The Secret Of My Boss [Soft]

The Secret Of My Boss [Soft]
Summer Meeting 2



(Author side)


Srek


Seokjin nampak membalikkan tubuhnya menghadap tengah ranjang karena menghindari sinar mentari pagi yang timbul dari lautan luas, jemari pria itu tak tinggal diam. Ia mencoba meraih sesuatu yang ada di hadapannya namun nihil. Tak ada sesuatu yang ia cari itu. Kosong.


"Bona..."


Matanya masih terpejam saat ia menyebut nama itu. Tak lama menunggu jawaban, suara langkah mendekat.


"Ada apa Seokjin??"


Bona berdiri di samping ranjang, terlihat dari rambut basahnya, Bona baru saja selesai mandi. Seokjin bangun dari tidurnya dan langsung beranjak menghampiri Bona.


"Kau dari mana??" Tanya Seokjin dengan wajah bangun tidurnya itu. Lucu sekali.


"Dari kamar mandi, kenapa Seokjin?? Anda mimpi buruk??"


"Bisakah kau menghilangkan panggilan 'anda' padaku?"


"Itu terdengar canggung..." Jelas Bona sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal sembari tersenyum canggung pada Seokjin.


"Ini perintah Bona... Kau harus santai terhadap ku."


(Bagaimana aku bisa santai pada mu, jika kau menyampaikan perintahnya dengan kekakuan yang ada!!! -Bona)


"Aku akan mencobanya Seokjin." Ujar Bona pelan, wanita itu hanya tersenyum malu.


Gyut.


Seokjin langsung mendekap tubuh Bona untuk menyembunyikan fakta bahwa ia sedang tersenyum saat ini. Merasa sudah terbiasa, Bona hanya membalas menepuk punggung pria itu pelan.


"Terima kasih." Ucap Seokjin.


"Sama-sama... Hey, apa an- maksudku kamu tak mandi dan bersiap??"


Bona teringat dengan jadwal yang harus dilaksanakan. Karena ucapan Bona, Seokjin melepaskan pelukannya dan menatap Bona.


"Morning kiss." Ujar Seokjin.


"Aishh..." Sungut Bona lalu berjinjit mengecup bibir Seokjin.


(Dasar bayi. -Bona)


(Hehee.. -Seokjin)


Pertemuan hari ini tampaknya diadakan disebuah tepi kolam renang mewah. Memang ini adalah pertemuan paling aneh yang baru Bona temui, dan menguatkan persepsinya bahwa tidak semua yang kita pelajari sewaktu sekolah akan sama dengan dunia kerja asli.


Dengan mengenakan kemeja berlengan pendek pink dan celana pendek Seokjin datang ke pertemuan, sedangkan Bona nampak mengenakan baju kaos berkerah berwarna pink dan celana kain setengah paha berwarna hitam.


"Kenapa kalian hari ini pink semua??" Tanya Namjoon heran pada Seokjin dan Bona. Pria ini nampak mengenakan kemeja coklat pendek dan celana pendek juga, sedangkan sang sekretaris hanya mengenakan tank top coklat dan celana jins pendek.


"Karena ini baju yang telah saya siapkan." Jawab Bona.


"Karena aku suka warna pink." Jawab Seokjin cuek.


"Selamat pagi semua~~" Yoongi dan sekretaris nya Jimin datang dengan serba hitam dari kemeja dan celana. Ini memang gaya Yoongi si peserta rapat terakhir yang tiba.


"Hai cantik." Yoongi menyapa Bona yang sudah berdiri di samping kursi tempat Seokjin duduk dan Bona hanya tersenyum menanggapi pria Min itu.


Benar yang Hyejin katakan pada Bona jika peserta rapat hanya dari orang dalam keluarga besar. Dari Kim bersaudara yang mengatur pusat bisnis mereka, Keluarga Min yang mengurus masalah keamanan, Keluarga Jeon yang mengurus masalah kesehatan dan sosial, hingga Keluarga Jung yang mengurus dunia hiburan dan yang mewakili adalah penerus muda dari masing-masing keluarga.


"Jadi, aku ingin mendengar laporan dari organisasi mu Yoon." Ujar Seokjin sembari membuka rapat pagi ini.


