
"Semalam, anda kan orang yang menyerang saya?" Tanya Areum, Hwon terdiam dan kaget. 'bagaimana dia bisa tau?' batin Hwon bertanya dengan khawatir.
"Apa yang kau bicarakan? Memang semalam ada yang berniat mencelakaimu? apa kau mengingat ciri-cirinya" Elak Hwon. Areum menghela nafas. Lelaki dihadapannya ini adalah lelaki yang memiliki banyak topeng. Apa yang diharapkannya?, sudah jelas dia pasti mengelak.
"Bukan apa-apa yang mulia." Ujar Areum, lalu bangkit berdiri, dia ingin istirahat. Tubuhnya lelah dan juga matahari telah tenggelam, menandakan waktu sudah malam. Hwon hanya mematung melihat Areum yang beranjak pergi. 'Apa dia sudah tau? bagaimana bisa?' batin Hwon.
Areum memasuki kamarnya, Areum kaget saat ayahnya tengah memerintahkan pelayan meletakkan Fuuton baru disebelah punya nya.
"Untuk apa Fuuton baru ini ayah?" Tanya Areum kepada Daehyun, kamarnya dihias sebagus mungkin.
"Yang Mulia Raja akan menginap disini, sudah pasti harus disediakan yang baru" Ujar Daehyun.
"Kenapa dikamarku? bukannya dikamar tamu?" Tolak Areum secara tak langsung. Dia tak ingin sekamar dengan Hwon.
"Yang Mulia, sepasang suami istri harus tidur bersama. pasti bayi anda menginginkannya" Ujar Daehyun, Areum tak ingin menolak. Dia malas berdebat dengan Ayahnya. Hwon memasuki kamar yang telah dirapikan. Daehyun pergi undur diri dari hadapan mereka. Hwon penasaran dengan yang Areum katakan. Areum mengganti pakaiannya dengan baju tidur dan bersiap untuk tidur, tapi aktivitasnya dihentikan Hwon. Areum menatap Hwon dengan bingung.
"Ada apa Yang Mulia?" Tanya Areum melihat gelagat aneh Hwon.
"Apa maksud perkataan mu tadi?" Tanya Hwon menatap Areum dingin. Jika Areum tau apakah Daehyun juga tau?.
" Sudah saya katakan untuk melupakan apa yang saya katakan" Ujar Areum malas berdebat. Tubuhnya sangat lelah, tapi Hwon keras kepala dan tetap menunggu jawaban Areum.
"Malam itu, anda bukan orang yang melukai saya?"Tanya Arem kembali.
"Apa maksud perkataanmu? semalam aku berada diistana? kenapa kau berpikiran seperti itu"Bela Hwon. Areum menatap Hwon dingin.
"Pakaian anda malam itu, saya mengingatnya. Pakaian yang sama yang anda gunakan saat membawa saya ke istana dimalam saya kabur"Jelas Areum membuat Hwon terdiam. Sialan, rencananya gagal dan identitasnya hampir diketahui. Dia khawatir, jika Daehyun sampai tau posisinya diIstana bisa terancam.
"Tapi anda tenang saja, saya tidak memberi tahukan mereka. Hanya saja, Kak Kyungsoo bisa saja mencari tau masalah ini. Hanya menunggu waktu hingga semuanya terungkap. Sebaiknya anda kembali ke Istana" Ujar Areum. Hwon menatap Areum, hatinya sesak dengan sikap dingin Areum.
"Jika aku kembali kau harus juga kembali." Ujar Hwon, mengajak Areum kembali ke Istana.
"Aku tak ingin kembali" Balas Areum, sebelum jatuh dalam tidur lelapnya. Hwon berbaring disebelah Areum. Bawahannya telah menemukan posisi buku tersebut. Besok dia akan mengambil buku tersebut.
#
Kegiatan makan mereka terhenti saat para budak tengah membicarakan Raja boneka. Mereka mengkritik Raja yang sangat bodoh, mau menuruti bangsawan yang korupsi. Mereka mencemooh dan mencaci makinya. Hwon hanya diam, dia tak berani mengatakan apapun. Baginya apa yang dikatakan Rakyatnya memang benar adanya. Dia tidak berani mengambil tindakan menumpas korupsi yang dilakukan para bangsawan.
