The Zodiac Academy In Olympus

The Zodiac Academy In Olympus
#3



Banyak kejadian yang tidak terduga belakangan ini. Itu semua sangat membuat bingung dan juga penasaran? Aku sangat bertanya tanya tentang apa yang sebenarnya teman temanku rencanakan? Siapa sebenarnya mereka? Mengapa mereka membuat kelompok itu dan juga apa yang di sembunyikan dari rumah belajar kami itu? Tapi sepertinya aku sudah sangat terlibat dengan mereka.


☆☆☆☆☆☆


Seperti biasa, setelah pelajaran selesai aku sebagai anggota OSIS kembali ke meja kerja yang ada di ruang OSIS.


"Gabriela!" Panggil ku saat Ela lewat


"Ada apa Lina?"tanya Ela


"Apa aku bisa izin keluar sebentar" tanyaku


"Ouh... kalau itu... ya sudah tapi jangan lama lama" jawab Ela dengan ragu.


"Iya... aku tau kau apa yang kau pikirkan. Aku akan cepat kembali dan  mengerjakan tugas ku"


"Ya... sudah. Tapi setelah sepulang sekolah langsung pergi ke rumah belajar ya!"


"Ok..."


••••


YA... aku tau kenapa Ela seperti itu dengan ku. Tapi itu sangat berlebihan, semua temanku memata matai ku dan selalu menghawatirkan ku. Tapi iya, itu juga demi keselamatanku kata mereka.


Hari ini begitu cerah, banyak siswa yang berlalu lalang di taman sekolah ini. Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Itu sangat mengingatkan ku tentang pengalamanku saat usia 10 tahun diajak Dad ke Korea Selatan. Orang orang disana sangat sibuk dengan urusan mereka, bukan hanya itu mereka itu sangat cepat dan selalu tepat waktu.


Aku melihat sekeliling dengan seksama tapi itu tetap sama saja. Perjalanan mengelilingi taman ini begitu panjang. Ntah mengapa itu aku selalu seperti ini. Dengan langkah yang cukup besar dan pelan serta ekspresi wajah yang masam untuk mengelilingi taman.


"Lina!"


"Emm..." menengok kekanan dan kiri mencari sumber suara yang  memanggilku


"Lina!!"


Suara itu semakin terdengar dengan jelas. Tapi aku tidak tau siapa yang memanggil ku karena aku berada jauh dari orang.


"Lina!!!"


Mengapa suara itu terdengar lebih nyaring dan jelas seperti orang itu ada di hadapanku. Tapi di sekelilingku tidak ada orang sama sekali.


Aku berhenti "Siapa yang sedang mengerjaiku?" Aku melanjutkan langkahku


"Lina!!!"


"Aish... keluar kau!!! jangan bersembunyi! Kalau tidak..." mengucapkan kata kata kesal


Menepuk pundak ku dari belakang "Kalau tidak mengapa?" Tersenyum lebar.


"Jack! Kau mengerjaiku!!" Memansang wajah kesal


"Iya, tapi kau kenapa?" Tanya Jack


"Apanya kenapa?" Jawabku.


Mencubit kedua pipiku "Wajahmu itu!" Dan berjalan di depanku.


"Auh.. sakit"


Berlari kecil menghampiri Jack yang ada beberapa langkah lebih jauh dari ku. "Aku tidak apa! Tapi kau ?"


Melengah dan menatapku bingung "aku?" Menghentikan langkahnya.


"Iya..." aku terus melangkah maju.


Jack yang bingung ada apa denganya menghampirinku dan berjalan dengan terus menatapku bingung mulai dari sampingku hingga berada di hadapanku.


"Lina! Apa salah ku" terus berusaha menhentikan ku dan ingin mendapatkan jawaban


Menghentikan langkah dan itu membuat Jakc terkejut karena ada di hadapanku.


"Ya... ini salah mu!"


