![The Secret Of My Boss [Soft]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-secret-of-my-boss--soft-.webp)
(Bona side)
Nama lengkapku Shin Bona, biasa dipanggil Bona oleh semua orang disekitarku. Aku bekerja sebagai sekretaris seorang CEO dari sebuah perusahaan raksasa di Seoul. Aku mencintai pekerjaan ku, namun aku dilarang menyukai atasan ku apapun alasannya sekaligus aku dilarang membenci nya juga. Jadi, aku hanya mencintai pekerjaanku.
Seperti hari-hari biasa, aku selalu sibuk dengan urusan kantor dan Seokjin. Mulai dari kegiatan kertas hingga kegiatan mengasuh. Bisa dibilang aku adalah pengasuh si sulung Kim itu, karena aku yang mengerjakan kebutuhan pribadi Seokjin. Kecuali kebutuhan biologis Seokjin, karena itu tidak penting. Walaupun ia memerintahkan hal itu kepada ku.
Sebenarnya aku heran dengan pria bernama Kim Seokjin ini, dia mengatakan jika ia benci perempuan. Namun, ia tidak bisa menahan hasrat biologisnya. Seringkali ia memerintahku untuk melayaninya dan tentu saja aku menolaknya. Maka dari itu, ia memerintahku untuk mencarikan nya patner 'bermain' nya itu. Beraninya aku selalu menolak dan mengatakan...
"Maaf, itu bukan urusan saya."
Dan saat aku menceritakan pada Hyejin sunbae tentang instruksi aneh Seokjin, Hyejin sunbae malah tertawa. Memang benar itu sedikit lucu dan aneh. Hehehe....
"Sunbae, rapat musim panas itu apa??" Tanya ku pada Hyejin sunbae yang sedang sibuk mengetik itu. Pertanyaan ku bukanlah tanpa dasar. Aku hanya bingung dengan perihal surat yang baru datang ini. Dan ini ditujukan pada Namjoon dam Seokjin.
"Coba kulihat suratnya..." Pinta Hyejin sunbae.
Aku pun menyerahkan surat itu dan Hyejin sunbae langsung membacanya. Aku hanya memperhatikan sunbae sambil menunggu jawaban Hyejin sunbae.
"Ahh... Ini surat undangan untuk manager Kim dan CEO Kim. Rapat musim panas itu adalah semacam pertemuan antar eksekutif perusahaan dan kolega nya, bahasan rapat biasanya tentang pembagian saham dan investasi di perusahaan. Dari rapat ini kita bisa melihat siapa saja penanam saham dan investor di perusahaan kita. Kemudian, rapat ini biasa nya diadakan di sebuah pulau. Karena ini bersifat rahasia."
Terdengar menarik.
"Walau rahasia, berarti banyak yang hadir..."
Tiba-tiba Hyejin sunbae tertawa. Apa ia kerasukan??
"Tidakk... Penanam saham di perusahaan kita hanya keluarga Kim dan kerabat dekat mereka seperti keluarga Min." Jelas Hyejin sunbae.
Keluarga Min?? Pikiran ku langsung terarah pada pria bernama Min Yoongi. Mudah-mudahan para sekretaris tidak ikut. Aku mohon...
"Bagaimana dengan investor??"
"Sama saja. Keluarga Kim memiliki arus finansial yang kuat. Mereka tidak membutuhkan saham dari orang lain..."
"Disurat ini ditulis jika hari keberangkatan nya adalah esok hari. Kau harus segera memberitahu Seokjin."
"Aku segera kembali." Aku pun segera beranjak menuju ruangan Seokjin.
Entah kenapa, aku jadi 'sedikit' gugup saat ingin masuk keruangan Seokjin saat ini. Aku sama sekali belum mengetuk pintu ini, dan masih menatap bodoh daun pintu itu.
"Kenapa kau berdiam disini chagi???"
Tubuh ku langsung menggidik saat ada seseorang tiba-tiba berbisik tepat dibelakang ku, dan itu adalah pria yang bermasalah dengan ku kemarin!!! Min Yoongi dan seringaian menyeramkan nya!!!
"Se-selamat pagi tuan Min....." Sial, suara ku malah terbata seperti ini.
"Aku ingin menemui Seokjin." Ujar Yoongi.
"Mr. Kim ada didalam."
Aku pun mengetuk pintu dan membuka kan pintu ruangan Seokjin untuk Yoongi, karena aku juga memiliki urusan dengan Seokjin, aku juga masuk kedalam ruangan.
