
"Lina... hai"
Aku tidak tau kenapa hari ini sangat cerah dan penuh dengan kesan positif, aku selalu tersenyum, tertawa dan bergembira. Teman temanku sangatlah menyenangkan hari ini. Aku tidak tau kenapa? Tapi semuanya berbeda, yang pertama selalu bersikap dingin, jutek tapi hari ini entah ada apa dengan mereka?.
Teriak Amelie dari kejauhan "Teman teman!!!" Amelie berlari menghampiri kami yang sedang mengerjakan tugas sejarah yang di berikan Prof. Nikolai Criss.
"Aish... apa kau tidak bisa suaramu?" Joachim menatap Amelia dengan sedikit kesal.
Joachim yang di kenal paling tidak suka namanya pelajaran sejarah, matematika dan Bahasa itu, selalu sibuk sendiri dengan lembar kertas kosong. Dia selalu kesal jika ada tugas dari pelajaran itu, dia lebih suka dengan pelajaran yang dulu sebelum perubahan terjadi.
Amelie duduk disebelah Gabriela yang ada didepan ku"Iya... iya... sepupu tersayang" balas Amelie sedikit mengolok ngolok.
"Hai! Tadi kenapa kamu berteriak seperti itu? Itu sungguh mengganggu sepupu tersayang mu itu (wkwkwkwk)" Tanya Ivander kepada Amelie dan menggoda Joachim yang ada disampingnya.
"Iya... emang ada apa Amelie? Sampai sampai kau seperti itu?" Ujar Jennifer.
"Jadi begini. Seperti yang kita rencanakan kemarin di rumah Roland..." dipotong pembicaraan.
"Emang apa yang kalian rencanakan kemarin?" Sahut ku.
"Aish... dengarkan saja dulu!" Balas Amelie
"Baiklah"
"Baik kita lanjut. Filbert menyuruh kita datang ke rumah kosong yang terletak di belakang sekolah itu. Dia sedang menunggu kita!"
"Rumah kosong?" Tanyaku
"Kenapa kita harus kesana?" Tanya Dennis
"Entah lah... Kata Filbert 'Amelie! Tolong panggil yang lain kesini!' Dia mengucapkan nya seperti itu. Dia juga bilang 'Bawa langsung mereka. Tidak pakai lama'..."
"Filbert tidak akan menggunakan kata 'Tidak pakai lama' itu adalah kata katamu! " sahut Joachim yang tiba tiba pergi...
"Hei!!! Kau mau kemana?" Teriak Amelie
"Mau kesana... dia sudah menunggu!" Ucapnya sambil melambaikan tangannya keatas.
"Joa... Tunggu..."
☆▪☆▪☆▪☆▪☆▪☆▪☆▪☆
...
...
"Wow..."
"Ayo masuk Lina" ajak Vivian, Leonor dan Jennifer.
Aku tidak menyangka kalau ada rumah ini di belakan sekolah. Sebenarnya aku sudah mengelilingi sekolah Wynstelle banyak kali tapi tidak pernah menemukan jalan tempat rumah ini berada. Rumah itu terlihat kecil tapi muat untuk banyak orang, arsitektur dari rumah itu pun juga sangat menarik dan terlihat modern.
"Apa kau menunggu lama?" Tanya Ivander
"Sangat!sangat!" Balas Roland sementara itu Filbert dan Kendrick hanya terdiam menatap kami yang baru datang.
"Duduklah kalian disini" ucap Filbert.
"Wow... Filbert, Ken, Roland. Kalian yang merancang ini semua?" Ucapan kagum Jennifer.
"Ya... terima kasih" Jawab Roland.
"Ini tempat apa?" Tanyaku penasaran.
"Aku akan jelaskan..."
"Wow... Filbert kau mendapatkan buku ini dari mana? Mitologi Yunani?" Tanya Ivander dan bingung dengan judul buku itu.
"Aish... kenapa kau senang mendapatkan buku sejarah!!!" Ucap Joachim yang kesal.
"Kenapa? Apa salah? Mending aku dari pada kamu hanya suka pelajaran yang menguras tenaga tanpa menambah ilmu pengetahuan!" Balas Ivan sambil mengolok ngolok Joa
"Hai kalian berdua!!!Sudah sudah." Ucap Vivian.
