The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#3



Keesokan harinya, Ivan menungguku didepan gerbang asrama wanita. Dia membawa seekor hewan, tapi wujudnya benar benar aneh berupa tubuh, ekor, dan kaki belakang dari singa serta kepala, sayap, dan kaki depan elang. Dia menyapaku dengan melambaikan tangannya, makhluk itu tepat berada di sebelahnya. Seperti sangat lulut dan patuh dengan perintahnya.


"Lina..." Teriaknya dari kejauhan


Aku buru buru turun dan menghampiri nya. Semua orang berfikir bahwa aku wanita yang tidak baik, karena setelah putus dengan Jack aku dekat dengan semua pria tampan disekolah. Tapi aku tidak menghiraukan sama sekali bisik mereka. Aku berteman dengan semua orang tanpa terkecuali dengan Ivan, Dennis, Ken dan lainnya.


"Makhluk apa yang kau bawa ini?" Tanyaku


"Apakah kau pernah dengar tentang Griffins? Dialah Griffins biasanya dibuku mitologi Yunani ada tu tentang makhluk ini" jawabnya


"Oh ya Lina! Aku ada sesuatu yang ingin ku tunjukan kepadamu!" Ucapnya


"Tapi..."


Dia menarik tanganku, mengajakku untuk menumpangi Griffins. Ntah dia mau mengajakku kemana, seingatku hari ini adalah hari dimana akan ada tes Zodiac terpilih. Aku sempat marah tapi dia berhasil meredam amarahku.


"Hai... kenapa kita harus pergi dari asrama!!!" Teriakku


"Turunkan aku!" Teriaku sambil memukul Ivan yang ada dibelakangku.


"Tenanglah Nona Justis! Aku tau apa yang kau pikirkan. Tenang saja, tes akan dilangsungkan tepat pukul 12 siang nanti. Dan sekarang masih pukul 06:30." Makhluk itu berbicara kepadaku.


Aku sempat terkejut dengan bicaranya makhluk itu denganku. Tapi ini mungkin saja terjadi, di Olympus apapun bisa terjadi.


"Apakah benar begitu Griffins!"


"Benar Nona Justis!"


Griffins membawaku dan Ivander ke sebuah tempat dimana aku melihat banyak sekali makhluk yang tidak bisa kupercaya keberadaanya. Mereka benar benar mirip dengan apa yang ada di dalam buku mitologi Yunani. Aku benar benar kagum dengan apa yang kulihat serta sedikit takut, karena tak semua makhluk mitologi baik, kebanyakan mereka adalah makhluk jahat.


Dia menurunkan ku dan Ivan disuatu tempat dibawah pohon emas dan permata indah sebagai buahnya. Griffins memintaku untuk mengambil buah permata itu sebanyak 3 buah dan daun emasnya sebanyak 3 buah juga. Aku bingung kenapa dia memintaku mengambilnya, dia bilang aku akan membutuhkannya nanti pada saat nya tiba. Aku bingung dengan perkataannya, tapi aku tidak mengambil pusing ucapanya. Ivan membantuku untuk mengambilnya dan memasukan nya kedalam sebuah kantong kecil yang dibawanya.


Griffins menyuruh kami untuk mengikuti nya. Aku sempat bertanya tanya, kenapa dia menyuruh kami mengikutinya. Kami sampai disebuah tempat mata air yang sangat indah di sebuah gunung.


"Bukannya dia adalah Pegasus?" Gumamku


"Benar dia adalah pegasus!" Jawab Griffins


"Dia benar benar cantik bukan?" Ucap Ivan


Kami mendatangi Pegasus lebih dekat lagi. Pegasus menyapa kami dengan sangat hormat dan menyuruhku untuk mengambil air yang ada di mata air itu. Aku bingung, bukanya Pegasus sudah mati dan menjadi sebuah bintang? Tapi aku berfikir kembali, di Olympus apa yang tidak bisa terjadi.


Kami berbincang bincang sebentar dan kami berpamitan dengannya. Griffins membawa kami lagi ke berbagai tempat lainnya. Kami bertemu dengan Fairy, phoenix,unicorn,dan beberapa naga. Masing masing memberiku beberapa benda, Tapi aku tidak tau apa fungsi benda itu. Aku sempat bertanya ke Ivan dan Ivan hanya berkata "terima saja apa yang diberikan, itu akan berguna nanti" dari Griffins serta Ivan hanya memberikan jawaban serupa.


Waktu telah berlalu Griffins membawa kami kembali ke asrama, dia menyemangatiku agar aku berhasil menjadi Zodiac terpilih.


Tepat pukul 12 siang, semua murid memasuki ruangan tes mereka masing masing. Ruangan itu diacak, murid yang menjalankan tes hanya siswa dan siswi di angkatanku saja. Angkatan Jackson mereka semua telah menjalankan tes mereka tahun lalu dan dia terpilih menjadi Zodiac terpilih. Sedangkan adik dibawah kami tahun depan akan melaksanakan tes ini. Aku deg degan, aku harap bisa menjalankan tes ini dengan lancar tanpa halangan. Tanganku masih di GIF, Marco tiba tiba datang dan membukakan GIF yang menempel ditanganku. Tanganku masih sakit untuk digerakan, tapi dengan sedikit sihir yang diberikan Marco kepadaku tanganku bisa digunakan untuk menulis walaupun tidak bisa seleluasa pada saat sehat. Aku sungguh berterima kasih kepada Marco yang telah mengobati ku, aku benar benar berterima kasih.


