Together but not the same

Together but not the same
Episode 43 : Lunchbox



Ara merenggang tangannya saat lelah sungguh menyergapnya. Kevin, kakaknya terlihat sudah tertidur di sofa ruangannya. Ara berjalan menghampiri kakaknya, mengguncang pelan tubuh kakaknya.


"Kak, ayo bangun. Aku sudah selesai, sebaiknya kita pulang. Dan lanjutkan tidur kakak di apartment ku."


Kevin membuka matanya merasa terganggu.


"Kau sudah selesai?"


"Ya, aku sudah selesai. Sekarang ayo kita pulang."


Kevin mengangguk, keduanya berjalan beriringan meninggalkan ruangan Ara.


"Aku saja yang menyetir, kakak terlihat sangat kelelahan. Aku tidak ingin mati muda jika kakak yang menyetir dengan kondisi seperti ini." ucap Ara melihat kakaknya yang berulang kali sudah menguap. Tanda dia sangat mengantuk.


Kevin mengangguk mengiyakan ucapan adik kesayangannya itu.


Mobil yang mereka naiki pun telah pergi meninggalkan perusahaan itu.


Ara membuka pintu apartemen nya. Mempersilahkan kakaknya untuk masuk. Kevin langsung berjalan menuju kamar kosong yang telah ditunjukkan Ara.


Ya, kamar kosong yang sering Max gunakan jika kedua sahabatnya itu menginap.


Ara melihat Kevin yang sudah tertidur lelap pun tak ingin membangunkan kakaknya untuk makan malam. Sepertinya kakaknya sudah makan tadi ketika izin pergi sebentar dari ruangannya.


Intan mendudukkan dirinya dipinggirkan kasur. Melepaskan sepatu yang digunakan kakaknya dengan hati-hati. Ara menyelimuti kakaknya, mematikan lampu. Dan keluar dari kamar itu.


Ara sampai di kamarnya. Rasanya sangat lelah. Kapan semua ini akan berakhir, dia merasa sudah tidak sanggup jika harus menjalankan perusahaan itu. Tapi ini demi masa depannya juga keluarganya.


Ara memasuki kamar mandinya. Mengisi air kedalam bathub. Melemparkan aroma wewangian kedalamnya. Setelah terisi penuh, Ara membuka seluruh pakaiannya dan mulai memasukkan tubuhnya kedalam bathub itu.


Ara menyenderkan tubuhnya, rasanya sangat nyaman. Ara memejamkan matanya. Merilekskan tubuhnya.


Sering kali Ara tertidur dengan tidak nyaman karena terlampau lelah. Ara bahkan sering terbangun ditengah malam, baik karena bermimpi buruk ataupun karena tubuhnya yang terasa pegal.


Setelah menghabiskan kurang lebih setengah jam. Ara pun berjalan menuju shower untuk membasuh tubuhnya. Ara mengambil handuk, berjalan menuju walk in closet nya.


Mengambil piyama tidurnya dan memakainya. Ara membaringkan tubuhnya di atas kasur, menyelimuti dirinya sendiri. Dan mulai memejamkan matanya.


Saat Ara telah tertidur, pintu balkon kamarnya terbuka dari luar. Seseorang masuk kedalam kamarnya.


Orang itu melihat Ara yang terlihat tertidur dengan kening berkerut. Seperti bermimpi buruk.


Orang itu pun berjalan mendekat, ikut membaringkan tubuhnya disamping wanita itu. Orang itu mengelus wajah yang sangat dia rindukan ini. Orang itu memeluk tubuh Ara dengan erat, seakan tidak akan ada lagi hari esok.


Orang itu berulang kalo mengecup keningnya dan bergumam meminta maaf atas kesalahannya selama ini.


Kerutan di kening Ara, perlahan menghilang. Ara mulai tertidur dengan lelap, bahkan mungkin sangat lelap.


Orang itu pun ikut memejamkan matanya. Menyusul Ara masuk kedalam mimpi.


****


Sinar matahari masuk menembus kamar dimana seorang wanita tampak tertidur dengan pulas. Bahkan alarm di kamarnya tidak bisa membuat dia terbangun.


Kevin membuka pintu kamar adiknya. Kevin sedikit terkejut melihat Ara yang masih tertidur. Dari kabar yang dia dapat, Setelah kejadian itu, Ara tidak pernah lagi tertidur pulas. Ara selalu bangun tengah malam, bahkan terkadang berteriak meminta jangan pergi.


