
Tabib memeriksa keadaan Areum, beruntungnya kondisi Areum baik-baik saja, kandungannya juga tidak ada masalah. Tabib mengobati luka dilengan Areum dan memberikan ramuan herbal untuk membantu menguatkan kondisi kandungan Areum. Areum murung semenjak kejadian tadi. Berbagai macam pikiran buruk menghampirinya. Dia mengenal pakaian orang yang mencelakainya. Dia mengingat postur tubuh orang itu. Yang tak habis pikir, kenapa orang itu mencoba membunuhnya? Setelah dia mengobatinya kemaren. Apa maunya?
"Sayang, kenapa? apa masih sakit?" Tanya Jinhae khawatir. Areum hanya menggeleng kepalanya. Seolah mengatakan jika dia baik-baik saja. Jinhae mengusap punggung putrinya untuk menenangkannya.
Sedangkan di Istana, seseorang yang menyerang Areum ternyata adalah Hwon yang tengah menyamar. Dia kembali ke kediamannya agar bawahannya tak ada yang curiga. Segera di sembunyikan pakaian yang digunakannya untuk menyerang Areum tadi lalu berganti pakaian untuk tidur. Hwon tampak gusar, dia gagal membunuh janin itu. Dia berniat menyerang perut Areum, karena janin itu ada disana. Namun, karena terbawa perasaan dia malah meleset dan melukai lengan Areum. Saat akan menyerang sekali lagi Kyungsoo datang mengacaukan.
Pikirannya tak tenang, bagaimana dengan kondisinya? apakah Areum baik-baik saja. Gila kan? setelah dia melukainya, dan sekarang dia berperilaku seperti khawatir. Hwon tak begitu ambil pusing lagi, Dia segera berbaring untuk tidur. Besok akan difikirkannya rencana yang matang untuk membunuh janin itu.
Keesokan paginya Hwon beserta rombongan Istana datang berkunjung ke Kediaman Areum, Hwon memutuskan untuk tinggal sementara waktu di kediaman Areum. Kedatangan Hwon yang mendadak membuat Daehyun yang sebelumnya berada di Istana bergegas kembali ke kediamannya.
Areum didandani untuk menyambut kedatangan Hwon, Jinhae memakaikan Areum Hanbok yang mereka beli kemaren. Hanbok itu bewarna Hitam dengan bordiran bunga sakura, Roknnya bewarna kuning keemasan yang menambah kesan mewah. Areum berdiri didepan gerbang kediamannya bersama Jinhae, Daehyun datang bersama Kyungsoo dan tak jauh dari mereka rombongan Istana sampai didepan kediaman Areum. Hwon keluar dari Tandu Istana, ditangannya terdapat buket bunga yang sangat cantik. Hwon menghampiri Areum yang berdiri didepannya lalu memberikan buket bunga tersebut kepada Areum. Daehyun dan Jinhae tersenyum senang melihat perhatian Hwon kepada Areum. Kyungsoo hanya menatap dengan wajah tak sukanya. Berbeda dengan Areum, dia menatap bunga itu dengan pandangan kosong.
'Pembohong' batin Areum nanar.
"Selamat datang Yang Mulia, Terima Kasih atas kunjungan anda di kediaman kecil hamba" Ujar Daehyun mencoba berbasa basi. Daehyun curiga dengan kedatangan Hwon. Seolah-olah ada yang ingin dicarinya.
"Saya tidak tenang dengan keberadaan Chunjeon yang berada diluar Istana. Sehingga saya memutuskan untuk berkunjung" Jelas Hwon. Kyungsoo menatap sinis Hwon. Jelas sekali dia berbohong. Areum merasa mual, Hwon segera merangkul Areum hendak membopongnya, namun tangannya ditepis Areum.
"Hamba baik-baik saja Yang Mulia" Jelas Areum. Hwon terdiam, baru kali ini Areum menunjukkan rasa bencinya kepada Hwon.
Daehyun mengajak mereka semua masuk. Pengawal Istana berjaga di dalam dan diluar Kediaman Kim. Hidangan disiapkan dimeja makan. Keluarga Kim dan Hwon hendak menyantap sarapan pagi yang disiapkan pelayan. Areum tidak memakan makanannya. Dia menatap makanan di atas meja tidak berminat.
"Yang Mulia, kenapa anda tidak menyentuh makanan anda?" Tanya Daehyun menatap Areum.
