
Setelah kejadian itu, sama halnya seperti diatas aku tidak berfikiran akan bertemu lagi, atau bisa dibilang malam itu hanya kebetulan saja Dia memang sedang kosong waktu dan mengantarku ke Rumah sakit.
22 Oktober 2017, sekitar jam sepuluh malam, Dia datang memberi tau ku lewat pesan.
" Neng, dimana? " tanyanya.
" Di kerjaan " kubilang.
" Udah ada tamu? " katanya, " Kalo belum, naik ya 2jam. Tongkrong tok hehe, "
" Sama siapa? " tanyaku, " Minum gak? "
" Minum, CY hehe " dia bilang.
Setelah itu aku naik, kudapati dia bersama Angga, dan satu kawannya baru ku kenal. Afef.
Mengingat hari itu, Dia sedang berulang tahun. Karna saat itu aku gak tau, jadi belum sempat ngucapin dan sekarang akan aku ucapkan.
" Selamat ulang tahun, Hervinku. Semoga dan selalu. Harapanku agar, Kau tidak pernah lupa akan apa yang pernah kita lalui, akan apa yang kita jalani dulu. Semoga panjang umur, agar suatu saat jika Allah menghendaki kita bisa bertemu di waktu yang berbeda. Sehat selalu, agar saat kita bertemu, Kau tetap sehat dan bisa menjadi lawanku untuk berdebat, main, atau bercanda bagai tak ada masalah. Aku sayang "
Kamu tau? Aku menulis ini dengan tetesan air mata yang keluar tiba-tiba, entah, memang seperti ini aku. Setiap kali mengingat apa yang pernah ku lalui bersamanya, aku slalu saja menangis. Ingin kembali dan memutar waktu seperti yang dia katakan malam itu.
" Kalo aja aku bisa mutar waktu " katanya.
" Emang kenapa? " jawabku.
" Iya, andai lebih awal, aku pasti jagain kamu dari dulu. Aku pasti nemuin kamu lebih dulu. " jawabnya beberapa waktu setelah banyak hal yang ku alami dengannya.
Tuhan, andai memang waktu bisa kuulang, akupun ingin kembali, dan ingin laki-laki yang pertama kujumpai didunia ini adalah Dia.
Sekedar memberi tau, Hervin sudah berkeluarga. Ya, memang begitu adanya, mungkin kalian bingung akan hal ini. Tapi ntah bagaimana aku bisa menjadi seorang yang buta karnanya. Disini juga, kusampaikan pesan maaf kepada Istri dari Hervin, Soraya Dindra.
Saya selaku orang yang mungkin telah merusak hubungan rumah tangga kalian. Meminta maaf sebesar-besarnya kepada mbak Soraya, karna telah mencintai dan sayang kepada Suami mbak. Jika saya tau akan sejauh ini. Mungkin dari kemarin sudah saya akhiri dan berhenti .
Kalo kamu bertanya kenapa tidak mencoba berhenti atau menjauh, kujawab dengan tenang
Sudah beberapa kali aku coba, menghindar, menjauh, bahkan sampai tidak bertemu dalam beberapa waktu. Tapi gagal, ntah bagaimana aku juga gak ngerti, sia-sia. Pernah ingin mengakhiri dan mencoba membuka hati pada laki-laki lain, tapi memang gabisa. Bukan karna egois atau kekeh ingin terus bersamanya. Tidak sama sekali tidak. Kukatakan memang benar-benar gak bisa. Bahkan sampai sekarangpun kita jauh, hatiku tetap padanya. Banyak juga yang menasehatiku untuk segera akhiri hubungan ini. Tapi tetap tak bisa, yang ku tau. Tuhan tidak akan merencanakan sesuatu diluar kemampuan Hambanya. Aku percaya ada jalan lain agar ini semua selesai, walau akhirnya ntah aku yang harus pergi, atau dia yang memang ingin pergi. Tak tau, dan kita lihat saja bagaimana endingnya .
Singkat cerita, hubunganku dengan Dia semakin dekat. Seperti suami istri sungguhan padahal bukan, hehe
" Mau makan apa? " tanyanya saat itu.
" Terserah, apa aja, aku suka " kujawab.