Yoongi yang duduk di samping Seokjin mengisyaratkan sesuatu pada Jimin untuk mengambil sebuah dokumen, benda yang dimaksud sudah ditangan tinggal dilihat isinya.


"Sejauh ini organisasi baik-baik saja. Kemarin kami berhasil menembus China untuk mengirim barang-barang itu." Ujar Yoongi sembari meletakkan selembar kertas itu di meja bulat yang digunakan mereka saat rapat.


"Hyung... Bertobatlah.." ujar Jungkook. Yang disuruh bertobat hanya tertawa.


"Jangan ikut campur bisnisku Kookie ya... Kalian aman jika tak mencampuri urusan ku." Ujar Yoongi.


"Lalu, bagaimana dengan rumah sakit??" Tanya Seokjin sembari memberikan lembaran kertas dari Yoongi pada Bona.


Karena datang sendiri, dokter muda itu sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukannya.


"Jahat jika aku senang saat jumlah pasien meningkat. Namun, tidak ada penurunan sama sekali dari rumah sakit... Masyarakat masih mempercayai kita." Jungkook menyerahkan laporannya pada Bona dan Bona menyerahkan nya pada Seokjin untuk diperiksa.


"Namun, saat ini rumah sakit membutuhkan banyak alat medis canggih agar menunjang pelayanan." Lanjut Jungkook.


"Taehyung akan mengaturnya." Ujar Seokjin yang masih sibuk melihat laporan Jungkook.


"Tenang saja Jungkook... Masalah finansial rumah sakit bisa diatur..." Sambut Taehyung yang sibuk dengan laptopnya.


"Lalu, Hoseok??" Seokjin melanjutkan pada Hoseok.


"Kami akan mendebutkan sebuah girl group tahun ini." Hoseok memberikan profil member pada Seokjin.


"Mereka cantik." Sambut Namjoon saat melihat profil member yang akan didebutkan oleh Hoseok.


"Namjoon akan mengurusnya Hoseok... Pekerjaan kalian selalu bagus dan tidak ada yang mengecewakan. Oke rapat hari ini selesai." Seokjin menutup rapatnya namun belum beranjak dari kursinya, sedangkan Bona sibuk memasukkan laporan para peserta kedalam ranselnya.


"Akhirnya selesai.... Ya Yoongi, apa benar kau ingin membuat kelompok di eropa??" Tanya Namjoon.


"Tentu saja, demi memperlancar bisnisku." Ujar Yoongi.


"Yoongi hyung, apa kau tidak takut ditangkap polisi?? Kau kan menjual barang terlarang..." Tanya Taehyung.


"Kkkk~~ mereka tidak bisa menangkap ku begitu saja." Jawab Yoongi enteng.


"Bagaimana mereka bisa, jika kau yang mengontrol pemimpin nya." Sambut Seokjin. Perkataan Seokjin benar, Yoongi memiliki relasi kuat di dunia hukum itu yang membuatnya sulit ditangkap.


Tak lama, datanglah petugas mengantar makanan untuk mereka.


"Akhirnya makanan datang..." Ujar Taehyung.


"Apa kau kelaparan Tae??" Tanya Namjoon.


"Tentu saja. Bersama kalian aku selalu merasa lapar... Ayo kita makan!!!" Ucapan Taehyung memang terdengar aneh namun sudah biasa ditelinga mereka.


"Ayo Bona, kita makan." Seokjin beranjak dan menghampiri makanan yang disajikan prasmanan itu dan Bona mengikuti langkah atasan nya itu.


Para penerus muda Bighit corp ini memang menyewa vila ini seharian untuk rapat dan berlibur. Bagi Bona hal ini bagus untuk atasannya Seokjin, karena seperti yang Bona tau Seokjin jarang bersantai seperti ini. Jarang-jarang Bona melihat Seokjin yang sedang tertawa bersama saudaranya di dalam kolam. Mereka sedang bersenang-senang saat ini, bahkan Hyejin hanya mengenakan bikini saat ini, sedangkan Bona hanya mengenakan kaos biasa berwarna putih.