Areum bangkit berdiri lalu ditamparnya lelaki yang mengatakan hal-hal buruk mengenai Hwon.
"Apa yang kau lakukan?" marah budak tersebut.
"Menampar orang yang kurang ajar telah menghina Raja, asal kau tau, yang bersalah bukan Raja tapi para bangsawan yang korupsi. Sehebat apapun seorang Raja jika bangsawannya bersatu dan dengan liciknya menggulingkan kekuasaannya, kalian para budak tetap akan menderita. Kau yang tidak tau apa-apa tentang kerajaan berani sekali kau menghina Raja" Marah Areum, budak itu tampak gelagapan.
"Memangnya kau siapa sampai kau membela Raja, semua orang tau kebodohan raja" Ujar budak itu tidak mau kalah. Areum melempar sebuah batu giok yang melambangkan statusnya sebagai Ratu Joseon.
"Aku Ratu negeri Joseon ini" Ujar Areum. Semua orang terdiam, Giok itu berukiran naga bewarna emas menandakan keasliannya. budak itu segera menunduk takut,
"Kenapa kau takut?, Saat ini aku bisa memanggil pengawal istana untuk memotong mulut kotor mu itu. Bagaimana, mau coba?" Ujar Areum dingin. Budak itu ketakutan sambil meminta maaf.
"Lain kali hati-hati kalau berbicara sesuatu. Kau yang tak tau tentang kerajaan berani sekali kau mengkritik seorang Raja" Ujar Areum dingin sambil berlalu pergi, Hwon yang terkesima segera menyusul Areum yang telah meninggalkannya.
"Kenapa kau berbicara seperti itu, apa yang mereka katakan memang benar bukan, aku raja yang tak berguna" Ujar Hwon yang berjalan disebelah Areum.
"Emosi saya sedang tidak stabil. Saya hanya kesal saat dia menjelek-jelekan anda" Balas Areum. Mereka kembali kekediaman Kim karena Areum kelelahan, staminanya cepat terkuras saat ini. apakah karena tengah hamil? Areum tak tau pasti alasannya.
#
Kyungsoo pulang dalam keadaan mabuk-mabukan. Selama 2 hari ini dia hanya sibuk meminum arak di Oktajeong. Hanya dengan meneguk arak setidaknya bisa menenangkan pikirannya. Tak ada yang menyambut kedatangannya karena hari sudah larut malam. Hwon tidur dikamar terpisah dengan Areum malam ini, karena Areum yang tidak ingin sekamar. Awalnya Hwon menolak, namun saat Areum mengatakan dia ingin sendirian akhirnya Hwon menyetujuinya. Hwon memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari letak benda yang diincarnya dikediaman itu.
Kyungsoo memasuki kamar Areum, dilihatnya Areum sudah tertidur dengan pulasnya. Kyungsoo pun mendekati Fuuton Areum dan tidur disebelah Areum, Areum terbangun dan kaget saat dilihatnya Kyungsoo yang sedang mendekapnya.
"Kakak, apa yang sedang kakak lakukan?" Tanya Areum, di dorongnya Kyungsoo hingga menjauh. Kyungsoo menatap Areum, dia menangis. Areum terdiam melihat tangisan Kyungsoo.
"Kenapa kita tidak bisa bersama? kenapa? apakah aku tidak cukup untuk membuatmu bahagia" Tangisan Kyungsoo membuat Areum ikut bersedih. Areum memeluk Kyungsoo.
"Aku bahagia kak, selama kakak ada disisiku. Tapi maafkan aku kak, aku tak bisa membalas perasaan kakak. kakak tau jika status ku sekarang tidak bisa membuat kita bersatu" Ujar Areum, Kyungsoo menunduk dia bangun beranjak pergi dari kamar Areum, namun dipintu kamar Hwon berdiri menatapnya tajam. Hwon mendengar apa yang mereka katakan, dan itu membuatnya marah.