
Areum tengah didandani oleh para dayang istana, malam ini Raja akan mengunjunginya untuk tidur bersama. para dayang bergegas menyiapkan Ratu mereka. Areum yang saat itu tengah berbaring karena tubuhnya yang masih sakit dibangunkan oleh Dayang Han.
Areum enggan untuk berpenampilan cantik menyambut kedatangan suaminya. Namun ini adalah peraturan yang harus diturutinya. Mereka selesai mendandani Areum dan bergegas keluar disaat Hwon datang.
Hwon masuk ke kamar Areum, Areum segera membungkuk memberikan hormat kepada Hwon. Hwon segera berjalan kearah tempat duduk yang biasa di duduki Areum. Areum mengikuti Hwon dan duduk didepannya.
"Ada apa yang mulia datang berkunjung?"Tanya Areum.
"Apa aku tidak boleh berkunjung?"Tanya Hwon dengan Sarkas.
"Bukan begitu maksud hamba yang mulia."
"Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu" Ujar Hwon dingin, Areum mengangguk pertanda dia akan menjawab pertanyaan Hwon.
"Kau, apa kau tau identitas ku saat kau melihatku malam itu?"
"Tidak yang mulia, sungguh"
"Kau pikir aku akan percaya?" Areum tersentak. Jika memang tidak percaya lalu kenapa bertanya dan butuh jawabannya? dia harus menjelaskan bagaimana? jika apa yang dikatakannya tak membuat Hwon percaya.
"Ku peringatkan kepadamu, malam itu aku hanya berlatih bela diri dengan kepala pengawal diluar Istana. Jika terjadi sesuatu yang sampai menghubungkan keberadaan ku diluar istana, ku anggap kau yang membocorkannya. Dan Aku tidak akan tinggal diam untuk itu" Ancam Hwon. Areum tercenung. Dia akan menjawab bagaimana.
"Hamba tidak mengingatnya yang mulia" Ujar Areum. seolah menyampaikan, dia tidak mengingat jika pernah bertemu Hwon diluar Istana.
Hidangan makan malam datang, para dayang meletakkan Hidangan dihadapan Hwon dan Areum. Hidangan itu dicicip terlebih dahulu oleh para dayang sesuai dengan aturan kerajaan. Hwon tampak heran saat gelas dan piring yang disajikan untuk Areum terlihat berbeda warna dari punya nya. saat itu Hwon berpikir, jika dia akan dijebak lagi oleh keluarga Areum.
"Kau makan lah terlebih dahulu, ku lihat kau sangat pucat. aku sangat kenyang saat ini"Ujar Hwon berbasa-basi, menolak makanan yang disediakan dihadapannya. Dia tak mau terjebak untuk kedua kalinya.
"Baik Yang Mulia" Areum segera memakan hidangan yang berada didepannya dengan pelan dan perlahan. dia memakannya sedikit demi sedikit. Setelah meminum segelas air. Tiba-tiba Areum meletakkan gelasnya dengan perlahan lalu memegang dadanya yang sakit. Hwon kaget dengan reaksi Areum. 'ada apa dengan wanita ini' batin Areum.
"Ada apa?"
UHUK
Darah kental keluar dari mulut Areum, Darah kental tersebut terus dimuntahkan Areum, membuat Hwon panik.
"Kasim Jang" Teriak Hwon, Areum segera jatuh tak sadarkan diri dan Hwon segera menangkapnya. Kasim Jang berlari mendekati mereka dengan Dayang Han. Dayang Han segera mendekati yang mulia ratunya dengan panik.
"Segera panggil tabib, cepat" Teriak Hwon, Kasim Jang segera berlari keluar mencari Tabib.
" Chunjeon, bangun. sadarlah" Ucap Hwon panik, darah masih keluar dari mulut Areum.
#
Kim Daehyun, Kim Kyung Soo bergegas ke istana setelah mendapatkan kabar jika Areum tak sadarkan diri setelah memuntahkan darah. begitu juga Ibusuri Agung yang bergegas ke Daejejeon Hall, setelah mendengar kabar tersebut. Mereka datang secara bersamaan, tabib sudah berada disana terlebih dahulu memeriksa kondisi Areum. Areum tersadar lalu memuntahkan darah kental lagi. baju yang sudah ditukarkan oleh dayang karena kotoran darah, lagi-lagi kotor dengan muntahan darah segar. Areum yang saat ini bersandar dipelukan Hwon meringis kesakitan. Dadanya terasa terbakar. Hwon tak mau meninggalkan posisinya saat ini untuk membaringkan Areum. Dengan khawatir di pegangnya tangan Areum.
"apa yang terjadi Chusang?" Tanya Ibusuri Agung menatap Hwon yang masih menjadikan tubuhnya sebagai sandaran Areum.
"Bagaimana kondisi Yang Mulia Ratu, tabib" Tanya Daehyun kepada tabib yang telah selesai memeriksa Areum.
