
Seorang gadis cantik dibawa ke Istana Ibusuri. Gadis yang nantinya akan menjadi calon ratu menggantikan Areum dari Fraksi Noron. Kedatangannya dengan Mentri Pajak disambut Hangat oleh Ibusuri sedangkan Hwon hanya diam menatap gadis itu. Mereka berbincang-bincang sangat hangat dan membahas mengenai pernikahan mereka nanti. Gadis yang bernama Jang Yeobin itu tersenyum senang saat Ibusuri mengatakan jika dia akan menjadi Ratu Negeri Joseon. Hwon hanya diam tak menanggapi, dia akan melindungi posisi Areum. Apapun yang terjadi dia tidak akan menuruti kemauan Ibunya.
"Bolehkah saya berbicara dengan nona Yeobin?" Tanya Hwon kepada Mentri Pajak dan Ibusuri. Semuanya mengangguk Antusias, mereka berpikir Hwon tertarik dengan Yeobin. Hwon berdiri, keluar dari ruangan Ibusuri ke taman yang ada disekitar Istana Ibusuri. Yeobin mengikuti Hwon.
"Apa yang ingin anda katakan Yang Mulia Raja?" Tanya Yeobin dengan merona senang. Berpikir jika Hwon tertarik padanya.
"Aku hanya ingin menegaskan, jika Kim Areum tidak akan turun dari posisinya Sebagai Ratu Joseon. Karena, aku akan mencegah itu terjadi. Mengerti?" Ujar Hwon berlalu pergi. Yeobin terkejut, Namun sorot matanya segera menajam. Sepertinya dia berambisi untuk mendapatkan posisi itu.
Hwon berjalan ke kediaman Areum. Senyum nya merekah saat dilihatnya Areum tengah bercanda dengan Selir Seok di Gazebo. Hwon sadar jika istrinya itu kesepian, namun tak ada yang bisa dipercaya di Istana. Hwon bersyukur jika Selir Seok orang yang tidak berambisi untuk mendapatkan posisi ratu, dan juga tidak haus akan kasih sayangnya. Dia hanya ingin mendampingi dirinya seperti seorang adik yang menyayangi kakaknya. Meskipun dirinya tidak pernah menyentuh selir Seok, namun wanita itu tidak pernah menuntutnya. Hal itu yang membuatnya menyayangi Selir Seok.
Hwon menghampiri mereka, tampak mereka segera bangun dari posisi mereka dan Hwon pun berjalan dan duduk dihadapan mereka. Itu sudah etika dikalangan mereka.
"Apa yang sedang kalian bahas sepertinya seru sekali" Ujar Hwon menatap kedua wanitanya. Areum tersenyum dan Selir Seok tertawa.
"Kami membahas mengenai masalalu kami Chaona" Ujar Selir Seok. Hwon bingung mendengar jawaban Selir Seok. Lalu Selir Seok menjelaskan maksudnya. Ternyata Areum sebelum memasuki istana dia hanya berdiam diri dirumah, tidak pernah keluar. Mendengar pernyataan itu membuat Hwon terkejut.
"Benarkah itu Chunjeon?" Tanya Hwon, Areum mengangguk. Selir Seok tertawa riang melihat wajah Areum yang polos. Dia lebih tua dari Areum, dia menganggap Areum seperti Adiknya.
*"Makanya saat saya bertanya mengenai semua permainan, dan semua tempat yang dikunjungi para gadis di Hanyang*, Yang Mulia Ratu tidak mengetahuinya Chaona." Ujar Selir Seok.
"Lalu apa yang kau lakukan?" Tanya Hwon penasaran.
"Saya hanya membaca buku dirumah, berlatih pedang dan panah dengan kak Kyungsoo, menyulam dan memasak dengan Ibu." Jelas Areum, Hwon tersenyum sedangkan Selir Seok tertawa.
"Berhenti tertawa, Seokbin kau membuatku malu" Ujar Areum memerah malu.
"Eii saya hanya bercanda Yang Mulia, jadi jangan malu" Ujar Selir Seok menatap wajah merona Areum. Areum tambah merona. Hwon menatap lembut Areum, betapa lugunya wanita dihadapannya itu.
"Chunjeon" Ujar Hwon lembut, Areum menatap Hwon yang tengah memanggil namanya.
