
Areum membuka matanya, pundaknya terasa sakit karena pukulan keras yang membuatnya pingsan. Dia tersadar saat ini dia berada didalam kamarnya. Disana ada Ibu dan kakaknya yang memandang khawatir, Ibunya segera memeluknya.
"Anak ku yang malang" ujar ibunya menangis. Ia tak tau jika Areum tak ingin menjadi ratu. Ia pikir Areum menyukai takdirnya sebagai ratu joseon, karena dia selalu mengikuti pelatihannya dengan tekun. Siapa sangka jika dia melakukan itu dengan terpaksa, Kyungsoo yang mengatakan kebenaran padanya. Membuatnya terdiam.
"Bagaimana ayah bisa tau aku dimana ibu?" Tanya Areum. Nyonya Kim menjelaskan jika Ibu Suri Agung mengetahui keberadaan Areum dari pelayan istana raja dan menyampaikan jika raja membawa seorang wanita, dan ibu suri curiga jika itu Areum lalu melaporkannya pada Daehyun. Awalnya Daehyun hanya menuruti perintah Ibusuri Agung saja, karena dia ragu jika wanita itu Areum. Namun siapa sangka jika wanita itu benar-benar Areum.
Areum terdiam, di Istana ternyata banyak mata-mata. Semuanya mungkin bekerja untuk Ibusuri Agung. Tak ada seorangpun yang berada di sisi raja.
"Sebaiknya kau istirahat. Besok kau akan memasuki istana" ucap Kyungsoo lirih. Karena Areum kabur, waktu penobatannya di percepat oleh Ibusuri Agung.
"Apa?" Areum tampak syok.
#
"Apa? Penobatan seorang Ratu?" Tanya Hwon kepada Ibusuri Agung.
"Benar, sudah saatnya mengangkat seorang Ratu." Ucap Ibusuri Agung.
"Lalu siapa yang akan anda nobatkan antara Selir Jang dan Selir Seok?"
"Tidak diantara keduanya, kita akan mengangkat ratu baru, besok dia akan memasuki istana" ucap final Ibusuri Agung. Hwon tidak bisa membantah, dia belum cukup mempunyai kekuatan.
Dengan penuh amarah, Hwon memasuki kediamannya. Dia membanting semua peralatan kerja dihadapannya.
"Lagi-lagi aku tidak bisa menolak perintah wanita tua itu, lagi-lagi aku harus tunduk sebagai raja boneka." Marah Hwon. Eunwoo yang mendampingi Hwon, mencoba menenangkan amarah Hwon.
"Besok Ratu baru akan memasuki Istana, lalu akan dinobatkan. Sudah pasti ratu baru adalah orang dari keluarga Kim. Sudah pasti mereka menginginkan keturunan raja dari Klan mereka." Ucap Hwon marah, Eunwoo hanya diam. Dia tak tau harus bagaimana menanggapi ucapan rajanya.
#
Areum memasuki tandu kerajaan yang nantinya akan membawanya ke Istana. Hari ini dia akan tinggal di kediaman istana, melakukan pelatihan sebelum hari pernikahannya.
Tandu iring-iringan berjalan kearah istana. Areum tampak resah namun keresahannya di redam dengan tujuan yang pasti. Dia akan melindungi raja dari kekejaman keluarganya.
Areum memasuki Istana, dan berjalan anggun ke paviliun Ibu Suri Agung, disana sudah menunggu Raja, Ibu Suri Agung, Ibu Suri, selir dan Ayahnya. Kedatangannya disambut oleh Ibu Suri Agung yang langsung memeluknya. Areum tampak canggung. Raja tampak terkejut dengan kedatangan Areum, bagaimana tidak wanita yang kemarin di sembunyikannya ternyata calon ratunya.
" Selamat datang Ratu. Hari ini adalah hari pelantikan mu dan besok adalah Hari pernikahanmu" Ujar Ibu Suri Agung. Semua tampak bingung. Bukannya dia harus dilatih selama 1minggu sebelum hari pernikahan.
"Maaf memotong pembicaraan ibu suri, bukannya Calon Ratu harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk tata Krama kerajaan" ungkap Ibu Suri.
"Tidak perlu. Dia sudah diajarkan tata Krama sedari kecil oleh keluarganya. Dia anggun dan pantas menyandang gelar Ratu. Bukan begitu yang mulia?" Ungkap Ibu Suri Agung yang di setujui oleh Raja. Semua orang tau jika Raja adalah bonekanya ibu suri agung. Tak ada yang berani menentangnya.
Disana Areum melihat tatapan menusuk Raja dan Selir Hui kepadanya. Hal itu teramat membuatnya tertekan.
'Yang mulia pasti berpikir, jika aku mendekatinya dengan sengaja, aku tak menyangka akan bertemu dengannya hari itu.' batin Areum.