(Tubuh Hyejin sunbae memang bagus~~ -Bona)


Bona iri dengan tubuh Hyejin yang memang sangat seksi terlebih kulitnya yang eksotis. Namun Bona langsung teralihkan pandangan nya saat mendengar tawa khas dari Seokjin yang sedang berenang dikolam renang, seperti Taehyung melakukan sesuatu yang aneh hingga membuatnya tertawa.


"Ya... Seokjin tak akan lari. Kau tidak harus terus memperhatikan nya..." Tegur Hyejin yang duduk di sebelah Bona.


"Aku tidak terus memperhatikannya kok... Hanya saja jarang mendengarnya tertawa." Ujar Bona.


"Hai... Maafkan aku yang baru menyapa kalian." Tiba-tiba seorang wanita cantik menghampiri Bona dan Hyejin. Bona dan Hyejin tahu siapa dia, namun tak mengetahui namanya.


"Bukankah kau sekretaris Seokjin yang baru?? Namaku Seo Seolhyun. Panggil saja Seolhyun, aku sekretaris Hoseok." Ya wanita tinggi dan cantik ini bernama Seolhyun.


"Ah... Karena jarang bertemu aku lupa namamu... Duduklah." Ujar Hyejin


"Halo, aku Shin Bona. Senang bertemu dengan mu..." Ujar Bona.


"Rasanya aneh jika hanya kita bertiga yang perempuan..." Ujar Seolhyun.


"Kau benar... Hanya saja karena ini pekerjaan mu..." Sambut Hyejin.


"Aku ingin bergabung di kolam... Tapi aku malu..." Sungut Bona. Sedari tadi, wanita ini setengah mati menahan hasratnya untuk loncat kedalam kolam karena isinya pria semua. Hyejin dan Seolhyun hanya tertawa mendengar Bona.


"Tak apa... Mereka tak akan memarahi mu... Lagipula ada Namjoon dan Seokjin disana.." ujar Hyejin sembari menunjuk Seokjin dan Namjoon yang sedang berendam dikolam yang nampak menyegarkan dimata Bona itu.


"Aku malu karena aku satu-satu nya perempuan disana..."


"Nanti kami menyusul... Kami juga sudah gerah." Ujar Seolhyun. Bona memicingkan matanya pada Hyejin dan seolhyun.


"Ayo sama-sama sunbae..." Ujar Bona.


"Ayo... Dengan ku." Ujar Yoongi tiba-tiba dan langsung mengangkat tubuh Bona ala bridal style. Tindakan pria berkulit susu ini benar-benar mengejutkan bagi Bona, sedangkan Yoongi hanya tersenyum pada Bona.


"Tuan Min-"


"Yoongi." Yoongi memotong ucapan Bona.


"Iya... Maksudku itu.. tolong turunkan aku..." Pinta Bona sembari menggoyangkan kakinya meminta tolong. Sedangkan Yoongi hanya tersenyum manis pada Bona.


"Wae??? Aku hanya membantu mu..." Ujar Yoongi.


"Heol... Kupikir Yoongi hyung tak pernah berniat menggendong seseorang." Ujar Jungkook pada Seokjin, tak ada respon dari Seokjin karena pria itu hanya diam memandang Bona di dekapan Yoongi. Entah apa yang dipikirkan pria itu.


"Sudah kubilang turunkan aku...." Ujar Bona.


"Tidak, sebelum kau mencium ku. Hmm." Yoongi menjahili Bona.


Tentu saja Bona langsung meronta minta diturunkan karena Yoongi seakan-akan ingin memakannya disini. Melihat Bona yang resah seperti itu membuat Seokjin ingin keluar dari kolam, namun niat nya tertahan saat melihat...


"Berikan dia hyung..."


Dengan wajah tanpa dosa, Taehyung 'merebut' tubuh Bona ketangannya. Sang pemilik tubuh tentu panik dengan tindakan Taehyung yang tiba-tiba merebut tubuhnya dan menggendong nya juga.


(Mereka ini kuat juga mengangkatku... -Bona)


"Aishhh... Kau ini seenaknya saja." Ujar Yoongi kesal karena Bona direbut. Taehyung hanya tersenyum konyol dan langsung berlari dan melompat membawa Bona masuk kedalam kolam.


