The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#4



aku berpas pasan dengan Joa. Dia langsung megang tanganku erat dan membawaku pergi dari ruangan itu ke suatu tempat. Dia mambawaku masuk ke sebuah gubuk kecil, dia menyeritakan semua yang terjadi waktu itu kepadaku. Aku sungguh terkejut dengan apa yang aku dengar. Ini memang sungguh keterlaluan. Itu sebabnya mereka bertengkar hebat kemarin...


"Lina! Aku tidak tau harus bercerita dengan siapa tentang ini. Tentang yang waktu itu aku bertengkar dengan Filbert itu sebenarnya!"


"Sebenarnya apa?"


"Sebenarnya... itu karena Filbert bergabung dengan Kelompok Ring Of Fire..."


"Apa!?... bagaimana mungkin"


Semua itu benar benar membuatku terkejut dan syok.


"Apa yang kau bicarakan!!" Menggunakan nada tinggiku


"Aku berbicara yang sesungguhnya. Jika kau tidak percaya, kau bisa bicara langsung dengannya!"


Seakan tidak bisa percaya dengan kejadian ini lagi. Aku terjatuh kelantai dengan perasaat yang sangat kacau lagi. Aku berusaha aga tidak menjadi lemah dan aku berfikir keras untuk membangun kembali kepercayaan kepada teman temanku.


"Begini saja. Aku akan mencari tau maksud tersembunyi dari Filbert melakukan itu" ucapku sambil memegang kedua tangannya.


"Bagaimana bisa kau melakukannya. Kau yang aku khawatirkan, kekuatan kamu terisisa pada dirimu. Kau harapan kami satu satunya!" Teriaknya dan mencengkram pundakku.


"Kau harus percaya semuanya kepadaku! Dia tidak mungkin bisa melukaiku."


"Apa jaminannya kalau dia tidak bisa melukaimu?"


"Ada Jackson yang akan melindungiku!"


"Ha? Bukannya kalian telah putus hubungan? Tapi kenapa kau masih berharap dengannya?"


"Bukannya aku berharap! Aku duluan yang memutuskan hubungan dengannya!" Teriak ku


"Tapi..."


"Aku akan tahu nanti pada saatnya tiba. Tapi kali ini tolong percayalah kepadaku, aku yakin bahwa Filbert melakukan ini ada maksud tersembunyi."


"Iya aku percaya kepadamu. Tapi sekarang apa rencanamu?"


"Pertama tama jangan ada yang tau tentang ini dulu, selanjutnya akan aku urus dan akan ku beritahu kau secepatnya"


"Baiklah..."


"Joa... "


" ehm"


"Bisa kau antar aku kembali? Aku tidak tau daerah mana ini?"


"Kwkw... iya iya. Mana mungkin aku membiarkan mu disini. Ayo kita pergi"


"Nah gitu... aku bisa melihat tawamu kembali! "


"Ya... aku sungguh bingung kenapa dia melakukan itu?"


"Tidak usah bingung! Dia pasti ingin yang terbaik untuk kita semua"


"Ya sepertinya begitu"


Aku dan Joa berbincang bincang mengenai masalah waktu itu. Dia tidak bisa menahan rasa amarahnya kepada Filbert setelah melihat Filbert bersama seorang anggota Ring Of Fire di sana waktu itu. Joa mendengar semuanya tentang anggota Ring Of Fire ingin menyerang negri Zodiak secepatnya dan setelah orang itu pergi meninggalkan Filbert sendiri, Joa langsung menerkam Filbert dari belakang. Mereka bertengkar dengan perasaan marah. Bahkan mereka sampai tidak merasa sakit sedikitpun saat terdapat banyak luka di badan mereka.


Saat itu aku berfikir, jika Jackson memang menentang ayahnya berarti dia bisa membantu kami.


Kami sampai di sekolah. Aku sudah menghabiskan semua jam pelajaranku di luar. Tapi di absen aku tertulis izin sakit yang di berikan oleh Prof. Tristan. Aku sangat berterima kasih kepadanya.


"Lina! Kita sudah menghabiskan waktu pelajaran di luar!"


"Benar! Ini semua salahmu..."


"Iya ini semua salahku. Tapi jika tidak aku sekarang aku beritahu kapan lagi..."


"Benar sih... ya sudah aku mau kembali ke asrama. Aku lelah..." ujarku


"Baiklah... kau istirahatlah... aku mau pergi ke suatu tempat dulu"


"Ya sudah sana. Aku bisa sendiri! Sampai jumpa besok"


"Sampai jumpa... aku duluan ya. Daa..."


Hari ini sangat melelahkan dan sangat mengejutkan. Sikapku benar benar berubah setiap menitnya. Memikirkan itu aku menjadi bingung sendiri. Tanpa berpikir panjang lagi aku berjalan menuju asrama untuk membersihkan diriku. Aku melewati taman bunga yang indah dan menikmati udara yang segar.


Aku ingin menikmati ini semua dulu sebelum penyerangan kelompok Ring Of Fire menghancurkan nya. Aku tidak tau ini hanya pancingan atau sungguhan tetapi aku ingin ini semua berjalan dengan baik. Aku harap tidak ada pertempuran dimana mana.