Satu hal yang harus kamu tau, hubunganku dengan Dia beda, sangat beda dengan pasangan pada umumnya . Misalnya seperti, melakukan hal-hal konyol didepan umum, membuat video diHp seolah-olah sedang membuat vlog untuk Youtube, atau bertengkar dan aku marah-marah ketika kalah main Mobile Legend. Ya, memang seperti itu caraku membuat kenangan dengan Dia.
Lucu, seru, mengagumkan. Itulah dia. Dan bagian dari sifatnya adalah,
Ketika Dia bersamaku, Dia tidak pernah mainan Handphone, ntah itu dari email pekerjaan, telpon dari client, bahkan sampai telpon dari Istrinya. Hal itu seolah-olah aku berfikir bahwa Dia milikku sepenuhnya.
Suatu hari ketika sedang ngobrol masalah hubungan, kulontarkan pertanyaan seperti ini.
" Vin, sampe kapan yaa kita bisa bareng? " dengan nada sedikit mikir.
" Hmm, Aku juga gatau, sampe kapan ya? " jawabnya seperti bertanya sendiri.
" Tapi, aku pengen terus sama kamu " kataku.
" Iya, aku juga, sama, cuma kamu tau resiko nya gimana kan? Tanyanya.
" Aku tau, sangat tau, cuma gimana? Aku juga gabisa nyalahin diriku sendiri, aku juga gabisa nyalahin kamu " jawabku
" Iya paham, aku juga salah akan hal ini, mau gimana lagi? " tanyanya lagi
" Aku gamau gimana-gimana kok, cuma pengen kamu disini. Sampe Tuhan sendiri yang bilang kalo kita memang harus pisah. " kujawab sambil memeluknya.
kira-kira begitulah percakapan kami waktu itu aku sudah agak lupa apa saja yang kami bicarakan.
Dia juga pernah bilang.
" Aku juga gamau pisah sama kamu, aku sayang. "
" Iya, aku juga. " kataku. " Tapi mau sampe kapan? Lama kelamaan pasti ketauan "
" Tenang, aku juga lagi mikirin gimana caranya biar aku bisa terus sama kamu, " katanya menenangkanku
Juga aku pernah bilang kedia lewat WhatsApp.
" Vin, satu-satunya orang disini yang aku punya, yang 95% selalu ada dan bisa setiap aku butuh, itu Kamu. " kataku. " Selama kita sama-sama, apa pernah aku minta tolong keorang lain? " tanyaku.
" I see ca, wish me luck. " jawabnya.
" Aku gamau kamu pergi " kataku
" Aku gak pergi, " timpanya. " Aku udah pernah bilang kan? Aku disini, after and ever. " dia jawab. " Aku juga yakin, kalo kamu yang bakalan pergi duluan " katanya padaku.
" Ngga kok, buktinya sekarang masih disini sama kamu " kataku, " Tapi kalo aku yang pergi duluan gimana? " tanyaku yang ingin tau jawabannya apa.
" Ya kalopun kamu yang pergi " katanya sambil mengirimkan sebuah Foto pemain bola. Aku bingung kenapa foto pemain bola yang Dia kirimkan.
" Septian David dia dari Semarang " ucapnya. " Pulanglah sebentar ke Semarang, meski tak seperti dulu. Tapi, setidaknya rasa kangenmu akan terobati "
Aku menangis melihat foto itu, dan sekarangpun aku menangis. Bahkan setiap kali aku mengingat akan perpisahan aku slalu ingat kata-kata yang Dia berikan.
Karna bagaimanapun, tidak ada yang baik-baik saja tentang sebuah perpisahan.
Lain waktu, setelah aku menjelaskan bagaimana kondisiku dan mencoba memberi tau Dia bagaimana rasanya jadi aku, Dia pernah bilang .
" Aku tau, kita gak akan bisa terus bareng " katanya. " Tapi, kalo kamu sudah berfikiran sejauh apa yang belum terjadi. Dan emang benar itu yang sedang tejadi, aku juga sama. Suka merasa kehilangan kalo ada yang kurang, karna aku juga manusia bukan malaikat. Tapi, aku gak mikir dari sudut pandang itu, ya kamu tau kan gak bisa terus bareng sama aku karna kamu tau aku kan? " katanya terus. " Cuma prinsipku gini, selama kita punya waktu yang terbatas sama orang yang kita sayang. Akan lebih bagus jika kita bisa membuat kenangan yang special. " ucapnya,
Tuhan, kata-kata itu sungguh masih terdengar sampai detik ini, seakan waktu perpisahan itu akan tiba esok hari.