"Hhwaaa!!!!!" Teriak Bona panik saat Taehyung membawa nya berlari dan melompat.


Byurrrr!!!!!!


"Ahahaha.... Ternyata menyenangkan...." Tanpa rasa bersalah Taehyung tertawa setelah membawa Bona tenggelam-timbul dikolam itu, sedangkan Bona setengah mati menahan umpatan pada Taehyung jika tak mengingat Taehyung adalah atasannya.


"Aku pikir akan mati..." Ujar Bona.


"Eoh... Maafkan aku. Kau baik-baik saja kan???" Taehyung menurunkan Bona saat sadar Bona masih hidup(?)


"Tidak apa-apa. Hanya kaget saja..." Ujar ku. Walau berawal dari hal aneh, yang penting sudah masuk kolam renang. Pikir Bona.


"Hahaa... Baru kali ini Taehyung menggendong seorang wanita..." Ujar Jungkook yang berenang menuju Taehyung dan Bona.


"Habisnya Yoongi hyung menggoda Bona terus. Kasihan sama Seokjin hyung." Ujar Taehyung sembari melihat Seokjin hyung yang berada ditepi kolam.


(Kenapa dengan Seokjin?? -Bona)


Orang yang dimaksud hanya menatap lurus pada Bona dan Taehyung.


"Yoongi hyung memang suka begitu... Abaikan saja dia..." Ujar Jungkook pada Bona, benar juga perkataan Jungkook lebih baik abaikan orang seperti itu. Bona pun tersenyum pada Jungkook dan berterima kasih pada Taehyung karena mau menolongnya, walaupun mengejutkan Bona juga akan tindakannya.


"Hahah... Dasar mereka... Kasihan Bona..." Ujar Hyejin pada Seolhyun yang duduk di kursi santai pinggir kolam.


Melihat Bona yang sudah bergabung didalam kolam, Hyejin pun berdiri dan berjalan menuju kolam untuk bergabung.


"Hyejin, tunggu aku.." Seolhyun membuka kaos putihnya dan hanya menyisakan baju renang warna birunya sembari menyusul Hyejin.


Byur...


"Eoh Hyejin... You are so sexy now." Melihat siapa yang bergabung Namjoon langsung memuji penampilan sekretarisnya itu.


"Thank you sajangnim..." Ujar Hyejin.


Merasa hanya menjadi nyamuk, Seokjin berenang menjauh dari dua orang itu dan nampak menuju Bona yang sedang berenang ke tepi kolam lainnya.


(Bona side)


Setelah tindakan Yoongi yang menakutkan dan Taehyung yang mengejutkan akhirnya aku dapat menikmati segarnya air kolam renang ini. Rasanya rugi jika sudah ada di kolam renang dan tidak mandi. Saking asiknya berenang kesana-kemari aku tak sadar jika Seokjin nampaknya sedang menuju kearahku, sepertinya Seokjin benar-benar menuju kearahku.


"Eoh... Seokjin rupanya..." Ujarku padanya saat ia tiba ditempatku.


"Apa Yoongi mengerjai mu??"


Aku mengangguk iya dan rasanya aku ingin kau memukul kepalanya untuk ku Seokjin.


"Tak apa.. Yoongi hanya bercanda. Dia memang seperti itu..." Jelas Seokjin.


"Apa Yoongi seperti itu pada semua sekretaris mu??" Tanyaku penasaran.


"Dia seperti itu pada semua wanita. Lihat, dia sedang mengganggu Hyejin."


Aku langsung melihat arah yang ditunjuk Seokjin melalui pandangannya dan itu benar, Yoongi terlihat sedang menggoda Hyejin sunbae. Entah apa yang pria Min itu lakukan pada Hyejin sunbae sehingga membuat Hyejin sunbae tertawa bahkan mencubit pipi Yoongi.


"Maka dari itu aku takut pada Yoongi..." Ujar ku sedikit berbisik lalu menenggelamkan tubuhku kedalam air, sehingga hanya setengah wajah wajah saja yang timbul.


"Jangan khawatir..." Ujar Seokjin.