Di perjalanan ada seseorang mendekap ku dan membawaku ke dalam rumah belajar. Awalnya aku teriak tetapi setelah aku melihat rumah belajar rasa takutku hilang. Karena aku tahu siapa yang mendekapku ini.


Aku dibawa masuknya kedalam rumah belajar. Dia menutup pintu dengan sangat rapat. Dia membuka dekapannya dan terlihat cahaya terang yang sangat menyilaukan.Dan benar saja orang itu adalah Filbert. Dia menatapku dalam dan penuh harapan jika aku mempercayainya.


"Huuu... Lina! Maaf kan aku! Aku telah bersalah. Bukan maksudku untuk menghianati kalian, tapi ini aku lakukan untuk mengetahui apa yang mereka rencanakan dan tentang Jack aku sangat bersyukur kau telah putus dengannya!" Filbert berlutut kepadaku sambil memegang erat tanganku dan dari kedua matanya terlihat berkaca kaca


"Hai... berdirilah. Aku percaya kepadamu, kau pemimpin kami yang bijak. Kau selalu mementingkan kami semua daripada dirimu sendiri!"


"Dan iya kenapa kau bersyukur aku putus dengan kekasihku?"


"Aku akan menceritakan semuanya! Jack sebenarnya..."


"Sebenarnya dia adalah anak dari ketua kelompok Ring Of Fire?"


"Kau sudah tau? Tapi kenapa kau..."


"Ya... aku mengetahuinya 2 hari yang lalu saat di ruang OSIS. Tapi dia bilang dia selalu menentang ayahnya!"


"Dia memang menentang ayahnya... tapi dia tetap saja anak dari ketua Ring Of Fire"


"Ya aku tau. Aku masih belum percaya kepadanya tapi dia memintaku memberinya kesempatan. Ya aku berikan."


"Bagaimana kau bisa percaya begitu saja kepadanya."


"Ya seterahku... ini hidup ku!" Ucapku nyolot


"Aku tidak lagi bercandan!!!"


"Siapa bilang aku bercanda!!!"


"Lina...!!!"


"Eh... sebentar dulu. Kapan kau bergabung dengan mereka!"


"Sudah 1 tahun..."


"1 tahun? Itu waktu yang lama. Ooh... aku mengerti! Jadi waktu pertama kali sekolah kita disatukan lagi dan pertama kali bertemu dengan Jack, wajahmu sangat tidak menyukainya. Apa karena dia anak ketua kelompok itu?"


"Iya... itu sebabnya. Dan ada satu lagi, karena aku melihat dia disiksa oleh ayahnya tepat dihadapan semua orang karena dia tidak mau mematuhi perintah"


"Ooh. Jadi begitu... jadi apa rencanamu sekarang dan kedepannya?" Tanyaku


"Aku tidak tau!"


"Bagaimana tidak tau? Begini saja: bagaimana jika kamu, aku, Jack dan Joa membuat rencana bersama?"


"Ide macam apa itu?!"


"Hey...! Kau mau menang tidak! Jika kamu mau aku akan mengatur pertemuan kita semua besok.!"


"Ehm... baiklah. Aku seterahkan semua kepadamu" ujar nya


"Oke... kita akan bertemu disini besok setelah pulang sekolah. Aku akan membujuk mereka agar datang kesini. Jangan sampai ada yang tau tentang ini."


"Oke..."


Aku kembali keasrama untuk membersihkan diri. Setelah selesai aku melihat jam dikamar dan ini waktunya makan malam.waktu terasa semakin cepat.


Kring.... kring... kring...


Suara bel makan malam telah berbunyi. Aku segera ke ruang makan untuk makan malam. Setelah mengambil makanan aku mencari dimana aku akan duduk. Aku melihat Joa, Filbert dan Jack duduk secara berpisah tetapi berdekatan. Mereka membentuk segitiga dengan Jack dan Joa duduk belakangan dan Filbert disebrang meja mereka. Aku bingung dengan mereka, aku memutuskan duduk disebelah Jack. Aku menaruh makananku di meja dan pergi menjemput Joa dan Filbert agar duduk bersama.


Aku membujuk dan menarik tangan mereka agar mau duduk bersama. Filbert dan Joa yang tadinya tidak mau akhirnya pasrah dengan bujukanku.


Aku memulai perbincangan dan menyuruh mereka akur dan mau bekerja sama. Tak perlu waktu lama membujuk mereka dan akhirnya mereka mau. Dan peremuan kami dimajukan pada malam ini di rumah belajar. Mereka masih saling diam tak berkutik, aku menyuruh mereka untuk bersalaman dahulu sebelum memulai pembicaraan. Mereka akhirya mau dan aku memulai rencana.


Setelah berbicara panjang lebar akhirnya mereka menyetujui apa yang aku katakan. Mereka bilang bahwa ide ku sangat bagus dan menarik. Akhirnya kami akan melakukan rencana ini mulai besok.


Pertemuan kami selesai dan ketiga pria ini mengantarku ke asrama. Mereka hanya bisa sampai gerbang saja karena siswa pria tidak boleh masuk ke asrama wanita tanpa ada izin. Kami berpisah dan aku berdoa semoga rencana kami berjalan dengan lancar.