The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#2



Aku masih sangat bingung dengan kejadian kemarin. Hari ini tepat pukul 04:00 aku bersama Vivian pergi bersama ke rumah belajar seperti janji kami kemarin. Kami sampai agak terlambat karena tadi malam aku susah tidur dan bangun terlambat.


Aku agak terkejut karena semua orang sudah berkumpul disana. Amarah Roland masih belum reda, dia menatapku sangat tajam seperti ada banyak anak panah yang menembakku. Mereka semua memiliki ciri khas masing masing yang tidak dapat dihilangkan walaupun terkadang watak dan sikap mereka jauh berbeda dari sifat Zodiac yang mereka miliki.


"Maaf... Filbert dan teman teman kami terlambat" ucap Vivian yang ada disampingku.


"Tidak masalah Vivian" jawab Filbert.


"Tidak masalah apanya!!!" Sahut Roland.


Filbert memasang tatapan tajamnya ke Roland dan itu membuat Gabriela yang ada disampingnya menyukut perutnya dan itu membuatnya berhenti bicara.


"Diam kau!" Ucap Gabriela setelah menyukut perut Roland.


Suasana saat itu begitu lah tegang, itu sangat membuatku sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi nanti kepadaku.


Vivian menatap kearahku dan menggenggam tangan ku erat dan itu membuatku sedikit terkejut. Aku menatap Vivian dan saat itu dari tatapannya dia seperti mengisyaratkan bahwa aku akan baik baik saja.


"Tenanglah, kau akan baik baik saja" bisik Vivian dan tetap memegang erat tanganku.


Tanpa membuang banyak waktu Filbert menyuruhku untuk duduk di kursi yang telah disiapkan, tepat di tengah ruangan itu kursi itu di taruh.


"Kemarilah, duduk di sana" ucap Filbert mendekatiku dan menatapku.


"Ba...baiklah" ucapku gemetar karena semua menatapku dengan tajam kecuali Gabriela, Amelie, Joachim, Ivander dan Vivian.


Vivian melepas genggaman tangannya "Tenanglah. Kau akan baik baik saja" bisik nya.


Aku duduk di kursi itu, saat itu aku merasa seperti tahanan yang sedang di introgasi karena kejahatan yang begitu besar.


Semua orang mengelilingiku seperti seorang polisi. Aku begitu takut dan perlahan kaki ku bergetar dengan sendirinya.


Aku hanya menundukan kepala karena tidak sanggup menatap teman temanku.


Filbert yang saat itu berada tepat dihadapanku tiba tiba menyuruh semua teman temanku untuk mengambil benda benda yang ada di ruangan itu. Tanpa ada sepatah kata pun mereka mengambil barang barang itu.


"Ambilah benda milik kalian!" Ucap Filbert.


Mereka mengambil semua benda benda yang ada di sana. Setelah mereka semua mengambilnya, mereka kembali ketempat semula dan memegang benda milik mereka masing masing.


Benda benda itu bersinar terang dan berbeda warna serta benda benda itu berbentuk seperti kalung tetapi kalung itu berubah menjadi sebuah benda lain seperti pedang, Anak panah serta busurnya, bola kristal, mahkota serta senjata lainnya


Mereka merubah kalung itu menjadi benda benda itu dengan mudah. Itu benar benar membuatku sangat kagum dengan benda benda itu. Tak lama kemudian Filbert berdiri dan mengambil benda miliknya dan benda itu benar benar sangat indah. Benda yang dimiliki Filbert adalah sebuah pedang dan mahkota yang sangat indah karena ukiran dan batu permata.


"Itu sangat indah..." bisik ku.


"Ini memang indah... dan juga milikmu pun indah" ucap Filbert yang sepertinya mendengar ucapanku.


Filbert menatapku dan juga menatap benda miliknya dengan sangat cemas. Aku tidak tau apa yang membuat nya cemas.


"Apa kau ingin tau tentang benda benda ini?" Ucap Filbert sambil menatapku.