"Aku tak menyukai baunya Ayah, perutku mual rasanya" Jelas Areum hendak memuntahkan makanannya. Areum beranjak undur diri untuk mengeluarkan hal yang tak nyaman diperutnya. Kyungsoo berhenti memamakan hidangannya dan undur diri untuk melihat Areum. Hwon menahan Kyungsoo.
"Tidak perlu, biar aku SUAMI nya yang melihat keadaannya" Ujar Hwon menekan kata suami. Lalu mengikuti Areum yang masuk ke kamarnya. Hwon memasuki kamar Areum, Areum segera berbalik menatap Hwon heran.
"Ada apa anda kesini?" Ujar Areum dingin, Hwon kaget. Areum biasanya memanggilnya Yang Mulia atau Chaona. tapi panggilan itu tak ada, tatapan mata Areum kosong dan dingin.
"Tentu saja khawatir dengan keadaanmu, bagaimana keadaan mu?"Tanya Hwon berbasa-basi. Hwon ganjal dengan sikap dan perilaku Areum.
"Saya baik-baik saja, jadi anda tidak perlu khawatir" Jelas Areum. Hwon memegang lengan Areum ditempat luka yang ditorehkannya kemarin dengan erat, Areum meringis. segera ditepisnya tangan Hwon kasar. Gawat, lukanya terbuka. Beruntung Hanbok yang dikenakannya bewarna hitam jadi tidak terlihat noda darah.
"Bisakah anda keluar? saya ingin mengganti pakaian saya" Ujar Areum dingin.
"Kita suami istri, Apa yang membuatmu malu? aku berhak melihat yang ada ditubuhmu"Tolak Hwon. Entah apa yang terjadi pada dirinya. Hwon bingung begitu juga Areum.
"Tubuh saya tidak pantas untuk anda lihat, tubuh saya begitu menjijikkan."Jelas Areum membuat Hwon terdiam, kata-kata yang pernah dilontarkannya dulu dilontarkan kembali oleh Areum untuk menyindirnya.
"Tapi tubuh yang menjijikkan itu sudah pernah kusentuh dengan gairah"Tantang Hwon. Dia tak mau beranjak, dia ingin memastikan kondisi luka Areum, apakah parah atau tidak. Hwon melepaskan secara paksa pakaian Areum. Areum menolak. Lalu Hwon berbisik.
"Jika kau berteriak seluruh keluargamu akan berpikir jika kau sedang ku lecehkan? kau tak ingin citraku jelek kan? mengingat penebusan dosa yang harus kau lakukan."Ancam Hwon.
"Kenapa anda begitu kejam kepada saya?"Lirih Areum.
"Karena keluargamu juga begitu kejam kepada ku. Setidaknya aku harus membalasnya bukan?" Ujar Hwon melepaskan Hanbok Areum. Luka sayatan pedang menganga dilengannya. Luka itu kembali berdarah. Hwon membersihkan Luka dilengan Areum lalu membalutnya dengan rapi, setelah selesai Hwon menggantikan Hanbok baru untuk dikenakan Areum. Hwon merangkul Areum keluar kamarnya untuk menemui keluarga Areum yang masih menunggu diruang makan.
"Apakah sudah mendingan sayang?" Tanya Jinhae mendekati Areum lalu membawanya duduk disebelahnya. Areum mengangguk mengatakan jika dia tidak apa-apa.
"Kenapa ada luka dilengan Chunjeon?" Tanya Hwon kepada Daehyun. Daehyun terdiam, tak tau ingin menjawab apa.
"Saya berlatih pedang dengan kak Kyungsoo, tanpa sengaja pedang kak Kyungsoo melukai saya" Ujar Areum menjawab sebelum Kyungsoo buka suara.
"Apa? Berlatih pedang menggunakan pedang sungguhan?Bukan pedang kayu? Apa Kepala Departemen Kehakiman berniat melukai Chunjeon?" Tanya Hwon tajam dengan sindiran ditutur katanya.
"Saya adalah orang yang selalu melindungi Yang Mulia Ratu-"
"Saya yang memintanya, kami biasanya berlatih pedang menggunakan pedang sungguhan, semalam hanya kecelakaan saja" potong Areum, dia tak ingin Kyungsoo mengatakan hal sebenarnya.
"Kalau begitu Kepala Departemen Kehakiman harus dihukum karena melukai Chunjeon" Sial, Hwon menjebak mereka. Hwon tau Areum bakal melindungi Hwon, kesempatan itu digunakan Hwon untuk menjebak Kyungsoo.
Semua terdiam, berpikir keras untuk terhindar dari masalag baru.