Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Chapter 10



Areum terbangun saat dirasakannya mulutnya sangat kering. dia ingin minum, saat bangun dia merasakan kepalanya yang sangat pusing. Areum menahan rasa sakit itu dan bangun, suasana masih gelap hanya lilin sebagai penerangan kamarnya. Namun, dia tersentak saat disisinya ternyata Hwon tertidur sambil memegang erat tangannya.


'kenapa Yang Mulia ada disini?'batinnya bertanya kebingungan. Namun tak begitu difikirkannya, Areum melepaskan tautan tangan mereka dengan perlahan, Areum bangkit dengan susah payah namun perhatiannya teralihkan saat dia mendengar rintihan serta gumaman Hwon.


" Hentikan, Jangan Pergi, Jangan Tinggalkan Aku. Hentikan" Racau Hwon tak jelas. Dengan perlahan Areum mendekati Hwon dan mencoba membangunkannya.


"Yang Mulia, bangun. Anda kenapa?" Ujar Areum lemah. kondisinya belum pulih, tenaganya masih lemah.


Hwon tersentak saat ada yang memukulnya dengan lemah, kesadarannya perlahan muncul saat dilihatnya Areum dihadapannya tengah berusaha menyadarkannya. Tanpa pikir panjang Hwon segera memeluk Areum.


"Chunjeon jangan pergi" Racau Hwon. Areum tersentak dan bingung.


"Yang Mulia, sadarlah. Hamba bukan Mendiang Putri Mahkota" Balas Areum lirih. Mungkin Hwon berpikir jika dia Adalah Yeonhwa. Hwon menatap Areum sambil memegang pundak Areum.


"Iya aku tau kau bukan Yeonhwa. kau adalah Kim Areum, Ratuku, wanitaku" tegas Hwon. Areum tersentak saat Hwon mengatakan itu. Ada apa dengan Hwon? kenapa tak ada caci maki lagi. Areum menatap Hwon dengan heran, Namun buyar saat nyeri dikepalanya datang lagi. Dia mencoba menyembunyikan rasa sakitnya dengan tenang.


"Kenapa Yang Mulia bisa berada disini?" Tanya Areum penasaran.


"Hanya ingin menjagamu" Balas Hwon. Dia bingung dan tak tau ingin mengatakan apa. Rasa canggung dan tak nyaman ada diantara mereka. Hwon ingin meminta maaf namun lidahnya kelu untuk mengatakan itu. Areum menggangguk paham atas jawaban Hwon. Areum perlahan bangkit hendak meminta dayang yang berjaga diluar membawakannya segelas Air. Langkahnya dihentikan Hwon.


"Kau mau kemana, Chunjeon?"


"Memanggil dayang, meminta mereka membawakan hamba Air untuk diminum."


"Tidak perlu, kebutuhan mu sudah ku siapkan" Hwon bangkit berdiri berjalan kearah nakas yang ada disampingnya, menuangkan segelas Air dan memberikannya kepada Areum. Areum segera meminum air di gelas itu hingga habis. Hwon mengambil gelas ditangan Areum dan meletakkannya kembali di tempat semula. Hwon membaringkan tubuh Areum ketempat tidurnya.


"Istirahatlah, tubuhmu belum pulih"Ujar Hwon sambil berbaring disebelah Areum, merapikan selimut Areum untuk kembali tidur. Areum mencoba memejamkan matanya kembali, dan tak lama Areum tertidur dengan pulasnya. Hwon menatap Areum dengan dalam, lalu usapnya rambut Areum sambil membisikkan kata maaf. Dan Hwon kembali tidur.


#


Jinhae dan Kyungsoo memasuki Istana untuk melihat kondisi Areum, Kyungsoo hanya mengantarkan ibunya dan kembali bertugas. investigasinya mengenai percobaan pembunuhan Areum masih belum menemukan titik terang, membuatnya tak tenang. Jinhae yang tak sabar bertemu putrinya segera memasuki kamar Areum dengan tergesa-gesa. Kyungsoo yang mengikutinya pun dibelakang terdiam saat menyaksikan Areum tengah tertidur didalam pelukan Hwon. Darah Kyungsoo berdesir melihat itu semua, Kyungsoo segera membawa ibunya keluar dan mengatakan kepada Dayang Han jika mereka akan menunggu diruangan lain saat kedua pasangan itu tersadar.


Hwon tersadar saat terdengar bunyi gaduh, dia segera bangkit dan mengambil jubah tidurnya menghampiri Dayang Han dan beberapa orang yang berada diluar kamar Areum. Hwon menyapa ibu mertuanya dengan sopan.


"Selamat Pagi, Ibu" Sapa Hwon sambil membungkuk hormat. Ibu Areum juga membungkuk sambil menyapa dengan hormat kepada menantunya.


"Maafkan saya Yang Mulia, mengganggu waktu istirahat anda. Saya hanya mengkhawatirkan Yang Mulia Ratu." Ujar Jinhae. Kyungsoo hanya menatap Hwon dengan tajam.


