The Secret Of My Boss [Soft]

The Secret Of My Boss [Soft]
Because My Food



( Shin Bona side)


Satu hal yang pasti dihadapi oleh seorang fresh graduated dari sebuah universitas adalah mencari pekerjaan tetap dan bisa membuat mapan seseorang dengan upahnya. Hal itu merupakan masalah umum yang dihadapi oleh generasi muda. Selain nilai dan kualitas, kita Juga membutuhkan relasi yang banyak untuk menemukan pekerjaan yang mapan. Jujur saja... Aku telah banyak mengirim surat lamaran ke berbagai perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan di bagian manajemen dan aku juga sudah cukup banyak mengikuti wawancara kerja. Seperti yang kalian tau.. persaingan itu ada dimana-mana.. dari tengah kota hingga sudut-sudut kota Seoul ini.


Namun, apalah arti dari merantau jika aku kembali ke kampung halaman ku Daegu tercinta.


Maka dari itu, untuk menyambung hidup di Seoul aku bekerja paruh waktu di sebuah kafetaria di sebuah perusahaan besar di Seoul selama kurang lebih sebulan ini. Bighit Corp nama perusahaan yang bekerja diberbagai bidang itu. Aku mendapatkan pekerjaan ini karena keahlian ku didalam bidang memasak cukup di atas standar. Aku bersyukur dengan itu. Tetapi gaji yang dihasilkan oleh pekerjaan ini tidak lah cukup untuk membayar semua kebutuhan ku... Aku bingung harus bagaimana lagi untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang tetap....


Seperti biasa, di hari ke-33 ku bekerja sebagai pegawai paruh waktu di Bighit corp aku menjalani berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan makanan dan karyawan yang lapar. Siang hari saat jam istirahat para karyawan akan datang dan mengantri makanan dengan kupon ditangan mereka dan akulah yang akan melayani mereka. Kadang di dalam benakku aku iri pada mereka yang pekerjaan nya hanya duduk didepan meja dan komputer daripada tumpukan sayuran dan kompor. Ayolah.. aku menghabiskan waktu ku bertahun tahun hanya untuk mendalami ilmu manajemen dan sekarang harus menghadap kompor tiap hari nya. Jadi, apa arti dari bertahun-tahun itu????


(Author side)


Sementara itu di sebuah ruangan bertuliskan 'CEO'.


Seorang pria muda dan tampan sedang sibuk menghadap laptop yang ada dihadapan nya.


dari papan nama yang terdapat di meja kerja nya tertulis Kim Seokjin. Serius dan tekun. Itulah yang nampak dari raut wajah tampan nya itu.


(Tok tok tok)


" Masuk.. " ucap Seokjin singkat.


Seorang pria masuk dan membawa beberapa dokumen untuk sang CEO muda itu.


" Hyung.. ini dokumen yang kau minta. Ah iya.. satu lagi... Ini soal mantan pacar mu yang kau kurung didalam apartemen mu kemarin. Kami menemukan nya tewas di pinggir sungai Han hari ini dini hari tadi.. "


Seokjin menghentikan kegiatan nya dan menatap pria yang memanggilnya 'hyung' itu.


" Itu berarti dia tak sanggup hidup bersama ku didunia ini.." ucap Seokjin santai.


" Hyung.. kau bisa didalam masalah jika terus seperti ini... Berhentilah menyiksa wanita dengan mengurung Nya diapartemen mu. Mereka tak sepenuhnya bersalah padamu."


" Tidak Namjoon.. aku tak menyiksa mereka.. justru mereka yang menyiksa diri mereka sendiri karena tak mematuhi ku.. bukankah kau lupa akan kejadian itu... Kau tak lupa kan.. saat dimana eomma membawa pria lain kerumah kita saat appa tak ada dirumah saat itu.. apa kau lupa apa yang mereka lakukan saat itu..??"


Ucapan Seokjin seakan menjadi pemutar waktu ke masa lalu di kepala Kim Namjoon. Dimana masa kecil nya harus dijalani tanpa seorang eomma karena kebodohan dari eomma nya sendiri. Mengkhianati appa, ia dan para saudara nya. Hal tersebut yang membuat sifat psiko dan overprotektif pada hyung nya Kim Seokjin muncul sehingga hyung nya sering mengurung pacarnya dan kadang menyiksa mereka karena tak patuh pada aturan nya. Karena menurut pandangan Seokjin, wanita itu sangat pandai mempermainkan pria (bermuka dua untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan).


