiku dan mengalihkan pandanganku dari jalan ke wajah dia.


" Yah,mau ya kost?" Katanya lagi merayu..




" Oke,nanti kita cari kost sama-sama" kata dia setelah mendengar jawabanku.


" Aku bisa sendiri ko,kan mamih sama risma juga kost " jawabku dgn melanjutkan makan.


" Jangan,pokonya harus sama aku. Ga boleh cari sendiri" kata dia dan aku hanya memutar bola mata karna kalo dia udah bilang A ya A, ga akan bisa dirubah..



Setelah merasa cape duduk lama aku ngajak hervin untuk pulang,tapi berhubung masih jam 8 malam waktu itu ,kita mutusin buat cari hotel dan minum..



" Belleview aja" kataku..


" Kamu mau minum apa? Biar beli dulu,trus mau nyemil ga? Apa masih kenyang?" Tanya dia. Iya dia emg gitu,selalu prioritasin apa yg aku suka dan slalu peka sama apa yg aku mau..


" Minum apa aja boleh,tapi mau twistter sama ciki ciki ya boleh?" Jawabku sambil pasang muka so imut..


" Oke siap bos" kata dia sambil mendekatkan wajahnya ke hidungku dengan senyum..



" Aku mau ini" kataku dgn menunjuk salah satu coklat di minimarket.


" Oke,satu aja? Kata dia. Dan tiba2 ponselku bunyi.



" Hallo?" Ucapku diponsel.


" Dimana kak?" Tessa yg menelfonku.


" Di luar lagi sm hervin dek,kenapa?


" Oh,ngga cm mau bilang nanti kalo pulang kunci kamar aku taruh di tempat biasa ya" kata tessa laporan.


" Oke,taruh aja tapi kakak pulang pagi kayanya" jawabku sambil berjalan keluar minimarket.


"Oh yaudah oke " lalu ku tutup telfon.



" Udah?" Tanyaku saat melihat hervin yg sudah berdiri disamping membawa plastik putih bergambar A ala ala minimarket.


" Siapa yg telfon?" Dia tanya balik tanpa menjawab pertanyaanku.


" Tessa,ngabarin kunci kamar"


" Oh yaudah yuk" ajak dia lalu kita masuk ke mobil untuk pergi ke Hotel.



Sampai diHotel,hervin turun dr mobil untuk check in dan bertanya apa boleh minum alkohol disini dan diiyakan oleh penjaga yg diluar. Apa ya ,seperti satpam mungkin.


Setelah checkin,ditunjukan kamar kita. Lalu hervin parkir mobil di garasi karna kamar nya ada dilantai atas aku pun turun duluan.



" Ko kamu minum duluan sihh?" Tanya dia cemberut melihatku sudah membuka minuman dan meminumnya terlebih dahulu.


" Haha udah ga sabar aku" jawabku tertawa.


" Woo curang kau" katanya lagi sambil merebahkan badan.



Disitu kita minum sambil ngobrol banyak hal yg ngalor ngidul,entah tentang kerjaannya,atau aku yg ngobrolin anakku yg semakin tumbuh. Lalu seketika dia memeluk saat aku sdg bercerita ttg aku rindu anakku dirumah.



" Engap tau aku ga bisa nafas" kataku sambil mukul tangannya yg terlalu erat memeluk..


" Sebentar,sebentar aja kaya gini" jawab dia dgn nada sedikit lemas.


Hening seketika,aku bisa merasakan hangatnya pelukan dari dia,wangi tubuhnya sampai sekarang aku ingat seperti apa,atau parfume yg dia gunakan saat itu aku ingat persis. Lalu aku coba memeluknya balik dan dia langsung berbisik saat setelah aku memeluk.



" Sekarang kamu punya aku,kalo ada apa2 cerita. Butuh apa2 tinggal bilang,kalo aku bisa.. Aku pasti bantu. Jangan sungkan ya" ucapnya sambil mengecup keningku.


" Iya,aku punya kamu. Tapi kamu bukan punyaku" jawabku dengan wajah tertunduk.


" Hey,aku punyamu. Tenang,aku yg milih kamu. Apapun resikonya aku tetep ada buat kamu." Ucapnya meyakinkan ku bahwa semuanya akan terus baik2 saja.



" Aku sayang kamu vin" kataku sambil menatap matanya.


" Iya cha,aku lebih sayang kamu" jawabnya sambil mencium bibirku.


Akupun tak menolak atau berontak saat hervin mencium,karna aku bukan org yg munafik aku juga suka akan hal seperti ini.


Ciuman berlanjut sampai saling bermain lidah dan tangan ku yg merangkulnya erat serta posisiku yg sudah duduk diatas pangkuan hervin .



" Gapapa?" Tanya hervin meminta izin untuk memegang bagian dadaku. Dan hanya ku angguki.



Tbc..