"Kenapa kau setengah tenggelam seperti ini??" Lanjut Seokjin.


Aku tersenyum didalam air. Sebenarnya aku baru sadar jika baju ku tembus pandang saat basah seperti ini, akibatnya dalaman ku menjadi nampak. Maka dari itu, aku menyembunyikan diri seperti ini.


Melihat tingkah anehku, Seokjin langsung menyelam. Apa yang akan pria ini lakukan???? Apa dia akan mengintip????!!!! Tanpa pikir panjang aku juga menyelam dan melihat apa yang Seokjin sedang lakukan.


Aku tidak mengerti, ketika aku menyelam Seokjin malah kepermukaan. Aku pun mengikutinya kepermukaan untuk mengambil nafas tentunya.


"Rupanya kau menyembunyikan nya." Ujar Seokjin sembari tersenyum.


Deg.


Bagaimana bisa ia menyadarinya.


"Maksud kamu apa??" Tanya ku, siapa tau terkaan ku salah. Heheh..


"Pinky." Ucapnya polos.


"Yak! Byuntae."


Aku langsung menyilangkan tangan ku didepan dadaku dan menatap Seokjin tajam. Tak kusangka pria ini cukup mesum juga. Seokjin hanya tersenyum dan itu nampak bodoh, menurutku.


"Kau bodoh ya. Itu kan sudah nampak dari tadi, kenapa kau malah menutupi nya sekarang?"


Bodohnya aku, jadi sedari tadi pria ini, atau yang lainnya sudah melihatnya?!!!! Memalukan.


"Kau ini, aku bahkan sudah melihat isinya."


"MWO??!!"


Seokjin langsung menyumpal mulutku dengan tangannya.


"Kau ini... Berisik sekali." Omel Seokjin. Itu karena kau menyebalkan.


"Sudahlah... Aku ingin kembali ke kamar." Sambut Seokjin lalu keluar dari kolam. Jadi, aku ditinggalkan?? Ini biasa...


Setelah mengganti pakaian, Seokjin benar-benar kembali kekamar. Namun, Seokjin mengatakan aku diberikan waktu bebas. Kupikir ini saatnya aku menikmati apa yang ada.


Aku pun berjalan menyusuri bibir pantai disekitar resort penginapan, sesekali aku memungut kulit kerang untuk ku koleksi. Pemandangan air laut yang jernih membuat ku ingin berenang tapi aku tak ada baju ganti lagi...


"Nona Shin..."


Seseorang memanggilku.


"Eoh direktur Kim. Anda dari mana??"


Ternyata Taehyung. Pria itu menghampiri ku yang sedang memungut kulit kerang dibibir pantai.


"Ingin cari oleh-oleh untuk appa. Bagaimana dengan mu??" Tanya Taehyung.


"Sedang menikmati kerang. Ah salah, maksudku pantai.." gara-gara sedang memegang kerang.


Taehyung malah terkekeh melihatku. Hehee.. tak salah jika aku juga terkekeh.


"Tumben tidak bersama Seokjin hyung...."


Dia memberi ku waktu bebas.


"Dia sedang istirahat saat ini." Ya, Seokjin sedang tidur tampan saat ini.


"Tumben sekali hyung..."


Aku hanya tersenyum. Namun, melihat Taehyung aku jadi teringat sesuatu.


"Maaf direktur Kim, apa saya boleh bertanya...?"


"Hmm... Apa??"


"Anda membenci wanita kan??"


"Mereka merepotkan dan tidak konsisten dan juga, mereka mudah bosan dan hanya mementingkan diri sendiri. Kenapa?? Kau merasa aneh ketika aku mengobrol dengan mu?"


"Ya.. saya merasa aneh."


"Hmm... Aku melakukannya karena aku ingin. Aku tak memandang mu sebagai wanita... Aku memandang mu sebagai manusia yang tak memiliki jenis kelamin."


Demi apa orang ini aneh sekali.


Jawabannya benar-benar masa bodoh dan buntu. Taehyung menerimaku sebagai manusia, namun tak sebagai wanita dimatanya. Bukankah ini lucu??