"..." aku hanya terdiam


"Bagaimana aku memulai nya?" Ucap Filbert.


"Baiklah aku akan memulainya"


"Lina... aku tau kau sangat terkejut setelah mengetahui ini tapi kau sudah sangat terikan dengan kami selama ini. Orang tua kita adalah Zodiac terpilih. Kau tau benda apa ini? Semua benda benda ini adalah peninggalan dari orang tua kami masing masing sama seperti dirimu, kau memiliki kalung dan cincin dari orang tuamu yang harus dijaga baik baik" ucap Filbert. Aku masih bingung dengan apa yang dikatakannya.


"Aku tidak mengerti?" Tanya ku


"Filbert lebih baik aku saja yang jelaskan, biar dia paham" sahut Ivander yang ada dibelakang Filbert.


"Oke... bicaralah" ucap Filbert. Filbert berdiri dan langsung pergi ke belakang dan Ivander maju kehadapanku


"Aku yang akan jelaskan."


"Begini... kau pasti bertanya tanya siapa kami sebenarnya dan apa yang kami lakukan serta semua benda benda ini."


"Kami adalah satu kelompok yang benar benar ingin menghancurkan kelompok 'Ring Of Fire' aku tau kalau di bumi itu masuk dalam pelajaran sejarah yang berarti 'cincin api' yang identik dengan negara yang memiliki gunung api yang banyak. Tapi disini berbeda, kelompok Ring Of Fire adalah sebuah kelompok yang ingin membalaskan dendam akibat kematian Thomas, tentang Thomas aku perbah menceritakan itu. Kelompok itu sangat mengincar benda benda milik peninggalan dari Zodiac terpilih yaitu milik orang tua kita"


"Kelompok itu sangat mengincar benda benda ini kenapa? Karena jika semua benda benda ini di satukan maka semua benda benda ini akan memiliki kekuatan yang sangat besar. Ada benda benda milik kami yang telah mereka ambil. Sekarang kelompok itu memiliki sekitar 11 benda dan benda itu adalah milik kami ber 11."


"Ya pasti kau berpikir jika benda benda kami di ambil kenapa ada pada kami? Ya itu memang benar tapi benda benda ini kami memanifulasi dengan membuat benda benda yang mirip dengan benda aslinya"


"Kami sangat frustasi saat benda asli kami diambil oleh mereka tapi kami masih memiliki harapan kepadamu saat kamu datang ke Olympus. Karena kalung dan cincin milikmu itu adalah benda terakhir untuk kelompok itu dapatkan"


"Emm... 2 bulan lalu? Aku diculik?"


"Apa kau ingat?" Tanya Filbert.


"Apa mereka yang menggunakan jubah hitam dan ada salah satu dari mereka yang memuliki jubah bermotif Api?" Jawabku


"Ya... mereka adalah kelompok Ring Of Fire"


"Tapi, jika mereka menginginkan Kalung dan cincinku mengapa mereka tidak mengambilnya?" Tanya ku


"Kenapa mereka tidak mengambilnya? Karena kau masih terlindungi oleh Dewa Zeus. Mereka pasti melihat tanda di lehermu yang memiliki simbol Pedang petir Zeus. Jika mereka mencoba langsung mengambilnya mereka akan mendapat masalah besar sebelum menyelesaikan misinya"


"Jadi... aku masih belum mengerti?"


"Mereka tidak dapat mengambil kalung dan cincinmu karena kau masih baru dan kau masih dalam perlindungan dewa Zeus. Itu sebabnya mereka tidak dapat mengambilnya!" Sahut Roland.


"Diam kau!!!" Ucap Ivander


Ivan melanjutkan ceritanya.


"Yang dikatakan Roland benar. Tapi sekarang kau tidak dalam perlindungannya lagi, jadi kau harus berhati hati."


