The Secret Of My Boss [Soft]

The Secret Of My Boss [Soft]
Meet Yoongi



Esoknya...


Bona nampaknya sudah siap untuk berangkat bekerja. Namun, sebelum memulai hari beratnya, Bona sarapan terlebih dahulu walaupun hanya dengan roti dan selai. Tak lama si pemilik pun sudah rapi dengan setelan jas nya ketika bergabung dengan Bona dimeja makan untuk sarapan juga.


Dalam benak Bona, ia masih kesal pada Seokjin jika ia mengingat kejadian tadi malam. Dimana Seokjin benar-benar meninggalkan bekas merah dilehernya. Untung saja Bona ada baju berkerah tinggi untuk menutupi 'aib' itu dan jujur saja. Bona malas melihat Seokjin pada hari ini. Tapi, apa boleh buat. Seokjin lah yang menggajinya.


"Kau nampaknya tidak bersemangat seperti biasa?? Ada apa??"


Tumben sekali bertanya pertanyaan seperti itu, pikir Bona. Secara perlahan Bona menghabiskan segelas susu nya dan menelan habis potongan terakhir rotinya sembari enggan menatap Seokjin yang tepat berada dihadapan nya.


"Aniya.. ini hanya masalah wanita..." Jawab Bona cuek.


"Kuharap tak terbawa ke pekerjaan. Ayo berangkat." Seokjin pun menghabiskan sarapannya dan langsung beranjak pergi. Bagi Bona, ucapan Seokjin adalah perintah(selama ucapan itu masuk akal) jadi wanita itu otomatis mengikuti langkah sang atasan.


"Apa jadwal ku pagi ini??" Tanya Seokjin saat ia mulai menyetir mobil menuju kantor. Bona pun memeriksa jadwal Seokjin.


"Jam 8 pagi ada pertemuan dengan tuan Min Yoongi. Itu kegiatan pagi anda..." Jelas Bona.


Seokjin hanya diam dan fokus menyetir.


"Apa kau akan selalu mematuhi perintah ku??" Tanya Seokjin tiba-tiba.


"Tergantung..."


"Tergantung??"


Bona mengangguk.


"Ya. Tergantung..." Bona menggantung jawabannya.


"Apa kau lupa jika aku adalah atasan mu dan kau harus mematuhi semua perintah ku???"


Bona mengangguk mengerti.


"Tapi, jika perintah nya tidak masuk akal bagaimana saya bisa menjalankan nya?? Jadi, saya hanya mematuhi perintah yang masuk akal saja."


"Wanita ini...." Gerutu Seokjin.


"Ya? Ada apa Seokjinssi??" Tanya Bona.


"Aniya..."


Tak lama Seokjin dan Bona pun tiba di kantor. Bona pun tidak langsung ke meja kerjanya karena Seokjin menyuruh keruangan pria itu dulu.


(Klek)


"Selamat pagi Tuan Kim..."


"Awal juga kau tiba... Yoongi". Ujar Seokjin saat melihat Yoongi yang sudah duduk di sofa di ruangan nya. Tidak mengejutkan bagi Seokjin, tapi bagi Bona ini sedikit mengherankan.


"Tentu saja, karena kudengar kau mempunyai sekretaris baru."


Yoongi melihat Bona dari ujung kepala hingga ujung sepatu wanita itu.


"Baiklah... Bona, ini sepupu ku Min Yoongi. Dia adalah yang menjaga keamanan perusahaan. Ia terlahir dari keluarga gangster, jadi ia adalah penerus keluarga."


Yoongi nampak tersenyum tipis pada Bona dan dibalas dengan senyum hangat oleh wanita itu.


"Saya sekretaris Mr. Kim, Shin Bona."


"Senang berkenalan dengan mu." Ujar Yoongi.


"Jadi, mana Jimin?? Pekerjaan ku banyak hari ini..." Jelas Seokjin.


Tak lama setelah ucapan Seokjin, masuk seorang pria dengan setelan jas lengkap.


"Aku disini hyung." Ucap pria yang Bona terka adalah Jimin itu.


"Bona, serahkan semua dokumen ku pada jimin."


Karena perintah, Bona langsung mengeluarkan tumpukan dokumen dari ransel hitam kesayangan nya pada Jimin.


"Jadwal ku juga." Lanjut Seokjin.


"Eh??" Tentu saja, wanita itu bingung.


"Berkencanlah dengan Yoongi hari ini." Ujar Seokjin.


"Eh??!! Lalu, yang bekerja untuk anda siapa??" Tanya Bona kaget. Ia menatap ketiga pria diruangan itu bergantian dan menatap tak percaya pada Seokjin.