Raja lalu mengambil dekrit pelantikan Ratu. Lalu membacanya dengan gamblang.
"Rahmat berlimpah untuk keluarga kerajaan" ucap Areum lalu membungkuk memberikan salam. Pandangan Areum juga sangat kosong.
#
Hwon berjalan dengan marah masuk ke kediamannya. Mengutuk Ibu Suri Agung akan keputusan yang dibuat oleh keluarga biadab itu.
" Kita lihat saja Ibusuri Agung. Aku akan membuat pernikahan ini seperti neraka bagi keponakan kesayanganmu itu." Ujar Hwon menggebu.
Pengawalnya Choi Eunwoo hanya menatap Hwon dengan miris. Dendam telah membutakan hatinya. Eunwoo tau Areum adalah orang yang berbeda dengan keluarga Kim. Tapi percuma menjelaskannya ke Hwon. Dia tak akan mendengarnya.
"Apa yang tengah gadis itu lakukan saat ini?" Ujar Hwon bertanya ke Eunwoo.
"Calon Ratu tengah berdiam diri di kediaman sementaranya." Jawab Eunwoo.
"Aku ingin menemuinya" ucap Hwon bergegas keluar dari paviliun kediamannya. Berjalan diiringi para Kasim dan dayang yang melayaninya.
#
Areum tengah membuat tulisan di buku yang dibawanya. Catatan harian yang biasa dia tulis semenjak dirinya kecil. Catatan mengenai isi hatinya. Hanya dengan menulis mampu mengurangi sedikit kegundahan dihatinya. Namun kegiatannya terhenti saat Hwon memasuki kamarnya. Dengan cepat ditutupnya buku harian tersebut dan disimpannya didalam laci meja didepannya. Dia segera bangkit dan memberikan salam hormat kepada Hwon.
"Mohon maaf jika hamba bersikap lancang, Yang mulia." Ucap Areum menunduk. Takut melihat Hwon. Dia tau Hwon sangat membenci dirinya. Karena apa yang terjadi.
"Angkat pandanganmu dan tatap aku, Ratu. Bagaimanapun nyawaku berada ditanganmu" ujar Hwon menyindir Areum. Areum paham maksud dari Hwon. Areum menatap Hwon dengan tenang.
"Besok adalah hari pernikahan kita, tentunya Besok kau akan menjadi Ratu negeri Joseon ini. Bagaimana? Apa kau senang?" Ejek Hwon. Intonasi bicaranya sangat dingin. Areum terdiam. Dia tak menjawab sedikitpun.
"Kenapa diam? Bertindak pura-pura bodoh? Siapa sangka aku begitu bodoh hingga terpengaruh dengan tangisan mu. Kalian sengaja kan? "sambung Hwon.
Areum diam, dia tak tau harus menjelaskan apa.
"Saya benar-benar tidak tau yang mulia jika malam itu akan bertemu anda, saya bukan dengan sengaja melakukan ini kepada anda"
"Kau fikir aku bodoh? Kau juga menganggap aku bodoh? Seperti keluargamu yang menghina ku?"
"Bukan begitu yang mulia-"
"Aku tak peduli apapun alasan mu. Posisi yang kau duduki saat ini harusnya milik Yeonhwa. Gadis yang teramat ku cintai. Tapi dia meninggalkan ku. Karena keluarga Kim yang biadab telah membunuh wanitaku. Sekarang mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kau sekarang berada diposisi itu. Apa kau puas? Hanya aku yang bertindak bodoh, percaya pada wajah tak berdayamu" Hwon menumpahkan kemarahannya pada Areum. Areum hanya diam, tak ingin menjawab ucapan yang menusuk hatinya.
"Maafkan hamba, seharusnya hamba tidak menduduki tempat ini. Hamba tidak berniat sedikitpun merebut posisi putri mahkota terdahulu." Jawab Areum tenang. Dia mencoba menetralkan nada bicaranya se tenang mungkin. Agar Hwon tidak tau jika saat ini hatinya terluka.
"Tapi keluargamu yang melakukannya. Sama saja jika kau yang melakukannya. Seharusnya kau tak ada didunia ini" ucap Hwon menatap tajam Areum.
"Maafkan hamba jika hamba terlahir kedunia ini sehingga membuat penderitaan anda Yang Mulia. Anggap saja posisi ini kosong. Anda tak perlu menggubris kehadiran Hamba." Ucap Areum menunduk, menyembunyikan airmatanya. Hwon tersadar akan kata-katanya yang melukai Areum. Tapi dendam yang telah mendasar dihatinya membutakannya. Hwon berlalu pergi meninggalkan Areum dikediamannya. Setelah Hwon pergi Areum terduduk dan menangis sejadi-jadinya.
'segitu bencinyakah anda kepada hamba?' batin Areum disela tangisnya.