Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Chapter 19



Hwon meneliti seluruh sudut ruangan dirumah Areum, namun penjagaannya terlalu ketat. Dia tidak bisa bertindak. Diurungkannya niatnya untuk mengambil bemda itu, bawahannya pun tidak dapat berkutik. Gerak-gerik mereka seolah diawasi. Hwon memilih untuk mundur dan kembali ke kamarnya. Dia sampai didepan kamar Areum, namun dia tersadar jika malam ini dia tidur diruangan lain. Hwon hendak berbalik arah saat dia mendengar suara percakapan dikamar Areum.


"Kakak, apa yang sedang kakak lakukan?" Suara Areum, Sayup-sayup dia mendengar percakapan mereka. Hwon menguping apa yang mereka katakan.


"Kenapa kita tidak bisa bersama? kenapa? apakah aku tidak cukup untuk membuatmu bahagia" Tangisan Kyungsoo. Hwon mencoba meredam emosinya. 'Kurang ajar sekali dia' batin Hwon


"Aku bahagia kak, selama kakak ada disisiku. Tapi maafkan aku kak, aku tak bisa membalas perasaan kakak. kakak tau jika status ku sekarang tidak bisa membuat kita bersatu" Ujar Areum, Hwon marah mendengar ucapan Areum, Jadi jika mereka tidak dijodohkan Areum mau menikahi Kyungsoo. Kenapa? Apa Areum juga mencintai Kyungsoo?. Hwon memanas, dia marah, dia sakit mendengar ucapan Areum. Tapi kenapa? Orang yang dicintainya Yeonhwa. Kenapa dia marah saat tau jika Areum mencintai Kyungsoo.


Kyungsoo keluar dari kamar Areum, Hwon menatapnya dengan tajam.


"Apa yang kau lakukan didepan kamar istriku?" Tanya Hwon tajam. Kyungsoo tersenyum remeh, lalu berlalu meninggalkan Hwon. Hwon hendak melayangkan tinjunya kepada Kyungsoo namun segera ditahannya. Hwon masuk ke kamar Areum, wanita itu tengah bersiap untuk tidur lagi karena acara tidurnya yang tadi terganggu.


"Kenapa Chaona? bukannya kamar anda terpisah?" Ucap Areum, Hwon menghampiri Areum lalu menciumnya. Areum kaget, segera didorongnya Hwon, Hwon terjatuh.


"Apa yang anda lakukan?" Marah Areum. Hwon mendorong Areum kekasurnya, mengunci pergerakan Areum dan mencium Areum dengan brutal. Areum memberontak namun tenaga Hwon lebih kuat darinya, tak habis akal Areum menggigit lidah Hwon, Hwon menghentikan ciuman sepihak itu. Hwon hendak marah saat Areum memegang perutnya dengan kesakitan. Hwon khawatir segera dipegangnya perut Areum.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Hwon.


"Kenapa anda melakukan ini kepada saya? setelah anda ingin membunuh saya, kenapa anda juga melecehkan saya? kenapa?" Marah Areum, Hwon terdiam. Dia merasa marah saat mendengar percakapan Areum dengan Kyungsoo, hatinya bergejolak. Sehingga dia mencium Areum dengan paksa, meninggalkan jejak kepemilikan ditubuh Areum, agar Kyungsoo tau jika Areum adalah Miliknya.


"Kau adalah milikku. Jangan pikir aku akan membiarkan laki-laki lain menyentuh milikku" Ujar Hwon posesif. Areum syok, apa maksud perkataan Hwon?.


"Anda tidak mencintai saya? anda berniat membunuh saya bukan? lakukan itu atau lepaskan saya" Pinta Areum putus asa. Dia lelah menjalani kehidupannya.


"Aku tak akan melepaskanmu. Yang berhak menyakitimu adalah aku. Tak akan ku biarkan seseorang menyentuh ataupun menyakitimu" Ujar Hwon keluar kamar Areum meninggalkannya seorang diri. Perutnya kembali nyeri, namun ditahannya rasa sakit itu. Kenapa hidup begitu kejam padanya? Kenapa?.


#


"Apa kau sudah mendapatkannya?" Tanya Ibusuri.


"Sudah Yang Mulia Ibusuri" Ujar Selir Jang memberikan ramuan tersebut kepada Dayang yang melayani Ibusuri. Selir Jang membongkar rahasianya, jika orang yang meracuni Ratu saat itu adalah dirinya, Ibusuri tersenyum licik, dia berencana memanfaatkan Selir Jang untuk membalas dendamnya. Sedangkan Selir Jang berfikir untuk mengalahkan Ratu menggunakan Ibusuri. Mereka bekerja sama namun, berniat untuk menyerang satu sama lain.