"Sebelumnya, Aku sudah meminta tanggal baik untuk Ritual Malam pengantin kita. Dan Shaman menyampaikan jika malam ini pelaksanaannya. Aku hanya menyampaikan untuk kau bersiap-siap." Ujar Hwon merona malu. Dia malu menyampaikan itu pada Areum. Areum malu merona mendengarkan maksud Hwon, namun dia berniat menggoda Hwon dan berpura-pura tidak tahu.
"Eh??" Reaksi Areum membuat Hwon malu. Apa Areum tak mengerti maksudnya.
"Maksudku kita akan tidur bersama malam ini" Ujar Hwon,
*"Bukannya semalam kita juga tidur bersama Chaona*, dan juga kenapa harus meminta tanggal baik kepada Shaman?" Ujar Areum bingung, reaksi Areum membuat Hwon melongo. Jangan bilang Areum memang tak paham maksudnya. Lalu bangaimana cara dia menjelaskannya.
"Memang semalam kita tidur bersama, tapi kan Fuuton kita berbeda" Ujar Hwon, dia berpikir keras untuk menjelaskannya kepada Areum.
"Lalu kenapa Chaona?" Tanya Areum, sebenarnya dia mengerti maksud Hwon, hanya saja dia ingin menggoda Hwon.
"Jadi maksudnya itu kita harus 'itu' " Ujar Hwon malu. Areum tetap berpura-pura tidak mengerti. Hwon akhirnya tanpa sengaja berteriak jika malam ini adalah malam mereka akan melakukan hubungan suami istri. Seketika tawa Areum meledak melihat Hwon mengucapkannya dengan gamblang tanpa malu jika bawahannya mendengarkan ucapannya itu. Seketika Hwon malu merona.
"Saya paham maksud anda, jadi jangan berteriak begitu, penghuni istana bisa berpikiran jika anda itu orang mesum" Ujar Areum membuat Hwon semakin memerah, Jadi wanitanya ini tau maksudnya, lalu kenapa dia berpura-pura tidak paham. Ah, dia terjebak. Dia berhasil dipermainkan oleh Areum. Tanpa pikir panjang Hwon segera memagut bibir yang tadinya tertawa mengejeknya. Seketika Areum terkejut, para dayang dan bawahan mereka segera memalingkan badan mereka memunggungi kedua pasangan itu, seolah yang dihadapan mereka saat ini tidak boleh disaksikan. Areum mendorong Hwon karena malu,
"Ap-Apa yang anda lakukan" Areum merona karena malu, Hwon tersenyum mengejek. Dia mendekatkan bibirnya ditelinga Areum.
"Persiapkan dirimu secantik mungkin Chunjeon, karena malam ini aku tak akan melepaskanmu" Ujar Hwon lalu bangkit meninggalkan Areum yang merona malu. Hwon bersenandung senang pergi menjalankan rutinitasnya. Areum masih terpaku, memegang bibirnya yang dikecup oleh Hwon. Para dayang tersenyum melihat kedekatan kedua pasangan itu, berharap mereka bahagia. Tidak dengan seseorang yang menatap Areum dengan bengis. Siapa lagi kalau bukan Yeobin yang akan diangkat menjadi selir saat acara peringatan leluhur dan penobatan selir baru yang beberapa minggu lagi akan dilaksanakan.
Ibusuri Agung tersenyum sumringah saat salah satu mata-matanya yang ditugaskannya untuk memantau gerak-gerik Areum menyampaikan jika Hwon meminta tanggal malam pengantin mereka. Dan malam ini akan dilaksanakannya, dia masih tidak percaya jika Hwon yang meminta sendiri tanggal ritual itu. Berarti Asumsi Kyungsoo yang mengatakan jika Hwon yang mencoba membunuh Janin Areum adalah salah. Buktinya Hwon berniat mempunyai anak dengan Areum. Dia tak sabar, cucunya dari Areum akan menjadi penguasa Joseon. Dari garis keturunannya.
" Bantu Chunjeon untuk menyiapkan diri sebaik mungkin, jangan lupa siapkan tonik penyubur dan masukkan ke makanan Chunjeon. Pastikan, jika tonik itu diminum Chunjeon." Ujar Ibusuri Agung. Kenapa Ibusuri menyembunyikan bantuannya? itu dilakukannya karena, jika dia terang-terangan memberikan tonik itu kepada Areum, Hwon akan membatalkan niatnya dan tau jika di sisi Areum ada orangnya.