The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#2



Pukul 04:00


Aku bangun lebih awal dari biasanya. Bahkan Vivi pun masih tertidur. Aku mandi dan mulai mengemasi buku ke dalam tas. Aku duduk sebentar diranjangku sebepum membangunkan Vivian. Aku masih khawatir dengan mereka ber3, tapi aku tidak habis fikir dengan kejadian yang kemarin. Megapa mereka bisa bertengkar sehebat itu, sampai penuh dengan luka? Dan juga sebelumnya aku lihat mereka ber3 penuh dengan luka dan darah, tetapi kenapa setelah Jack membawa mereka bersembunyi tubuh mereka sudah tidak ada luka dan darah?


Waktu sudah menunjukan pukul 04:40


"Vivian bangun..."


"Vivi... bangun..."


"Ehm... sudah pagi ya... apa aku terlambat!!!" Dengan kaget nya dia terbangun dan langsung loncat dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Vivi ini masih pagi seperti biasanya kau bangun! Ini masih pukul 04:42! Kau masih belum terlambat Vivi!" Teriakku


Aku duduk diranjangku sambil menunggu Vivian selesai dan kami akan pergi sarapan terlebih dahulu. Aku terlupa satuhal! Aku tidak memakai gelang yang di berikah Filbert waktu itu. Aku mencari dimana keberadaan gelang itu, aku mencari disetiap sudut kamar tapi gellang itu tidak ada. Vivian keluar dari kamar mandi dan melihatku membongkar semua semua isi kamar.


"Lina!!! Apa yang kamu lakukan?" Tanyanya heran


"Aku mencari dimana gelangku berada! Gelang yang diberikan Filbert waktu itu!" Jawabku.


"Lah... kamu taruh mana? Kok bisa tidak ada?"


"Aku tidak ingat! Apa yang harus aku lakukan. Bagaimana jika Filbert nanti menanyakan nya? Vivian tolong aku! Filbert bisa marah besar jika dia melihat gelangku tidak ada!" Ucapku panik menatap Vivian.


"Begini saja! Aku akan membantu mu mencari keberadaan dimana gelang mu. Tapi ingat jangan beritahu siapapun tentang hilangnya gelang itu, mengerti!" Tegas Vivian


"Baik Vivian!"


"Sudahlah jangan khawatir. Aku akan bantu mencarinya, oke"


"Iya... oke"


"Ya sudah, ini sudah waktunya sarapan. Aku mau siapkan bukuku dulu. Kau duduk dulu meja belajar. Nanti kita sama sama mencarinya!"


"Baiklah.."


Kami menuju ruang makan. Disana sudah banyak teman teman yang lain termasuk Filbert dan Joa. Mereka berdua duduk terpisah. Mereka masih belum akur, wajah mereka masih pucat dan masih terlihat lemas. Sementara aku melihat sekeliling tetapi tidak melihat Jack dimanapun. Aku diajak Vivian duduk di dekat Joa agar Filbert tidak melihat ku tidak memakai gelang itu. Gelang itu sangat berharga bagi kami, karena tidak ada gantinya selain itu. Gelang itu juga yang membuat mereka masih aman setelah benda milik mereka diambil oleh kelompok Ring Of Fire.


Kami makan tanpa berbicara sedikitpun. Dipertengahan makan, tiba tiba Joa berdiri sambil menghentakan tangannya di meja dan membuat seisi ruangan menatapnya heran. Tanpa memperdulikan orang orang dia langsung pergi ke luar dari ruang makan. Aku terkejut tidak biasanya dia seperti itu. Bahkan aku lihat sepupunya Amelie saja heran dengan apa yang terjadi padanya. Amelie tidak menghabiskan makananya dan langsung mengejar sepupunya itu. Aku tidak habis fikir dengan apa yang Joa lakukan, apakah begitu hebatnya mereka bertengkar? Itu masih menjadi pertanyaan bagiku. Apa yang menyebabkan mereka bertengkar?


Setelah menyelesaikan makananku, aku teringat ucapan Jack kemarin. Aku langsung bergegas ke ruang OSIS. Sesampainya disana aku, masih belum ada satu orang pun berada di ruang itu.


