
Hwon mencium bibir merah Areum, Areum terkejut tapi ntah dorongan dari mana, dia membalas ciuman Hwon. Tak ada yang mau berhenti hingga Areum memukul pelan dada Hwon karena kehabisan nafas. Wajah mereka merona karena malu. Nafas mereka terputus-putus, Areum menunduk karena malu. Sedangkan Hwon, tersenyum saat Areum membalas ciumannya.
"Chunjeon izinkan aku untuk belajar mencintaimu" Ujar Hwon yang membuat Areum terdiam.'Ini bukan mimpikan?' batin Areum. Dilihatnya wajah Hwon yang menatapnya dengan serius, membuktikan jika ucapannya sungguh-sungguh. Namun, segera ditepisnya perasaan itu.
"Saya tau, Anda hanya kasian dengan saya Chaona" Ujar Areum tersenyum lirih, Hwon menatapnya nanar.
"Bagaimana mungkin kau berpikiran begitu disaat aku bersungguh-sungguh" Ujar Hwon tak percaya dengan jawaban Areum.
"Anda kasian karena kemalangan yang menimpa saya, kehilangan anak, dan mungkin akan dilengserkan" Ujar Areum.
"Apa? Dilengserkan? Siapa yang bilang begitu?"
"Hanya persepsi saya, banyak yang membenci saya dan keluarga saya bukan?" Ucap Areum tertawa garing tapi Hwon menatapnya serius.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, siapapun yang berniat menggulingkanmu tak akan ku biarkan. Aku akan melawannya" Ujar Hwon 'Meskipun itu ibunda anda sendiri?apakah anda sanggup melawan perintahnya?'batin Areum yang tak bisa diutarakannya.
"Terima kasih Chaona, untuk mau membela saya. Tapi Chaona, saya tau anda membenci keluarga saya. Jadi perasaan anda mungkin hanya sesaat" Ujar Areum menolak secara halus. Hwon terdiam, Areum tidak mempercayai perasaan tulusnya.
"Dihati anda hanya ada mendiang putri mahkota, saya tau akan itu. Jadi, hingga nanti klan Kim runtuh. Saya akan mundur dari posisi ini" Ujar Areum membuat Hwon menatapnya tak percaya. Sebegitu bencikah Areum kepadanya?.
"Mungkin saat ini kau tak mempercayainya, namun akan ku buktikan jika aku bersungguh-sungguh untuk belajar mencintaimu" Ujar Hwon lalu bangkit pergi dari hadapan Areum.
Disisi lain Kyungsoo yang menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, tengah mencari pelaku yang melukai Areum. Dia percaya orang yang melukai Areum adalah Hwon. Dia sibuk mencari petunjuk, saat berkeliling istana dia melihat Areum yang tengah berdiri didepan pohon sakura dan tengah menikmati semilir angin dan pemandangan indah itu, Kyungsoo tersenyum melihat Areum namun saat Areum tiba-tiba tumbang Kyungsoo bergegas hendak menghampirinya. namun langkahnya terhenti karena Hwon telah duluan menghampiri Areum dan membawanya pergi. Kyungsoo menahan emosinya dan melampiaskannya kepada pohon yang ada didekatnya.
Kyungsoo memutuskan pergi dari sana hingga seorang kasim mendatanginya, mengabari jika dia disuruh menghadap Ibusuri Agung. Kyungsoo bergegas ke kediaman Ibusuri Agung. Sesampainya disana, Daehyun juga berada disana menunggu kedatangan Kyungsoo.
"Ada apa Ibusuri Agung memanggil saya?" Tanya Kyungsoo sambil menunduk hormat. Ibusuri Agung meminta Kyungsoo untuk duduk terlebih dahulu. Kyungsoo pun patuh dan duduk disebelah Daehyun.
"Ibusuri meminta Chunjeon untuk menyeleksi Selir baru untuk Chusang"Ujar Ibusuri Agung.
"Lalu apa yang membuat anda risau, Ibusuri Agung?" Tanya Kyungsoo penasaran.
"Lalu apa Yang Mulia Ratu yang bertanggung jawab mengenai hal ini?" tanya Kyungsoo Daehyun mengangguk.
"Ibusuri berniat menggulingkan Chunjeon dengan mengangkat Selir baru yang kemungkinan berasal dari Fraksi Noron" Ujar Ibusuri Agung, mendengar jika Areum dilengserkan membuat Kyungsoo tidak terima.