"Hari ini Park Jimin yang akan mengerjakan semua tugas mu. Kau mengerti??" Jawab Seokjin. Bona langsung menatap Jimin tak percaya. Bona bahkan tak percaya jika atasan nya menyuruhnya untuk berkencan hari ini bersama orang yang baru ia kenal.


"Tapi, anda yakin jika Jimin bisa menggantikan saya??? Anda mengatakan pada saya jika anda tak suka batangan...."


Pada kalimat terakhir Bona sedikit berbisik pada Seokjin. Sedangkan Yoongi dan Jimin nampak menahan senyum melihat tingkah Bona.


"Sudah kukatakan ini perintah." Ucap Seokjin penuh penekanan.


"Lagipula nona, Jimin sudah sering menjadi sekretaris Seokjin." Sambut Yoongi.


"Benarkah??" Bona meminta penjelasan dari Jimin.


"Ini memang tradisi tuan Kim dan tuan Min." Jelas Jimin pada Bona.


Sekali lagi Bona menatap Seokjin. Nampaknya Sepupu Yoongi itu malas menanggapi Bona.


"Bawa saja dia Yoongi..." Ujar Seokjin dingin sembari menuju kursinya untuk mulai bekerja.


"Ayo Bona, kau milikku hari ini." Tanpa perhitungan Yoongi langsung menarik Bona pergi namun Bona menahan langkah Yoongi dengan tidak mau bergerak sedikit pun.


"Sebentar tuan Min, saya ingin menyampaikan beberapa hal pada Jimin..." Ujar Bona. Yoongi mengerti. Bona pun menghampiri Jimin.


"Tolong sampaikan pada Hyejin sunbae jika aku tak dapat makan siang bersama nya saat jam istirahat. Lalu, di meja kerja ku ada jam weker dan baterai nya habis, tolong gantikan dan laci meja ku ada kalkulator milik Yein sunbae di resepsionis lobi, tolong kembalikan karena hari ini Yein sunbae menggunakannya. Sebenarnya masih banyak yang ingin ku sampaikan, nah jika kau ingin bertanya hubungi saja no ini oh iya... Ini ponsel bisnis tuan Kim.... Jangan sampai rusak...."


Setelah menyampaikan seribu satu pesan pada Jimin, Bona pun bersedia pergi bersama Yoongi.


"Hyung... Dimana kau menemukan wanita seperti itu??"


Tanya Jimin heran. Kini tinggal Jimin dan Seokjin. Mendengar ucapan Jimin membuat Seokjin terkekeh.


"Kenapa?? Baru melihatnya??" Tanya Seokjin.


"Dari semua sekretaris mu, iya.. dia yang pertama." Jawab Jimin.


Seokjin hanya tersenyum geli.


(Sementara itu)


"Masuklah.. tenang saja, hari ini kita akan bersenang-senang."


Bona menuruti saja ucapan Yoongi yang akan membawa nya entah kemana.


"Kita akan kemana tuan Min??"


"Panggil saja aku Yoongi, aku tak terlalu suka dipanggil tuan. Mengerti??"


"Baiklah Yoongi. Lalu, sekarang kita mau kemana??"


Tanya Bona saat mobil yang disetir Yoongi sudah melaju dijalan raya.


"Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi???"


Bona nampak menyusun tempat yang ingin dikunjunginya.


"Toko jam."


"Kau ingin membeli jam??" Tanya Yoongi.


"Mr. Kim menyuruh ku mengenakan arloji..." Jawab Bona. Yoongi hanya mengangguk mengerti.


"Bagaimana dengan anda, apakah ada tempat yang ingin anda kunjungi??" Tanya Bona.


"Tempat tidur."


"Anda ingin membeli tempat tidur???"


Bona mencoba tidak memikirkan hal aneh yang berhubungan dengan tempat tidur. Yoongi nampak sedikit menyeringai dan fokus menatap jalanan.


Tak lama, Yoongi pun membawa Bona kesebuah pusat perbelanjaan dan mengantar Bona ke toko arloji.


"Selamat pagi... Ada yang bisa saya bantu???" Tanya pelayan toko pada Bona dan Yoongi.


"Saya ingin mencari jam tangan." Jawab Bona.


"Untuk pria atau wanita??"


"Untuk wanita."


"Kalau begitu saya rekomendasi kan jam ini untuk anda... Terbuat dari kulit sapi muda sehingga membuat nyaman pergelangan anda dan ini, rantai nya terbuat dari perak, saya rasa cocok untuk wanita karir seperti anda." Jelas pelayan toko itu. Bona hanya mengangguk paham.


