
Hari ini adalah hari terberat bagiku. Entah kenapa? Aku merasa amat terasingkan, semua orang menatapku dengan tatapan yang aneh seperti aku melakukan kesalahan besar. Aku terus berjalan terus menuju taman sekolah, bunga bunga bermekaran dengan indah nya di hari yang cerah.
Aku duduk disebuah kursi taman dan merenungkan apa yang terjadi padaku sekarang....
"..."
"Kenapa aku merasa terasingkan? Semua orang menatapku seperti itu? Ada apa? Mengapa?" Berbicara sendiri, mengintropeksi diri.
"Hu~... ada apa ini?"
Aku merenungkan itu semua kenapa sikap orang orang disekitarku sangat aneh. Mereka membicarakan ku diam diam dan berbisik. Itu sangat membuatku tidak nyaman dan merasa sangat tersudut.
"Dor!!!" Teriakan Amelie dan Gabriela dari belakang untuk mengagetkan ku tapi aku tidak bereaksi sama sekali dengan itu
Amelie dan Gabriela duduk disampingku " kau tidak asyik Lina..." ucap Amelie
"Ya... benar! Kau sangat tidak asyik Lina." Balas Gabriela. Mereka berdua memasang wajah tidak senang.
"Lina! Kua kenapa? Sedari tadi kami memperhatikan mu, kamu kok melamun terus. Ada apa? Coba cerita" ucap Gabriela.
"Ahh... aku tau kenapa kau seperti ini?" Ucap Amelie.
"Emang apa yang kau tau?" tanya Gabriela.
Aku berdiri dengan wajah kusut "sudahlah teman teman aku pergi..." melangkah dengan pelan.
"Lina..."
"Angelina!!!"teriak Amelie
"Jangan kau seperti itu, mereka melihat mu seperti itu karena mereka tidak menyangka kalau kau berkencan dengan ketua OSIS Jackson. Berita itu sudah menyebar ke seluruh sekolah!" Teriak Amelie
Aku terkejut dan melengah kebelakang dan tidak percaya apa yang dikatakan Amelie barusan.
"Amelie kau sedang bercanda kan dengan ku? Bagaimana mereka tau tentang itu?" Sahutku sepontan dan menghampiri Gabriela dan Amelie.
"Aku tidak bercanda? Dan aku melihat kau sangat merasa bersalah karena menolak Joachim yang menyatakan cintanya kepadamu kemarin" ucap Amelie
"Lina, Amelie. Lebih baik kita duduk dulu, agar enak bicaranya" ucap Gabriela kepada kami berdua.
Kami bertiga duduk dan membicarakan apa yang tadi dikatakan Amelie kepada ku.
"Kau pasti bercanda dengan ku kan? Mana mungkin aku berpacaran dengan Jackson dan Joachim tidak ada mengungkapkan perasaannya kepada ku kemarin. Setelah selesai mengerjakan tugas kemaren memang aku..." Amelie memotong pembicaraan saat aku mengelak semua itu.
"Jangan mengelak! Aku tau semuanya! Jadi jangan pernah menyembunyikan sesuatu." Ucap Amelie.
"Aku tidak mengelak!" Mencari alasan
"Lina... katakan saja yang sejujurnya. Amelie tidak dapat di bohongi oleh siapapun." Ucap Gabriela
"Aku tidak berbohong" mengecilkan suara dan menundukan kepala, seperti telah tertangkap basah.
"Angelina katakan saja! Amelie itu bisa membaca pikiranmu" ucap Gabriela
"Kau benar Ela... sekarang Lina sedang mencari alasan lain."
"Lina katakan saja, sebelum aku yang mengatakan semuanya?"
"Katakan saja Lina, apa kau tidak mendengar Amelie?"
"Lagi pula kau sudah menolaknya! Terus apa masalahnya. Joa juga tidak mengambil pusing dengan itu. Sepupu ku itu memang blak blakkan orangnya."
