The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#2



Sudah hampir 2 hari aku berada di penjara ini. Aku tidak tahu temapat apa ini. Sebuah tempat yang sangat gelap, panas dan banyak sekali suara jeritan minta tolong dan siksaan. Aku benar benar takut, karena belum pernah aku merasakan ini semua. Setiap beberapa jam sekali kedua orang yang menjaga penjara mendatangiku dan mereka memukul serta menendangku. Aku kesakitan, banyak darah yang mengalir dikepalaku, hidung serta mulutku. Beberapa kali aku sempat memuntahkan darah dari mulutku. Itu sangat menyakitkan sampai tangan dan kakiku lemas tak bisa bergerak. Sungguh itu sangat membuatku benar benar tersiksa. Bukan kenapa? Mereka tak pernah memberikan makanan kepadaku, pernah sekali mereka memberikan makanan tapi itu hanya sepotong roti yang kotor dan juga hangus terbakar. Awalnya aku tak mau memakannya tetapi penjaga itu memaksaku makan makan itu.


Ada pada satu hari itu, setelah penjaga itu menghajarku ada 2 orang mendatangiku dan masuk kedalam selku. Orang itu sempat berbicara dengan kedua penjaga itu, akan tetapi aku tidak bisa mendengar percakapan mereka karena terlalu anyak suara ledakan, jeritan dan suar minta tolong yang sangat keras. Hanya bisa terdiam disudut ruangan dengan memeluk tekukan kaku ku. Aku sungguh ketakutan. setelah meraka berbicara dengan penjaga itu mereka berjalan mendekatiku. Terlihat dari kejauhan pandanganku samar samar tetapi, semakin lama semakin dengat mereka terlihat jelas. Kedua orang itu berpakain panjang hingga menutupi tangan, kepala hingga kaki mereka. Aku melihat seperti memakai jubah yang sangat besar, tapi anehnya aku melihat seperti ada gambar pola api di jubah itu. Aku hanya bisa melihat mereka datang mendekat tanpa bisa berkutik sedikitpun. Semakin dekat semajelas mereka dimataku. Aku menunduk untuk menyembunyikan wajahku dan sesekali menengok ke arah mereka.


Kedua orang itu tepat berada dihadapanku dan salah satu dari mereka berjongkok dan membuka penutup kepalanya itu serta terdengar suara tertawa kecil nankejam darinya saat membuka penutup kepalanya itu. Dia menatapku tajam dan aku selalu menutup mataku entah mengapa aku serasa ingin menutupnya terus menerus. Dia pun dengan santainya tersenyum sinis dan tangannya mengelus kepalaku. Berulang kali aku menjauhkan tangannya dariku, dia merasa kesal dan marah saat aku menjauhan tangannya dari kepalaku.


Memegang rahangku bawahku dan menariku, mataku masih terpejam. "Hai sayangku...! Kenapa kau menutup matamu? Apakah kau tidak mau melihat ku? Oh...atau... matamu sekarang buta  karena siksaan kedua penjaga itu atau bahkan dengan hal lain?" Ucapnya dengan tutur kata yang lembut.


Perlahan aku membuka mataku. Aku tak menyangka orang itu adalah orang yang aku cintai dulu, yaitu Jackson Miller, dengan ekspresi kejam dia melengah kearah belakang dan menghempaskan wajahku. Dia berdiri dan menyuruh para penjaga itu masuk dan berdiri dihadapan nya. Para penjaga itu berdiri tepat disebelahku agak jauh sedikit dengan membelakangi dinding. Aku kira Jack menyuruh para penjanga untuk menyakitiku lagi? Tetapi tidak! Jack dengan santai menendang kedua penjaga itu bergantian dangan sangat kuat menghantam dinding dibelakang mereka sehingga para penjanga itu muntah darah. Jack tidak habis habisnya memukul dan menendang para panjaga itu, sampai salah satu dari mereka tergeletak lemas dan taklama para penjaga itu mati tak berdaya, darah mereka mengalir mengarah ke diriku dan itu sangat membuatku merasa takut. Aku tidak pernah menyangka mengapa dia bisa sekejam itu. salah satu yang lain kritis kondisinya dan Jack membiarkan dia mati menderita. Partama kali terlintas dipikiranku Jack ingin menyelamatkanku tetapi tidak.  Dia kembali menarikku dengan memegang rahangku sangat kuat aku berulang kali memukul tangannya yang mencengkram rahangku tapi dia takterpengaruh. Dia membawaku kehadapan kedua penjaga itu, dia menghempaskan tubuhku hingga terjaruh tepat di depan para penjaga itu.


