
Kring... kring... kring...
Hari ini sangat melelahkan. Pelajaran yang bener benar menguras tenaga dan pikiran. Bahkan sebentar lagi akan ada ujian setengah semester. Itu sangat menguras tenaga dan pikiranku.
Merapikan buku buku ku dan langsung menuju rumah belajar.
****
"Kenapa disini begitu sepi? Mereka bilang mau kesini, setelah pelajaran selesai" aku membuka pintu rumah belajar.
Aku melihat disekitar dan menaruh buku buku pelajaranku di meja belajar. Aku mencari qbuku di perpustakaan rumah, siapa tau ada buku yang sesuai dengan pelajaran ku.
"Itu dia buku yang ku cari! Bagaimana aku mengambilnya itu terlalu tinggi"
Aku berusaha mengambil buku itu dengan berjinjit. Tapi aku tak sengaja menjatuhkan beberapa buku saat aku mengambil buku itu. Aku mendapatkan buku yang ku cari tapi beberapa buku yang aku jatuhkan berantakan di bawah.
"Aish!!! Kenapa buku buku itu harus terjatuh"
Aku mengumuti buku buku itu dan mengembalikan buku itu ke tempat semula. Tapi... rak buku itu terbuka seperti pintu. Aku tidak tau apa yang ada di dalamnya dan seketika itu kalungku bercahaya sangat terang.
"Tempat apa ini? Seperti di filem filem"
"Kenapa kalungku terus bercahaya? Aku jadi penasaran dengan ini. Apa aku harus masuk?"
"...."
"Baiklah aku akan masuk"
Cahaya dari kalungku membutku penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa rasa takut aku membuka rak buku itu dengan lebih lebar, dan masuk mengikuti sinar dari kalungku.
Tempat itu begitu gelap dan aku hanya mengandalkan cahaya dari kalungku itu. Semakin jauh aku melangkah srmakin terang cahaya yang dikeluarkan kalungku. Aku sempat berpikir kalau ini nyata, tapi ini benar benar nyata. Ini benar benar nyata, aku tau ini bisa terjadi hanya di filem filem saja dengan teknologi yang canggih tapi ini aku alami sendiri tanpa adanya bantuan teknologi.
Aku menelunsuri ruangan dan beberapa saat kemudian aku melihat sebuah cahaya lain yang menerangi tempat itu. Aku sangat penasaran dan melanjutkan langkahku.
Setelah sampai di pancaran cahaya itu aku sangat terkejut dan kagum dengan keindahan yang ada disana.
"Waahh! Apa ini nyata? Ada begitu banyak benda yang bercahaya di sini. Ruangan disini pun begitu terang dari pada yang tadi." Aku begitu kagum dengan semua benda yang ada disitu.
Benda benda itu benar benar bercahaya, mereka memiliki cahaya yang sangat beraneka ragam.
Aku sangat penasaran benda apa aja yang ada. Aku melihat lihat benda itu...
"Lina!!!" Teriak Roland
¤¤¤¤¤¤¤¤☆☆☆☆☆¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Aku tidak bertemu dengan Lina. Mungkin dia sedang bersama orang itu?" Ucap Amelie.
"Itu bisa jadi Amelie, tadi aja mereka berdua bersama sama berjalan di taman" jawab Gabriela.
Yang lain belum tau kalau Lina dan Jackson pacaran jadi mereka bingung apa yang mereka berdua bicarakan.
"Kalian bicarakan siapa sih?" Tanya Ivander penasaran dan Dennis membuka pintu.
"Kepo!!!" Jawab Amelie dan Gabriela bersama sama dan mengeluarkan ekspresi yang sangat cute.
"Hahaha" semua teman teman yang ada tertawa dengan tingkah Amelie dan Gabriela. Semuanya tertawa termasuk para pemilik sikap dingin itu (Filbert,Roland,Kendrik)mereka tersenyum kecil.
"Sudah sudah. Sekarang kita masuk!" Ucap Dennis.
"Baiklah... Dennis" ucap Gabriela dengan sangat manis.
Mereka semua masuk dan kaget karena melihat buku buku ku ada di dalam rumah belajar dan melihat disekeliling tidak ada orang. Mereka melihat rak buku yang ada di perpustakaan rumah belajar terbuka dan bergegas Roland, Filbert dan Joachim masuk dan di ikuti dengan yang lain.
¤¤¤¤¤¤¤¤☆☆☆☆☆☆☆☆¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Lina!!!" Teriak Roland
"Beraninya kau masuk kesini! Hah!!!" Teriknya lagi.