"Salah apa? Aku rasa aku gak ada salah?" Tanya nya bingung


"Salah mu itu banyak! Mau ku sebutkan"


"Sebutkan"


"Yang pertama, mengapa kau selalu tidak datang saat rapat OSIS. Kedua, kau selalu membebankan pekerjaanmu ke para sekertaris sekertarismu"


"Tunggu dulu! Kau bilang apa aku selalu membebankan pekerjaan ku ke sekertaris dan kalau tidak hadir rapat itu sih emang benar tapi kalau tentang tugas, aku selalu mengerjakannya sendiri tanpa membebankan ke sekertaris?" Jelasnya


"Aku belum selesai...!!! "


Melanjutkan kataku yang tadi "Yang ke tiga, mengapa kau tidak ada waktu untuk berbicara berdua saja?"


"Ooh... tentang itu. Aku minta maaf, bukan nya aku tidak ada waktu tapi ada banyak yang harus aku kerjakan. Bukan hanya itu, saat ini aku mendekati ujian kelulusan. Aku harus fokus juga dengan pelajaranku. Aku sangat ingin menjadi Zodiac terpilih." Jelas nya


"Jadi..."


"Ya seperti itu... aku minta maaf dan juga aku ingin kau mengerti posisi ku sekarang dengan tugas yang sangat membebaniku ini"


"Ya... aku mengerti kok. Tenang saja akupun juga, aku banyak menghabiskan waktu dengan teman temanku."


"Ya sudah kita sama sama sibuk dan kita tidak akan ada banyak waktu berbicara untuk saat ini, rapat OSIS segera berlangsung. Tapi apa kau sudah mengerjakan itu semua?"


"Tentu saja. Emang aku tipe orang yang selalu menunda pekerjaan" canda ku


"Iya iya..."


•••••


30 menit kemudian...


Rapat OSIS berjalan dengan lancar dan dengan kepala dingin. Itu sangat menyenangkan saat semua orang berkumpul dengan lengkap, tanpa ada yang absen.


Menatap Ela, aku tau apa maksud darinya itu dan sengera keluar dari ruang Rapat. Tapi saat itu aku melihat Filbert masih duduk sambil menatap kearahku dengan wajah datar dan sangat dingin itu.


Mengetahui aku membalas tatapannya itu dia berdiri dan berjalan keluar ruangan. Dan saat itu juga aku mengikuti nya dari belakang. Tapi saat aku memegang pegangan pintu Jack menghampiriku.


"Kau mau kemana?"tanya nya


"Emm. Aku mau belajar bersama teman temanku" jawabku


"Ooh. Pergilah, belajar yang rajin dan giat"


Aku hanya mengangguk dan segera keluar ruangan itu. Aku berlari dengan cukup kencang agar tidak terlambat datang ke rumah belajar itu. Aku takut akan terjadi sesuata yang terjadi karena aku melihat tatapan Filbert yang begitu serius. Aku takut kalau ada masalah yang menimpa mereka semua.


****


"Teman teman aku datang!" Berbicara ngos ngosan.


"Kau kenapa?" Tanya Ivan


"Kenapa kau berlari? Tanya Jennifer.


Vivian menghampiriku dengan sebotol air "Sudah lah kalian. Lina duduklah dulu dan minum dulu airnya"


"Terima kasih Vivian"


Setelah detak jantungku kembali normal " apa aku terlambat?"


Tanya ku


"Apa maksudmu terlambat?" Tanya Roland


"Lina... disini bukan sekolah yang ada kata terlambat. Tapi ini rumah belajar, kapan saja ku mau datang itu tidak masalah" jawab Amelie


"Sungguh?" Tanyaku serius


"Iya..." jawab Amelie


"Eemm... aku tau kenapa kau seperti ini?" Semua orang menatap Amelie


"Kau pasti melihat tatapan dan wajah dingin Filbert yang sangat ganas itu kan" kata Amelie sambil membuat ekspresi yang sangat Cute


"Kau bisa saja Amelie..." ucap Ela sambil tersenyum lebar.


Beberapa menit aku berada disana kami semua mulai belajar bersama dan itu tanpa Filbert, Joachim,dan Roland. Aku tidak tau apa yang mereka kerjakan di dalam ruangan yang aku masuki kemarin. Tapi sepertinya akan ada kejuta yang sangat sangat menakutkan.


Tak berselang lama, setelah kami menyelesaikan tugas kami dan pelajaran kami. Joachim keluar dari ruangan itu dan menyuruh kami semua untuk masuk kedalam. Aku masih berpikir panjang tentang apa yang akan terjadi setelah ini, tapi aku tetap berfikir positif tentang ini.