Sedangkan Ibusuri Agung meminta Areum untuk kembali ke Istana secepat mungkin, Dia sangat merindukan Areum. Pagi itu tandu Istana datang menjemput Areum dan Hwon untuk kembali ke Istana. Mereka kembali ke Istana dengan iring-iringan, para rakyat menyaksikan Raja dan Ratunya yang kembali ke Istana. Hwon kembali dengan aktivitasnya sedangkan Areum kembali ke Kediamannya. Langkahnya terhenti saat dia bertemu Selir Jang. Selir Jang menatapnya remeh, Areum tak ambil pusing. Dilanjutkannya langkah kakinya kembali ke Kediamannya.


Saat siang hari Hwon datang ke kediaman Areum untuk makan siang bersama, Areum bingung dengan sikap Hwon yang akhir-akhir ini peduli padanya, setelah berusaha untuk membunuhnya. Hidangan tersedia didepan mereka, peralatan makan sudah diperiksa dan makanan sudah diperiksa dan sicoba oleh dayang, tidak terjadi masalah. Hwon menyuruh Areum makan dulu, dia tau saat hamil ***** makan Areum meningkat. Areum memakan makanannya dengan lahap, melihat itu Hwon menikmati juga makanannya. Setelah makan, perutnya nyeri dan sakit sekali. Hwon tidak merasakan apa-apa dimakanannya. Kenapa dengan Areum? batin Hwon bertanya-tanya. Darah keluar dengan sangat banyak dari tubuh bagian bawah Areum yang mengotori pakaiannya yang bewarna terang. Hwon Kaget, dia hendak memanggil Dayang Han. Namun Areum menghentikannya,


"Saya minta anda pergi, jangan berada disini sekarang" Ujar Areum mencoba menahan sakitnya.


"Tapi Chunjeon-" Ujar Hwon khawatir.


"PERGI" teriak Areum, tanpa pikir panjang Hwon pergi dari sana, Dayang Han dan Sooyoung masuk ke kamar Areum dan kaget saat melihat Areum kesakitan.


" Yang Mulia"


"Jangan Panik, kumohon. Sekarang dengarkan aku, bawa makanan ini kedapur istana dan suruh mereka cuci dengan segera. Mengerti?" Ujar Areum sambil menahan kesakitan, perutnya nyeri sekali. Seseorang berniat membunuh janinnya. Sooyoung tanpa banyak tanya segera membawa bekas makanan itu ke dapur istana. Dayang Han ditahan Areum, belum saatnya mereka memanggil tabib. Dayang Han membersihkan keringat diwajah Areum. Sooyoung datang,beberapa saat setelah itu Areum berteriak kesakitan karena tidak dapat menahan rasa sakitnya. Segera saja dayang yang lain memanggil tabib dan juga Hwon.


Tabib bergegas mendatangi Areum. Hwon bingung saat setelah dia diusir Areum, sekarang dia dipanggil lagi. Hatinya bertanya-tanya. Namun, saat sampai disana semua dayang tengah menangis. Areum tidak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi?" Tanya Hwon khawatir.


"Yang Mulia Ratu keguguran Yang Mulia" Ujar Tabib. Hwon Syok, jadi saat tadi Areum mengusirnya karena ini? agar dia tidak dicurigai. Karena terakhir kali saat diracuni dia dicurigai oleh Daehyun. Apa karena itu, Areum mengusirnya pergi. Bekas makanan yang mereka sajikan pun tidak ada disana. Air mata Hwon mengalir, Dia menangis. Hwon jatuh terduduk. Siapa yang telah membunuh janinnya? bagaimana bisa Areum keguguran? Lalu kenapa dia sedih? bukankah seharusnya dia senang? Niatnya untuk membunuh janin itu tercapai. Tapi kenapa dia menangis? Dayang yang ada disana menangis. Areum terbangun, tabib menjelaskan jika dia keguguran. Areum menangis pandangannya kosong, janin itu tidak bersalah. Janin itu berhak hidup, kenapa mereka dengan kejam merenggutnya dari Areum. Hwon segera memeluk Areum, Areum hanya diam awalnya. Para dayang dan tabib keluar, saat hanya tinggal mereka berdua, Areum mendorong Hwon.


"Sekarang anda senang bukan? saya keguguran" Ujar Areum menatap Hwon dengan tajam.