"Bagaimana menurut mu Yoongi?? Yang mana yang bagus???"


"Dua-duanya bagus..." Komentar Yoongi.


"Kalau begitu saya mau ambil yang ini... Lebih simple..."


Akhirnya Bona memutuskan untuk membeli arloji kulit sapi itu.


"190 ribu Won"


Yoongi langsung menyodorkan kartu kredit nya. Baru saja Bona mau komentar.


"Nanti saja bicaranya."


Yoongi langsung berbicara.


"Nanti aku ganti uang mu Yoongi... Ini kan barangku." Ujar Bona saat mereka keluar dari toko arloji itu.


"Sudah kukatakan, hari ini kau adalah milikku... Segala kebutuhan mu hari ini adalah tanggung jawabku." Jelas Yoongi cuek.


Bona hanya menatap pria yang memiliki kulit seputih tofu itu heran.


"Sekarang ingin kemana lagi??" Tanya Yoongi.


"Terserah anda Yoongi... Saya hanya mengikuti..." Jawab Bona.


"Kau yakin?? Apa kau lupa kalau tujuan ku hanya tempat tidur??" Ujar Yoongi.


"Tolong katakan dengan jelas maksud dan tujuan anda, Yoongi..."


Yoongi nampak tersenyum puas, kemudian mendekatkan wajahnya pada telinga Bona.


"Tentu saja untuk 'bermain' dengan mu, chagi." Bisik Yoongi dengan suara rendahnya.


Siapa bilang Bona tak menggidik ngeri saat Yoongi mengatakan kata 'bermain'. Bodoh sekali Bona jika tak mengerti maksud ucapan Yoongi.


Glek!


"Dari pada seperti itu, lebih baik kita bermain hal yang lebih menyenangkan. Ayo kita ke lotte world!!! Anda bilang kita akan bersenang-senang!!" Bona kembali bersemangat dan antusias.


"Haahh.. baiklah... Ayo kita pergi."


Yoongi pun langsung meraih jemari Bona dan menarik wanita itu pergi. Bona melihat genggaman Yoongi pada tangan nya.


(Kenapa ia menggenggamku??? -Bona)


(Lotte world)


Bona dan Yoongi tiba salah satu pusat hiburan di Seoul itu. Mengelilingi akuarium dan melihat berbagai jenis fauna laut itu.


"Ikan parinya mirip dirimu Yoongi..."


Bona menunjuk seekor ikan pari yang sedang menempel di dinding akuarium. Yoongi hanya memasang wajah flat face saat melihat hewan yang Bona bilang mirip dengannya.


"Kalau begitu, kau mirip ekornya." Sambut Yoongi.


Bona langsung tertawa mendengar balasan Yoongi. Maksudnya Bona mirip ekor ikan pari?? Begitu??


"Hahah... Itu tidak mungkin... Hahaha..." Bona benar-benar merasa jika ucapan Yoongi cukup lucu bagi Bona.


(Sementara itu)


"Seokjin hyung, ini makan siang mu..."


Jimin masuk kedalam ruangan Seokjin sambil membawa sekotak makanan.


"Taruh saja di meja ku. Apa yang kau masak hari ini Bona??"


Jimin mematung setelah menaruh kotak makan siang Seokjin.


"Eh?"


Sadar akan kesalahannya, Seokjin langsung melihat Jimin dengan ekspresi tak bisa ditebak oleh Jimin.


"Mian... Karena biasa nya Bona yang memasak untuk ku..." Ujar Seokjin sedikit canggung. Jimin hanya bisa menahan senyumnya.


"Ini sudah ketiga kalinya sejak Yoongi hyung dan Bona pergi."


(Beberapa jam yang lalu)


"Hey! Bona, kopi ku mana!!" Ujar Seokjin sembari sibuk dengan tumpukan dokumen nya.


"Seokjin hyung... Hari ini aku yang menjadi sekretaris mu." Ujar Jimin.


(Pertama)


"Taehyung bilang padaku bahwa ia menyukai masakan mu...."


Seokjin menghentikan ucapannya saat melihat siapa yang bersamanya dan itu adalah Park Jimin.


"Aku tidak bisa memasak hyung..."


Ujar Jimin yang ingin mengambil cangkir bekas kopi Seokjin. Si sulung Kim itu hanya berdehem dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


(Kedua)


(Flashback off)


"Dan yang barusan adalah yang ketiga hyung..." Ujar Jimin.


Seokjin hanya diam sembari masih mengetik sesuatu di laptopnya itu.


"Kalau penasaran, bagaimana kalau kau bertanya saja??"