"Nama kelompok kami adalah Silverlight, kami disini dibentuk bukan hanya karena benda milik kami diambil. Kami disini juga ingin membalaskan dendam atas kematian orang terdekat kami yang telah kelompok Ring Of Fire lakukan. Kami sangat membenci mereka dan ingin memusnahkan mereka. Kami disini hanya berharap dengan mu karena kau satu satunya pemilik benda asli itu."


"Dan Lina... kami harap kau mau ikut dengan kami agar bisa memusnahkan mereka. Aku mohon kepada mu... kami semua hanya berharap dengan mu"


"Itu seterah dirimu kamu mau membantu kami apa tidak yang pasti kami sangat memohon agar kau mau membantu kami. Dan iya... alasan kenapa Roland seperti itu kemarin karena dia tidak mau ini terbongkar oleh orang lain karena kami trauma dengan ini semua"


"Trauma apa?" Tanya ku


"Dulu kami memiliki seorang anggota bernama William tetapi dia menghianati kami dan dia bergabung dengang kelompok itu dan memberitahu dimana letak benda milik kami. Mereka berhasil mengambil itu semua karena William, William sama memiliki Zodiac seperti dirimu"


"Kami mohon apa kau bisa membantu kami" memohon dengan tulus.


"Lina,aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan mu nanti. Tapi pikirkan lah ini semua, dan iya ini ambillah untuk berjaga jaga. Didalam ini ada sebuah pedang dan mahkota yang bisa kau pakai saat waktu tertentu. Sama seperti yang lain kami menggunakan ini saat menjalankan misi"Ucap Filbert yang sangat membuat hati dan pikiranku campur aduk.


"Aku tidak tau harus menjawab apa tapi... demi kebaikan dan keselamatan kita semua aku akan melakukannya. Lagi pula aku juga sangat ingin membalaskan itu semua. Dad pernah bercerita kepada mom kalau aku dan keluarga ku hampir tewas karena ulah sebuah kelompok, untung saja ada bibi Alexa yang menyelamtakan kami. Itu yang aku dengat dari pembicaraan mom dan dad"


Ucapku menceritakan apa yang pernah aku dengar


"Apa kau setuju?" Tanya Filbert


"Iya..." jawabku


"Filbert apa kita akan mempercayainya begitu saja!!" Sahut Roland dengan nada tingginya.


"Kita akan mencobanya" ucap Filbert


"Seterah...!!!" Roland langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


"Baiklah, sekarang kita kembali ke sekolah sebentar lagi jam sarapa kita harus pergi" ucap Vivian


"Benar ayo..."


●●●●●


Dennis dan Kendrik yang saat itu melihat Roland pergi, mereka mengikuti Roland sampai di padang rumput/taman yang ada di dalam hutan Alenka. Roland duduk terdiam di sana sambil merenungkan apa yang terjadi tadi. Dia memandang hamparan rumput yang lama kelamaan menjadi sangat terang karena sinar matahari.


Dennis dan Kendrik yang melihat temannya itu seperti itu, mereka menghampiri Roland dan duduk disampinya sambil merangkul bahunya.


"Apa yang kau lihat. Filbert mengambil keputusan itu dia tidak sembarangan. Pasti ada maksud dibalik keputusannya itu!" Ucap Kendrik


"Benar, Filbert tidak akan main main jika tentang masalah ini" sahut Dennis


"Sebaiknya kita percayakan saja ini kepada Filbert!" Ucap Dennis lagi


"Kalian berdua benar. Filbert tidak akan mengambil keputusan yang salah, sebelum dia mengambil keputusan itu dia pasti sudah memikirkannya matang matang?" Ucap Roland sambil tersenyum miring.


"Hei... sudah lah jangan dipikirkan lagi. Lebih baik kita sarapan, ini sudah waktunya sarapan. Ayolah..." ucap Kendrik mencoba berusaha mengubah suasana


"Ayo... ayo..." ucap Kendrik untuk membawa Roland untuk sarapan dan itu disambut baik dengan Roland.


Mereka bertiga pergi meninggalkan padang rumput itu dengan senyum lebar yang sangat mengesankan.