Aku berkeliling ruangan mencoba mencari gelangku, siapa tau ada di disini. Aku melihat lihat sampai dibawah meja ku cari. Saat aku berada di bawah meja, aku mendengar suara langkah kaki masuk kedalam ruangan ini. Aku melihat orang itu masuk dan rupanya itu Jack, saat itu aku perlahan berdiri tetapi aku melihat ada dua orang lagi masuk bersamanya. Aku kembali bersembunyi, dan aku melihat gelang ku berada ditangan Jack. Aku mendengar semua pembicaraan mereka.


"Mereka menggunakan ini sebagai perlindungan mereka!" Ucap salah satu orang itu. Kedua orang itu mengenakan jubah berwarna biru tua.


"Aku harap kau memberikan ini ke tuan besar. Tuan muda!" Ucap orang itu


"Aku tidak akan memberikanya kepada ayah... " ucap Jack.


"Ayah...!" Gumamku


"Tuan muda, kenapa kamu sangat menentang ayah mu! Dia yang memberikan semuanya kepadamu. Kenapa kau tidak berterima kasih kepadanya?!"


"Kenapa! Aku tidak suka hidup seperti ini. Karena ayah hidupku seperti ini, semuanya penuh ke palsuan" teriak Jack.


"Kau tidak menyukainya? Identitasmu akan terungkap secepatnya jika kamu tetap bersikeras seperti ini! Apa kah karena perempuan itu kau seperti ini!" Tegas orang itu.


"Jangan kau bicarakan dia diperbincangan kita. Dan jangan sampai ayah tau tentang dia!" Teriak Jack sambil menarik kerah orang itu.


"Kalian adalah penjagaku. Kalian telah berjanji agar terus menjagaku. Tetaplah bertingkah sebagai penjagaku dan jangan lah ikut campur dengan semua urusan ku. Aku bisa mengurus semua ini sendiri" ucap Jack pelan dengan tatapan tajam nya.


Aku terkejut mendengar apa yang dikatakan Jack dan orang itu.


Prang!


Aku tidak sengaja menyenggol meja dan menjatuhkan gelas kaca ya reletak dipinggir meja.


Aku terkejut dan mereka menatap ke arah sumber suara.


"Siap disana!!! Keluarlah!"teriak Jack


Aku tidak bisa berbuat apa apa lagi dan pasrah melihat orang itu mulai melangkah mendekat. Aku sempat menutup mataku dan berdoa agar tidak ketahuan. Aku membuka mataku orang itu semakin dekat dan aku melihat jubah itu berkilau dengan gambar api di dadanya. Aku sangat terkejut melihat itu, aku tidak bisa berkata kata. Sebelum orang itu sampai di tempat ku, aku perlahan berdiri dari tempat ku bersembunyi dan menatap Jack dengan tatapan terkejut.


Orang berjubah itu berusaha menghilangkan tanda api di dadanya agar tidak terlihat olehku, tetapi aku telah melihatnya.


Aku benar benar bingung dengan semua ini. Aku ingin mengatakan sesuatu kepada Jack tetapi mulutku tidak bisa terbuka. Aku benar benar terkejut, dengan apa yang ku lihat dan ku dengar. Aku beransumsi bahwa Jack adalah anggota Ring Of Fire yang ingin kami musnahkan.


Aku benar benar tidak bisa berkata kata lagi. Sungguh


"Jack..."


"Jackson... apa yang aku lihat dan ku dengar itu benar..."


"Itu bukan kamu kan... katakan sesungguhnya itu bukan kamu kan!!!"


"Lina..."


"Aku tidak mau mendengarkan apa apa darimu lagi. Aku harap hubungan kita sampai disini dan aku harap ini cuma mimpi."


Dengan terkejut aku mengatakan semua nya yang ada di pikiranku, tampa berfikir panjang. Aku benar benar kecewa dan pergi tanpa mendengarkan penjelasan Jack terlebih dahulu.


"Lina... dengarkan aku dulu... Lina...!" Teriaknya dan berusaha mengejarku.


Menggapai tanganku "dengarkan penjelasanku dahulu. Ini tidak seperti yang kau bayangkan. Lina... dengarkan dulu penjelasanku."


