Unforgettable Memories

Unforgettable Memories
Chapter 4



Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Istana tengah sibuk menyambut hari ini. Hari pernikahan kerajaan. Para dayang tengah sibuk menyiapkan acara pernikahan kerajaan.


Dikediaman sementara ratu. Areum tengah dipersiapkan untuk acara yang sakral itu. Dayang mulai memandikan Areum dengan air berisikan bunga mawar dan susu. Rambutnya disisir dan wajahnya dipijat. Setelah selesai, mereka memasangkan pakaian pernikahan yang terdiri dari berlapis-lapis pakaian. Lalu memasangkan penutup kepala yang sangat berat sebagai mahkota di kepala Areum.


Sedangkan dikediaman Hwon, Hwon juga dipersiapkan sebaik mungkin sama seperti Areum. Dan dipakaikan pakaian pernikahan. Setelah selesai Hwon berjalan keluar dari paviliunnya diiringi para bawahannya. Iringan musik dan tarian membuka acara pernikahan yang sakral, para dewan pemerintahan kerajaan menikmati hidangan jamuan yang tersedia dihadapan mereka sambil melihat tarian-tarian dan iringan musik sukacita. Hari yang teramat cerah seolah mendukung untuk prosesi penyatuan dua insan menjadi pasangan suami istri.


Hwon menjalani upacara pernikahannya bagai robot. Dia berjalan dengan tatapan kosong. Begitu juga Areum pandangan matanya teramat kosong, setelah hari ini kehidupan bak penjara akan dijalaninya. Air mata turun membasahi pipinya secara perlahan. Kim Daehyun tersenyum menyaksikan keinginannya terlaksana. Hwon berdiri mematung di altar pernikahan. Dimana dihadapannya saat ini Areum tengah berdiri dengan dibantu para dayang kepala. Ritual pernikahan yang sakral pun dimulai. Areum dengan anggun menyelesaikan ritual itu membuat yang hadir di tempat itu terkesima dengan pesonanya.


Setelah ritual inti selesai. Pasangan raja dan ratu tersebut berjalan ke arah singgasana mereka. Sesampainya di singgasana tiba-tiba Areum menyeringit. Dadanya tiba-tiba sesak. Areum memegang dadanya. Dan hal itu tak luput dari penglihatan Hwon.


'kenapa sesak? Kenapa aku sulit bernafas' batinnya memegang dadanya. Dan Areum hampir jatuh jika saja Hwon tidak memegang punggungnya agar tidak jatuh. Areum mencoba menstabilkan keadaannya dan duduk dengan tenang disinggasana.


"Hidup yang Mulia Raja"


"Hidup yang mulia Ratu" sorak Sorai yang hadir pada acara sakral tersebut.


#


Pesta berlangsung hingga malam hari. Areum dan Hwon meninggalkan pesta untuk malam pertama pengantin. Areum dimandikan dengan wewangian bunga dan digantikan pakaiannya.


Areum duduk di tempat dia harus menunggu kedatangan sang raja. Tatapan matanya kosong.


'malam ini tidak akan terjadi apa-apa, Chaona tidak menyukaiku. Pasti dia tak akan menyentuhku.' batinnya lega.


Tak jauh berbeda dengan Areum, Hwon yang juga dipakaikan pakaian pernikahan serba putih dipandu untuk mendatangi Daejaejon Hall atau kediaman ratu.


Dia tak Sudi sedikitpun menyentuh orang yang telah menjadi istrinya. Hanya Yeonhwa yang bertahta dihatinya. Meskipun selir Hui dan selir Seok kesayangannya tapi mereka tak pernah sekalipun disentuhnya. Apalagi Areum, orang yang dibencinya, melihatnya saja membuat Hwon marah.


Hwon sampai di kediaman ratu dan masuk kedalam ruangan yang telah disiapkan. Disana dia melihat Areum tengah duduk menunggunya dengan pandangan kosong.


'cih penipu ulung' batin Hwon mengejek sikap sok suci Areum.


Hwon duduk dihadapan Areum, lalu para dayang datang sambil membawakan Makanan dan Arak. Lalu dihidangkan dihadapan pasangan suami istri itu. Dayang mencicip makanan yang dihidangkan sesuai dengan aturan, agar tau makanan tersebut diracuni atau tidak. Setelah dirasa aman, dayang tersebut mematikan salah satu lilin dan berjalan keluar ruangan.