****


Ruangan yang aku masuki kemarin, itu sangatlah berubah total. Kemarin dan tadi pagi aku melihat hanya kegelapan yang ada di dalamnya, tapi sekarang dipenuhi lukisan lukisan di setiap dinding.


Benar benar sangat berubah. Lukisan di dinding itu adalah lulisan orang tua teman temanku dan disana juga ada lukisan orangtuaku. Bukan hanya itu setelah lukisan saat masih muda di dinding itu ada foto keluarga dan salah satunya ada diriku saat aku masih kecil.


Setelah menelunsuri  jalan, Filbert yang ada di dalam sana memengang sebuah kalung dan juga gelang. Aku melihat itu kalung dan gelang yang kemarin dan tadi pagi dia berikan kepadaku.


Saat melihat itu ada di tangan Filbert, aku meraba leher dan pergelangan tangan ku. Tapi kalung dan gelang itu tidak ada.


"Apa itu miliku?"


...


...


...


...


Aku bingung mengapa  kalung dan gelangku bisa ada di tangan Filbert. Itu masih jadi tanda tanya besar dalam hatiku.


Mereka semua teman temanku menatap kalung dan gelang yang di pegang Filbert. Dan seperti mereka bertanya tanya tentang itu.


"Filbert!" Ucap Amelie yang membuat semua orang melihatnya.


"Aku tau apa yag kalian pikirkan."


" ini memang kalung dan gelang Lina. Aku menemukan ini di meja belajar tadi pagi setelah kalian semua keluar"


"Tapi bagai mana mungkin, itu ada di meja belajar? Karena tadi aku bersama Lina ..." tanya Vivian


"Aku juga tidak tau! Tapi sepertinya Lina telah menjadi mangsanya yang selanjutnya. Mereka sekarang berada sangat dekat dengan kita jadi berhati hatilah." Jawab Filbert yang masih bingung dengan ini.


"Tapi Fil... ini bisa terjadi apa bila mereka telah mengincar kita dan mereka sangat dekat" sahut Kendrik


"Benar Ken... ini seperti yang kita alami dulu. Saat Leonor diincar oleh mereka." Ucap Filbert yang sangat serius.


"Benar... Filbert, setelah kalung dan Gelangku kembali ke pada mu. Beberapa hari kemudian benda ku hilang." Sahut Leonor.


"Bererati kita harus menjaga Lina dengan baik. Karena mereka bisa saja menyakitinya." Semua orang sangat serius.


Filbert terdiam sesaat "Baiklah... untuk sementara ini. Vivian, Ela, Amelie  kalian tolong jaga Lina. Tolong awasi dia. Kita semua harus mengawasi dia dan jangan ada yang sampai lengah sedikitpun."


"Tapi Filbert?" Aku mau bertanya


Filbert menghampiriku dan memasangkan gelang dan kalung ku " pakai ini dan terus awasi barang ini semua termasuk kalung dan cincin mu itu. Kalau tidak mereka bisa mengambilnya dan tak jarang mereka bisa mengambil nyawamu"


"Emm... baik" ucapku.


"Selagi kalian mengawasi Lina. Roland, Jennifer, Leonore, Kendrik. Kalian bisa  bantu diriku untuk memikirkan apa yang harus dilakukan sebagai tindak lanjut" ucap Filbert


"Baiklah. Kami akan membantu mu" ucap semuanya


Filbert terlihat sangat serius dan khawatir sampai sampai wajah nya sangat pucat, bibir nya sangat lah pucat. Aku khawatir dengannya tapi dia khawatir denganku. Aku berpikir ini semua karena ku, Filbert bertempat seperti ini karena ku. Aku juga sedikit mengerti tentang di ruang rapat tadi, dia bukan menatapku dengan tanpa alasan tapi tatapannya itu adalah tatapan khawatiran  Filbert terhadap temanya. Dia pasti sangat berat mencari jalan keluar dari ini semua. Aku sungguh kasian dengan ini semua. Aku berharap ini tidak pernah terjadi dan aku tidak pernah ke Olympus, ke Wynstelle dan bertemu mereka serta terlibat dengan semua ini.