Saran Jimin ada bagusnya. Tapi, akan aneh jika Seokjin bertanya.


(Kenapa aku harus tau apa yang kau dan Yoongi lakukan sekarang. -Seokjin)


"Hanya kebiasaan ku saja..." Seokjin kembali diam.


Jimin nampak belum pergi dan memainkan ponselnya.


"Yoongi hyung bilang... Mereka sedang ditaman hiburan. Ia mengatakan pinggang nya ingin patah karena bermain roller coaster bersama Bona."


Dengan wajah polosnya Jimin menunjukkan foto Yoongi dan Bona yang sedang menikmati 'kencan' mereka. Seokjin hanya menatap datar foto itu.


"Mereka nampaknya bersenang-senang..." Ujar Jimin sembari menatap foto tersebut.


Seokjin masih tidak peduli dengan hal tersebut, baginya Yoongi sudah melakukan yang lebih pada sekretaris nya dan ini hanya pergi berwisata saja. Jadi, tak ada hal yang harus dipedulikan olehnya.


"Saya bisa mengatakan pada Yoongi hyung, jika anda tak ingin Bona 'disentuh'." Ujar Jimin tiba-tiba.


"Kenapa kau berkata seperti itu padaku??" Tanya seokjin bingung.


Jimin hanya tersenyum manis seperti biasanya.


"Aku hanya bercanda hyung... Nah, nikmatilah makan siang anda..."


Jimin pun meninggalkan ruangan Seokjin setelah puas menggoda Seokjin. Setelah kepergian Jimin, entah darimana naluri Seokjin mengatakan dirinya harus mengambil ponselnya. Apa yang dilakukan Yoongi dan Bona saat ini???


(Klek)


Nampak Yoongi mengajak Bona masuk kedalam sebuah ruangan yang nampaknya adalah ruang kerja Yoongi. Serba hitam, dari furniture hingga peralatan kerja. Black holic.


"Seperti yang kau lihat, ini adalah ruang kerja ku." Ujar Yoongi.


Bona melihat-lihat sekeliling ruangan itu. Bahkan ada piano diruangan ini. Setelah seharian bersenang-senang bersama Yoongi, Bona merasa sangat menyenangkan hingga tak terasa jika waktu sudah larut seperti saat ini. Bona pun jadi mengetahui satu hal, ternyata Yoongi cukup kaku juga orangnya.


"Unik, ya... Diruangan mu ada orgen dan banyak piringan hitam..." Ujar Bona sembari memperhatikan koleksi piringan hitam milik Yoongi.


"Tentu saja, aku suka dengan musik... Tidak hanya yang klasik, yang modern juga kusukai..." Ucap Yoongi sembari melepas jas dan dasinya lalu meletakkan mereka sandaran sofa.


"Saya juga suka mendengar musik saat saya memiliki waktu luang..."


(Gyut...)


"Baguslah kalau begitu... Bagaimana jika kita mendengar beberapa musik??"


Sontak Bona kaget ketika Yoongi memeluknya dari belakang dan satu tangan nya meraih sebuah piringan hitam dan langsung memutar musik itu. Yoongi masih memeluk Bona bahkan pria itu menaruh dagunya pada bahu Bona sembari menikmati musik klasik yang ia putar.


"Maaf... Bisa anda lepaskan??"


Pinta Bona secara halus. Tak ada respon dari sepupu Seokjin itu, malah pelukan nya semakin erat dan membuat Bona sedikit sesak, karena pergelangan Yoongi menekan perutnya. Tentu saja ini tidak nyaman bagi Bona.


"Biarkan seperti ini dulu... Seharian bermain denganmu, benar-benar melelahkan..." Ujar Yoongi dengan suara rendahnya.


Bona mencoba menenangkan dirinya. Saat ini jantungnya berdetak dengan sangat cepat dan keras, ini karena ia takut pada tindakan Yoongi selanjutnya bukan karena hal lain.


"Ternyata aroma tubuhmu sangat menggoda... Ahh.. aku yakin Seokjin pasti sering 'menyentuh' mu..."


Bona tidak suka ini. Yoongi mulai mengendus lehernya dan itu membuat wanita ini bergidik geli. Bukannya Bona bodoh dan hanya menikmati, sedari tadi kedua tangan wanita ini berusaha untuk melepas pelukan Yoongi dan pintarnya Yoongi yang tak ingin melepas, justru pria itu menghimpit tubuh Bona pada meja kerja nya.


"Jangan melawan... Kau akan kuperlakukan kasar saat kau melawan..." Tentu saja ini sebuah ancaman bagi Bona.