" Aku juga berusaha biar bisa nemenin kamu kok, tenang ya " katanya.
Saat itu aku berfikir bahwa tidak ada lagi yang aku inginkan selain Dia.
Hubungan kamipun semakin jauh dan semakin membaik. Bisa dibilang aku menjadi perempuan paling beruntung bisa ada di bagian hidupnya.
" Kamu dimana? " kata Hervin di telepon
" Dimana-mana hatiku senang " kataku.
" Hahhaha " dia ketawa
" Aku rindu " kataku
" Aku juga, besok sabtu ya? " kata Hervin seoerti bertanya kepada diri sendiri.
" Iya. " kataku
" Besok aku main, jalan-jalan aja. " katanya
" Oke, jam berapa? " kataku bertanya.
" Sorean aja " kata Hervin.
Sabtupun tiba, sekitar 3hari sebelum tahun baru 2017. Dimana jam 3sore dia jemput aku untuk pergi jalan-jalan. Gajelas, gak ada tujuan mau kemana. Yang penting jalan. Aku juga jadi ingat dia pernah ngajak untuk pergi,
" Mau kemana emang? " tanyaku.
" Ya kemana aja, makan " kata Hervin.
" Yaudah, tapi jangan lama ya, aku kerja " kataku
" Iya, wait ya aku masih nunggu angga " katanya lagi. " Sekalian bangunin tessa, "
Tessa adalah adikku disemarang, bukan adik kandung memang, hanya sudah seperti layaknya seorang kakak adik.
Terimakasih Tessa, dulu pernah menjadi kawan terbaikku, dan menjadi orang yang paling pertama yang peduli aku.
" Iya bentar ya, masih nunggu angga. " balas Hervin.
" Angga ikut? " kataku memastikan.
" Kamu maunya gimana? Berdua? " tanya Hervin
" Bebas sih, cuma ini tessa tanya mau kemana, kalo gajelas dia gak ikut " kataku.
" Ya kalo aku jelas gak butuh tempat yang penting bisa sama kamu " kata Hervin. Itu dia serius, sebab kalo dia becanda pasti ada Emoticon atau typing ketawa.
Aku gak bisa menjelaskan sampai sekarang aku benar-benar bahagia pernah menjadi bagian hidupnya, pernah mengisi hari-harinya. Entah bagaimana kedepannya yang jelas, yang harus kamu tau. Aku hanya ingin dia untuk menggantikan Ayah dari anakku. Semoga, Amin.
Tahun Baru bersama Hervin.
1 hari sebelum tahun baru, semarang di guyur hujan yang tiada henti. Cuaca yang biasanya panas, mendadak menjadi sejuk seketika. Aku berharap semarang akan tetap seperti itu. Panas ketika matahari bersinar, dan sejuk ketika hujan datang.
Waktu itu, tepatnya hari sabtu, dia ngajak pergi . Tadinya mau nyari Cimol, jajanan bandung yang memang ada disemarang. Tapi gajadi karna gak nemu. Akhirnya hanya menghangatkan badan dengan ngebir di Blackbox, dan bertemu Angga disana
" Nanti, mau langsung pulang apa ikut aku dulu? " kata Hervin nanya aku.
" Pada mau kemana emang? " tanyaku ke Hervin dan Angga.
" Ini, ada yang mau dibeli buat Tahun baru " kata angga.
" Ikut aja ya, kamu kan cewek pasti bisa milih mana yang bagus atau nggak " kata Hervin lagi.
" Yaudah aku ikut " kataku
Kami pergi ke sebuah supermarket, kalo gak salah Superindo. Aku lupa jalannya
Sampai disana kita beli daging, ayam, dan bahan-bahan lain.
" Emang mau bikin acara dimana? " tanyaku kemereka.
" Di Patra, mau bbq-an du cottage nya " kata Hervin. " Ikut ya, "
" Aku kan kerja " kataku
" Pulang kerja aja gak apa-apa " katanya. " Aku tidur disitu ko "
" Yaudah iya, " kataku.
" Ajak tessa juga " dia bilang.