"Eoh. Yoongi... Ada apa??" Tanya Seokjin sembari melirik ku meletakkan surat undangan diatas meja kerja nya.
"Aku hanya ingin melihat keadaan sekretaris mu saja hyung..." Ujar Yoongi sembari menatap padaku yang sedang mematung di samping meja kerja Seokjin
Tatapan datar Yoongi itu langsung membuat ku mengingat kejadian tempo hari. Pria ini benar-benar....
"Alasan macam itu, apa kau tidak lihat jika sekretaris ku saat ini baik-baik saja dan sedang sibuk????"
Sembari mengeluarkan kata-katanya, Seokjin memberi ku setumpuk dokumen yang pastinya harus diarsipkan dan ini tumpukan terberat hari ini.
Kulihat Yoongi hanya terkekeh, dan malah duduk bersantai disofa tamu yang ada diruangan. Sudah dianggap rumah sendiri rupanya...
"Ya! Kenapa kau melamun?? Cepat bawa dokumen itu!"
Aku tersentak saat mendengar teguran dari Seokjin, tak berkomentar apapun aku pun langsung pergi.
"Saya permisi dulu..." Ujarku, lalu pergi.
(Seokjin side)
Setelah Bona pergi dengan tumpukan dokumen yang kuberikan, aku pun menuju kulkas mini ku dan mengambil 2 kaleng bir untuk ku dan Yoongi.
"Ini untukmu." Ujarku sembari memberi sekaleng bir untuknya. Yoongi nampak menerima dengan senang hati.
"Kenapa kau kesini??" Tanya ku.
Yoongi nampak tersenyum dan meminum bir yang ku berikan.
"Sudah kubilang... Hanya melihat keadaan nya saja..."
Sejak kapan Yoongi suka bermain-main.
"Kau dendam pada gadis polos itu??"
"Untuk apa aku dendam." Yoongi menatap ku datar.
"Justru ia menarik dimata ku..."
Kurasa sepupu ku saat ini sedang sakit. Mana pernah ia bilang tertarik pada sekretarisku, bilang saja kau gagal meniduri jenis yang satu ini Yoongi... Aku hanya tersenyum kecil.
"Masih banyak wanita yang bisa kau tiduri Yoongi... Tapi, tidak dengan yang satu ini." Ujarku.
"Aku hanya bilang ia menarik Seok... Aku tidak bilang ingin menidurinya..."
Aku terkekeh geli. Maaf Yoon, untuk yang satu ini aku tidak akan memberikan padamu.
"Maaf Yoon, tapi kau tidak akan ada kencan lagi dengan nya..."
"Wae???? Itukan kesepakatan kita Seokjin hyung!!!"
Saat ada maunya, baru ia memanggilku hyung. Bocah ini...
"Karena kau hanya mengacau psikis gadis itu saja dan akan berefek kepekerjaannya. Secara otomatis akan ke hasil kerja ku...." Jelas ku.
"Justru gadis itu yang mengacau psikis ku..." Sungut Yoongi.
Bilang saja kau kalah dari Bona.
"Hyung... Pikirkan lagi. Organisasi ku yang menjamin keamanan mu dan perusahaan... Bagaimana bisa aku diperlakukan begini olehmu~~"
Mimpi apa aku semalam hingga aku melihat ekspresi Yoongi yang memelas meminta mainan ku.
"Seperti bukan dirimu saja. Kau sakau atau gila??!!" Ujarku heran.
"Siapa yang mengatakan aku gila?? Dan sakau??!! Aku hanya menjualnya, namun tidak memakai benda itu..." Yoongi membela dirinya.
"Karena kau sepupu ku yang mesum, aku tidak akan meminjamkan nya lagi padamu."
"Alasan macam apa itu. Aneh."
"Justru kau yang aneh Yoon!!" Ujar ku.
Yoongi seperti tersadar akan sesuatu.
"Tunggu hyung, kenapa aku melakukan ini??"
Apa lagi sekarang.
"Kenapa lagi??"
"Aku merasa sedikit aneh..." Jawabnya.
"Itu karena mentalmu yang terguncang karena ditolak." Ujar ku sembari menghabiskan sekaleng bir.
"Aku tak pernah kalah sebelum nya. Aku benar-benar kesal saat ini hyung."
Benar dugaan ku, jiwa sepupuku satu ini belum siap untuk kalah rupanya.
"Sudahlah lupakan saja. Aku bisa mengganti dengan yang lain." Jelas ku.
