Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Chapter 8



Areum tersadar saat malam hari, Kyungsoo masih setia menemaninya. Kyungsoo tersenyum saat dilihatnya Areum sudah sadar dari pingsannya. Areum tampak kecewa saat dilihatnya Ayahnya tidak berada disana. Kyungsoo tau jika Areum sedih karena Daehyun tidak menungguinya sadar.


"Ayah sedang mencari cara untuk menyembuhkan Yang Mulia, jadi tidak bisa menjaga anda." Ujar Kyungsoo menjelaskan. Areum mangangguk paham. Namun Areum lebih kecewa lagi karena Hwon tidak mengunjunginya. Areum tidak menyangka jika istana lebih berbahaya dari yang dia pikirkan. Obat dan Makanan pun datang, Kyungsoo segera mencicipi makanan dan obatan yang ada dihadapannya.


"Anda tidak perlu khawatir tuan muda, saya mengawasi secara langsung ke Dapur istana. tidak ada masalah" Jelas Dayang Han. Kyungsoo percaya dengan apa yang dikatakan Dayang Han.


"Silahkan makan Yang Mulia" Ujar Kyungsoo membangunkan Areum. Dayang Han segera duduk dibelakang Areum sebagai sandaran Areum. Areum hanya bangun tapi menolak untuk makan. Kyungsoo tetap memaksa Areum namun Areum tetap menolak.


"Apa ibu tau tentang kondisiku kak?" Tanya Areum.


"Tau, Ibu merengek untuk datang kemari. Namun Ayah melarangnya"


"Besok bawa ibu kesini Kak. Aku ingin bertemu ibu." Ujar Areum. Dia merindukan Ibunya. Kyungsoo menyetujuinya dengan syarat Areum harus makan. Terpaksa, Areum menyuap nasinya dan meminum obatnya.


"Apa masih sakit?" Tanya Kyungsoo. Areum menggeleng, berbohong jika dia baik-baik saja. Padahal kondisinya jauh dari kata baik. Dadanya terasa sakit, kepalanya pusing dan pandangannya buram. Namun dia tak ingin Kyungsoo khawatir. Karena dia ingin mengakhiri hidupnya.


Dikediaman Ibusuri Agung, tampak Kim Daehyun mencoba menenangkan Ibusuri Agung atas perilaku putrinya tadi.


"Kenapa Chunjeon melakukan itu?" marah Ibusuri Agung.


"Itu untuk mengambil simpati Yang Mulia Raja, Ibusuri Agung. Anda tau jika Selir Seok adalah Selir kesayangan Raja. Namun, jika kita mengeksekusi Selir Seok raja akan berpikir kita yang berada dibalik ini. Ada yang mencoba membunuh Ratu dengan memfitnah Selir Seok. Dengan Ratu bertindak seperti ini Raja pasti akan bersimpati kepada Ratu. Saya berpikir ini adalah rencana Ratu, Ibusuri Agung" Bela Daehyun. mencoba menyelamatkan putrinya dari amukan Ibusuri Agung. Ibusuri Agung mencoba berpikir, apa yang dikatakan Daehyun ada benarnya juga. Dia ingin mempunyai cucu yang akan menjadi raja selanjutnya dari garis keturunannya.


"Bagaimana keadaan Chunjeon?" Tanya Ibusuri Agung.


"Keadaannya semakin memburuk, Penawar racunnya sudah dimusnahkan oleh orang yang memberikan racun. Aku sudah mengutus bawahan ku untuk mencari penawarnya. Selir Seok yang berasal dari bangsawan rendah tak akan mampu melakukan pekerjaan seperti ini Ibusuri Agung" Ujar Daehyun menyampaikan jika yang meracuni Areum adalah orang lain yang memiliki pengaruh.


"Aku rasa begitu. kalau begitu pantau terus keadaan Ratu dan selidiki masalah ini lebih lanjut" Ujar Ibusuri Agung. yang disetujui oleh Kim Daehyun.


#


Hwon tampak dilema saat Areum membela Selir Seok tadi. Apa ini termasuk jebakan keluarga Kim? Apa memang Areum tidak tau menau akan semua ini. Dia bingung, jika memang Areum tidak ikut andil dia sudah berdosa pada Areum, tak hanya tidak mempercayainya dia juga mencaci makinya. Lamunan Hwon terhenti saat Selir Seok terbangun.


"Kau sudah sadar?" Tanya Hwon.


"Iya Yang Mulia, hamba baik-baik saja. Saat ini yang perlu anda khawatirkan adalah Yang Mulia Ratu. Kondisi Yang Mulia Ratu pasti tidak baik-baik saja." Ucap Selir Seok. Dia Khawatir dengan kondisi Areum, Karena membelanya tadi kondisi Areum mungkin saja memburuk.