Aku menganggukan kepala memberi isyarat iya.
Tahun barupun tiba, kalo gasalah hari minggu 31 desember 2017.
Bersiap untuk kerja, karna memang harus dan gak bisa cuti. Sedih ya, tahun baru ko kerja. Hehe
Untungnya malam itu sepi, jadi gak kena alkohol, di tempat kerjapun tidak ada acara apa-apa. Jadi memang waktu itu hanya untuk istirahat saja.
Jam 3 pun tiba, aku pun bergegas untuk pergi menemui Hervin dan Angga yang sejak tadi sudah ada disana duluan.
" Aku dah selesai nii " kataku lewat WhatsApp.
" Iya, dijemput sekarang? " tanya Hervin.
" Nanti aja, bubaran. " kataku, " Aku juga masih ganti baju "
" Okey, ajak tessa jangan lupa " kata Hervin lagi " Kamu mau minum gak? "
" Mau, " kataku
" Okey. "
Tessa datang dan bertanya padaku mau kemana. Karna aku belum sempat bilang kedia.
" Rek ka patra, taun baruan jeung Hervin Angga. " kataku dengan bahasa sunda yang artinya. " Mau ke patra, tahun baruan sama Hervin, Angga. "
" Ikuttttt " kata Tessa.
" Iya emang tadinya mau ngajak hehe " kataku
Setelah ganti baju dll, Hervin datang buat jemput kami, dia pakai mobil BMW milik Angga. Dia juga punya sebenarnya, tapi gak tau katanya dia gak bawa mobil.
" Aku gak bawa mobil, jadi pake ini " katanya setelah aku masuk mobil.
" Iya gak apa-apa " kataku.
" Beli minum dimaba ya? " katanya seperti sedang mikir.
Setelah beli minuman kami pun pergi untuk melanjutkan acara di Patra, disana kujumpai Angga, dan 2orang teman kantornya. Ntah siapa aku gak kenal. Sempat dikasih tau namanya tapi aku lupa.
" Sini aja, " kataku. " Gaenak didalem ada yang tidur "
" Yaudah, " katanya sambil ambil kursi
" Aku gak minum ya " timpa tessa.
" Iya gak apa-apa, aku aja berdua " jawab Hervin.
Malam itu, saat itu banyak gelak tawa yang tercipta oleh kami bertiga. Ngobrol ngalor ngidul gak karuan, nyanyi-nyanyi sambil main gitar, sampai gak kerasa minuman alkohol 750ml pun habis oleh berdua.
" Dingin " kataku, itu sekitar jam 5.
" Pake ini " kata Hervin sambil mengukurkan jaket yang dia kenakan.
" Makasih, " kataku
Ntah, hari itu aku agak sedih dan murung, gatau aku juga heran padahal harusnya aku senang. Bisa menikmati hari pertama di tahun 2018 bersama Hervin.
" Kamu kenapa? Kok sedih " tanya Hervin.
" Gak apa-apa, " kataku.
" Kalo ada apa-apa tuh bilang, apa gunanya aku disini " katanya lagi
" Aku gamau kamu pergi " kataku sambil meneteskan air mata.
" Aku gak pergi ko, aku disini. " kata Hervin sambil memegang tanganku.
" Iya, tapi besok? " kataku
" Masih disini, dan terus disini. " kata Hervin mengusap air mataku.
Ntah, setiap kali, hal yang selalu aku pikirkan ketika dia berada di sampingku hanya itu.
Kamu juga harus mengerti kenapa aku bersikap seperti ini. Sangat sulit berada di posisiku, kau harus tau itu!
Banyak hal yang terjadi shubuh itu yang kukira tak perlu ku jelaskan disini. Singkatnya, kami makan bbq bersama, tertawa bersama. Mereka tidur sedangkan aku dan Hervin tidak karna memang sedang membicarakan sesuatu untuk kedepannya yang tak bisa ku tulis disini.
Kau juga harus tau, bagaimana rasanya jadi aku yang sayang sama milik orang. Itu sulit, sungguh sulit, gak banyak orang tau hubungan ku dengan dia. Tapi rasanya setiap beretemu dan pergi bersama. Tak ada rasa malu atau canggung untuk memperkenalkan ke orang-orang atau sekedar menunjukan bahwa kami pasangan kekasih.
tbc.