"Roland aku bisa jelaskan ini semua..." ucapku dan Roland mendatangiku.
Roland mendorongku dan mencekik leherku dengan amat marah "apa yang akan kau jelaskan ah!!!" Teriaknya kembali.
Teriak Vivian "Roland!!! Hentikan!" Vivian yang melihatku di cekik langsung mendatangi Roland dan menyuruhnya melepaskannya.
"Roland hentikan!!!" Teriak Filbert dengan tatapan yang sangat tajam.
Roland melepaskan tangannya dari leherku dan menghadap kearah Filbert. Saat itu aku benar benar tidak bisa bernafas dan itu sangat menyakitkan untukku.
Berjalan menghampiri Filbert "Filbert dia!"
Filbert menghampiri ku dan menatapku dengan sangat tajam dia mengeluarkan ekspresi yang sangat menakutkan. Saat itu aku berdiri dibantu oleh Vivian dia memegang ku erat agar tidak terjatuh. Vivian menyuruh Amelie untuk mengambil sebuah kursi. Setelah itu aku di suruh untuk menduduki kursi itu.
Filbert menghampiri ku dan bertanya " Bagaimana kau bisa masuk ke sini!" Tanya nya dengan sangat dingin.
"Filbert aku.... aku tidak sengaja masuk kesini saat aku mau mengambil buku" jawabku gemetar
"Tidak sengaja kau bilang!!!" Ucap Roland dengan menghampiriku.
Filbert mengangkat tangannya aga Roland berhenti bicara "Roland hentikan. Aku sendiri yang akan menanyainya dan menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya" ucap Filbert.
Filbert berjongkok di hadapanku "Lina apa kah benar itu yang terjadi? Jika itu benar Jennifer!" Melengah ke arah Jennifer
"Baiklah Filbert..." ucap Jennifer seolah olah mengerti apa yang di maksud dengan Filbert.
Jennifer pergi kesudut ruangan dan disana terlihat ada sebuah lukisan dan dia membuka lukisan ini. Disana aku melihat dia mengambil sebuah kotak dan menaruhnya di atas meja, dia mengambil sesuatu dari dalam kotak itu. Aku tidak melihat nya jelas tapi Jennifer memberikan itu ke Filbert.
...
...
Filbert mengambil benda yang di bawa Jennifer tadi dan dia memakaikan benda itu ke tanganku.
"Pakailah ini! Sekarang kau menjadi bagian dari kami" ucap Filbert sambil memasangkan benda itu di tanganku.
"Filbert apa apa an ini!?" Tanya Roland.
"Kau diamlah. Lagi pula kita selama ini telah merencanakan ini semua kan dari awal" jawab Filbert
"Tapi..." ucap Roland. Filbert menatapnya dan itu membuatnya terdiam.
Aku bingung dengan semua ini. Apa yang mereka lakukan? Mengapa Roland sangat marah denganku dan apa yang dikatakan Filbert tadi 'telah merencanakan ini dari awal? Dan gelang apa ini yang diberikan Filbert kepadaku?. Itu semua masih menjadi tanda tanya dalam diriku.
"Tapi Filbert apa ini semua...?" Tanyaku
"Kau akan tau nanti. Tapi sekarang kita kembali ke asrama... kita belajar di kamar masing masing dan jangan ada yang memberitahu Lina dulu tentang ini. Besok kita berkumpul lagi disini pukul 04:00 pagi sebelum pelajaran dimulai besok." Jelas Filbert.
"Dan untukmu Lina. Jangan kau lepas dulu gelang itu, kalau tidak kau akan menanggung akibatnya... kau mengerti!!!" Berbicara menggunakan suara lantang nya.
"Dan sekarang kalian bisa kembali ke asrama!!!" Ucapnya lagi
"Tapi Fil..." Filbert menatap ke arah Roland dengan tatapan tajamnya dan itu membuat Roland membeku seperti batu.
Semua orang telah pergi meninggalkan tempat itu dan aku masih bertanya tanya dengan ini semua.
"Vivian..." ucapku.
"Besok kau akan mengetahuinya. Jadi bersabarlah, tapi aku harap kau bisa melakukannya dan menerima ini dengan baik" ucap Vivian.
Vivian, Gabriela dan Amelie yang masih ada disana membantuku untuk berjalan. Mereka semua memasang wajah cemas dan kusut. Aku tidak tau apa yang akan terjadi besok dan apa yang mereka bicarakan? Apa yang aku lakukan? Dan apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Itu semua masih menjadi tanda tanya besar dalam diriku.