"Tetap saja hyung... Aku akan tetap mengincar gadis itu...kkkk."
Lelah juga jika terus berurusan dengan orang seperti Yoongi ini. Lakukanlah sesuka mu Yoon... Kau tau jika aku tak membiarkan kau merusak mainan ku.
"Kurasa aku harus pergi. Sampai jumpa di summer meeting esok..." Yoongi pun beranjak dari sofa dan langsung keluar.
Summer meeting.. jangan-jangan surat yang diberikan Bona tadi.
Aku pun langsung menuju meja kerja ku dan benar, ada suratnya. Akupun membaca surat itu.
(Bona side)
Setelah selesai mengarsipkan dokumen, aku kembali ke meja kerja ku. Tak ada Hyejin sunbae disini. Apa ia pergi?? Mungkin saja.
Jam 11:45, masih satu jam sebelum makan siang. Apa aku harus masak sekarang??
Mr. Kim :
[Keruanganku sekarang]
Deg!
Tunggu, kenapa aku berdebar dan gugup?? Biasa nya Seokjin seperti ini juga... Aishh.. menyusahkan saja.
(Klek)
"Selamat siang, Seokjinssi.."
Aku masuk dan menghampiri mejanya.
"Bersiaplah. Kita akan makan diluar."
"Eh?? Tumben sekali..." Ujarku heran.
Seokjin tidak merespon ucapan ku, sesudah mengenakan jas hitamnya ia pun berjalan keluar dan aku mengikutinya.
Seokjin membawa ku ke sebuah restoran tradisional Jepang. Jujur saja ini mengingatkan ku soal kenangan buruk sewaktu aku disuruh menghabiskan makanan mentah saat hari pertama bekerja.
"Apa yang ingin kau makan??" Tanya Seokjin.
Aku pun meraih buku menu dan melihat daftar makanan yang tersedia.
"Ramen." Jawabku.
"Kau yakin hanya ramen?? Tidak ingin sushi tuna?? Itu enak..."
"Tidak... Saya tidak bisa makan sushi." Jawabku.
"Ahh... Aku ingat... Kau bahkan tak menyentuhnya sama sekali." Ujar Seokjin.
Dan tidak ingin bertemu lagi.
Tak lama pesanan kami datang. Seokjin seperti nya memesan ramen yang sama dengan pesanan ku. Mungkin ia ingin sama dengan ku. Kami berdua pun makan siang dengan tenang.
Setelah makan siang, Seokjin tak langsung membawa ku kembali kekantor, melainkan ke sebuah departemen store. Tepatnya kesebuah toko pakaian renang.
"Kenapa kita kesini Seokjin??"
Bukannya menjawab, pria ini lantas meraih sebuah bikini berwarna pink dan langsung memberikan padaku.
"Coba ini." Titahnya.
"MWO??!!! Tidak, terima kasih Seokjin." Tentu saja aku menolak. Bagaimana mungkin aku bisa memakai bra dan celana dalam saja?!!! Karena respon berlebihan ku, aku dapat melihat beberapa penghuni toko melihat kepada ku. Ini memalukan Seokjin...
"Ini perintah. Aku ingin kau mencoba ini di dalam kamar pas dan memfoto nya untuk ku."
Dengan wajah datar nya ia memerintahkan hal konyol itu padaku.
"Maaf Seokjin. Perut saya berlemak." Bual ku. Perut ku tidak berlemak kok, hanya tidak sixpack saja.
Seokjin masih menyodorkan benda laknat itu padaku. Mau apa ia sebenarnya??
"Kenapa saya harus mencobanya??"
"Karena besok kita akan pergi kepantai. Kau pasti tidak punya pakaian renang."
Aku menatap Seokjin heran. Rasanya lucu, entah kenapa. Anehnya Seokjin hari ini, mengajakku makan siang lalu kesini.
"Saya punya gaya sendiri saat kepantai." Jelas ku.
"Kenapa kau sulit menuruti ku sih?? Aku ingin kau mencobanya, apa salahnya??"
Kali ini, nada nya serius sekali. Ada apa dengan pria ini??? Kenapa dia jadi mesum seperti ini???
"Seokjinssi, anda sebenarnya kenapa??" Tanya ku heran.
"Aku tidak kenapa-kenapa. Pakailah. Sebelum aku yang memakaikannya padamu
." Ujar nya padaku.
Seketika ia memanggil seorang pelayan toko dan membisiki sesuatu pada wanita pelayan toko itu. Aku penasaran apa yang ia bisikkan. Kuharap jangan hal aneh.
