The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#2



Kejadian tadi sangat membuatku khawatir dengan 1 hal. Bukan karena takut pelajaranku terganggu, tapi aku khawatir kalau kelompok Ring Of Fire menyerang teman temanku yang sedang berusaha melindungiku. Aku merenung bagaimana agar mereka tidak terluka karenaku. Bahkan tadi saja Filbert seperti sangat marah dan khawatir. Katanya sih jika kalung dan cincin miliku ini berhasil dirampas oleh kelompok Ring Of Fire, maka kami semua akan hancur dan tidak tersisa lagi.


Aku terus memikirkan apa yang harus aku perbuat. Merenung terus menerus tanpa sadar. Melihat aku terus melamun sedari tadi Vivian yang satu kamar dengan ku sedikit merasa risih.


Vivian duduk di sampingku, menepuk pundakku untuk menyadarkanku sambil berkata " Lina!, ini bisa kami atasi. Kau tenang saja, kami akan berusaha melindungimu semampu kami. Kau adalah adik kami. Walau hanya beda bulan" Vivian memegang erat tanganku dan itu membuat ku tersadar kembali.


Aku menatap mata Vivian yang sangat lelah, dia sudah menjadi segalanya bagi ku. Semua teman temanku adalah keluargaku. Aku mana mungkin mau mereka terluka karena melindungiku. Bukan mereka melindungi dunia ini. Mereka rela melakukan segalanya untuk itu.


Tanpa berpikir panjang aku berdiri dan berlari ke luar kamar tanpa berkata satu katapun kepada Vivian yang berada di sampingku tadi.


"Lina... kau mau kemana malam malam begini?" Triak Vivian


Vivian bingung dengan tingkah ku. Aku juga tidak tau mengapa aku seperti ini. Kehidupanku disini dan di bumi sangat berbeda sangat jauh.


Aku berlari entah kemana tujuanku. Aku berusaha mencari Jackson dan ingin curhat tentang apa yang aku rasakan agar bebanku berkurang. Aku mencarinya di kota Zodiac dangan menunggangi kuda, aku mencarinya di seluruh klinik dan rumah sakit yang ada disana. Aku mencari terus menerus tapi disana aku tidak menemukan nya. Aku bingung harus mencari dimana lagi. Dan akhirnya aku menyerah dan kembali ke asrama.


***


Aku terduduk di sebuah bangku taman di taman sekolah. Aku terus menerus menangis. Aku berusaha menghubungi orang tuaku melalui cincin ku tapi tidak bisa, aku berulang kali mencoba tapi tetap saja hasilnya sama. Bukan hanya itu aku juga mencobanya dari kalung yang aku gunakan dan yang diincar oleh kelompok Ring Of Fire.


Dengan meneteskan air mata aku merasa sedikit lega dan aku juga masih berjuang dengan mencoba menghubungi orang tuaku. Aku terus mencobanya.


"Kumohon!!! Mom, Dad kumohon!!! Lina sangat membutuhkan kalian sekarang!" Memohon dengan sangat tulus, air mata pun tidak bisa terbendung.


Perlahan aku mulai menyerah dan menutup mataku sambil melipat kedua kaki ku dan wajah ku tersembunyi di balik lipatan kaki ku.


***


Aku yang putus asa berjalan dengan sangat pelan dan lemas. Aku seperti tanpa arah, bukannya aku lemah tapi, jika sudah menyangkut orang terdekatku aku tidak bisa menyimpan rasa khawatir dan juga air mataku. Ya aku memang cengeng tapi itu ada alasannya. Terkadang alasan aku menangis itu hal yang sepele, tapi ya aku tetap menangis.


Berjalan tanpa arah...


Sett... sett... sett...


Aku mendengar seperti ada orang yang melintas di hadapanku dan dibelakangku dengan cepat. Itu sangat membuatku terkejut, aku menoleh dan menghadap kebelakang dan kembali lagi seperti semula.


Sett... sett... sett...


Itu terjadi lagi, aku melengah dan menghadap kebelakang. Aku merasa sangat takut. "Siapa disana?" Melangkah mundur.


Sett... sett...


Mereka seperti mempermainkan ku, dari kejauhan aku melihat beberapa orang berjubah menghampiriku, bukan hanya dari hadapanku tapi juga dari segala arah. Mereka seperti mengepungku. Banyak sekali orang yang mengepungku dan aku terus memegang kalung dan cincinku agar tidak bisa dirampas.


Mereka adalah kelompok Ring Of Fire, mengapa aku mengetahuinya? Karena aku melihat ada seorang yang memiliki jubah bercorak kobaran api, sama seperti dulu aku melihat mereka tanpa mengetahui wajah asli mereka.


Semakin lama semakin dekat - semakin dekat dan ...


Ting... ting... ting... ting... set... set...


Swuuuh... swuuuh...swuuuh...


Ada seseorang mengayunkan pedangnya dan juga membidik anak panahnya ke anggota kelompok Ring Of Fire. Awalnya aku tidak tau siapa yang melakukan nya tapi, Filbert dan teman laki laki ku yang lainnya datang menghampiriku dan mengelilingiku dengam membawa senjata mereka masing masing.