"Yang Mulia Ratu diracuni" Ucap Tabib istana. semua tampak syok. banyak persepsi yang bermunculan di kepala mereka.
"Saat ini kondisi Yang Mulia ratu sangat kritis, kita harus mencari penawar racunnya secepat mungkin. jika tidak Yang Mulia ratu akan dalam kondisi yang berbahaya." Ucap Tabib tersebut. Hwon segera memerintahkan Pelayannya mencari tanaman penawar yang di jelaskan oleh tabib. begitu juga dengan Kyungsoo dan Daehyun yang memerintahkan anak buah mereka mencari penyebab terjadinya masalah ini. sedangkan Ibusuri Agung kembali ke Istananya untuk beristirahat meninggalkan Hwon dan Areum disana. Hwon masih saja memeluk Areum disisinya. menjadikan tubuhnya sebagai sandaran Areum. Areum masih belum sadarkan diri. Eunwoo datang menghadap Hwon.
"Bagaimana? apa yang kau temui?" Tanya Hwon kepada Eunwoo.
"Ditemukan jejak racun dari bunga conium. Orang tersebut akan mengalami kelumpuhan jika terlambat diberikan penawar orang yang terkena racun akan mati" ucap Eunwoo, menjelaskan apa yang dia tau dari tabib.
"Berapa lama waktu kita" Tanya Hwon.
"10 hari yang mulia, jika tidak Yang Mulia Ratu akan meninggal" Ucap Hwon.
Hwom menatap wajah Areum. wajah wanita itu tampak pucat, dia tengah tertidur setelah tabib memberikannya obat yang menghentikan pendarahan sehingga wanita itu tidak memuntahkan darah lagi. Hwon dilema, jika Areum meninggal maka mentri Daehyun tidak akan menjadi ayah mertuanya lagi, dan Ibusuri Agung akan pupus harapan untuk mendapatkan keturunan darinya. Namun, dia tau dan yakin jika nantinya Areum meninggal Ibusuri Agung akan mencari anak kerabatnya yang lain untuk dijadikan Ratu. Dia harus menyelamatkan Areum. meskipun mereka musuh entah kenapa hatinya berkata jika dia harus menyelamatkan Areum. Wanita itu tak bersalah.
" Cha Eunwoo, kuperintahkan kau harus menemukan penawar racun itu. meskipun harus mencari kepelosok negeri ini. ini perintah Raja" Ujar Hwon memberikan perintah. Eunwoo segera bergegas mencari penawar racun itu. waktu mereka tak banyak. Hwon memeluk tubuh lemah Areum 'ku mohon sadarlah' batin Hwon.
#
Kyungsoo menemui Tabib Istana setelah keluar dari kamar Areum. Tabib Istana mengatakan jika mereka hanya mempunyai waktu 10 hari untuk menemukan penawar jika tidak Areum akan meninggal. Kyungsoo segera pergi menemui Daehyun untuk menanyakan tindakan yang harus dilakukan. Daehyun bertemu dengan Kyungsoo dikediaman utama keluarganya.
"Bagaimana? Apa yang dikatakan Tabib?" Tanya Daehyun khawatir. Kyungsoo menjelaskan apa yang dikatakan tabib kepada ayahnya.
"Kyungsoo, perintahkan anak buahmu untuk mencari tau masalah ini, aku curiga jika Raja yang berada dibalik ini semua. melihat pergerakannya yang mencurigakan. dia tidak memakan makanannya saat itu. ayah akan memerintahkan orang kepercayaan ayah untuk mencari penawarnya." jelas Daehyun. mendengar hal itu, Kyungsoo sangat marah. jika benar ini ulah raja, dia tidak akan tinggal diam.
"Baik ayah" ujar Kyungsoo. segera pergi dari hadapan Daehyun.
#
Selir Jang, tengah bertemu dengan seseorang diluar istana. orang tersebut adalah dayang yang menyajikan makanan pada Areum dan Hwon tadi.
" Apakah berhasil?" Tanya Selir Jang.
" Sesuai dengan yang anda rencanakan, dan saya sudah memusnahkan penawar racun yang ada disekitar kota hanyang. jika mereka mencari di luar kota hanyang akan membutuhkan waktu berhari-hari, sebelum itu yang mulia ratu akan meninggal" Ujar pelayan itu, membuat Selir Jang tersenyum puas.
"Kerja bagus. kau boleh pergi dan bersembunyi seperti biasanya, jika nanti aku membutuhkan bantuanmu. aku akan memanggilmu" pelayan tersebut mengerti lalu menghilang dari hadapan Selir Jang. Selir Jang tersenyum bahagia, tinggal melaksanakan rencana selanjutnya.
note :
Chunjeon : panggilan ratu oleh raja atau ibusuri yang pangkatnya lebih tinggi.
Chusang : panggilan raja oleh ibusuri atau ibusuri agung.
Cheona : panggilan akrab ratu ke raja