Hwon menatap Areum dingin.


"Jangan harap aku mau menyentuh tubuh menjijikkan mu itu." Ucap Hwon kasar. Sambil menuangkan Arak dan meminum arak tersebut. Hari ini dia ingin minum alkohol dan sejenak melupakan semuanya.


Areum hanya diam melihat apa yang Hwon lakukan. Namun tiba-tiba Hwon mengeluh kepanasan. Areum kaget dan segera menghampiri Hwon.


"Yang mulia apa anda baik-baik saja?" Tanya Areum. Hwon masih mengerang kepanasan. Melihat Areum seketika pandangannya berubah. Wajah Areum terlihat seperti Yeonhwa.


"Yeonhwa, kenapa kau mengacuhkan ku. Apa kau tidak merindukanku?" Ujar Hwon mencengkram tangan Areum.


"Sadarlah Yang Mulia, hamba adalah Areum. Gadis yang ada benci" ujar Areum mencoba melepaskan pegangan ditangannya.


Mendengar nama Areum disebut membuat Hwon marah.


"Jangan pernah sebut-sebut nama wanita ular menjijikkan itu dihadapanku." Ucap Hwon yang membuat Areum terdiam.


Areum bangkit hendak berjalan keluar kamar memanggil kasim raja bahwa raja diberikan sesuatu sehingga seperti ini. Saat mencapai pintu Areum ditarik paksa oleh Hwon. Dengan kesetanan seperti hewan buas Hwon membuka secara paksa baju yang dipakai Areum. Areum meronta dan mencoba untuk kabur namun tenaganya tak sebanding dengan tenaga Hwon. Malam itu diiringi jerit tangisan, Areum diperkosa secara brutal oleh suaminya.


#


Ibu Suri Agung tampak resah dikediamannya. Jika raja tidak menyentuh ratu maka. Tujuannya untuk memiliki calon raja dari garis keturunannya akan gagal.


"Anda tidak perlu khawatir Yang mulia, Mungkin sekarang pasangan Suami istri itu sedang melakukan malam pertama mereka." Ujar Daehyun. Ibu Suri Agung tampak bingung, apa maksud dari adiknya itu.


"Saya mengoleskan Halusinogen digelas yang mulia raja."ujar Daehyun. Ibu suri Agung mengerti dan tersenyum semringah.


"Seperti yang ku harapkan. Anda selalu bisa mengobati keresahan ku." Ujar ibu suri agung sambil meminum teh nya.


#


Keesokan harinya sebelum matahari terbit, Hwon terbangun dengan kepala yang teramat pusing. Dia bangun dan terkejut melihat tubuh telanjangnya. Yang lebih membuatnya terkejut Areum juga dengan keadaan yang sama namun kondisinya meprihatinkan. Tangan terikat, mulut tersumpal, bekas merah disekujur tubuh dan darah berceceran di area wanitanya.


'Apa yang aku lakukan? Apa aku memperkosanya?' Batin Hwon merasa marah.


Hwon segera memasang bajunya, dan menutup tubuh Areum dengan Selimut. Lalu memanggil dayang kepala yang mengurus Areum.


"Dayang Han" ucap Hwon lalu seorang dayang masuk kedalam.


"Iya Yang Mulia." Ujar Dayang Han.


"Bereskan kekacauan ini" ujar Hwon lalu pergi meninggalkan kediaman Areum. Dayang Han membuka selimut yang menutupi tubuh Areum dan terkejut melihat kondisi menggenaskan Ratunya. Dayang Han memanggil Soyoung orang yang melayani Areum dari kediamannya dan orang yang dipercaya Areum. Soyoung masuk dan terkejut dengan kondisi majikannya. Dia menangis, Dayang Han juga menangis sambil membereskan kekacauan yang terjadi. Areum terbangun dengan rasa nyeri yang teramat sakit disekujur tubuhnya. Dia amat pucat. Dilihatnya Soyoung tengah memakaikan pakaiannya sambil membersihkan darah ditubuhnya.


"Sooyoung-a" ujar Areum parau.


"Iya Yang Mulia" balas Sooyoung dengan lirih.


"Bisa kau bantu aku, bawa aku kekamar mandi. Aku ingin membersihkan diriku" ujar Areum. Soyoung menutupi tubuh Areum dengan kain sutra dan membopong tubuh Areum dengan Dayang Han membawanya ke kamar mandi. Darah terus menetes di area wanitanya.