
BOOM!!!
BOOM!!!
BOOM!!!
Suara ledakan yang sangat besar membuat kami semua menjadi panik. Karena suara ledakan itu sangat keras dan terdengar dari arah Sekolah Wynstelle. Kami ada yang lagi melamun, bermain, minum dan sebagainya terkejut dengan semua itu dan langsung meninggalkan tempat latihan dan berlari menuju sekolah.
Beberapa saat kami berlari. Kami melihat sokolah kami sebagian hancur berantakan. Tapi untungnya hanya sebagian kecil saja, tapi itu sangat membuat situasi disana sangat kacau.
Vivian yang seorang anggota kesehatan langsung memasuki reruntuhan untuk mencari apa kah ada seseorang didalam sana. Dia berlari dengan kencang. Sebelum sampai di reruntuhan dia dihadang oleh Filbert agar dia tidak masuk kedalam sana, karena didalam sana sangatlah berbahaya. Takutnya akan ada bangunan yang masih belum runtuh menjadi runtuh dan itu akan membahayakan nyawanya.
"Vivian hentikan!!" Ucap Filbert sambil memegang tangannya
"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, aku takut ada seseorang di dalam sana. Ini masih jam pelajaran!" Ucap Vivian dengan meneteskan aur mata.
"Iya... aku tau. Tapi disana sangat berbahaya!!!" Menarik tangan Vivian dan membawanya ke tempat yang aman.
Saat itu aku harus berpikir cepat dan tepat. Aku mencoba untuk mengumpulkan anggota OSIS yang ada untuk membantu mendata apa kah ada orang yang hilang.
"Cia! Apa kau bisa membantuku?" Ucap ku sedikit tegas
"Bantu apa?" Tanyanya.
"Tolong cari anggota OSIS dan suruh dia mengumpulkan data data apa kah ada yang hilang atau terluka. Kita harus cepat! Setelah selesai kita bertemu di tempat ini lagi" Aku yany bingung harus bagaiman dan aku mangambil langkah ini
"Oke Lina, aku akan segera kembali."
Aku dan Cia bergegas untuk mencari anggota OSIS dan Kesehatan untuk mengumpulkan data setiap siswa aga mudah untuk mengtahui apakah ada yang terluka atau ada di dalam reruntuhan itu.
Satu persatu kami menemukan mereka dan mengatakan hal itu dan kami berkumpul di tempat semula dengan anggota OSIS dan kesehatan yang kami temukan. Aku mengangambil langkah itu dan mulai mengamankan para siswa yang ada ke tempat aman dan mendata mereka dengan cepat. Kami bekerja sama satu sama lain untuk menemukan dan mengobati yang terluka.
Tapi yang aku bingungi? Kemana ketua OSIS Jackson. Seharusnya dia ada disini untuk membantu kami semua. Guru guru sampai Kepala sekolah menanyakan keberadaan Jack yang menghilang. Kalau dia yerjebak di reruntuhan itu tidak mungkin karena itu yang hancur adalah ruang laboratorium dan ruang Lab - Lab. Mana mungkin dia ada disana, teman satu kelasnya saja ada di sini semua. Berarti dimana dia pergi.
Aku tidak terlalu memikirkan itu tapi aku memikirkan bagaiman kalau ada seseorang atau lebih di dalam sana. Mumpung ada wakil Ketua OSIS yang menangani ini menggantikan Jackson. Kalau tidak bisa dibebankan ke diriku sendiri atau yang lain sebagai perwakilan ketua.
****
Situasi saat itu sangatlah mengkhwatirkan, semua orang berlarian kesana kemari hanya untuk menyelamatkan diri. Ledakan itu terjadi 3 kali dan membuat takut seluruh sekolah. Para anggota sekolah dan siswa siswi takut kalau ada bangunan yang lain akan runtuh karena sekolah kami terdiri dari beberapa tingkat dan begitu banyak ledakan yang terjadi.