Marco sangat khawatir karena aku tidak bisa mengerjaka tes hari ini, di dalam prinsipnya semua orang harus sehat dan baik baik saja jika dia yang menanganinya. Terutama jika dihari selanjutnya orang itu ada tes atau semacamnya tetapi dia masih terluka dan sakit, dia benar benar sangat terbebani dan juga sangat khawatir.


Kring.... kring.... kring....


Bel telah berbunyi semua siswa dan siswi diharuskan sudah masuk ke dalam ruang tes. Aku dan Marco masuk berdua keruang tes, tiba tiba dari belakang ada yang menarik tanganku. Marco yang ada di sampingku memegang tangan itu dan menghempaskan nya.


"Lepaskan aku...!" Ucapku


"Ini aku, Jackson!"


"Kau ternyata...! Marco kau duluan saja"


"Aku tidak akan pergi sendiri" Marco yabg bersikeras.


"Baiklah, kau tetap disini! Lina Semangat, aku mendoakan mu yang terbaik. Jangan pernah memikirkan hal yang lain, tetap fokus dan tenang jangan gugup,oke!" Semangatnya


"Baiklah... aku akan berusaha dengan baik. Serta mengingat perkataanmu"


Jack memberiku ucapan semangatnya. Marco yang masih ada di sampingku, mendengar semuanya dan dia tetap bersikeras menunggu ku. Pada saat itu juga para anggota kelompokku datang secara bersamaan dan mengajakku masuk bersama keruang tes. Sama seperti biasa, Filbert,Kendrick, Roland adalah pria dingin yang memiliki wajah tampan. Sedangkan Joachim dan Dennis adalah pria setengah dingin dan humoris dan sisanya Ivander adalah orang yang humoris dan perhatian.


Sedangkan para wanita di kelompok kami semuanya sangat pengertian, humoris serta dingin diwaktu yang tepat. Diantara mereka memang ada yang suka menyendiri seperti Jennifer dan Leonor. Tapi belakangan ini kami semua kompak dan sering berbincang bincang.


Waktu terus berjalan dan berakhir tepat pukul 19:00 waktu setempat. Tes ini sangat melelahkan untuk semua orang yang mengikutinya. Tapi aku sangat puas dengan apa yang ku peroleh, karena aku mengerjakanya dengan penuh semangat, fokus serta percaya diri.


Aku keluar dari ruangan dan menatap dengan senang hati, walaupun hanya baru melewati tes pertama. Aku sempat terdiam dan kembali berjalan menuju asrama. Vivian yang telah sampai dikamar duluan, memintaku agar aku tetap berada di kamar sementara dia ingin pergi. Aku mengantarnya sampai di depan pintu dan sudah ada Leonor, Gabriela serta Jennifer menunggunya. Mereka menyapaku dengan senyum bahagia terpancar di wajahnya. Aku rasa ini hari yang sangat luar biasa aku menyebutkan 'MEGICAL DAY' sungguh sangat penuh dengan kejutan.


Mereka berpamitan dan pergi, aku masuk kembali ke dalam kamar. Aku duduk didekat jendela untuk menikmati keindahan alam dimalam hari. Angin yang bertiup, banyak kunang kunang yang beterbangan, serta suara jangkrik yang saling adu membuat malam ini begitu menyenangkan. Aku membuat bahagia diriku dan melupakan semua yang akan terjadi di hari yang akan datang. Aku melamun tentang indahnya bertemu dengan Griffins, Pegasus dan lainnya. Aku harap aku bisa bertemu dengannya lagi, dalam lamunanku aku mendengar seekor burung dara yang terbang menghampiriku. Burung dara itu hinggap di jendelaku dan aku melihat sepucuk surat ada di kakinya dengan dililit tali. Tanpa berfikir panjang aku mengambil surat itu, tiba tiba saja setelah aku mengambil surat itu burung itu terbang lagi entah kemana. Aku melambaikan tanganku kepada burung dara itu dengan sangat senang, burung dara itu membalas lambaianku dengan suara kicaunya.


Sepucuk surat ada ditanganku, dengan penasaran aku perlahan membuka surat itu. Sebelum aku membukanya, Vivian datang dan itu membuatku terkejut. Dengan terburu buru memasukan surat itu ke kantong yang tadi diberikan Ivan untuk menaruh permata dan daun emas tadi. Vivian menyuruhku untuk cepat membersihkan diri dan segera tidur, karena besok dan selama seminggu ada berbagai tes lagi yang harus dijalankan. Aku mematuhi perintahnya, dia sudah menjadi ibu ku selama di Olympus. Dia yang selalu memperhatikan ku seperti seorang ibu, aku sangat menyukainya.