The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#4



Sudah 2 hari aku selalu diperhatikan dan dijaga dengan ketat oleh teman temanku. Aku tau mereka bermaksud baik tapi! Itu juga bukan cara yang bagus untuk menjaga ku. Aku merasa tidak nyaman dengan ini semua. Aku mencoba untuk kabur dari semua ini tapi tak bisa. Jadi aku harus bagaimana?.


****


Sekarang aku bersama teman satu elemenku mengikuti pelajaran elemen tanah yang menjadi elemenku. Prof. Tristan mengajari semua yang belum pernah ada di kelas sebelum nya. Aku selalu memperhatikan nya, dengan seksama karena aku tidak mengerti apa yang dia katakan dan di maksudnya.


Aku memperhatikan nya cukup lama sampai ia berhenti berbicara dan tiba tiba dia melengah ke belakang dan pergi dengan begitu cepat tanpa membubarkan muridnya.


"Kemana Prof. Tristan???"


Dia orang yang aneh. Kenapa aku sebut begitu? Iya... dia memang pria yang aneh, dia tampan, walaupun rambut hitamnya itu sekarang mulai memutih. Walaupun rambutnya mulai memutih tapi dia belum sama sekali menikah. Usianya hampir 40 tahun tapi dia sama sekali tidak berkeinginan menikah.


Walaupun Prof. Tristan begitu, dia sangat asyik dan dia mudah akrab dengan anak muridnya. Dia juga tidak seperti guru guru yang lain yang memiliki sikap tegas yang berlebihan. Banyak anak murid yang sangat menyukainya karena sifatnya itu.


***


"Sudah kebiasaan Prof. Tristan menghilang dengan tiba tiba" omel Cia yang ada di sebelahku.


"Benar Cia! Kenapa dia harus pergi secara tiba tiba akhir akhir ini?" Tanya Vivian yang bingung.


Leonor yang ada di sebelah Vivian pergi mengarah ke belakang. Kami semua bingung kenapa dia pergi tapi, sesaat dia pergi kami mengikutinya.


Leonor duduk disamuah dahan kayu besar sambil melihat kesana kemari. Kami yang mengikutinya ikut duduk disebelah Leonor, dia sempat melirik kami dengan tatapan dinginnya dengan dalam. Aku,Vivian, dan Cia yang duduk disana merasa sedikit bosan dengan kesunyian yang terjadi diantara kami.


"Lina!Vivian!" Panggil Cia


Melengah ke arah Cia " ada apa?" Tanya Vivian.


"Apa kalian tidak bosan, hanya berdiam membeku seperti ini?" Jawab Cia


"Ya... kalau aku sih bosan! Kalau kamu Lina?"


"Aku juga bosan! Tapi bagaimana lagi, emang kita harus ngapain?" Tanya ku


"Leonor kalau kau?" Tanya Cia


Leonor hanya berdiam diri menatap langit yang sedikit mendung. Sesaat melihat Leoner hanya terdiam Cia pun mulai dengan tingkah nya yang sangat aneh dan itu membuat kami tertawa.


Cia yang ada di hadapan kami mulai memperagakan semua gerakan yang mencari ciri khas para anggota sekolah dan teman teman.


"Coba tebak, ini siapa!" Ucap Cia dan mulai memperagakan gerakan serta ucapan.


"Hello semuanya, kalian hari ini sangat cantik dan tampan." Sambil memperagakan gerakan sedikit centil


"Ahh... itu..." ucap ku dan Vivi mencoba menebaknya


"Prof. Ariana!" Jawab Leonor.


"Ya betul" kata Cia


"Cia bagaimana kau tau?" Tanya ku


"Jelas aku tau, karena Prof. Ariana selalu berada di perpustakaan. Dia selalu membaca buku buku disana. Dia selalu mengatakan hal itu dan gerakan centilnya kepada semua orang yang ada di perpustakaan." Jelas Cia


"Wow... kenapa dia seperti itu?" Tanya Ku


"Mungkin emang dari sananya Lina" jawab Cia


"Mungkin saja!" Ucap kami bertiga kecuali Leonor


Walaupun dia menjawab pertanyaan Cia tadi, Leonor tidak sama sekali menggubris apa yang terjadi di hadapaanya. Dia tidak tertawa, jangankan tertawa! Senyum saja tidak ada. Wajahnya itu sangat datar. Sama seperti Jennifer tapi, kalau Jennifer itu selalu tersenyum walaupun kecil. Tapi ini Leonore tidak sama sekali. Ya memang kepribadia seseorang tidak bisa kita tebak. Tapi aku perhatikan moodnya belakangan ini sedang tidak bagus, jadi ya dia seperti ini.