Kejadian itu bukan berarti tak memberi efek pada Namjoon juga. Karena tragedi tersebut pergaulan Namjoon menjadi bebas dan Namjoon menjadi seenaknya mempermainkan wanita.


" Aku tak akan lupa hyung.. tapi, perbuatan mu sampai melibatkan nyawa seseorang itu.. terdengar sangat kejam bukan?? "


" Bagaimana dengan mu? Kau selalu terbangun bersama yeoja yang berbeda di setiap pagi dan di ranjang yang berbeda pula."


Namjoon bungkam. Intinya mereka berdua sama bejatnya.


" Hyung.. sifat ku lebih 'baik' daripada sifat psikopat Mu itu.. lebih baik kurangi hyung.. karena itu tidak baik untuk kesehatan jiwa mu hyung.. aku pergi dulu.. "


Namjoon langsung pergi dari ruangan hyung nya itu sebelum hyung nya melempar pisau yang biasa ia simpan di laci meja nya itu.


Seokjin hanya tersenyum tipis melihat tingkah adiknya itu. Namun, tiba-tiba pria itu nampak mengingat sesuatu dan langsung meraih ponsel nya dan menelepon Namjoon.


(Plop!)


Akhirnya Bona menyelesaikan kegiatan nya membersihkan kentang. Namun, pekerjaan nya tak hanya itu. Setelah kentang ada wortel, setelah wortel ada kubis dan kol.


" Heol! Kenapa kalian sangat senang mengantri?!"


Bona berbicara dengan antrian sayuran yang belum dibersihkan. Sayuran itu hanya diam. Masalah nya waktu sudah menunjukkan pukul 06:09 pm. Ini sudah waktunya pulang tapi wanita yang satu ini tidak bisa beranjak begitu saja. Karena ia masih punya tanggung jawab atau bisa-bisa ketua Jang (kepala dapur) memecat nya.


[ 07.10 pm ]


Dengan langkah santai namun gontai Bona berjalan di sekitaran lobi kantor menuju pintu keluar.


"Chogiyo... Nona..!!"


Merasa ada yang menegur, Bona lamgsung melihat siapa yang memanggilnya. Seorang pria tampan dan tinggi. Bona kenal siapa dia. General Menejer perusahaan Kim Namjoon.


" Ada yang bisa saya bantu manager Kim? "


Namjoon tersenyum pada Bona.


( Ramah juga pria ini -Bona)


"Aku sering melihat mu di kafetaria. Apa kau pegawai di sana?"


Bona menjadi heran. Bukankah sudah jelas jika ia pegawai kafetaria? Pertanyaan yang tak perlu dijawab.


" Iya begitulah. Saya pekerja paruh waktu di kafetaria. Ada yang bisa saya bantu??"


" Malam ini CEO Kim menginap di kantor dan beliau belum makan malam. Bisa tolong siapkan makan malam untuk nya? " Pinta Namjoon. Bona berpikir sejenak. Malam sudah larut dan ia belum pulang kerumah. Terlebih ia belum mandi. Namun, disisi lain seseorang meminta bantuan nya dan itu adalah atasan paling atas(?).


" Apa yang perlu saya masak?"


Namjoon tersenyum lagi. Bona rasa ia akan mabuk senyuman Namjoon terlebih his dimple. So cute..


Akhirnya Bona kembali ke dapur dan memasak untuk sang CEO yang bahkan Bona belum pernah melihatnya selama ia bekerja disini. Bona dengar dari para karyawati bahwa sang CEO sangat tampan. Tapi Bona sendiri belum bertemu.


" Ah iya. Aku belum tau nama Mu.. nama ku Kim Namjoon" ujar Namjoon pada Bona. Namjoon hanya berdiri disamping Bona. Memperhatikan wanita itu menyiapkan makanan untuk hyung nya.


" Shin Bona.. salam kenal."


" Eoh.. rupanya kau benar-benar ahli memasak.. sudah berapa lama kau. Bekerja disini?"