"Tapi Lina apa kau yakin berpacaran dengan Jackson?" Ucap Gabriela
"Emang kenapa kau ini Ela... mereka berdua terlihat cocok. Lagi pula lebih baik Lina dengan Jackson dari pada dengan Joachim!"
"Apa semua orang tau tentang itu?" Tanyaku ke Amelie.
"Tidak!" Jawab Amelie.
"Terus... tadi itu?" Tanyaku bingung
"Ya itu hanya untuk memastikan apa yang aku baca di pikiranmu itu benar apa tidak. Kalau soal orang orang yang menatapmu itu karena mereka baru tau kalau kau selama ini hidup di bumi dan itu terlihat sangat aneh dengan semua orang. Kurang lebih si begitu" ucap Amelie
"Jadi kau berbohong denganku?"
"Maaf lah Lina"
"Tapi, Amelie. Kamu hanya bisa membaca pikiran orang hanya sebanyak 3 kali dan kau sudah menghabiskan kesempatan 3kali itu?" Tanya Gabriela
"Memang benar, tapi itu kesempatan untuk sekali seumur hidup orang yang aku baca pikirannya. Bukan aku yang tidak bisa membaca pikiran orang lain. Hanya jika aku membaca pikiran Lina sebanyak 3 kali dan itu sudah habis, untuk ke 4 dan seterusnya aku tidak bisa" jawab Amelie
"Tapi aku sengan dari pada aku memiliki darah lebih kuat Vampir lebih baik Zodiac. Aku dapat menguasai semuanya tapi ya itu tidak sekuat kekuatan yang aku dapatkan dari Zodiac." Ucap Amelie
"Tapi kakak mu dia sekolah di sekolah Vampir kan?" Tanya Gabriela.
"Ya itu benar. Dia memiliki darah Vampir yang kuat, dan tanda di lehernya juga tanda bangsa Vampir. Jadi dia tidak masuk di sekolah Zodiac" jelas Amelie.
Kring...kring...kring...
Bel sekolah telah berbunyi. Aku, Amelie dan Gabriela kembali ke gedung sekolah untuk memulai pelajaran. Hari ini kelas kami terpisah, karena jadwal hari ini adalah Zodiac jadi kami tidak bisa bersama.
"Lina... aku harap kau bahagia dengan hubunganmu. Kau sangat cocok dengannya" ucap Gabriela.
"Benar itu! Dia tampan, pintar, cerdas, pengertian dan humoris lebih lagi dia adalah ketua OSIS aku terus mendukung mu dengan Jackson. Tentang Joachim jangan di pikirkan nanti dia juga lupa dengan itu semua. Kau tau sendiri kan kalau dia sangat pusing dengan pelajaran nya" ucap Amelie
"Haha...."
Aku sangat senang dengan teman temanku. Mereka sangat lah menarik dan selalu mendukungku serta selalu memberi semangat satu sama lain.
Memang aku berpacaran dengan Jackson tapi cinta pertamaku adalah teman temanku selama ini. Semakin aku mengenal teman temanku semakin aku mencintai mereka.
Mereka adalah segalanya untukku. Mereka saudara, keluarga, sahabat, rekan dan segalanya. Aku rela berkorban hanya untuk mereka. Mereka selalu ada untuk ku saat masa masa burukku dan senagku di sekolah ini.
Aku sangat menyayangi mereka, mereka pun sama. Walau beberapa dari mereka bersikap dingin tetapi mereka sangat baik dan kompak.
Perjalananku masih panjang bersama mereka. Aku tidak tau apa persahabatan kami akan bertahan apa tidak tapi sebelum itu aku ingin menghabiskan semua waktuku selama mungkin untuk bersama mereka.
"I know I love my best friends"
Tolong tetap bersamaku.
Kalian cinta pertama ku.
Tanpa kalian aku tidak akan seperti ini sekarang.