Jack tertawa puas dengan apa yang dia lakukan. Aku menahan tangisku saat melihat penjaga penjaga itu mati dengan perlahan.


"Kau lihat itu?  Kau pasti berpikir bahwa aku tidak bisa kejam? Kau salah! Lihatlah aku, telah membunuh ke 2 penjaga itu." Dengan tawa yang menggelegar serta tutur kata yang pelan dia berbicara denganku.


"Huh... Filbert! Aku tidak tau biasa dia menaruh benda itu? Kau pasti tahu? Kan kau yang menyuruhnya membawa benda itu kemana mana?" Teriaknya


Aku terkejut dengan apa yang di katakan Jackson. Dia mengatakan Filbert? Jadi... orang itu adalah Filbert. Dengan sepontan aku membalikan badanku saat Jack berkata Filbert tadi. Filbert berjalan menghampiri Jack dan membuka penutup kepalanya. Dengan sangat gagahnya dia berjalan menghampiriku.


"Berika Cincin dan Kalung yang diberikan oleh orangtuamu kepadamu! Sebelum aku memaksa!" Katanya pelan.


"Aku tidak mau memberikanya! Ini milikku!" Teriaku sambil menangis karena tak menyangka orang yang aku percaya bisa seperti itu.


"Berikan!!!" Teriaknya sangat kencang.


"Jika kau tidak memberikannya teman teman tersayangmu akan mati! Bukan hanya mereka Orang tua mu pun akan mati!" Katanya pelan


"Sekarang berikan... atau tidak..."...


"Atau tidak kenapa! Kenapa kalian seperti ini? Kemarin kalian bilang kalian sangat ingin menghancurkan Ring Of Fire,  tapi sekarang apa? Kalian bahkan mengurungku dan menyiksaku disini. Kenapa tidak sekalian membunuhku saja?" Dengan menangis aku berkata seperti itu.


"Tangis mu tidak akan membuatku luluh!" Ucap Filbert


Tanpa berpikir panjang Filbert mengambil kalung dan cincinku yang ku taruh disebuah kantong tak terlihat yang kutaruh di pergelangan tanganku. Aku berusaha agar dia tidak mengambilnya dariku tapi apalah daya, akh sangat lemah untuk melawanya. Setelah mengambilnya, mereka  pergi ke luar penjara. Saat mereka berada diluar penjara mereka ada berbica...


"Jangan mudah percaya dengan seseorang! Apa lagi saat di dunia yang berbeda, itu sama saja dengan membunuh dirimu sendiri!" Ujar Jack terhadapku.


Mereka berjalan keluar, aku hanya bisa menangis dengan sangat kencang yang membuat seseorang di samping penjaraku mendengarnya. Dia berbicara kepadaku dan berusaha membuatku tenang. Orang itu seorang wanita yang aku dengar suaranya.


"Gadis cantik... jangan menangis... kecantikanmu nanti hilang saat kau menangis?" Suara wanita itu dari balik dinding sebelah


"Kau siapa?" Tanyaku


"Aku? Ooh... namaku Catherine Malthus.   Kau bisa memanggilku Kate dan kau itu Angelina Justis kan?"tanya kate dan Memperkenalkan dirinya.