"Hamba tau, jika Yang Mulia membenci Yang Mulia Ratu. Tapi Yang Mulia, bukan berarti keluarga yang pendosa anaknya juga seorang pendosa. Hamba tidak ingin anda menyesal" bujuk Selir Seok.


Selir Seok atau Seok Haebin adalah pribadi yang baik dan hangat, seperti seorang Ibu dia bijaksana dan ramah. Itu yang membuat Hwon menyukainya dan selalu mengunjunginya karena menyukai pribadinya. Selir Seok tau Hwon tidak mencintainya, karena dihatinya ada nama Yeonhwa mantan Putri Mahkota. Namun Selir Seok tidak cemburu sedikitpun. menjadi tempat curahan hati Hwon adalah suatu hal yang diinginkannya. Tidak peduli Hwon mencintainya atau tidak.


"Apa yang terjadi?" panggil Hwon menghentikan Sooyoung.


"Yang Mulia Ratu-" belum selesai Sooyoung menjelaskan, Hwon berlari dengan sangat kencang kearah Istana Ratu. 'ku mohon jangan pergi, biarkan aku meminta maaf' batin Hwon merasa bersalah. Dayang dan bawahan Hwon juga bergegas mengikuti Hwon.


#


Areum tengah bersandar dengan Dayang Han. Kyungsoo terus memperhatikan Areum sambil mengajak Areum bercerita mengingat masa-masa kecil mereka. Areum tersenyum hangat. Namun, kehangatan senyuman itu pudar saat Areum lagi-lagi memuntahkan darah dan jatuh tak sadarkan diri. yang membuat Kyungsoo panik adalah, Areum tidak bernafas dan Denyut nadinya tidak ada.


Dayang Han segera memanggil Sooyoung, dan Sooyoung segera memanggil Tabib. Kyungsoo mengambil alih tubuh Areum dari Dayang Han. Dayang Han segera mengambil sebuah kain untuk membersihkan darah yang ada diwajah Areum. Wajah cantik itu tak lagi berseri, penuh dengan keringat dan sangat pucat. Dengan telaten Kyungsoo membersihkan wajah Areum, menghilangkan bekas darah diwajahnya.


" Chunjeon" Teriak Hwon bergegas memasuki kediaman Areum. Saat dilihatnya Areum berada dipelukan Kyungsoo segera direbutnya Areum dari rengkuhan Kyungsoo. Kyungsoo menatap Hwon dengan Tajam.


"Bagaimana kondisinya?" Tanya Hwon panik dan khawatir.


"Apa sekarang Yang Mulia mulai peduli dengan kondisi Yang Mulia Ratu?" Ujar Kyungsoo marah.


"Apa maksudmu?"


"Bukan apa-apa?"Ujar Kyungsoo meredam amarahnya, mereka tidak boleh ribut disini. Disaat kondisi Areum tengah memburuk.


Tabib Istana datang dan memeriksa Areum. Namun dia kesulitan saat tidak menemukan Denyut nadi ataupun nafas Areum.


"Bagaimana keadaan Ratu?" Tanya Hwon panik.


"Yang Mulia Ratu berhenti bernafas Yang Mulia" Mendengar penjelasan tabib Kyungsoo dan Hwon tampak kaget.


"Selamatkan dia bagaimanapun caranya" Desak Hwon kesetanan, Dia harus menyelamatkan Areum karena dia belum meminta maaf.Kyungsoo memegang kerah Tabib.


"Selamatkan Yang Mulia Ratu bagaimanapun caranya, jangan diam saja" Marah Kyungsoo.


"Akan saya usahakan tuan" Tabib segera mengambil peralatannya. Tabib mengambil jarum akupuntur dan meletakkannya pada titik aliran Qi tubuh Areum. Kyungsoo tak tenang, begitu juga dengan Hwon. Lalu bawahan Kyungsoo datang menghadap Kyungsoo.


"Tuan saya berhasil menemukan penawar racunnya" Ujar bawahan Kyungsoo sambil menyerahkan botol itu kepada Kyungsoo. Kyungsoo segera memberikan penawarnya kepada tabib. tabib memeriksa penawar tersebut lalu meminumkannya kepada Areum.


Awalnya tidak ada tanda-tanda denyut nadi Areum, namun saat Areum membuka matanya. Denyut nadi dan nafasnya kembali secara mendadak. seolah-olah dia bangkit dari kematian. semua yang ada disana senang akhirnya ratu mereka bisa diselematkan. Namun, itu hanya sebuah awal yang akhirnya tidak dapat ditebak.