Aku membantu teman teman ku yang terluka dan membawanya ke tempat aman. "Kau istirahat saja dulu disini, aku akan memanggil petugas kesehatan!"
Saat membalikan badanku aku melihat ke arah atas gedung yang masih kokoh. Aku melihat seorang memakai jubah berwarna hitam dengan corak kobaran api, mengawasi tempat ini dan saat aku lihat dia seperti tau kalau aku melihatnya dan dia pergi begitu cepat ke arah belakangnya. Saat itu Filbert, Joachim, Roland dan Kendrick yang ada di sampingku setelah membawa teman teman yang terluka ke tempat aman, mereka berlari mengejar orang itu dengan sangat cepatnya. Aku tidak tau apa kah mereka akan berhasil menangkapnya? Tapi sepertinya orang itu tidak asing bagiku. Aku sepernah bertemu dengannya di suatu tempat tapi diaman?
Tanpa berpikir panjang aku, melupakan itu dan membantu yang lain.
Menepuk pundakku "Nona Angelina!" Prof. Carlos memanggilku, itu membuatku terkejut.
"Oh... Prof. Carlos, ada apa ? Apa ada yang terluka ?" Tanya ku
"Tidak... tidak ada yang terluka. Tapi apa kau tau dimana Ketua OSIS sekarang? Dia tidak ada dimana mana. Saya takut dia ada didalam reruntuhan itu, saat itu Prof. Lihat dia berjalan kearah laboratorium" tanya Prof. Carlos.
"Saya juga tidak tau Prof. Tapi saya akan mencari dia " jawabku.
"Baiklah kau cari dia! Saya akan membantu mu mencari nya"
Aku hanya mengangguk dan segera pergi menyelamatkan teman teman yang terluka. Angin bertiup kencang yang dan itu mengundang para pria yang berlari mengejar orang berjubah tadi kembali. Mereka kembali dengan tangan kosong, mereka tidak berhasil menangkap orang itu. Entah mengapa orang berjubah itu mengingatku dengan seseorang tapi siapa?
Filbert dan yang lainnya menghampiri ku dan Amelie " apa kalian baik baik saja?" Joachim memeluk Amelie dengan erat, Joa sangat khawatir dengan sepupunya itu.
"Joa, aku tidak papa. Lepaskan aku" mencoba melepaskan pelukannya.
Filbert dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala seperti tidak percaya Joa memeluk Amelie.
"Lina apa kau baik baik saja?" Kendrick menanyakan keadaanku.
"Iya..."
Prof. Carlos menghampiri kami, dia memanggil Filbert dan anak laki laki yang lain untuk berkumpul dan mencoba untuk membersihkan puing puing bangunan. Sementara itu para anak perempuan ada yang mengobati yang luka dan pergi mencari obat dan pertolongn dokter terdekat untuk yang sangat parah.
Banyak teman temanku yang terluka saat berada di sekitar sana. Itu sangat tiba tiba dan terjadi di saat jam pelajaran.
Aku membantu mengobati orang yang terluka kecil, saat itu aku melihat pasien yang aku obati memiliki cincin yang sangat indah seperti diukir dengan corak api. Aku sedikit bingung kenapa di hati dan pikiranku ganjal ketika melihat cincin itu. Aku merenung sebentar dan mengingat itu. Tapi akhirnya aku mengingatnya, orang yang aku lihat di atas bangunan yang masih utuh itu adalah orang yang dulu pernah menculiku, 'ya dia adalah kelompok Ring Of Fire yang diceritakan Ivander waktu itu'
Sepertinya kelompok itu tengah mengincar barangku dan mencoba mengambilnya dengan cara meneror sekolah kami. Aku berharap saja mereka tidak meneroro sekolah ini, jika mereka hanya mengincarku! Jangan lah membahayakan nyawa banyak orang seperti ini. Mereka tidak tau apa apa, kalian kelompok Ring Of Fire apa jalian tidak punya hati.