Kevin tak tega membangunkan adiknya pun memilih keluar kamar dan kembali menutup pintu kamar Ara.


Kevin memiliki urusan penting siang ini. Jadi dia pergi meninggalkan Ara sendiri.


Setelah pintu apartemen terkunci. Seseorang datang ke dapur dan mengambil sarapan yang Kevin siapkan untuk Ara.


Orang itu melihat sarapan itu dengan tatapan datar. Kemudian membuangnya ke tong sampah, orang itu mengambil sarapan yang sudah susah payah dia masak. Meletakkannya di atas meja ruang makan.


Berjalan ke arah kamar Ara, melihat wanita itu yang masih lelap dengan tidurnya. Orang itu mengecup kening Ara, kemudian berjalan kearah balkon. Menutup pintu balkon dan menghilang begitu saja entah kemana.


Ara menggeliat saat sinar matahari semakin mengganggu tidurnya. Perlahan kelopak matanya terbuka. Tangannya meraba ponselnya diatas meja. Saat matanya melihat ponselnya, kedua mata itu sontak membulat.


Astaga, sudah jam 11 siang. Dia terlambat kekantor. Ara segera berdiri, menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Kenapa kakak dia membangunkan. Astaga bisa-bisanya aku bangun siang."


Ara mengenakan pakaiannya dengan cepat, sedikit memoles wajahnya. Mengambil tas juga ponselnya dan berjalan cepat kebawah. Di meja makan, Ara melihat sebuah kota makanan.


Ara mengambil kotak itu, tidak sempat jika harus sarapan di apartment. Ara berlari meninggalkan apartment nya menuju lift. Stelah lift sampai di parkiran, Ara segera memasuki mobilnya dan melaju dengan cepat menuju perusahaan.


Orang yang sedari tadi memperhatikannya lewat karena yang dia pasang di apartment Ara tertawa pelan. Sangat menggemaskan melihat Ara yang panik karena bangun siang hari.


Setelah mobil Ara tak terlihat, orang itu pun meninggalkan tempatnya saat ini. Para bawahannya sudah menunggu di parkiran. Salah seorang bawahannya membukakan pintu mobil untuknya.


Orang itu pun juga ikut meninggalkan tempat itu.


Ara bergegas menuju ruangannya saat lift berhenti di lantai dimana ruangannya berada. Ara membuka pintu ruangannya, berjalan menuju sofa dan langsung mendudukkan dirinya.


Mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena berjalan juga berlari. Ara karyawannya pasti heran melihat dia yang seperti dikejar-kejar oleh sesuatu.


Ara merasakan perutnya sudah berbunyi. Ara mengambil kotak makan yang dia bawa tadi. Membuka penutup kotak makan itu.


Ada secarik kertas didalam kotak makan itu.


"Selamat makan sayangku."


from B


Ara mengerutkan keningnya, siapa B? nama kakaknya tidak berawalan B melainkan K.


Ara mengedikkan bahunya tidak peduli, yang jelas dia sudah sangat lapar sekarang. Ara memakan makanan itu, rasanya sangat enak. Air matanya tanpa sadar terjatuh. Astaga, makanan ini mengingatkannya dengan seseorang.


Seseorang yang harus dia lupakan jika tak ingin merasakan sakit lagi. Ara memakan makanan itu dengan air mata yang terus mengalir. Sampai makanan itu tandas.


Ara menutup kotak makan itu. Mengusap kotak makan itu, kemudian memanggil sekretarisnya.


Seseorang masuk kedalam ruangannya.


"Tolong buang kotak makan ini jauh-jauh. Dan ingat, jangan sampai aku kembali melihat kotak makan ini."


"Baik buk."


Sekretarisnya mengambil kotak makannya, dan meninggalkan Ara sendiri dalam kesunyian.


Ara memilih berjalan ke kursi kebanggaan nya. Mendudukkan dirinya di sana, Mengambil dokumen yang harus dia periksa. Menyibukkan dirinya dengan pekerjaan adalah hal yang harus Ara lakukan agar dia tidak mengingat kenangan masa lalu nya.


Dan Ara berharap, kenangan itu tidak akan pernah lagi bisa dia ingat. Jika perlu untuk salamanya..