(Apapun yang terjadi, aku harus lepas dari pria ini.. -Bona)


Tindakan Yoongi semakin menjadi, pria itu bahkan membuka paksa blazer hitam Bona sembari mencoba mencium bibir wanita itu paksa.


"Hhhmmmpp..."


(Ciuman pertamaku!!!!!!! -Bona)


Mata Bona membesar saat bibirnya dan bibir Yoongi bertemu, bukan sekedar kecupan melainkan lumatan kasar yang diberikan pada wanita itu. Berharap diberi kekuatan untuk lepas, Bona benar-benar berusaha untuk melepas dirinya.


(Bruk)


Entah tenaga dari mana, Bona dapat mendorong paksa Yoongi dan membuat pria itu melepas tautan panas diantara mereka berdua. Tentu saja, tindakan Bona benar-benar membuat Yoongi menarik seringaian nya. Sedangkan Bona menatap Yoongi bingung dan berpikir bagaimana caranya untuk kabur. Persetan dengan kancing kemeja atas yang hilang karena pria ini sehingga menampakan bra hitam miliknya, persetan dengan blazer hitam nya yang sudah robek, dan persetan dengan penampilan berantakan nya. Karena yang dipikirkan Bona adalah KABUR.


Yoongi nampak melangkah maju mendekati Bona, namun Bona melangkah menjauhi Yoongi walau bingung ingin kemana. Yang penting, pria ini tidak menyentuhnya.


"Kau tidak bisa kemana-mana chagi... Aku tidak suka bermain-main..." Ujar Yoongi.


"Bukankah kita sudah puas bermain seharian ini???"


Kedua orang ini masih dalam permainan "kejar-tangkap" dengan strategi masing-masing. Yoongi yang benar-benar bergairah sekarang harus melawan Bona yang tidak ingin disentuh oleh Yoongi.


"Sudah kukatakan, berhenti lah bermain-main..." Ujar Yoongi dan langsung bergerak cepat meraih tubuh Bona, namun secara refleks Bona menghindar dan menabrak rak buku dengan cukup keras.


(Grep!)


(Bruk!)


"Akhh!!"


Yoongi mengambil detik kesempatan itu dan langsung menghimpit tubuh Bona pada rak bukunya. Sorot mata pria itu benar-benar menggambarkan seseorang yang haus akan sesuatu dari Bona.


"Aku tak peduli apa yang kau pikirkan padaku saat ini, karena kau tau jika kau milikku saat ini." Ujar Yoongi sembari mencengkram lengan Bona kuat.


"Anda tidak berhak menyebut saya sebagai milik anda..." Percuma jika mengharapkan belas kasih dari pria Min ini, karena Yoongi tak akan mendengar.


"....k-karena... Saya...saya...bukan..."


(Klek)


"Hentikan Yoongi... Cukup sampai disini kau meminjam sekretaris ku."


Bagai penghenti waktu antara Yoongi dan Bona, Seokjin masuk begitu saja kedalam ruangan pribadi Yoongi itu. Bagi Bona kedatangan Seokjin mendatangkan harapan. Namun, tidak bagi Yoongi. Terpaksa ia melepas wanita yang hampir ia 'makan' itu. Merasa dilepas, entah kenapa Bona merasa punggung Seokjin aman untuk melindungi diri. Wanita itu langsung berlari kebelakang Seokjin.


"Kkkkkk.... Ini tidak seperti Seokjin yang kukenal.. kau tahu?? Dirimu bahkan tak pernah menanyai kegiatan yang kulakukan bersama sekretaris mu, anehnya... Kau melakukannya hari ini..."


Seokjin masih menatap datar pada Yoongi, menunggu pria itu menyelesaikan perkataannya.


"Bukankah ini lucu Seokjin??" Tanya Yoongi dengan seringaian menakutkannya.


Demi apapun itu, ini tidaklah lucu menurut Bona.


"Sudah kukatakan bahwa kencan kalian sudah berakhir... Kau bisa mengecek rekening mu jika kau belum puas dengan bayarannya.."


Yoongi hanya terkekeh mendengar ucapan sepupunya itu.


"Sekarang kau terdengar meremehkan ku Seokjin..."


"Aku tidak pernah meremehkan mu Yoongi." Ujar Seokjin


"Hahhh... Baiklah... Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran tentang gadis bodoh itu..."


Seokjin melirik Bona sekilas, lalu keluar dari ruangan begitu saja. Walau Yoongi menyebalkan bagi Bona, tetap saja Bona berterima kasih atas segala yang baik dari Yoongi.


"Dasar menyebalkan." Gerutu pria bermarga Min itu.


To Be Continue....