Para pria membersih kan puing puing bangunan dan tak terasa hari semakin gelap dan mereka memutuskan untuk melanjutlan nya besok. Sedangkan para pasien yang mengalami luka luka telah diobati semua. Yang terluka kembali ke asrama dengan dijaga oleh bala tentara dewa Zeus dan juga kepala keamanan.
Prof. Carlos menghentikan pekerjaan " anak anak! Kita sudahi hari ini dan sambung lagi nanti. Kalian belum ada makan dan istirahat"
"Iya... Prof. Carlos" mereka menghentikan pekerjaan dan kembali ke asrama masing masing.
Saat Itu Filbert masih di lokasi itu dengan teman temannya. Filbert membalikan badannya dan menatap kami dengan tajam seperti mengisyaratkan sesuatu. Saat itu Vivian dan yang lain melihatnya langsung pergi seperti dia tau apa yang dimaksud Filbert itu.
Aku masih bingung kemana Jackson pergi dan dimana dia sekarang. Takutnya saja dia kenapa kenapa, karena semua anggota OSIS semua nya ada kecuali Filbert.
Vivian yang melihatku terdiam dengan bingung dia menghampiriku dan mengecek kesehatanku. "Kau baik baik saja! Tapi kenapa wajahmu pucat?"
"Pucat?" Tanya ku
"Tidak lah. Aku hanya bercanda. Kau sedang memikirkan apa? ayo kita pargi. Mereka sedang menunggu" jawabnya
"Menunggu? Siapa?ooh mereka?" Tanyaku
"Iya..."
Aku berjalan meninggalkan lokasi kejadian. Tiba tiba dari belakan ada yang menepuk pundakku dan memberiku sebuah surat. Orang yang memberiku surat itu adalah pasukan Dewa Zeus yang membantu mengamankan lokasi.
Aku membaca surat itu "to Lina, aku baik baik saja. Jangan mengkhawatirkan aku, tadi aku tidak ada disana karena saat itu terjadi aku terkena reruntuhan dan kakiku terkilir. Saat ini aku ada di rumah sakit kota zodiac. Disini ada banyak teman teman yang terluka tadi. Tolang sekali lagi jangan khawatir, aku baik baik saja. Dari Jackson"
"Dia terluka!" Guma ku
"Lina ayo pergi...!!!" Triak Vivian yang ada jauh di depanku.
****
Silverlight berkumpul di tempat biasanya dan berbicara tentang kejadian tadi. Saat itu mereka sangat lah tegang dengan kesunyian. Filbert sepertinya sangat kesal, kedua tangannya diletakan nya di atas meja dan dengan tiba tiba mengepalkan tangannya dan memukul meja itu. Kaca kaca dari meja itu hancur berantakan menjadi keping kepingan kecil dan berlumuran darah.
Pyar...!!!
"Filbert!!!" Berteriak
Vivian yang melihat itu langsung mengambil selembar kain dan membalutnya di tangan Filbert yang berlumuran darah.
"Apa kau baik baik saja?" Kata Vivian
"Mereka telah berani meneror kita dan juga muncul di hadapan ku!!!" Triak Filbert sambil menggenggam tangannya dengan perasaan marah
"Mereka sudah berani Fil, bagaimana cara kita melawan mereka?" Sahut Roland
"Kita harus cari cara agar dia tidak mendekati Lina dan jangan sampai mereka mengambil kalung dan cincinnya" Filbert yang masih marah sampai sampai tidak menyadari begitu banyak darah yang ia keluarkan dan begitu susah payah Vivia mencoba menghentikan pendarahannya.
"Apa kau tidak bisa diam!!! Darahmu sangat banyak yang keluar!!!" Triak Vivian yang kesal
"Baiklah." Ucap Filbert yang terkejut dengan triakan Vivian
Filbert dan yang lainnya mencari cara agar aku tetap selamat dan mereka sangat berpikir keras. Mereka tidak ada hentinya memikirkan bagaimana selanjutnya yang akan terjadi. Mereka mencoba mencari cara agar bisa mengalahkan kelompok Ring Of Fire.