"Apa yang ingin kau jelaskan. Aku sudah lihat semuanya! Kekacauan yang terjadi selama ini itu adalah ulah kalian. Apa yang kalian mau dari kami!" Aku marah dan hanya bisa meneteskan air mata.


"Ikut aku sebentar..." menarik tanganku dan membawaku ke suatu tempat dengan kekuatan teleportasi


Aku sampai di sebuah rumah cukup besar. Rumah itu dihiasi oleh batu permata dan berwarna merah dan emas. Aku didudukan oleh Jack di sofa rumah itu. Dia menyuruh seseorang untuk mengambilkan air untuk ku.


Aku disuruh tenangkan diri dan meminum minuman yang ia berikan tetapi ku tolak.


"Lina... minumlah. Apa kau takut aku mencampurkan sesuatu kedalam minuman ini?" Ucapnya tenang


"Iya emang kenapa. Aku harus waspada karena kamu adalah anggota Ring Of Fire"


"Ya emang kau harus waspada. Memang aku anggota Ring Of Fire..."


"Kenapa kau berbohong selama ini!"


"Aku memiliki alasan yang kuat untuk itu. Dengarkan aku dulu. Beri aku kesempatan" menunggu ku tenang


"Jadi begini, aku bukanlah Jackson Miller. Namaku adalah George William Jackson Miller, aku anak dari pemimpin kelompok Ring Of Fire. Aku anak terakhir dikeluargaku, cerita yang telah tersebar itu benar adanya. Kakak pertamaku yang mereka hukum. Dan itu membuat ayahku marah besar. Saat itu terjadi aku masih kecil dan ibuku menyembunyikan ku disini. Aku tidak ada sangkut pautnya dengan mereka, aku selalu melawan mereka dengan egoku yang kuat. Aku tau kamu ingin menghancurkan mereka? Aku akan membantumu dengan kekuatanku."


"Apa aku bisa percaya begitu saja denganmu..."


"Seterah kau mau percaya apa tidak. Aku benar benar menentang semua yang dilakukan ayah selama ini. Dan aku minta maaf karena ulah ayahku orangtuamu di usir dari Olympus. Tentang hubungan kita! Aku terima kita putus tetapi aku ingin kita tetap berteman dan aku akan membuktikan jika aku sangat menentang apa yang dilakukan ayahku. Beri aku kesempatan sekali saja, aku akan membuktikan nya itu kekalian."


"Aku tidak mau dan aku mau pergi dari sini!"


"Apa kau tidak lihat kejadian kemarin! Jika aku berkomplotan dengan ayahku mengapa aku tolong mereka. Seharusnya aku membiarkan saja mereka mati di pertaruangan mereka!"


"Maaf... aku belum bisa memaafkan mu dan aku tidak bisa memberimu kesempatan. Aku mau pergi dari sini sekarang!"


"Baiklah... aku akan mengantarmu kembali kesana. Aku tidak akan memaksamu memenuhi keinginanku."


"Aku akan pulang sendiri"


"Disini sangat jauh dari sekolah... kau akan sampai kesekolah selama 2 hari berjalan kaki"


"Emm..."


"Ikutlah denganku..."


"Kita sudah sampai... masuklah ke kelas mu. Ini sudah hampir masukan, sampai jumpa" salam perpisahan Jack kepada ku


Aku masih sangat terkejut. Aku berjalan menelusuri lorong ruangan dengan pikiran kosong. Aku bingung dengan apa yang terjadi hari ini. Hatiku hancur setelah mengetahui semua itu. Bisa bisanya aku memacari orang yang ingin kami musnahkan. Aku benar benar terkejut dan aku takut jika teman temanku tau tentang semua ini. Aku menganggap Jack bukan sebagai pacarku tetapi teman, sahabat, dan seorang kakak laki lakiku yang selalu menjaga dan menemaniku. Aku benar benar kecewa dengan dia. Aku sungguh hancur.


Aku memasuki ruang kelas dengan tatapan kosongku dan membuat suasana dikelas menjadi sangat mencekam. Sementara ada Filbert dan Joa dan ditambah diriku. Di dalam kelas ini benar benar seperti dipenuhi oleh zombi dan para vampir yang siap menyerang.