Kami bertiga melihat ke arah Leonor dan itu sepertinya tidak membuatnya nyaman. Dia berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kami.


Kami bingung ada apa dengannya?. Didalam hatiku aku 'apa dia seperti ini karena ku?' Aku tidak tau dengan dia. Kami yang melihat itu hanya mengangkat bahu mengisyaratkan bahwa 'aku tidak tau dia mengapa'


Leonor pergi dan menghilang dari dalam semak semak dan tidak melihat kebelakang sedikitpun. Kami merasa bingung dan juga khawatir dengan sikapnya. Dia kadang memiliki masalah, tapi tidak pernah menceritakan itu semua kepada teman temannya. Leonor selalu memendam masalahnya di hatinya dan perasaannya.


****


BOOM!!!


BOOM!!!


BOOM!!!


Suara ledakan yang sangat besar membuat kami semua menjadi panik. Karena suara ledakan itu sangat keras dan terdengar dari arah Sekolah Wynstelle. Kami ada yang lagi melamun, bermain, minum dan sebagainya terkejut dengan semua itu dan langsung meninggalkan tempat latihan dan berlari menuju sekolah.


Beberapa saat kami berlari. Kami melihat sokolah kami sebagian hancur berantakan. Tapi untungnya hanya sebagian kecil saja, tapi itu sangat membuat situasi disana sangat kacau.


Vivian yang seorang anggota kesehatan langsung memasuki reruntuhan untuk mencari apa kah ada seseorang didalam sana. Dia berlari dengan kencang. Sebelum sampai di reruntuhan dia dihadang oleh Filbert agar dia tidak masuk kedalam sana, karena didalam sana sangatlah berbahaya. Takutnya akan ada bangunan yang masih belum runtuh menjadi runtuh dan itu akan membahayakan nyawanya.


"Vivian hentikan!!" Ucap Filbert sambil memegang tangannya


"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, aku takut ada seseorang di dalam sana. Ini masih jam pelajaran!" Ucap Vivian dengan meneteskan aur mata.


"Iya... aku tau. Tapi disana sangat berbahaya!!!" Menarik tangan Vivian dan membawanya ke tempat yang aman.


Saat itu aku harus berpikir cepat dan tepat. Aku mencoba untuk mengumpulkan anggota OSIS yang ada untuk membantu mendata apa kah ada orang yang hilang.


"Cia! Apa kau bisa membantuku?" Ucap ku sedikit tegas


"Bantu apa?" Tanyanya.


"Tolong cari anggota OSIS dan suruh dia mengumpulkan data data apa kah ada yang hilang atau terluka. Kita harus cepat! Setelah selesai kita bertemu di tempat ini lagi" Aku yany bingung harus bagaiman dan aku mangambil langkah ini


"Oke Lina, aku akan segera kembali."


Aku dan Cia bergegas untuk mencari anggota OSIS dan Kesehatan untuk mengumpulkan data setiap siswa aga mudah untuk mengtahui apakah ada yang terluka atau ada di dalam reruntuhan itu.


Satu persatu kami menemukan mereka dan mengatakan hal itu dan kami berkumpul di tempat semula dengan anggota OSIS dan kesehatan yang kami temukan. Aku mengangambil langkah itu dan mulai mengamankan para siswa yang ada ke tempat aman dan mendata mereka dengan cepat. Kami bekerja sama satu sama lain untuk menemukan dan mengobati yang terluka.


Tapi yang aku bingungi? Kemana ketua OSIS Jackson. Seharusnya dia ada disini untuk membantu kami semua. Guru guru sampai Kepala sekolah menanyakan keberadaan Jack yang menghilang. Kalau dia yerjebak di reruntuhan itu tidak mungkin karena itu yang hancur adalah ruang laboratorium dan ruang Lab - Lab. Mana mungkin dia ada disana, teman satu kelasnya saja ada di sini semua. Berarti dimana dia pergi.


Aku tidak terlalu memikirkan itu tapi aku memikirkan bagaiman kalau ada seseorang atau lebih di dalam sana. Mumpung ada wakil Ketua OSIS yang menangani ini menggantikan Jackson. Kalau tidak bisa dibebankan ke diriku sendiri atau yang lain sebagai perwakilan ketua.