"Lalu bagaimana rencana anda Yang Mulia?" Ujar Kyungsoo. Dia tak mau jika Areum dilengserkan dari posisinya. Dilengserkan sama saja membunuh Areum, dia akan diasingkan dari istana dan tidak boleh menikah lagi karena statusnya yang milik raja. Kyungsoo tak ingin itu terjadi kepada Areum. Ibusuri Agung menjelaskan rencananya kepada Kyungsoo dan Daehyun, mereka membicarakan itu dengan satu tujuan yaitu menyelamatkan takhta Ratu dan kehormatan Klan Kim.
Matahari telah terbenam, menandakan jika waktunya istirahat. Areum akan bersiap untuk tidur hingga kedatangan seseorang mengganggu kegiatannya. Dia bersiap untuk mengganti bajunya ke baju tidur namun diurungkan karena Hwon datang dengan membawa makan malam. Sanggul rambut yang telah terlepas dan simpul bajunya yang terbuka, seketika Hwon merona. Dengan bergegas Areum memasang kembali simpul bajunya dan memasang sanggulnya.
"Maaf jika kedatangan ku mendadak" Ujar Hwon meminta maaf, dia merona saat melihat Areum dengan penampilan tadi. Areum menggeleng menandakan jika dia tidak masalah. Hwon meletakkan makan malam dihadapan mereka.
"Ayo makan malam bersama lalu kita tidur" Ujar Hwon, Sooyoung yang merupakan dayang Areum mencicipi makanan untuk Areum dan memeriksa piring Areum. Takut akan terjadi hal yang sama untuk kesekian kalinya, karena Areum 2 kali hampir dalam bahaya melalui makanannya. Setelah selesai mencicipi Sooyoung keluar. Hwon memakan makanan yang ada dihadapannya begitu juga dengan Areum, mereka makan dengan tenang. Sesekali Hwon mencuri pandang kepada Areum. Areum tengah berpikir, maksud dari perkataan Hwon tadi.
"Apakah Chaona tidur disini malam ini?" Tanya Areum setelah selesai dengan makanannya.
"Benar, apa kau keberatan Chunjeon?" Tanya Hwon balik.
"Bukan begitu, hanya saja anda lebih sering mengunjungi saya dan tidur disini dari pada dengan selir anda yang lain." Ujar Areum menjelaskan.
"Karena kau Ratuku. Tidur disampingmu lebih penting dari pada tidur dengan selir yang lain. Meskipun Selir Seok orang yang sering ku kunjungi, namun tak pernah sedikitpun dia menyentuhku. Tubuh ini kujaga untuk orang yang kucintai" Ujar Hwon membuat Areum terdiam 'Dan itu adalah mendiang putri mahkota' batin Areum miris.
"Dan itu adalah kau Chunjeon" Ujar Hwon membuat Areum menatapnya dengan pandangan yang kaget.
"Aku tau, jika saat ini kau belum mempercayainya. Karena dendam kepada klan Kim membuat ku lupa sejenak jika kau adalah wanita polos yang juga ingin dicintai. Izinkan aku untuk mencintaimu Chunjeon. Izinkan aku untuk mencoba memahamimu, dan izinkan aku untuk menjadi ayah dari calon anak kita" Areum terharu airmatanya mengalir dengan sendirinya. Dia menangis, Hwon panik bagaimana menghentikan Areum dari tangisannya.
"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba juga belum mencintai anda Yang Mulia. Ada nama seseorang yang membekas sangat dalam dihati hamba" Ujar Areum, Hwon kaget. Jadi Areum tidak mencintainya? Lalu siapa laki-laki yang dicintai Areum? Apakah Kyungsoo? Hwon meredam gejolak hatinya.
"Kenapa minta maaf? Kau tak bersalah. Bagaimana kalau kita saling belajar untuk mencintai satu sama lain, apa kau bersedia Chunjeon" Tanya Hwon, seolah memaksa membalas perasaannya. Areum lama terdiam.
"Dan juga izinkan saya untuk melupakan perasaan semu saya dan belajar mencintai anda Chaona" Ujar Areum sambil tersenyum hangat, seketika Hwon tersenyum senang mendengar jawaban Areum. Perasaannya seolah terbalaskan, tak jadi masalah siapapun itu orang yang Areum sukai, yang penting sekarang dia yang akan mengukirkan namanya di hati Areum.