"Bagaimana kau bisa tau namaku?" Tanyaku


"Tentu saja aku mengenalmu!" Jawabnya


"Tapi bagaimana kau bisa mengenalku?" Tanyaku lagi.


"Kau akan tahu nanti? Sekarang kau berpikirlah bagaimana kau bisa kabur dari sini dan menyelamatkan orang terkasihmu!"


"Aku tidak tahu caranya? Apa kah kau tahu? Ah... mengapa aku menanyakan itu kepadamu sedangkan kau juga masih disana!"


"Ada satu cara agar bisa bebas dari sini!"


"Hah... bagaimana caranya?" Tanyaku


"Apa kau punya bulu burung Phoenix, air dari mata air Pegasus dan bulu singa dari Griffins?" Tanya Kate kepadaku


"Ah... sepertinya aku... oh iya aku punya!" Teriakku


"Benarkah? Kalau kau punya, taruh bulu burung phoenix di bawah terus ambil sehelai bulu Griffins di atasnya seperti menumpuk dan berikan satu tetes air dari Pegasus hingga membasahi bulu Griffins itu. Setelah itu tutup matamu dan pegang bulu burung itu dan bulu singa itu serta angkat,bayangkan dimana tempat yang ingin kamu tuju. Dan satu lagi aku harap kau membayangkan ketempat dimana seekor Satir berada. Dia akan menolongmu disaat seperti ini" jelasnya panjang


Dengan petunjuk yang diberikan oleh Kate aku berada di sebuah hutan yang lebar nan indah. Saat itu aku masih menutup mataku dan saat membuka mataku aku terkejut ada seekor manusia setengah kambing tengah berjalan. Dengan kekuatan yang tersisa aku mengejarnya hingga menyeret kakiku.


"Hai... tolong aku! " aku terjatuh tersungkur.


Satir itu mendengar suaraku dan dia mendatangiku.


"Hai... kau siapa? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya satir itu


"Ooh... tolong aku! Aku terluka!"


"Oho... baiklah... aku akan menolongmu! Tapi apa yang bisa kau berikan padaku saat aku menolongmu?" Tanya Satir itu


"Apapun yang kau mau!" Ucapku


"Ooh... oke aku akan menolongmu!" Katanya


Dia menggendongku dan membawaku kerumahnya. Saat itu aku tidak sadarkan diri. Dia menempatkanku di sebuah ranjang yang cukup besar dan mengobati semua lukaku dengan tumbuhan herbal dari hutan. Saat aku terbangun dia tidak ada dirumah. Aku melihat rumah yang sangat indah didalamnya. Tapi ada satu benda yang membuatku sangat penasaran yaitu sebuah figura foto yang berada di meja tamu ruang itu.


Aku turun dari ranjang dan berjalan dengan pincang menuju figura foto tersebut. Saat aku melihat figura foto tersebut aku benar benar terkejut pasalnya, foto yang ada di dalam situ adalah foto Satir, Mom, Dad dan seorang anak kecil sekiranya berumur 2 tahun digendongan Mom. Aku bingung dengan itu semua. Tak lama Satir itu datang dan memarahiku karena aku memegang figura foto itu.


"Hai... apa yang kau lakukan?!" Berlari menganbil figura itu dari ku


"Berani beraninya kau menyentuhnya?"


"Itu..."


"Kau tak tahu terima kasih setelah ditolong!" Marahnya


"Bukan begitu! Tadi aku melihat figura itu dan saat aku dekati aku melihat didalam foto itu adalah foto kedua orangtuaku!"


"Iya... itu foto orang tuaku! Mengapa kau menyimpankua dan siapa anak perempuan itu?" Tanyaku.


"Jika benar dia orang tuamu? Kau harus mengatakan siapa nama mereka dan apa gelarnya?" Tanya Satir itu dengan serius


"Namanya adalah Andros Justis dan Kimberly Ervanthe mereka adalah alumni dari asrama Wynstelle. Mereka adalah Zodiac terpilih" jawabku


"Ah... tapi bagaimana mungkin! Kau bukanlah Kate... usiamu jauh lebih muda dari Kate" ucanya bingung


"Kate? Siapa dia?"