"Tidak masalah ibu, Chunjeon perlahan mulai dikondisi stabil. Ibu tidak perlu khawatir, kalau begitu saya permisi."


"Putriku, maafkan ibu sayang" Tangis Jinhae. Andaikan dia berani melawan ambisi Daehyun, mungkin putrinya tak akan seperti ini. Areum tidak pernah menolak sedikitpun saat pelatihan dini calon ratu diajarkan padanya. Dia mengikutinya dengan tekun, seolah dia memang menginginkan posisi itu. Saat dia kabur dari kediaman sebelum hari penobatannya membuat Jinhae tersadar, jika putrinya tidak menginginkan posisi itu. Dengan telaten Jinhae menghapus keringat putrinya.


"Dayang Han"


"Iya Nyonya"


"Bawakan pakaian ganti Yang Mulia Ratu. Bajunya basah dengan keringat" Dayang Han segera meminta dayang bawahannya mengambil pakaian Areum di ruang gantinya. setelah itu Dayang Han masuk dengan beberapa dayang yang membawa pakaian ganti serta wadah berisikan air untuk membersihkan tubuh Areum.


Jinhae melepas pakaian putrinya, dibersihkannya secara perlahan tubuh putrinya. Setelah dirasa bersih, Jinhae memasangkan pakaian baru untuk putrinya agar tidurnya lebih nyaman. Areum masih tertidur dengan nyaman dan tidak terbangun sedikitpun saat Jinhae membersihkan tubuhnya.


#


Kyungsoo beserta bawahannya masih terus mencari pelaku yang mencoba membunuh Areum, saat ditelusuri dipasar daerah kota Hanyang, Kyungsoo menemukan tempat racun itu berasal. Kyungsoo memasuki tempat itu dan menanyakan masalah racun conium, awalnya pemilik toko itu menolak. Kyungsoo pun memberikan sekantong uang agar pemilik toko tersebut mau bekerja sama.


"Jadi, siapa yang pernah membeli racun ini?"


"Dia mengaku sebagai seorang Dayang Istana, dia memerlukan ini untuk seseorang yang berkuasa yang memerintahkannya" Ucap pemilik toko tersebut.


"Lalu apa kau mempunyai penawarnya?" Tanya Kyungsoo memastikan.


"Penawarnya di beli oleh orang itu juga, penawarnya hanya ada satu botol." Kyungsoo pun pergi setelah mendapatkan informasi dari pemilik toko. Orang yang berada dibalik kasus ini ada di Istana, tapi siapa? siapa yang mencoba mencelakai Areum. Mereka membutuhkan 1 botol lagi penawar. Bawahannya sudah menelusuri semua titik di negeri Joseon ini dan tidak menemukan penawar itu lagi. hanya 1 botol yang berhasil mereka dapatkan. Kyungsoo kembali ke kantornya untuk memikirkan rencana apa yang akan diambilnya sambil menjenguk Areum.


#


Balai Istana tengah ricuh, para menteri dan Dewan yang terbagi menjadi 3 Fraksi yaitu Fraksi Soron (yang dipimpin Daehyun, Fraksi Noron dan Fraksi Namin. Fraksi Soron berisikan Klan Kim yang sangat kuat, Fraksi Noron berisikan Klan Jang dan Klan Jo. Sedangkan Fraksi Namin yaitu Fraksi yang lemah berisikan Klan Han dan Klan Seok.


"Apa? Penggulingan Ratu?" Tanya Hwon memastikan isi dari petisi yang diajukan Fraksi Noron.


"Benar Yang Mulia, kami meminta penggulingan Yang Mulia Ratu dari takhtanya karena dinilai kesehatan mentalnya yang sudah tidak baik. Mengingat Yang Mulia Ratu mengaku meracuni dirinya untuk menjebak Selir Seok" Jelas Ketua Fraksi Noron.


"Kami menentangnya Yang Mulia, Yang Mulia Ratu melakukan itu karena ingin melindungi Selir Seok. Kami yakin jika salah satu selir yang mencelakai Yang Mulia Ratu." Ujar salah satu dewan anggota Fraksi Soron.


"Yang Mulia Ratu sendiri yang mengakuinya"Ujar anggota Fraksi Namin.


"Jika memang Yang Mulia Ratu ingin menjebak Selir Seok, dia pasti memilih racun yang tidak mematikan. Seperti yang kita ketahui, Yang Mulia Ratu kondisinya masih kritis. Ditubuhnya masih terdapat Racun bunga Conium yang mematikan, apakah menurut anggota dewan itu masuk akal?" Ujar Daehyun. Semua Anggota fraksi terdiam tak ada yang berani menjawab.


"Apa yang dikatakan Perdana Mentri benar, sebagai orang terdekat Chunjeon dan sebagai suaminya. Kondisi mentalnya sangat baik. Ada orang lain yang berniat mencelakai Chunjeon. Petisi ini aku tolak dan aku tidak menerima alasan apapun." Final Hwon lalu pergi dari ruang rapat. Semua anggota Fraksi masih ribut dan berdebat satu dengan yang lainnya saling menuduh.