(Padahal ini hanya sup sayuran~ -Bona)


" Baru 33 hari... Saya hanya bekerja paruh waktu disini pada hari senin, selasa, dan jumat"


Keheningan pun datang diantara mereka.


"Terima kasih makanan nya. Kuharap kita bisa bertemu dilain kesempatan."


Setelah Namjoon pergi Bona pun kembalu berkemas dan pulang ke apartemen nya.


(Knock!knock!knock!)


" Hyung.. ini makanan mu.. istirahat lah dulu.. kau benar-benar seperti robot jika bekerja terus seperti ini."


Namjoon masuk membawa kotak berisi makanan untuk Seokjin. Bukannya berhenti bekerja si sulung Kim itu tetap pada pekerjaannya.


" Dimana kau mendapatkan makanan itu?? Kau tidak mungkin memasak. Iya kan?"


Namjoon meletakkan kotak makanan itu di meja kerja Seokjin tepat diatas tumpukan dokumen.


"Ya! Kenapa kau menaruh nya diatas dokumen?! Kau ingin mati??!!"


Seru Seokjin heboh. Namjoon tersenyum geli.


"Maka dari itu hyung... Makanlah dulu. Kau benar-benar robot."


" Berisik. Bagaimana kau sudah mendapat sekretaris yang baru untuk ku? Aku bisa gila jika semua pekerjaan dilimpahkan padaku semua."


Seokjin membuka kotak makanan tersebut dan mulai makan. Walau ia sibuk dengan pekerjaan tak berarti nafsu makan nya menurun karena pria ini sangat suka makan.


" Salahmu sendiri yang memperlakukan sekretaris mu sebagai budak. " Ujar Namjoon tak peduli.


Seokjin jadi mengingat apa saja yang ia lakukan pada sekretaris lama nya yang semuanya adalah perempuan.


Mulai dari memberi pekerjaan kantor yang banyak hingga mengurung sang sekretaris di kantor nya selama berminggu-minggu. Namjoon yang menjadi agen pencari juga cukup lelah saat para sekretaris minta berhenti dan ingin kabur. Karena Seokjin tak akan membiarkan mereka pergi begitu saja.


" Berhentilah memperlakukan mereka sebagai budak mu. Bagaimana dengan namja?"


Seokjin berhenti mengunyah. Kemudian menggeleng.


"Aku tidak tertarik pada batangan."


Namjoon tak habis pikir.


"Intinya harus yeoja dan belum menikah."


"Kau harus segera menikah hyung.."


" Aniya.. cari saja untuk ku... Wanita itu tak ada yang tulus. Mereka hanya mengincar apa yang kita miliki. Sama hal nya dengan para ****** yang biasa nya bersama mu itu. Jika tidak kau bayar mereka.. mereka pasti tak akan mau tidur dengan mu."


SeokJin menyelesaikan makan malam nya dan menyusun Kotak makanannya seperti semula.


"Bagaimana makanan nya hyung?"


Seokjin menatap kotak makanan nya.


"Tidak buruk. Kau benar-benar memasakkan nya untuk ku??"


"Tentu saja tidak!! Pegawai kafetaria yang memasakkan nya. Tapi aku tak akan memberi tau kan padamu siapa yang memasakkan nya" ujar Namjoon.


"Kenapa?? Karena ia adalah Yeoja?? Apa dia seksi?? Atau cantik? "


"Aniya... Dia sepertinya adalah wanita yang baik. Jangan mengusiknya hyung.. "


"Siapa namanya?? Apa iya pegawai tetap?? " Seokjin mula mengutak atik keyboard laptop nya. Namjoon tau, pasti hyung nya mencari tau tentang Bona.


"Apa namanya Shin Bona?? Dia bekerja paruh waktu ya... "


"Haa.. iya hyung... Wae?". Namjoon pasrah.


"Jadikan ia sekretaris ku mulai besok. Sepertinya ia memiliki keahlian di bidang manajemen. Dia masih muda dan pandai memasak. Walau tak begitu cantik. Tapi ia sepertinya lebih dari cukup."


NamJoon tak bisa mengeluarkan isi piKiran nya jika hyung nya sudah berkata demikian...


To Be Continue.....