Tanpa berpikir panjang Filbert memerintah kan yang lain untuk menyerang " serang mereka dan aku bawa Lina ke tempat aman. Setelah beberapa menit kalian kembalilah. Dan jangan ada yang terluka" perintah nya dan yang lain melihat satu sama lain dan menganggukan kepala mereka dan menyerang anggota Ring Of Fire.


Filbert membawaku pergi ke suatu tempat setelah semua orang sibuk bertarung. Melihat aku pergi ketua kelompok itu yang memiliki jubah bercorak api itu menyuruh anak buahnya untuk menangkap ku. Dan disitu juga Ivander melihat nya mengejarku dan Filbert yang berlari.


Ivander tanpa ampun berlari mengejar orang itu dan melemparkan pisau yang ada di tangnya, pisau itu menancap di punggung orangnya kelompok Ring Of Fire.


Tanpa sadar Ivander di kejar lagi oleh beberapa orang dan dia terkena besetan pedang dari belakang, tapi itu hanya mengenai lengan nya. Roland yang melihat Ivander terluka mengarahkan anak panah nya ke orang orang yang menyerang Ivan dan tak lama pemimpin/ ketua kelompok itu melarikan diri karena anak buahnya banyak yang tewas.


"Kau tidak papa?" Tanya Joa


"Aku tidak papa Joa!" Jawab Ivan


"Lebih baik kita kembali. Filbert pasti sedang menunggu!" Ucap Roland.


Pria itu kembali dari medan perang dengan penuh amarah.


****


Filbert membawaku ke Rumah belajar. Dia bilang kalau di sana sangat aman karena telah dilindungi oleh beberapa elemen dan kekuatan lainny. Aku yang sangat syok,setelah tiba di dalam rumah belajar aku langsung terjatuh. Kakiku terasa tidak kuat menahan tubuhku dan pikiranku sangat kosong.


"Lina...!!!"


Filbert mendatangi ku dan memegang pundakku. Aku merasa tidak percaya dengan apa yang telah terjadi disana tadi. Aku bingung dengan itu semua.


Filbert yang melihat itu memberiku segelas air dan berulang kali menepuk punggung ku agar aku sadar. Tapi sampai pria pria itu datang aku masih belum bisa sadar.


Filbert dan yang lainya mencari cara agar bisa menyadarkan ku. Dan saat itu Roland yang memegang anak panah , dia menusukkan ujung lancip anak panah itu di belakang telinga ku dan itu membuat ku terkejut.


"Ahh... apa yang kau lakukan." Triak ku


"Dia sadar!!" Ucap Roland.


Semuanya tersenyum senang.


"Untung saja kami tepat waktu, kalau tidak.... ish... ish...ish.. kau akan mati" canda Ivander


Aku tersenyum lebar, Roland dan yang lainnya menaruh senjata milik mereka dan Kendrick menarik tangan Ivan yang terluka. Tangan Ivan yang terluka diobati Oleh Kendrick.


"Kemarilah..." menarik tangan Ivan yang terluka


"Ahh...ah.." ucap Ivan


"Apa kau bisa sedikit santai? Ini sangat sakit!" Teriak Ivan


"Kau terluka? " tanya Filbert


Ivan menundukan kepala dengan wajah merengut " iya..."


"Obati dia dengan benar Ken!" Perintah Filbert ke Kendrick


Aku hanya bisa terdiam melihat mereka dengan wajah melas ku melihat mereka. Dengan melihat mereka, aku belajar banyak dari mereka. Pelajaran yang aku ambil dari mereka sangat penting aku terapkan di kehidupan ku sehari hari.


Aku sangat senang melihat mereka tersenyum saat mereka sendiri sedang terluka. Aku tidak bisa melupakan jasa mereka yang membantuku hari ini.


Aku menghampiri Filbert dan bertanya banyak hal tentang mereka para anggota kelompok Ring Of Fire. Filbert menjawab pertanyaanku karena aku bersikeras untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaanku.


Saat itu Filbert bilang kalau orang yang menggunakan jubah yang berbeda dengan yang lainnya adalah ketua/pemimpin kelompok itu, dia bernama Louis adik dari Thomas. Dia adalah pemimpin besar yang ingin membalaskan dendam nya untuk kakaknya Thomas dan ingin menguasai Thomas bukan hanya itu Louis juga memiliki adik lagi bernama George yang memiliki dendam yang sama. George berusia satu tahun lebih tua dariku dan dia adalah anak yang sangat di andalkan oleh Louis dan keluarga untuk melanjutkan ini semua.


Tapi Filbert tidak bisa tau yang mana sebenarnya Louis atau George, wajah mereka tidak ada yang tau rupanya dan Filbert hanya bisa mengenali nya dari warna kulit mereka. Warna kulit Louis berwarna putih biasa tapi warna kulit George dia berwarna putih pucat. Dan ciri George itu mirip seperti orang yang tadi di sana. Aku juga ingat kalau orang yang menculik ku waktu itu memiliki warna kulit putih pucat. Sangking putihnya sampai berwarna pucat.


Meraka bersaudara terkadang bergantian untuk memangsa mangsanya agar tidak ketahuan. Itu adalah tipu muslihat dari anggota Ring Of Fire. Mereka menipu mangsanya dan menyerang dan terkadang mereka langsung menyerang atau pun menculiknya.


...


...