"Kate... putri dari Andros Justis dan Kimberly Ervanthe, ini dia Kate..." menunjukan foto itu kembali


"Tapi! Aku anak nya Andros Justis dan Kimberly Ervanthe. Bukan Kate yang kamu bilang?"


"Tidak! Andros Justis dan Kimberly Ervanthe memiliki putri bernama


Catherine Elizabeth Justis. Aku saksinya!" Dia bersikeras


"Tapi aku..."


"Nama mu siapa?"


"Namaku Angelina Elizabeth Justis atau Angelina Justis"


"Ooh... aku mengerti sekarang?"


"Mengerti apa?"


"Tidak papa! Tapi kenapa kamu ada disini? Bukanya ada dibumi? Disini sangat berbahaya untukmu? Bahkan Kate aja disembunyikan disini tapi mereka berhasil menangkapnya!"


"Apa maksudmu?"


"Kate adalah gadis cantik yang pernah aku temui, dia manis seperti madu dan baik hati. Tapi sayangnya mereka semua mengambilnya dari genggaman kami dan membunuh koloni kami!"


"Siapa yang kau bicarakan?"


"Ya siapa lagi, Kalau bukan George Miller. Karena dia Kate kami diambil serta mereka membunuh koloni kami dihadapan mataku sendiri!"


"Yang kamu maksud itu Kate...??? Catherine Malthus?"


"Itu nama Kate saat berada di sini! Tapi bagaimana kau tahu?" Tanya Satir itu terkejut


"Ya aku mengenalnya saat aku dipenjara oleh Anggota Ring Of Fire dan dia membantuku untuk kabur dari sana!"


"Apakah dia baik baik saja?"


"Ya sepertinya baik baik saja!"


"Syukurlah...! Apa kau tahu siapa dia?"


"Aku tidak tahu?"


"Sedari tadi aku cerita kau tidak tahu?"


"Tidak?"


"Dia itu kakak mu! Dia anak dari Andros Justis dan Kimberly"


"Benarkah!"


"Tentu saja!"


"Apakah kau  sekolah di Wynstelle?"


"Ya aku sekolah disana! Kenapa?"


"Lihat ini!" Dia mengambil sebuah bola kristal dan disitu aku melihat penyerangan yang dilakukan oleh Anggota Ring Of Fire.


"Bagaimana ini? Aku harus menyelamatkan mereka?" Aku berlari keluar tapi tidak bisa


"Kau mau kemana? Kau tidak bisa kesana sendirian dan tanpa kekuatan sedikitpun?!"


"Terus aku haru bagaimana? Aku ingin menyelamatkan mereka?"


"Apakah kau punya daun emas, buah dari pohon emas Griffins, bulu singa Griffins, air dari mata air Pegasus, janggut naga, ranting dari hutan Fairy, bulu emas api dari Phoenix serta permata bulan dari Werewolf" tanya Satir itu.


"Ya aku mempunyainya!"


"Kemarilah, berikan padaku itu semua! Akan aku bikinkan senjata agar kau bisa melawan mereka semua"


"Sekarang kau tidur dan saat kau bangun kau sudah ada di kamarmu dan disampingmu ada pedang yang aku buat untukmu. Dengan itu kau bisa menolong mereka semua dan mengalahkan kelompok Ring Of Fire."


"Apakah aku bisa mempercayaimu? Siapa namamu?"


"Kau harus percaya denganku! Dan saat kau terbangun kau akan sehat kembali dan bisa melawan mereka. Nama ku Clover"


"Clover?"


"Ya nama ku Clover! Apakah itu lucu? Sekarang lebih baik kau tidur dan percayalah aku akan membantu mu"


Aku tertidur di ranjang itu lagi dan...