Setelah selesai menyampaikan maksud, Pelayan toko itu membawa kami ke sebuah ruang ganti yang luas dan meninggalkan aku dan Seokjin berdua. Kenapa ini???
"Nah, sekarang tak ada siapapun... Cobalah yang pink terlebih dahulu..."
Seenaknya ia melemparkan sepasang bikini warna pink ke wajahku, ia kira wajah ku keranjang atau apa. Aku menangkap benda itu dan melihat sekeliling ruangan.
"Maaf tetap saja saya tidak mau." Bagaimanapun juga jika bukan gaya ku, aku tak akan mau. Aku punya hak akan hal ini. Maaf Seokjin, jika aku egois.
Kulihat Seokjin nampak memijit pelipisnya. Apa segitu stress nya menghadapiku?
"Aku juga tau akan hal itu, tapi dress code summer meeting adalah pakaian renang." Ujar Seokjin.
"Jika tidak ada spesifiknya kenapa anda memaksa saya memakai benda ini??"
Seokjin tersenyum misterius dan menatap ku dari kepala hingga kaki.
"Tentu saja untuk melihat tubuhmu." Jawaban yang sangat mengejutkan.
Sontak aku langsung menjauh darinya.
"Tidak Seokjinssi... anda harus berubah... Bukankah anda membenci wanita???"
Pertanyaan ku barusan membuat Seokjin diam dan hanya melihat ku datar. Melihat respon nya membuat ku kembali ke posisi semula.
Aku tersenyum pada Seokjin.
"Jangan malu, anda pasti sudah sedikit menerima saya..."
Aku bahkan menepuk bahunya. Ia hanya menatap ku tanpa arti dan aku masih tersenyum padanya.
"Aku benci padamu, kenapa kau harus mirip dengan Yongsun??" Tanya nya padaku. Kenapa?? Karena kami bersaudara.
"Aniya.... Kami tidak begitu mirip. Aku tidak mirip dengan eonni.. tolong bedakan..." Jawabku enteng.
"Boleh aku mencium mu??" Tanya nya lagi.
Cium??? Apa yang harus kujawab.
"Anggap saja aku mulai sedikit percaya padamu..."
Aku masih diam. Bahkan aku sedikit mundur menjauhinya. Bukan karena takut, namun jantung ku sangat tidak karuan sekarang. Sementara Seokjin masih menatap datar padaku setelah meminta hal yang abstrak bagiku itu. Namun, ia mengatakan akan sedikit mempercayaiku. Apa dalam arti membantu nya keluar dari sifat jahatnya itu?? Kurasa begitu.
"Jika kau semakin menjauhi ku, kurasa aku tidak bisa mempercayai mu."
Bukan begitu Seokjin.
Aku kembali maju selangkah mendekatinya dan langsung menggenggam jas pria ini.
"Kamu bisa mempercayai ku Seokjin."
Cup.
Aku benar-benar mengecup bibirnya.
Karena jika aku tak melakukannya, ia tak akan bisa keluar dari belenggu masa lalu nya itu.
Dapat kulihat wajah Seokjin menegang setelah aku mengecup bibir tebalnya itu, ia menatap ku tak percaya dan aku hanya tersenyum padanya walau jantung ku serasa akan meledak saat ini. Sensasi degupan ini bagaikan kau melompat dari tebing yang tinggi dan jatuh ke sungai yang dalam, hingga membuatmu berdebar karena tegang dan sulit bernafas karena dalam nya sungai.
"Maafkan saya..." Ujar ku sembari menunduk padanya, aku tak sanggup menatap nya. Jujur saja, ini sangat memalukan.
Puk
Seokjin menaruh telapak tangan nya dipucuk kepalaku. Ia menepuk pelan kepala ku, sentuhan nya ini seakan memberi isyarat untukku agar aku tenang.
"Kenapa kau minta maaf. Itu adalah perintah." Ujarnya. Aku sedikit berani menatapnya dan tersenyum kecil.
(Author side)
"Kenapa kau minta maaf. Itu adalah perintah." Ujar Seokjin. Bona sedikit berani menatap Seokjin dan tersenyum kecil.
Seokjin hanya tersenyum tipis saat melihat wajah Bona yang benar-benar mirip kepiting rebus saat ini.
(Kuharap kau yang terakhir. -Seokjin)
(Seokjin tampan -Bona)
To Be Continue ✍✍✍