"Mengerikan sekali pandangan anda." Ujarku.


"Tak ada masalah bagiku." Ujar Taehyung.


"Lain kali berkunjunglah lagi kerumah dan memasak. Seperti yang kau tau, Seokjin hyung sangat pelit untuk membagi mu pada kami..." Ujar Taehyung.


"Akan saya usahakan. Segala ijin, saya harus mengatakan pada Mr. Kim terlebih dahulu." Jelasku.


"Baiklah... Senang mengobrol dengan mu Bona... Mulai sekarang panggil Taehyung saja atau lainnya agar lebih santai, kita kan seumuran... Jadi santai saja... Oke!?"


Dari awal aku juga ingin memanggilmu seperti itu. Karena seumuran kupikir tak akan secanggung dengan Seokjin.


"Oke Taehyung." Ujar ku senang.


Kabar bagus Bona, temanmu bertambah satu lagi.


Setelah bosan bermain dipantai, aku kembali kekamar untuk mandi dan beristirahat. Karena besok kami akan kembali ke Seoul, maka aku harus berkemas dan memastikan tak ada yang kulupakan.


Sesampai dikamar, kulihat Seokjin sedang bersantai menikmati sunset sambil mendengar sesuatu dari earphonenya dari kamar. Jarang sekali aku melihat ia menikmati "me time"  nya seperti ini, aku hanya tersenyum melihat punggungnya. Karena tak ingin mengganggu nya, aku langsung saja ke kamar mandi.


Tak butuh waktu lama waktu ku untuk mandi dan berkemas. Oke. Tak ada yang ketinggalan, barang-barang ku maupun milik Seokjin.


"Bagaimana?? Tak ada yang kau lupakan???" Tanya Seokjin sembari memeluk ku dari belakang.


"Hmm.. kurasa tak ada.. hei, bisa lepaskan dulu?? Aku ingin menyusun barang-barang kita."


Aku menunjuk sisa pekerjaan Seokjin yang belum kususun di meja tengah kamar ini. Sepertinya pria ini tak mendengarkan ku dan malah menyandarkan kepalanya pada kepalaku. Baiklah Seokjin, kuanggap kau seperti bayi mulai saat ini....


"Biarkan saja... Besok kan kau bisa menyusun nya..."


"Kenapa pria ini menjadi manja???" Tanya ku heran. Ku dengar kekehan kecil dari mulut Seokjin.


"Baiklah Seokjin, mau sampai kapan kita seperti ini???"


"Entahlah... Biarkan seperti ini dulu..." Ucapnya.


"Kuberi waktu 10 detik..."


1


2


3


4


5


6


7


8


9


10


"Sepuluh detik lagi." Ucap Seokjin. Aku menghela napas pelan. Bodoh sekali jika aku mau menuruti perkataan mu dengan mudah Seokjin...


"Tidak... Lepaskan, Seokjin... Peluk saja guling atau semacam nya... Aku masih banyak pekerjaan." Ujar ku setengah kesal.


"Ya... Kau hanya budakku, kau tidak bisa memerintah ku seenaknya dan ingat, aku yang memberimu pekerjaan nona Shin..."


Budak dia bilang?? Tentu saja aku kesal. Pantas saja ia memperlakukanku seenak hati nya, ia menganggap ku seorang budak rupanya. Aishh... Aku kesal sekali.


"Maaf Mr. Kim, saya sama sekali tidak merasa sebagai budak anda... Jadi, tolong lepaskan tangan anda dari pinggang saya..."


Aku mendengar pria ini terkekeh dibelakang telinga ku dan melepaskan pelukannya.


"Baiklah nona Shin... Lanjutkan pekerjaan mu..." Ujar Seokjin sembari mengusap kepalaku.


Seokjin langsung pergi keluar kamar padahal sudah malam. Dia marah??jika marah, marah karena apa??? Mungkin karena ia masih bisa berpikir jernih(?).


Kepergian Seokjin, mempermudahku untuk membereskan kamar termasuk sisa pekerjaannya. Aku pun membereskan kertas-kertas yang ada di meja, sesekali iseng melihat isinya. Aku harus membereskan semuanya, karena besok kami pulang.


To be continue