"Ooh itu... aku dapatkan dari perpustakaan di rumahku" Filbert menjawab perkataan Ivander tadi.
"Benarkah!" Sahut Ivan "Apakah bukunya bagus?" ???
"....."
"Lupakan saja. Kau pasti belum baca? Biar aku saja yang baca!"
"Teman Teman... sekarang tempat ini adalah tempat belajar kita yang baru. Jadi kita tidak usah balajar di perpustakaan atau pun ditaman. Dan iya aku mohon kalian jaga barang barang dan kebersihan di rumah ini. Kapan pun kalian bisa datang, jadi aku harap kalian betah ada di sini" ucap Ken yang tegas dan menarik perhatian semuanya.
Di dalam kelompok belajar kami, kami beranggotakan anggota kelompok zodiac. Di situ aku lihat kami terbagi menjadi beberapa sikap dan prilaku yang hampir sama misalnya Filbert, Ken,Roland dan Joachim mereka sangat sensitif tegas dan juga berani , kalau Ivander dan Dennis adalah penghidup suasana mereka selalu ada candatawa dan pekerja keras. Sedangkan bagian cewek nya Vivian sering disebut ibu bidadari dari teman temannya dan Amelie adalah penghidup suasana dengan tingkah yang sedikit kekanak kanakan tapi sangat tegas.
*************
"Baiklah... kita akhiri ini sekarang. Matahari mulai terbenam jadi sampai jumpa di sekolah besok" ucap Roland
"Baiklah..." ...
"Lina... Bisa kita bicara sebentar?" Ucap Joachim yang ada di sampingku dengan sedikit berbisik.
"Ooh... tentu Joa ada apa?" Jawabku
"Tidak disini, ikuti aku..." balas Joa
"Baiklah...".... " Teman teman aku duluan. Sampai jumpa" ucapku sambil melambaikan tangan dan mengikuti Joa keluar.
"_____"
"Kita mau kemana?" Tanya ku
"Kenapa kita ke Alenka?" Ucap ku penasaran
"Ya kita ke hutan Alenka. Apa kau tau arti nama Alenka sendiri?" Tanya Joa
"Artinya kan 'yang bersinar'?" Aku bingung
"Ya benar. Dan Wynstelle?" Tanya nya lagi.
"Kau ini kenapa? Kau terus bertanya?"
"Jawab saja... aku mau dengar jawabanmu"
"Baiklah baiklah. Wynstelle, berarti bintang yang murni. Apa ada lagi?"
"Tidak ada. Yang bersinar dan bintang murni!"
"Kamu kenapa sih Joa, apa kau marah atau apa?" Tanyaku bingung
"Angelina..."
"Iya...?"
"Kedua arti nama itu sama seperti sifat dan kepribadian mu, bersinar dan murni!"
"Kau kenapa?"
"Hu.... (menghela nafas)Lina...( memegang kedua tangan ku) aku tau kau pasti menganggap perkataanku sebagai lolucon tapi ini benar, aku mengucapkan dari hari yang sangat tulus." Menatapku dengan maksud
"Katakan saja"
Menghela nafas lagi sambil memberanikan diri " baiklah. Lina aku... aku... aku menyukaimu! Aku mencintaimu" Menatapku dengan penuh harapan.
Aku melepaskan genggaman tangannya "Joa bukan nya bermaksud menyakitimu tapi aku mau kita hanya berteman. Maaf tapi aku hanya menganggapmu sebagai teman tidak lebih, Joa aku minta maaf." Aku sedikit merasa bersalah. Tetapi aku hanya menggapnya sebagai teman tidak lebih.
"Baiklah... aku sudah di tolak. Yang penting aku sudah mengungkapkan perasaan ku. Aku tau kau menyukai orang lain. Baiklah matahari hampir tenggelam lebih baik kita kembali ke asrama" ucapnya sedikit sedih.
"Joa aku minta maaf"
"Tidak papa Lina. Aku seharusnya tidak menyukaimu ini semua karena ku... .Sudah lupakan saja apa yang tadi kita bicarakan dan kita menjadi teman"
"Baiklah teman ayo pergi" ucap Joa
"Baiklah..." aku merasa sedih melihat nya. Mau apa lagi hati ku tidak bisa menerimanya sebagai kekasih ku.